NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Dewi Dosa

Reinkarnasi Dewi Dosa

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Isekai / Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Dikelilingi wanita cantik / Harem
Popularitas:12.3k
Nilai: 5
Nama Author: Chizella

Genre: Fantasi-Wanita, Reinkarnasi, Petualangan, Aksi, Supernatural, Misteri, Kultivasi, Sihir.

[On Going]

Terbangun di hutan asing tanpa ingatan, Lin Xinyi hanya membawa satu hal bersamanya—suara misterius yang menanamkan pengetahuan sihir ke dalam pikirannya.

Di dunia di mana monster berkeliaran dan hukum kekuatan menentukan siapa yang hidup dan mati, ia dipaksa belajar bertahan sejak langkah pertama.

Siapakah sebenarnya Lin Xinyi?

Dan kenapa harus dia? Apakah dia adalah pembawa keberuntungan, atau pembawa bencana?

Ini adalah kisah reinkarnasi wanita yang tak sengaja menjadi dewi.

2 hari, 1 bab! Jum'at libur!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chizella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 15 — Black Sword

Di tempat tinggal Xinyi, suasana terasa jauh lebih serius dari biasanya. Miju Xie, Yao Li, Yuan Xi, dan Xun'er berkumpul di dalam ruangan. Mereka duduk berhadapan di sekitar meja, masing-masing dengan ekspresi yang berbeda.

Miju Xie duduk bersebelahan dengan Yao Li, sementara Xinyi berada di sisi Xun'er. Yuan Xi memilih duduk di pojok ruangan, bersandar santai seolah tidak terlalu tertarik dengan pembicaraan yang akan berlangsung.

Miju Xie dan Yao Li saling bertatapan sejenak, seakan menegaskan sesuatu tanpa kata.

Kemudian Miju Xie mengangguk pelan.

"Dewi, kelihatannya waktu kita sudah tidak lama. Saya merasa kalau orang luar akan segera datang menyerang."

Suasana ruangan itu seketika menegang. Udara terasa lebih berat dari sebelumnya.

"Tapi ini hanya perkiraan saja, saya tidak memiliki bukti pasti."

Xinyi tetap diam, matanya tenang namun penuh perhitungan. Jarinya terangkat, menyentuh dagunya perlahan.

"Kalau mereka menyerang... mungkin yang tertinggi hanya tingkat 5. Bukan masalah, mudah saja untukku," pikirnya.

Yao Li kemudian membuka suara. "Dewi, saya yakin kalau mereka tidak akan langsung mengerahkan orang-orang terkuatnya. Jadi ini mungkin akan memudahkan kita, meski begitu tetap tidak boleh lengah."

Xinyi mengalihkan pandangannya ke arah pojok ruangan, menatap Yuan Xi.

"Yuan Xi, jika bertarung dengan tingkat 4 apa kau bisa?"

Yuan Xi terdiam sejenak, lalu menjawab dengan nada datar namun penuh percaya diri. "Bisa, diriku yang hebat ini pasti bisa."

Di samping Xinyi, Xun'er memutar bola matanya dengan malas. Wajahnya jelas menunjukkan rasa jengah terhadap kesombongan Yuan Xi.

Meski terdengar santai, di dalam hati Yuan Xi sendiri ada sedikit keraguan. Ia baru saja naik ke tingkat 4. Bertarung dengan penyihir tingkat yang sama namun lebih berpengalaman jelas bukan perkara sepele.

"Bagaimana dengan Yao Li?"

Yao Li tersenyum tipis sebelum menjawab.

"Tidak masalah, meski harus mati, saya juga akan melakukannya," jawabnya penuh keyakinan.

"Tidak perlu berlebihan, kau harus tetap hidup, oke?"

Yao Li tampak ragu sejenak, lalu akhirnya mengangguk pelan.

Beberapa saat setelahnya.

Krieeet...

Pintu ruangan terbuka perlahan, memperlihatkan sosok Jiang Yun yang masuk dengan langkah tenang.

Semua orang di dalam ruangan terdiam. Pandangan mereka tertuju pada Xinyi terlebih dahulu, lalu beralih ke Jiang Yun, kemudian kembali ke Xinyi. Kebingungan jelas terpancar di wajah mereka.

"Tunggu... dia siapa?" tanya Xun'er lebih dulu.

"Wajah kalian sama persis," Yao Li menambahkan.

Jiang Yun sedikit menunduk, lalu menarik roknya sedikit sebagai bentuk penghormatan. "Aku Jiang Yun, aku adalah klonnya Xinyi."

"Ha?"

"Klon... jangan-jangan..."

