NovelToon NovelToon
Aku Berharga Saat Ku Jatuh

Aku Berharga Saat Ku Jatuh

Status: tamat
Genre:Romansa pedesaan / Cinta Seiring Waktu / Menjadi Pengusaha / Tamat
Popularitas:61.8k
Nilai: 5
Nama Author: Arias Binerkah

Aurely Tania Baskoro, dulu percaya hidup akan selalu memihaknya. Cantik, mapan, dicintai, dikagumi. Ia tak pernah mengenal kata kekurangan.

Namun ketika kebangkrutan merenggut segalanya, Aurely harus meninggalkan kota, kampus, dan orang-orang yang katanya mencintainya.

Desa menjadi rumah barunya, tempat yang tak pernah ia inginkan.

Di sana, ia melihat ayahnya berkeringat tanpa mengeluh. Anak-anak kecil bekerja tanpa kehilangan tawa, orang-orang yang tetap rendah hati meski punya segalanya... Dan Rizky Perdana Sigit, pemuda desa yang tulus menolongnya..

Pelan pelan, Aurely belajar bahwa jatuh bukan akhir segalanya. Harga diri tidak selalu lahir dari kemewahan. Dan kadang pertemuan paling penting… terjadi saat kita berada di titik paling rendah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arias Binerkah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 15.

Keesokan paginya, Aurely bangun lebih pagi lagi. Mata sedikit bengkak, tapi pikirannya jernih. Meskipun ia masih terus penasaran, siapa orang yang sudah mengambil foto Ayahnya.

Ia duduk di tepi ranjang, memegang ponsel yang sejak semalam tidak ia sentuh lagi. Grup kampus itu masih ada. Foto-foto itu masih di sana. Komentar-komentar itu masih menggantung.

Dulu, ia akan kabur... Hari ini… tidak.

Aurely menarik napas panjang, lalu membuka grup Elite Class 22.

Pesan masih ada yang belum dibaca oleh Aurely tadi makam.

Riko: Fix sih, hidup bisa kebalik banget ya.

Nadya: Makanya jangan sombong 😂

Amel: Makanya Kevin langsung ninggalin.. nggak banget lah Kevin punya mertua kuli.

Maya: Udah ah, kasihan.

Riko: Kasihan kenapa? Kita cuma sharing fakta.

Aurely menatap layar itu lama. Jarinya tidak lagi gemetar. Dadanya memang sakit, tapi ia tidak ingin menyembunyikannya.

Ia mengetik.

Aurely: Iya. Itu Ayah aku.

Grup mendadak sunyi.

Beberapa detik.

Lalu…

Riko: Rel… kita cuma kaget aja.

Aurely mengetik lagi. Kali ini lebih panjang.

Aurely: Ayah aku kerja di pasar sekarang. Angkat karung. Keringetan. Capek.

Tapi satu hal yang perlu kalian tahu. dia kerja jujur. Dan dia nggak pernah ninggalin tanggung jawabnya sebagai ayah. Dan yang penting dari itu, nggak ganggu hidup kalian. Nggak minta uang dari kalian..

Beberapa orang mulai membaca.

Nadya: Rel… kita nggak bermaksud ngehina.

Aurely membaca, lalu membalas tanpa emosi berlebihan.

Aurely: Ngehina itu bukan cuma soal kata. Cara kalian ambil foto diam-diam, sebar, lalu ketawa.. itu juga pilihan.

Grup kembali sunyi.

Aurely melanjutkan.

Aurely: Dulu kalian kenal aku waktu hidupku enak. Sekarang hidupku berubah, dan kalian merasa bebas menilai keluarga aku.

Aku mau bilang satu hal jelas: aku bangga sama Ayah aku. Kalau menurut kalian kerja fisik itu memalukan, berarti kita memang sudah beda nilai hidupnya.

Pesan itu terkirim.

Beberapa detik terasa panjang.

Lalu satu balasan masuk.

Maya: Rel… maaf.Gue bener-bener nggak kepikiran sejauh itu. Lo benar.

Disusul yang lain.

Dian: Maaf, Rel. Gue juga salah.

Namun Riko masih mengetik.

Riko: Santai aja kali, Rel. Nggak usah baper.

Aurely tersenyum kecil. Dulu kata baper itu bisa meruntuhkannya. Sekarang tidak.

Ia membalas satu pesan terakhir.

Aurely: Ini bukan baper. Ini soal hormat. Dan aku rasa, aku sudah cukup dewasa buat milih siapa yang pantas aku dengarkan.

Setelah itu…

Aurely keluar dari grup. Tanpa drama. Tanpa pengumuman. Tanpa air mata.

Ia meletakkan ponsel, lalu berdiri. Menatap cermin kecil di dalam kamarnya..

“Terima kasih,” bisiknya pada dirinya sendiri. Ia segera berkemas untuk berangkat kerja hari ini.

