NovelToon NovelToon
Surga Yang Tak Diinginkan

Surga Yang Tak Diinginkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Angst / Perjodohan / Poligami / Selingkuh / Dijodohkan Orang Tua / Romansa
Popularitas:14.4k
Nilai: 5
Nama Author: Romansa Love

"Fania, kamu tahu pernikahan ini hanya sebuah formalitas saja. Aku harap kamu merelakan aku untuk menikah dengan Zelina." __ Raditya Mahardika.

"Mas, beri aku 30 hari saja untuk mengabdi sebagai istri yang Solehah untukmu. Aku hanya ingin mewujudkan wasiat Ayah. Setelah itu, kamu berhak menceraikan aku, dan kamu bisa menikah dengan wanita itu."

Hidup Raditya Mahardika kacau sejak dijodohkan dengan Fania Azalea. Semua terjadi karena Raditya mempunyai wanita idaman lainnya.

Fania Azalea meminta waktu agar dirinya bisa mewujudkan wasiat mendiang Ayahnya. Dia ingin menjadi seorang istri yang baik untuk suaminya. Namun, takdir berkata lain. Raditya justru ingin menikah lagi dengan wanita pujaan hatinya. Dia ingin berpoligami dan meminta Fania untuk menyetujui niatnya.

Baca selengkapnya di sini!
Follow IG : romansa_love94

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Romansa Love, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 15 (Cemburu)

Selesai makan siang, Fania pergi dari restoran tadi. Dia berjalan menyusuri tempat indah lainnya. Sementara itu, Devan terus mengikuti dari belakang dengan menjaga jarak agar tidak terjadi salah paham. Saat sedang berjalan santai, tiba-tiba datanglah Raditya dan Zelina. Mereka berdiri mengadang di tengah jalan.

Fania berhenti dan menghadapi keduanya. "Ada apa? Kalian menghalangi jalanku."

"Kami sedang repot dan membutuhkan asisten. Kamu harus ikut untuk menjaga barang-barang kami saat sibuk. Ayo sekarang ikut!" ajak Zelin dengan ucapan kasar.

"Aku bukan seorang pembantu, apa kamu lupa dengan posisimu? Kamu tidak ada hak untuk memberi perintah padaku. Mas, apa kamu tidak memberitahunya? Kalian sudah sangat beruntung karena mendapatkan izin menikah dariku. Mengapa masih ada yang kurang? Minimal ucapkan terima kasih, jika kalian tau rasanya bersyukur," tolak Fania sembari memberi nasihat.

"Kamu beraninya membangkang," teriak Zelina kesal. Dia merengek pada suaminya. "Sayang lihatlah wanita ini, dia terus membantah perintahku."

"Fania, bisakah kamu menurut kali ini? Aku ingin kamu ikut membantu. Ikutlah kami, kita masih ada sesi foto terakhir, " ucap Raditya pada istri pertamanya.

Fania menggenggam erat gamisnya. Dia menarik napas dalam karena dadanya tiba-tiba sesak. "Mas, kenapa aku harus wajib mematui apa yang diperintahkannya? Maaf, tapi aku tidak mau menurutinya."

"Ikut atau berikan kartu yang kuberikan. Jika kamu membantah, besok pulanglah sendiri. Aku tidak mau membelikan tiket pulang untukmu. Satu lagi, aku bisa melakukan hal itu padamu. Ingat, kamu statusmu adalah istriku, jadi aku berhak meminta nafkah batin itu padamu. Bagaimana? Pilihan ada di tanganmu sekarang," bisik Raditya pada Fania, yang membuat Zelina cemburu.

Tubuh Fania menegang, dia langsung gemetar saat dibisikkan tentang nafkah batin. Raditya tersenyum puas, akhirnya dia mendapatkan kelemahan istrinya agar tidak berbuat sesuka hati.

"Ayo pergi!" Raditya menggandeng tangan kedua istrinya. Fania hanya bisa menurut setelah diancam oleh suaminya. Sementara itu dari kejauhan, Devan hanya bisa menahan emosi saat melihat Fania mengikuti mereka.

