Ketika pernikahan yang selama ini ku anggap sempurna,ternyata hanya sebuah kebohongan membuat kehidupan ku hancur lagi dan lagi.
Namun aku bertahan berharap bisa mengubah pernikahan palsu itu benar-benar nyata,namun semakin aku bertahan rasanya semakin aku jatuh dan hancur mengetahui lebih banyak hal yang lebih menyakitkan.
"Aku mau bercerai"
"Setelah kau membuat ku bergantung pada mu,kau ingin bercerai dengan ku?JANGAN HARAP!.KAU TIDAK AKAN BISA PERGI DARI KU SELAMANYA SAMPAI AKU MATI!"
"Kenapa tidak?,AKU AKAN PERGI SELAMANYA SAMPAI KAU TIDAK PERNAH MELIHAT KU SAMPAI KAU MATI!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hantari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Temukan secepatnya
Pukul delapan malam Oliver sampai di negara ****** dengan penerbangan tercepat,Ia naik pesawat seorang diri dengan seseorang yang sudah menunggu kedatangan nya di bandara.
"Apa kau sudah menemukan informasi keberadaan nya?"
"Saat tuan memberi perintah pada saya,saya langsung mencari keberadaan nyonya muda dan langsung terbang kemari"
"Saya sudah meminta petugas untuk mengecek semua penumpang yang datang di pesawat dan waktu yang tuan katakan,namun nama Nyonya Alessia Leandra sama sekali tidak ada di daftar penumpang"
Mendengar itu Oliver masih tidak percaya, karna Ia merasa yakin dengan firasat nya yang mengatakan kalau Alessia benar-benar berada di negara itu, bahkan saat ini perasaan nya begitu aneh dan Ia bisa merasakan semakin dekat dengan nya.
"Kau sudah benar-benar memeriksa nya?"
"Sudah tuan,saya juga sudah mengecek setiap pesawat yang datang dari negara A sejak semalam sampai hari ini, tidak ada daftar nama nyonya muda di setiap penumpang pesawat"
Oliver terus melanjutkan langkahnya dengan tegas,Ia bukan tipe orang yang memiliki pikiran sempit.Sejak kecil Ia sudah belajar berpikir dengan logis dan cerdas yang begitu di persiapkan oleh ayahnya untuk melanjutkan kerajaan bisnis keluarga Dirgantara, karna hanya Ia satu-satunya pewaris keluarga mereka.
"Salin semua nama-nama penumpang pesawat yang datang dari negara A dengan waktu yang sebelumnya ku katakan,aku menunggu dalam waktu setengah jam"
"Baik tuan"
Keduanya berpisah, dengan pria asing itu yang sedikit berlari tergopoh-gopoh.
Sementara itu Oliver menatap tajam ke depan, dengan wajah yang begitu serius dan dingin.
"Insting ku tidak pernah salah"
"Dan aku tau,kau tidak sebodoh itu untuk berangkat dengan membuat nama asli"
"Tapi siapa yang membantu mu hingga bisa pergi ke luar negeri, dengan nama samaran dan paspor yang begitu cepat"
Ia terus melangkah keluar dari bandara, dengan beberapa pertanyaan yang terus berputar di kepalanya.
Saat keluar dari bandara,tampak Jackson yang sudah berdiri di samping sebuah mobil dengan beberapa orang bersama nya.
"Selamat malam tuan,ini sudah hampir malam.Apa sebaiknya kita mencarinya besok saja?"
Jackson mengucapkan itu saat Oliver berada di hadapannya.
"Tidak,lanjut kan pencarian lagi.Aku ingin istri ku segera di temukan"
Jackson sedikit terkejut mendengar kata 'Istri ku' dari mulut tuan nya itu.
"Baik tuan"
Jackson menjawab dengan sembari membukakan pintu mobil untuk sang tuan.
Ia datang dengan pesawat pribadi milik keluarga Dirgantara satu jam setelah Oliver pergi dengan pesawat umum,karna kondisi pesawat yang tidak bisa langsung terbang dengan cepat.
"Aku ada urusan dengan seseorang, lakukan saja tugas mu"
"Baik tuan,saya permisi"
Jackson menyerahkan satu kunci mobil untuk Oliver sebelum berbalik pergi.
Jackson kemudian menghampiri beberapa orang yang ikut dengan nya ke negara itu,yang saat ini mungkin ada 10 orang.
"Apa yang akan kita lakukan tuan Jackson?",tanya salah satu dari mereka saat sudah berhadapan dengan mereka.
"Kita bisa memulai dengan mencari di semua hotel dan apartemen-apartemen di kota ini,dimana kemungkinan besar nyonya muda singgah di salah satu tempat itu"
"Baik"
Tiga mobil Ferrari hitam yang berjejer itu segera meninggalkan bandara.
Sepeninggalan anak buahnya, Oliver masuk ke dalam mobil menunggu ke datangan seseorang.
***
Sementara saat ini,Alessia sedang berada di sebuah apartemen untuk menyelesaikan administrasi pembayaran.
Namun entah cobaan apalagi saat ini seseorang tiba-tiba datang dan mengakui kalau apartemen yang sudah Ia lihat semalam tiba-tiba di akui oleh seseorang.
"Maaf nyonya,saat ini hanya tersisa satu apartemen lagi di gedung kami.Dan nyonya ini sudah lebih dulu melakukan pembayaran"
Ucap resepsionis yang mengurus administrasi dan semuanya di apartemen itu.
