Dua bulan lalu, Luella Brynn dipaksa menikah dengan seseorang Bernama Edric Alton yang tidak ia inginkan dan tidak ia kenal. Hanya untuk mengikuti permintaan mendiang orangtua Edric. Pernikahan hanya sebatas formalitas di hadapan orangtua Edric, dan begitu orangtua Edric meninggal. Luella di ceraikan begitu saja oleh Edric. Tidak ada kata perpisahan, hanya ada selembar cek dengan nominal fantastis sebagai rasa terimakasih karena Luella bersedia membantu Edric. Lalu bagaimana dengan kehidupan Luella dan Edric pasca bercerai? Dengan status baru yang akan mereka bawa satu sama lain, sedangkan usia Luella terbilang masih sangat muda bahkan usianya terpaut 15 tahun dengan Edric.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayalifeupdate, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
15
Siang ini Luella berusaha menemui HRD lagi untuk meminta izin, namun tetap saja HRD menolak permintaan Luella dengan alasan perilaku Luella bisa merugikan perusahaan karena ia keluar disaat jam kerja yang artinya Luella hanya menerima gaji buta, dan juga perilaku tersebut bisa membuat iri karyawan yang lain.
Luella hanya menghela nafasnya, ketika ia keluar dari ruangan HRD. Sambil menggenggam ponselnya, Luella masih bingung harus mengatakan apa kepada Alex.
“Luella” Panggil Cal.
“Pak, selamat siang” sapa Luella.
“Kenapa? Ada masalah?”
“Tidak ada Pak, semua baik-baik saja”
“Terus, kenapa wajah kamu kusut”
“Oh, mungkin karena lelah saja Pak”
“Hmm, mau lunch bareng?”
“T-tapi Pak saya harus ke kantor Pak Alex”
“Oh, sorry. Silahkan berangkat, kenapa masih disini?”
“S-saya, saya belum mendapat izin dari HR Pak”
“Hahahaha” Cal tergelak mendengar jawaban dari Luella, membuat Luella mengernyitkan dahinya karena bingung melihat sikap Cal.
“Jadi ini alasan wajah kamu kusut? Gak dapat izin dari HR?”
“I-iya Pak”
“Kamu sudah bilang siapa klien kamu?”
“Saya tidak ada kesempatan bicara Pak”
“Ikut saya”
“Kemana Pak?”
“Udah ayo” ucap Cal sambil menarik tangan Luella.
Dan kejadian itu dilihat oleh beberapa karyawan, yang membuat mereka terkejut dan berfikir jika Luella dan Cal memiliki hubungan.
Cal membawa Luella menuju mobilnya yang berada di basement. Kemudian membukakan pintu untuk Luella, dan minta Luella untuk masuk ke dalam mobilnya.
Cal mengemudikan mobilnya, membawa Luella keluar kantor di saat jam kerja. Dan berita ini heboh di kalangan kantor dari OB hingga ke COO perusahaan tersebut.
Tidak hanya mereka, Via sebagai HR pun mendengar desas-desus ini. Pikirannya mulai gelisah, karena ia sempat melarang Luella untuk izin menemui klien.
“Pak Willy” panggil Via.
“Bu Via, tumben sudah disini” jawab Willy.
“Iya Pak, biasa lah hehe. Pak, Pak Willy kan Manager Marketing, Pak Willy tahu siapa klien Luella?”
“Oh, Pak Alex. COO dari perusahaan manufaktur Bu”
DEG!
Via merasa tercekik, karena kali ini Via benar-benar melakukan kesalahan dengan menghalangi Luella menemui klien VIP perusahaannya. Dan apalagi siang ini Luella keluar bersama dengan Cal, membuat Via semakin tidak bisa bernafas.
“Bu Via. Ada apa?” tanya Willy.
“Luella Pak, dia mau bertemu klien, tapi tidak menjelaskan siapa kliennya. Jadi saya menghalangi dia untuk keluar kantor. Dan sekarang dia keluar bersama Pak Cal kata staff yang melihat tadi” Jelas Via.