“Rel, nggak usah dipikirin omongan teman teman lama kamu.” Ucap Ibunya saat mereka sarapan pagi bersama.

“Iya Bun, aku sudah keluar dari group. Biar nggak berisik lagi. Aku bisa fokus kerja di sini.” Ucap Aurely sambil tersenyum.

Ibunya mengangguk, “Iya lupakan yang sudah jauh dan mengganggu pikiran.”

“Bagus.” Ucap Ayahnya yang pagi ini lebih bersemangat.

“Aku bangga sama Ayah,” ucapnya pelan tapi mantap.

Pak Baskoro terdiam.

Matanya berkaca-kaca, tapi ia tersenyum.

“Terima kasih, Nak.”

Saat Aurely keluar rumah bersama Ayahnya, langkahnya ringan. Bukan karena hidupnya mudah, tapi karena ia akhirnya berhenti bersembunyi.

Se sampai di kios, pasar masih sepi. Toko Bu Ridwan belum buka. Kios besar Bu Wiwid juga baru terbuka pintunya saja. Rolling door rumah makan dan toko roti, belum terbuka.

“Hari ini kita tiba lebih pagi Rel.” Ucap Pak Baskoro setelah memarkir motor pinjaman. “Ayah mau ke kios koperasi dulu, sudah janjian dengan Pak Tomo.”

“Iya Yah, datang dengan semangat yang lebih baru.” Ucap Aurely sambil tersenyum lebar. “Semoga sukses ya Yah.”

“Aaammiinnn.” Ucap Pak Baskoro.. Mereka terus melangkah menuju ke tempat tujuan masing masing.

Saat Aurely berada di depan kios Bu Wiwid. Ia menatap ke arah jalan raya.. bukan menunggu mobil catering, bukan menunggu kedatangan Rizky.. Tapi ia masih penasaran dengan orang yang sudah mengambil foto Ayahnya.

Pasar Desa itu memang berada di pinggir jalan raya Nasional. Kendaraan kendaraan berlalu lalang lewat.. kadang ada yang berhenti.. di pinggir jalan.

“Siapa sih, kepo banget aku.” Gumam Aurely di dalam hati.

Ia menghela napas panjang, lalu memalingkan wajah dari jalan raya. Tidak ada yang aneh. Di pagi itu, tidak ada motor atau mobil berhenti terlalu lama. Tidak ada orang yang tampak mengamati pasar dengan kamera atau ponsel terangkat.

Aurely segera masuk ke dalam kios. Memakai apron coklat mudanya. Lalu merapikan meja. Saat ia sedang menyusun kotak kotak makanan. Suara suara langkah kaki terdengar mendekat. Karyawan karyawan sudah mulai berdatangan satu persatu..

“Pagi Rel, kamu sudah datang lebih dulu..” sapa teman temannya.

“Iya Mbak, Bu..” jawab Aurely sambil tersenyum menoleh sesaat lalu melanjutkan kerjanya.

Sesaat kemudian.. terdengar suara seorang laki laki yang begitu mendebarkan jantung Aurely..

“Selamat pagi semua...” Suara laki laki itu.

Aurely menoleh cepat.. Sosok Rizky wajah tampannya terlihat sangat segar. Dengan kemeja rapi dan tas ransel agak besar di bahunya.

“Pagi Mas Rizky.. mau kuliah pagi lagi ya?” ucap salah satu karyawan, “Sepi di kios kalau tidak ada Mas Rizky dan anak anak.”

“Iya Mbak.” Ucap Rizky lalu pandangan matanya beralih ke arah Aurely.

“Kebetulan Mbak Aurely juga sudah datang. Aku tak perlu titip pesan pada yang lain.” Ucap Rizky dengan serius. “Ayo Mbak, ikut aku ke depan.” Lanjutnya lalu Rizky segera membalikkan tubuhnya melangkah ke depan.. ke show room toko roti.

Tanpa membantah Aurely pun mengikuti langkah Rizky. Semua rolling door sudah terbuka. Dua orang pelayan terlihat sedang membersihkan lantai dan kaca kaca etalase. Satu karyawan sudah sibuk menata isi etalase.

“Mbak Aurely , nanti bantu di sini saja.” Ucap Rizky lalu duduk di kursi pojok tempat Bu Wiwid biasa duduk.

Aurely mengangguk, “Iya Mas.” Jawabnya pelan sambil mengatur debaran di dalam di dada.

Rizky tampak membuka tas ranselnya. Mengeluarkan satu bungkusan lalu menyerahkan pada Aurely, “Ini seragam kamu sudah jadi. Dan kalau kamu sudah mantap kerja di sini, besok kamu bawa surat lamaran resmi ya. Kami butuh data kamu, untuk mendaftar ke asuransi.” Ucap Rizky lagi.

Aurely menerima seragam barunya dengan senang hati, “Iya Mas, terima kasih. Besok aku bawa surat lamaran kerja.” Ucap Aurely sambil tersenyum.