"Apa yang dikatakannya? Pria brengsek! Aku pun tidak bisa berbuat banyak." Devan kesal dan memukul pohon yang ada didekatnya. Dia beranjak mengikuti mereka.

Di tempat pemotretan, Raditya dan Zelina sedang berpose mesra. Sementara itu, Fania sibuk mengipasi dari samping dan juga mengelap keringat di wajah madunya itu.

Zelina sangat senang saat melihat penderitaan Fania. Dia merasa puas bisa membalaskan kekesalannya. "Lap bagian sini, pelan saja ngelapnya."

Fania mengelap lagi dengan penuh kesabaran. Akan tetapi, sikap Zelina semakin semena-mena. Dia memerintah dengan kasar dan sangat tidak sabar. "Heh, ambilin minum di meja itu! Haus banget nih."

Fania segera mengambil minuman tersebut. Dia sangat kerepotan sekali melayani perintah dari madunya. Sementara itu sikap Raditya hanya diam saja. Dia tidak pernah peduli sama sekali. Saat minuman itu akan diserahkan, Zelina dengan sengaja menumpahkan gelasnya hingga mengenai gamis yang dikenakan Fania.

"Opps, tumpah. Salah sendiri tidak hati-hati. Kotor kan bajumu, sana pergi ganti. Ganggu pemandangan saja!" seru Zelina dengan sangat kasar.

Fania masih menahan kesabaran, dia langsung pergi tanpa berucap satu katapun. Raditya menatap datar kepergian istri pertamanya itu. Dia menegur Zelina yang masih tersenyum puas. "Katanya butuh bantuan, tapi kok kamu usir pergi? Nanti kerepotan lagi."

"Aku muak sama kehadirannya. Dia sudah menarik perhatian semua orang, ter,masuk perhatianmu. Aku melihat sorot matamu itu terus melihat ke arahnya. Apa kamu sudah mulai terpikat dengan wanita itu? Membuatku kesal saja."Zelina memprotes sikap suaminya yang sangat terlihat jelas.

"Jangan gila kamu, mana mungkin aku terpikat sama wanita kayak dia. Jika aku memang terpikat sama dia, aku tidak mungkin menikahimu. Jadi jangan bicara asal, aku tidak suka," ujar Raditya kesal. Entah mengapa moodnya berubah setelah Fania pergi. Zelina pun cemberut, dia tidak kalah kesal dan semakin membenci Fania.

Di tempat lain, Fania kembali ke hotel. Dia ingin mandi dan berganti pakaian yang bersih. Saat berjalan sendiri, datanglah Devan yang sangat khawatir. Pria itu membawakan baju yang bersih dan diberikan pada Fania. "Tunggu, Mbak tunggu dulu."

Fania berhenti dan berbalik, dia menatap Devan dengan mata yang basah. "Bisakah Anda jangan ganggu saya lagi. Saya ingin sendiri, lagipula sikap Anda sudah terlampau jauh. Ini urusan pribadi saya, baik buruknya Anda tidak perlu tau apalagi sampai menguntit seperti ini. Bersikaplah secara wajar sebagaimana profesi Anda. Permisi."

Devan berdirii mematung saat dimarahi oleh Fania. Dia tidak bisa bersikap lagi karena memang perkataan itu benar adanya. "Apa aku memang sudah keterlaluan? Aku tidak bisa diam begitu saja. Sekarang aku sudah dalam fase ingin merebut milik orang lain. Apa aku nekat saja? Jujur aku khawatir jika dia disakiti terlalu jauh. Aku tidak rela jika itu terjadi."

Langkah Fania semakin cepat meninggalkan Devan di halaman hotel. Dia ingin segera sampai di kamar agar bisa beristirahat. Akhirnya, gadis ituu sampai juga setelah berjalan jauh. Dia naik ke atas dengan napas yang lega. Saat tiba di depan pintu, dia dikejutkan oleh kehadiran suaminya yang ternyata sedang menunggu.

"Mas Radit, ada apa? Kenapa Mas ada di sini?" tanya Fania ragu, dia berjalan dengan perasaan gugup.

Raditya menoleh, wajahnya terlihat sangat lelah sekali. "Buka pintunya, aku ingin masuk!"

