NovelToon NovelToon
Obsesi Gala Pada Gadis Misterius

Obsesi Gala Pada Gadis Misterius

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Enemy to Lovers / Idola sekolah
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: kikyoooo

Di sekolah, Kella hanyalah gadis yatim piatu yang miskin, pendiam, dan jadi sasaran bullying, Gala si mirid baru yang angkuh juga ikut membulinya. Kella tidak pernah melawan, meski Gala menghinanya setiap hari.

Namun, dunia Gala berputar balik saat ia tak sengaja datang ke sebuah Maid Cafe. Di sana, tidak ada Kella yang suram. Yang ada hanyalah seorang pelayan cantik dengan kostum seksi yang menggoda iman.

Kella melakukan ini demi bertahan hidup. Kini, rahasia besarnya ada ditangan Gala, cowo yang wajahnya sangat mirip dengan mendiang kekasihnya.

Akankah Gala menghancurkan reputasi Kella, atau justru terjebak obsesi untuk memilikinya sendirian?

#areakhususdewasa ⚠️



Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikyoooo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18 (Part 1) FLU

Dua hari sebelum pesta besar keluarga Alangkara, langit Jakarta seperti enggan menampakkan birunya. Hujan rintik-rintik yang turun sejak subuh menyisakan aroma tanah basah dan udara yang menusuk hingga ke tulang. Bagi Kella, cuaca ini adalah musuh, namun bagi rencana mereka, ini adalah selubung yang sempurna.

Kella melangkah menuju sekolah dengan syal rajut tua yang melilit lehernya. Pikirannya tertuju pada satu hal: locker nomor 07. Sesuai instruksi Gala, hari ini ia harus mengambil "alat perang" terakhirnya.

Pukul 07.15 WIB – Koridor Kelas yang Sepi

Kella sengaja datang lebih awal. Lorong sekolah masih remang-remang. Saat ia sampai di depan locker tua itu, jemarinya yang dingin memasukkan kunci dengan cekatan. Di dalamnya, selain seragam maid dengan potongan kain yang terasa lebih halus dan berat, terdapat sebuah kotak kecil berisi obat flu dan selembar memo pendek dengan tulisan tangan yang terlihat agak berantakan, tidak serapi biasanya.

"Seragam ini punya lapisan mikro di bagian pinggang untuk menyembunyikan dokumen. Pakai setelah pulang sekolah untuk latihan. P.S. Jangan hiraukan kalau gue terlihat berantakan hari ini."

Kella mengernyit. Berantakan?

Jawaban itu datang sepuluh menit kemudian saat Gala masuk ke kelas. Pria itu tidak berjalan dengan keangkuhan biasanya. Langkahnya sedikit berat, wajahnya pucat pasi, dan matanya terlihat merah serta sayu. Gala mengenakan jaket hoodie di balik seragamnya, sesuatu yang melanggar aturan sekolah, namun tak ada satu pun guru yang berani menegurnya.

"Gal, lo oke? Muka lo kayak mayat," celetuk Reno saat Gala duduk di bangkunya.

Gala hanya menjawab dengan gumaman serak yang diikuti batuk kering yang tertahan. Ia menyandarkan kepalanya di atas meja, mengabaikan Reno, mengabaikan Sarah yang mulai merengek menanyakan kabarnya, dan mengabaikan dunia.

Kella, yang duduk dua baris di belakangnya, merasakan kecemasan yang mendalam. Guyuran air es di gudang kimia kemarin rupanya tidak hanya berdampak pada dirinya, tapi juga pada Gala.

Bedanya, tubuh Kella sudah terbiasa dengan kerasnya hidup, sementara Gala—meskipun kuat secara fisik—tampaknya sedang berada di titik nadir imunitasnya akibat kelelahan mental yang bertubi-tubi.

...

Pukul 10.15 WIB – Jam Istirahat yang Berbeda.

Biasanya, jam istirahat adalah waktu bagi Gala untuk merajai kantin. Namun kali ini, ia tetap di kelas, masih dengan posisi kepala di atas meja. Reno dan Sarah sudah pergi ke kantin setelah Gala mengusir mereka dengan nada bicara yang sangat galak.

Kella menoleh ke sekeliling. Kelas kosong. Hanya ada dia dan Gala.

Kella berdiri, mendekat ke meja Gala dengan ragu. "Gala..." bisiknya pelan.

Tidak ada jawaban. Hanya suara napas yang berat dan panas.

Kella memberanikan diri menyentuh dahi Gala dengan punggung tangannya. Ia tersentak. Panasnya luar biasa. "Gala, kamu demam tinggi. Kamu harus ke UKS."

Gala mengerang, ia membuka matanya sedikit. "Jangan... jangan di sini. Hendra... dia masih di sekitar sini."

Kella menggigit bibir bawahnya. Benar. Mata-mata Bramantyo pasti masih mengawasi. Jika Gala terlihat lemah dan dirawat oleh Kella, semua sandiwara mereka akan runtuh.

"Minum ini," Kella mengeluarkan botol air mineral dan obat flu yang ia temukan di locker tadi—yang ternyata kemungkinan besar disiapkan Gala untuk dirinya sendiri namun justru dia yang lebih membutuhkannya sekarang.

Gala bangkit perlahan, tangannya gemetar saat menerima obat itu. Saat jemari mereka bersentuhan, Kella merasakan panas tubuh Gala yang merambat.

"Kenapa lo... keras kepala banget?" desis Gala setelah menelan obat itu. Suaranya pecah. "Harusnya lo... jauhin gue hari ini."

"Gimana aku bisa jauh kalau kamu pingsan di sini?" balas Kella sengit namun tetap dengan suara rendah.

"Dengar, aku akan minta izin ke guru piket kalau aku harus membersihkan perpustakaan tua sebagai hukuman. Kamu... pergi ke sana sepuluh menit setelah aku. Di sana tidak ada CCTV dan Hendra nggak bisa masuk ke area dalam tanpa izin kepala sekolah."

Gala menatap Kella lama, lalu ia mengangguk lemah. "Lo... mulai pinter merintah."

...

1
𝐈𝐬𝐭𝐲
menarik...
𝐈𝐬𝐭𝐲
hadir thor semoga ceritanya gak putus di tengah jalan...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!