“Ya sudah, kamu mulai kerja. Bantu melayani pelanggan di sini.” Ucap Rizky. Lalu ia membuka laci meja Bu Wiwid, mengeluarkan lap top.

Selang beberapa waktu ia mengeluarkan kamera digital dari tas ransel. Bukan kamera ponsel. Kamera sungguhan. Lensa sedang. Terlihat sering dipakai.

Detik itu juga, jantung Aurely berdetak lebih kencang. Saat pandangan matanya menatap kamera digital di atas meja Bu Wiwid.

“Kamera.” Gumam Aurely di dalam hati.

Bayangan foto Ayahnya muncul lagi di kepalanya. Sudut pengambilan gambar. Jarak. Kualitas foto yang cukup jelas meski diambil dari jauh. Wajahnya sedikit menegang.

Rizky menyadari perubahan ekspresi Aurely.

“Ada apa Mbak?” tanya Rizky sambil menatap Aurely, “pengen difoto?” tanya nya lagi sambil tersenyum.

Aurely tidak menjawab malah menatap kamera itu. Lama. Terlalu lama.

“Mbak?” Rizky mengernyit senyumnya langsung hilang. “Kamu kenapa?”

1
𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
slmt mbk yu sudah smpe tamat

pokok nya ttp smgt tab
𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
wadihnselalu saja gagal
𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
wow ini namanya beneran laki2 sejati bukan mengadalkan hartaborg tua
Siti Naimah
keren banget ceritanya Aurel sama Rizky...ditunggu karya selanjutnya kakak author 👍🙏😍
Arias Binerkah: Terimakasih Kak 🙏🙏🙏♥️♥️♥️
total 1 replies
Neng Saripah
ini ada season 2 nya ga thor kisah rizky sama istrinya ?
Arias Binerkah: Kak, ada novel baru Judul Benih Satu Milyar, yukkk baca yukkk 🙏🙏🙏🙏🙏♥️♥️♥️♥️🥰🥰🥰🥰
total 3 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
akhirnya happy ending 😘
balik horor ceu othor 👻👻👻🥳🥳
𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ: hooh ya
total 9 replies
Nancy Nurwezia
uda ending ternyata... perasaan baru aja.. pasti kangen sama 3 bocah imut itu..
Arias Binerkah: Terimakasih Kak 🙏🙏🙏♥️♥️♥️
total 1 replies
Ariany Sudjana
bagus ceritanya, ga bertele-tele
Arias Binerkah: Terima kasih Kak 🙏🙏🙏♥️♥️♥️
total 1 replies
Lisa
Wah udh ending nih..g terasa y..terimakasih y Kak Author utk ceritanya yg bagus banget 😊👍 Tetap semangat y Kak utk karya² selanjutnya..
Lisa: oke Kak..aq baca ya
total 3 replies
Neng Saripah
waduh...jangan2 tim keamanan pada heboh 🤭
Siti Naimah
yaah...seharusnya hp dimatikan sementara...biar mendapat ketenangan🤭
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
paling juga bocil tu lagi pada nyariin 🤣🤣
𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ: tp wis merdeka buu
total 11 replies
Lisa
Wah Rizky udh menyiapkan rmh nih..bahagia selalu y utk kalian..
Siti Naimah
betul 2 surprise Rizky mempersiapkan rumah sendiri... tanpa memberi tau Aurel sebelumnya.bener2 co cwet deh Rizky 🤭😍
Arias Binerkah: Kak, ada novel baru Judul Benih Satu Milyar , yukkk baca yukkk 🙏🙏🙏🥰🥰🥰🥰♥️♥️♥️♥️
total 19 replies
𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
ehhh riski dah beli rumah kan ya

ahahhaha siap2 ja lah uarel.. hayooo
𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ: ayo knp dlu mbk yun🤔🤔🤔
total 3 replies
𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
hahahah kenpa berhnti hayookk

ada pa gerangan buuu 🤣🤣🤣
Siti Naimah
Rizky ternyata sudah menyiapkan rumah sendiri... Kereen banget deh👍😍
Lisa
Setelah 3 bocil pulg..Rizky & Aurely lebih tenang 😊
Ai Emy Ningrum
keren mbul...hidup emang jgn bnyak drama,banyakin derma,dan semakin menyalaaaaa 🙋🏻‍♀️🔥🔥🔥🔥🔥
maem..maem...👶🏻👶🏻👶🏻
Arias Binerkah: Dek embul; He eh.. bis bis.. nyang.. bo bok 👶👶👶😴
total 8 replies
Siti Naimah
nasihat buat Nurul..makanya jangan hanya iri dengki dan kepengen mencelakai orang lain saja.. upgrade diri supaya berakhlak mulia .. meningkatkan ketrampilan..rajin ibadah biar memperoleh kehidupan yg lebih baik .. seperti Aurel gitu😄👍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!