"Mas, nanti Mbak Zelin nyariin kamu. Aku tidak mau terjadi .... "

"Aku bilang buka, sekarang juga," tegas Raditya dan langsung dituruti oleh istinya.

Fania menarik napas dalam, dia membuka pintu dengan tanggan yang gemetar. Raditya segera masuk ke dalam sambil menarik tangan istrinya. Fania yang kaget pun menjerit kecil, dia panik dan sangat gugup. Sesampainya di dalam, keduanya beridri berhadapan. Sorot mata itu membuat Fania ketakutan.

"Mas, aku mau bersih-bersih dulu. Gamisku kotor karena tumpahan tadi," ucap Fania berusaha melepaskan diri.

Raditya membuka cadar yang menutupi wajah istrinya dengan gerakan pelan. "Siapa yang pernah melihat wajah iini selain aku? Apa ada pria lain yang pernah melihat wajahmu ini?"

Fania menjawab dengan jantung berdebar, "Tidak ada pria lain yang pernah melihat wajah ini, Mas. Hanya kamu yang melihatnya secara langsung."

"Entah sihir apa yang kamu gunakan sampai aku tidak bisa berhenti memikirkan wajahmu ini. Sepertinya aku sudah menjilat ludahku sendiri, pada kenyataannya aku sudah terpikat dengan pesonamu, Fania."

Ungkapan itu membuat Fania terkejut. Dia tidak percaya jika akan mendengar itu semua dari mulut suaminya. "Mas, aku ingin pergi ke kamar mandi. Aku harus berganti baju."

"Baiklah, kamu segera mandi. Setelah itu gantian aku. Aku ingin kamu memakai piyama tidur, soalnya aku ingin beristirahat di sini."

Degh!

Tubuh Fania langsung menegang, dia tidak tahu apa yang direncanakan oleh suaminya. Dalam hatinya berdoa, "Ya Allah, apa yang harus hamba lakukan? Hamba belum siap melakukan itu dengan Mas Radit. Tolong hamba, Ya Allah. Selamatkan hamba dari pria ini."

1
nunik rahyuni
sadis bener jd perempuan ..kok tega nya...tp lihat nanti hukum karma itu nyata...😡
nunik rahyuni
laporkan langsung sj kepolisi ..mudahan si radit langsung dipenjara....org kya itu sungguh sangat berbahaya
Sanda Rindani
ya ,apa salahnya ibunya lapor polisi
nunik rahyuni
bagus jgn mau lkian.model kya itu .biar mmnya baik tp kmu hidup sama anaknya.lagian dia sdh tidur sm.wewe jd jgn mau dipake ma dia
nunik rahyuni
bangke kalian be2 ni.....pasangan yg cocok..kedua duanya g ada otak
nunik rahyuni
hadaw kok lemes to yuu yuuu ...biar dikata wanita itu lemah tp ya jgn lemah2 bgt gitu lho
.ambil sapu ato apa kh gitu hantamkan ke kepalanya biar kapok...jd laki kok g jelas siram pake karbol sj..lagian mau mau nya nunggu smpe 30 hr..bisa mati kamu mun lemah kya itu😡😡
nunik rahyuni
knp mau maunya disuruh2 baik minggat j
nunik rahyuni
knp klo bikin kisah pasti seorg istri yg lemah...bru mulai baca sdh mo kluar golok aq
Romansa Love: Kak😭 Goloknya simpan dulu buat motong ayam nanti dibuat opor 😭🤭 Terima kasih sudah mampir di karyaku Kak😍
total 1 replies
Sasikarin Sasikarin
skip dulu terlalu gedek untuk d baca. dan untuk kesehatan mental d bln puasa 🙏
Romansa Love: Bacanya pas buka puasa Kak😭😅
total 1 replies
partini
ga mempan hemm kamu salah doa paling mustajab itu doa seorang ibu untuk anaknya
partini
fania agak bandel, mencintai lebih baik di cintai
partini
sedih sekali ini cerita nya,i hope happy dengan lelaki lain biar beda sama novel yg lain
Romansa Love: Halo, Kak Terima kasih sudah membaca ceritaku😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!