“Bu Via, Luella itu paling menonjol diantara yang lain. Dia sering handle klian Pak Cal juga. Jadi lain kali jangan di persulit”
“Tapi Luella tidak mau menjelaskan Pak, saya hanya berusah berdiri sebagai HR yang mengatur perilaku disiplin untuk staff”
“Saya tahu Bu. Tapi Bu Via juga harus mengerti, kalau karir Luella itu bagus disini. Jadi lain kali jangan menyusahkan diri sendiri”
“Maksud Pak Willy?”
“Luella keluar bersama Pak Cal, tanpa surat izin dari HR. Kenapa Pak Cal harus membantu Luella? Bu Via bisa berfikir sendiri lah ya”
“Karena mereka ada hubungan?”
“Bu… karena ini klien VIP. Dan semoga Bu Via tidak mendapat masalah setelah ini” jawab Willy dengan ketus karena sudah terpancing emosi oleh Via.
Willy meninggalkan Via begitu saja, sementara Via berusaha bersikap tenang meskipun sebenarnya, Via begitu gelisah.
Dan di tempat lain, Cal sudah berada di kantor Edric menganarkan Luella untuk menemui Alex.
“Luella, hubungi Pak Alex sekarang” pinta Cal.
“Baik Pak” jawab Luella.
Luella dengan sigap emnghubungi Alex dan memberitahukan bahwa dia sudah berada di kantornya.
“Pak, Pak Alex bilang kita diminta untuk menunggu di dalam” ucap Luella.
“Oke. Kita turun” jawab Cal.
Luella turun dari mobil Cal, lalu berjalan bersama Cal untuk menuju kantor Edric. Mereka berdua menunggu di lobby kantor tersebut, sambil mengobrol untuk mencairkan suasana. Karena Cal tahu jika Luella saat ini sedang gugup.
“Santai Luella, jangan tegang” ucap Cal
“Pak, saya merasa tidak enak karena Pak Cal harus mengantar saya sampai sejauh ini, bahkan Pak Cal meninggalkan makan siang Bapak” jelas Luella.
“Tidak apa-apa, setelah ini selesai, kita bisa makan siang. Saya akan bawa kamu menuju restoran yang pernah saya bahas”
“Baik Pak”
“Luella, Pak Cal” sapa Alex.
Cal berdiri menjabat tangan Alex dengan ramah. Keduanya terlihat sedang mengobriol dan memuji satu sama lain. Hingga Alex merasa heran, kenapa bisa Cal berada di kantornya bersama dengan Luella.
Cal pun menjelaskan kronologinya, dan penjelasan tersebut membuat Alex berfikir jika pesaingnya untuk mendapatkan Luella cukup berat. Yaitu CEO dari tempat Luella bekerja.
“Luella, CEO saya mau bertemu sama kamu. Gak apa-apa kan?” tanya Alex.
“Tidak apa-apa Pak” jawab Luella sopan.
Alex dan Cal berjalan beriringan, sementara Luella berjalan di belakang mereka berdua. Ketiganya masuk dalam lift dan menuju lantai, dimana CEO dari perusahaan manufaktur tersebut berada.
Ceklek!
Pintu ruang rapat di buka. Cal menyapa Edric, sementara Luella masih belum sadar jika CEO tersebut adalah mantan suaminya.
“Apa kabar Pak Cal” tanya Edric.
“Baik Pak, terimakasih. Dan ini Luella, staff saya”
Luella muncul dari balik punggung Cal, dan betapa terkejutnya Luella melihat Edric ada di depan matanya.
Seketika Luella mendadak gugup, tangannya semakin dingin tapi Luella berusaha bersikap santai seolah tidak terjadi apapun.
“Edric” ucap Edric sambil mengulurkan tangan kepada Luella.
“Luella” jawab Luella sambil menjabat tangan Edric.
Edric tersenyum begitu manis, dia mengetahui jika Luella saat ini sedang merasa gugup. Edric mempersilahkan semua orang duduk dan mereka mulai membahas tentang desain yang akan Luella gunakan untuk merubah desain kantor Edric.
Dan siang ini, Luella mendadak mempresentasikan karyanya di hadapan mantan suaminya.