Miju Xie menatap Xinyi dengan sorot mata menyelidik. "Dewi, Anda sudah mencapai tingkat kekuatan yang melebihi saya? Dalam waktu sesingkat ini."

Baru saat itu Miju Xie benar-benar menyadari perubahan pada Xinyi. Kekuatan yang kini ia rasakan jelas berada di tingkat 5. Jika bukan karena kemunculan Jiang Yun, mungkin ia tidak akan menyadarinya secepat ini.

"Jadi, apa gunanya klon ini?" Yuan Xi bangkit dari duduknya dan mendekati Jiang Yun.

Ia mengelilingi Jiang Yun perlahan, menatap setiap sudut tubuhnya dengan rasa penasaran yang sulit disembunyikan.

"Semuanya sama persis, wajah, tubuh, bahkan kekuatan... sebenarnya sihir macam apa ini," pikirnya, keterkejutannya begitu jelas.

Jiang Yun mengabaikan Yuan Xi. Ia melangkah mendekat ke Xinyi dan berhenti di sampingnya dengan tenang.

"Xinyi, aku sudah memastikannya. Tidak ada orang luar di sekitar hutan. Kalau pun mereka ingin menyerang, itu berarti masih dalam perjalanan," jelasnya.

"Begitu, itu bagus. Berarti kita memiliki cukup waktu untuk bersiap."

Xinyi mengalihkan pandangannya ke arah mereka semua.

"Ini mungkin akan sulit, tapi kurasa kalian akan bisa melakukannya. Tidak akan ada yang mati, mengerti?"

Miju Xie menundukkan kepalanya. Senyum tipis terukir di wajahnya. "Yang harus dikhawatirkan bukanlah kami, tapi Anda. Bahkan jika kami mati, Anda tetap akan bisa membunuh yang lain."

Xinyi membalasnya dengan senyum masam. "Terlalu berlebihan."

Yao Li kemudian berdiri dari tempat duduknya. Di tangannya ada sebuah benda yang dibungkus rapi dengan kain putih, dilipat berlapis seolah menyimpan sesuatu yang sangat penting.

"Hampir saja lupa yang satu ini."

Ia perlahan membuka kain pembungkus itu, menariknya hingga seluruh isi di dalamnya terlihat. Sebuah pedang panjang berwarna hitam pekat terbaring di sana, menyerap cahaya di sekitarnya dan memberi kesan berat meski hanya dipandang.

"Benda apa itu?" tanya Xinyi.

"Dilihat dari mana pun sudah jelas sekali itu pedang," balas Yuan Xi sambil melipat kedua tangannya di dada.

"Yuan Xi, jangan tidak sopan!" Xun'er memarahinya.

"Aku tau itu, maksudku... untuk apa?" tanya Xinyi lagi.

"Ini adalah pedang yang pernah digunakan oleh Ratu Iblis dan seseorang yang memiliki tiga berkah sebelumnya. Setelah mereka menghilang, pedang ini tertinggal di sini dan dijadikan sebagai harta Keturunan Darah Berdosa," jelas Miju Xie.

Ia menatap pedang itu dengan sorot mata yang sedikit berubah.

"Tidak diketahui siapa nama pemiliknya, tapi jelas sekali keduanya adalah orang yang sangat kuat dan tidak bisa ditemukan lagi sekarang. Orang tuaku dulu... juga pernah menceritakan ini." Nadanya sempat merendah, lalu kembali stabil. "Sebuah pedang yang memiliki kekuatan besar, namun tidak ada yang menggunakannya sejak lama."

"Kenapa?" tanya Xinyi. Tubuhnya sedikit condong ke depan, rasa penasarannya semakin besar.

"Karena tidak ada yang berani menggunakannya. Bahkan saya sendiri juga tidak berani. Pedang ini telah melewati banyak pertarungan hidup-mati, bagaimana bisa digunakan oleh orang yang belum cukup kuat dan tidak memiliki bakat untuk jadi lebih kuat."

Yao Li melangkah mendekat. Ia sedikit menunduk dan menyerahkan pedang itu ke arah Xinyi dengan kedua tangan.

"Tunggu, apa maksudnya ini?" Xinyi tidak bisa menahan diri untuk bertanya.

"Diantara langit dan bumi, hanya Anda yang kami hormati. Hanya anda pula yang layak untuk memegang pedang ini."

Pedang itu kini berada tepat di hadapan Xinyi. Tidak ada pilihan lain selain menerimanya atau menolaknya.

"Memang hanya kau yang cocok saat ini. Bahkan aku sendiri tidak tertarik menggunakannya," tambah Yuan Xi.

"Itu karena kau terlalu lemah," Xun'er membalas sambil sedikit memalingkan wajahnya dengan kesal.

"Kau—"

"Outtoo... sudah-sudah," Yao Li menengahi. "Kalian berdua ini, yah."

Xinyi masih terdiam. Pandangannya tertuju pada pedang hitam itu.

Asal-usulnya tidak biasa. Itu membuatnya ragu untuk menggunakannya begitu saja. Bisa saja pedang ini menyimpan bahaya, atau sesuatu yang tidak ia pahami.

Namun di saat yang sama, ia menyadari bahwa dirinya memang membutuhkan senjata. Ada perasaan aneh saat melihat pedang itu, seolah ia pernah bertemu dengannya di masa yang sangat jauh.

"Huh..." Ia menghela napas dalam.

"Apakah Dewi akan menerimanya?" Miju Xie akhirnya bertanya.

Semua mata tertuju pada Xinyi, menunggu keputusan yang akan ia buat.

"Baiklah, baik. Aku mengerti, aku akan menggunakannya." Xinyi mengulurkan tangannya.

Pedang itu akhirnya berpindah tangan, jatuh pada pemilik yang dianggap paling pantas.

Saat jemarinya menyentuh gagang pedang, Xinyi merasakan getaran tipis yang aneh. Bukan rasa sakit, bukan pula rasa bahaya. Lebih seperti sapaan yang samar.

Ia mengabaikannya sejenak dan memperhatikan bilahnya. Meski telah digunakan dalam banyak pertarungan, pedang itu tetap mulus tanpa cela. Jelas bukan senjata biasa.

"Lain kali aku akan mengujinya, tapi tidak sekarang."

Miju Xie kemudian berdiri. "Baiklah, kelihatannya kami sudah terlalu lama di sini. Dewi, kami akan melanjutkan tugas kami."

Xinyi menoleh dan menjawab ringan. "Oh, kerja bagus."

Mendengar itu, Yuan Xi langsung maju dengan ekspresi tidak puas. "Hahh! Hanya itu?"

Namun sebelum ia bisa melanjutkan, Yao Li sudah lebih dulu menangkapnya dan menyeretnya ke luar ruangan.

"Tunggu! Yao Li, aku masih—"

"Sudah, diam."

Miju Xie hanya mengikuti mereka berdua, lalu menutup pintu, meninggalkan Xinyi bersama Xun'er dan Jiang Yun.

Xinyi menoleh ke arah Xun'er dengan wajah polos.

"Xun'er, apa aku melakukan kesalahan?"

"Tidak... sa—sama sekali tidak."

1
Kabuki
turut lega thor. akhirnya Xinyi berhasil ngalahin petaka petir ketiga 😭
Kabuki
aww co cwitt
Kabuki
ini klo di anime, lagu opening udh di stel nih🤭
Cecilia: bwahahaha😭 iya lagi
total 1 replies
Kabuki
ahh souka? agak kejam juga tetua Yuan xi. menyuruh orang luar yang tak tahu apa², untuk membebaskan kaum darah berdosa dari kutukan dengan ritual petaka petir/Frown/
Cecilia: karena dia di anggap sebagai 'orang itu' yg entah siapa🗿
total 1 replies
Kabuki
kecewa? buat apa penduduk asli kecewa terhadap orang luar? bukannya mereka cuma penasaran aja sama xinyi?😌
Cecilia: udh nyentuh petir ke 3 soalnya, satu2nya yg berhasil kesitu
total 1 replies
Kabuki
biasa gundule. dia imo jir
Kabuki
slurrppp ak jga mw😋
ユリ
sadis
ユリ
mengejutkan😱
ユリ
entah kenapa dia terlalu percaya diri
ユリ
terlalu op😱
元元
Masterpiece, dah gtu aj
元元
KOK BISA GINIII!
元元
bjirr, apa-apaan iniii
Panda
aku penasaran sama nama malingsheng ini deh kak

apa ada sejarah dengan nama itu?
Jing_Jing22
dia tangguh dan kuat kita lihat saja apa yang akan terjadi dengan xinyi, sementara takdir dia tidak bisa mati
Jing_Jing22
xinyi masih bisa bertahan saja itu sudah keajaiban untukmu
CACASTAR
petaka petir apa itu
CACASTAR: iya dah, apa kata Thor deh, saya nyimak baca cerita aja
total 3 replies
putri bungsu
seperti nya dia terlalu bersemangat untuk menguji kekuatan nya sendiri
Kabuki
ganbatte Xinyi! teruslah bertahan. karena tinggal satu Sambaran petir lagi/Determined//Determined/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!