"Tidak bisa,di kota ini hanya apartemen ini yang cocok untuk ku.Kembalikan uang nya aku akan bayar lunas detik ini juga"
"Maaf nyonya,tapi nyonya ini sudah lebih dulu membayar lunas"
"Kau ini hanya resepsionis biasa!,apa kau tidak tau siapa aku?!,aku bisa membuat mu kehilangan pekerjaan dan di blacklist dari semua perusahaan dan kantor-kantor manapun di kota ini!"
"..."
Resepsionis itu menunduk,Ia warga asli negara itu dan jelas sangat tau berhadapan dengan siapa saat ini, namun Ia tidak ingin bersikap tidak adil.
"Seperti nya kau sudah tau siapa aku ya?", tanya wanita itu dengan sinis setelah melihat orang di hadapan nya menunduk.
"Sekarang kembalikan uang nya dan aku akan lunas kan hari ini juga.dan segera urus surat-surat nya,sebelum aku membuat mu kehilangan pekerjaan mu"
Resepsionis itu masih tidak bergerak dan menunduk dengan menatap Alessia merasa tidak enak.
Alessia yang sejak tadi diam, akhirnya tertawa dengan sinis melihat kesombongan wanita modis di hadapan nya, mungkin jika di bandingkan dengan dirinya yang dulu wanita itu masih kalah jauh modis di bawahnya.
Ia menatapnya dari atas hingga bawah, pakaian yang di pakai memang benar dari brand luxury.Tapi Ia jelas tau sebagai seorang yang dulunya sebagai ratu brand luxury yang begitu fomo dan tidak pernah ketinggalan setiap brand-brand terkenal, bahkan seluruh pakaiannya dulu semua dari brand-brand mewah yang mahal dan hanya ada beberapa di di dunia.
Jadi Ia tau kalau saat ini wanita itu sedang memakai barang-barang yang tidak begitu mahal meski dari brand luxury atau mewah.
Ia kembali tertawa sinis, melihat wanita itu begitu berlagak sombong dan merendahkan orang.
Wanita yang mungkin berkisar usia dua puluhan tahun itu tampak tidak senang melihat Alessia yang begitu berani menatapnya.
"Apa yang membuat mu tertawa?, apakah ada hal yang lucu?"
Alessia melipat kedua tangannya di depan dada dan menatapnya dengan tenang."Maaf sebelumnya nyonya muda,saya yang lebih dulu membeli apartemen ini dan saya tidak ingin memberikan nya pada orang lain"
"Jika kau ingin mengambil nya,aku hanya menerima pembayaran 5 kali lipat dari harga sebelumnya yang ku beli"
Wanita itu tampak terkejut dan tidak terima."Kau pikir kau siapa?, sehingga aku akan menuruti mu dan di bodohi oleh mu?"
"Jika kau tidak mau,berhenti berebut apartemen yang sudah atas nama ku dan yang sudah di bayar lunas oleh ku."
Alessia begitu malas menghadapi hal-hal seperti itu saat ini,Ia datang ke negara itu untuk membuat hidup nya tenang tanpa ada gangguan,namun Ia juga bukan wanita bodoh yang hanya akan diam saja saat ada seseorang yang ingin merendahkan nya seperti sekarang.
"Kau benar-benar menantang ku ya?,apa kau tidak tau siapa aku?!"
Wanita itu semakin marah,hingga memukul meja dengan keras.
"Nyonya berhenti membuat masalah dengan nya,jika saya boleh memberikan saran berikan saja apartemen ini untuknya"
Bisik resepsionis itu yang langsung menghampiri Alessia dan mengungkapkan kekhawatiran nya jika Alessia terus melawan.
"Ayah ku adalah walikota,dan ibuku adalah direktur utama perusahaan Alendara group terbesar di kota ini?"
"Keluarga ku mempunyai koneksi luas,yang bisa membuat hidup mu tidak tenang dan membuat mu tidak bisa bekerja di mana pun!"
Wanita itu kembali tersenyum bangga dan sombong."Masih ingin. berdebat dengan ku?.Jangan khawatir,aku tidak akan mempersalahkan hari ini kalau kau memberikan Apartemen itu untuk ku kemudian berlutut dan meminta maaf", ucapnya dengan dagu terangkat memperlihatkan dengan percaya diri posisi mereka yang tidak sama.
"Dan kau harus tau nyonya muda, tidak semua bisa di beli dengan uang dan kekuasaan.Aku tidak akan memberikan apapun pada mu"
"Berikan kuncinya,jika kau ingin mencari ku datang lah ke tempat ini lain kali"
Alessia mengambil sendiri kunci apartemen yang sebelumnya sudah sempat di berikan, kemudian menarik kopernya dan pergi dari sana tanpa peduli apapun.
Semalam saat sampai ke negara itu,Ia harus mencari hotel dan tidak bisa beristirahat dengan baik karna entah kenapa dengan tubuhnya,yang mungkin Ia pikir karna pergantian cuaca di negara itu.
Hingga sejak semalam,Ia tidak istirahat dengan cukup.
Namun ada sesuatu yang membuat nya berpikir tentang ucapan wanita yang baru saja berhadapan dengan nya.
Hingga membuatnya tersenyum tipis."Dunia begitu sempit"
Ia memilih untuk datang ke negara itu dan bukan ke negara lain, bukan karna acak melainkan negara itu adalah asal keluarga dari ayahnya,dan ayahnya tumbuh di sana sejak kecil hingga dewasa.
Namun saat menikah dengan ibunya,ayahnya tak pernah lagi tinggal di negara itu dan hanya mengunjungi sesekali.
"Perusahaan Alendara group?"
"Menarik sekali"
***
tapi jika Yasmine benar2 penyelamat nya Oliver bakalan dilema antara pilihannya dan tidak akan memiliki ketegasan sikap.
jadi lebih baik Alessia pergi jauh saja menata hidupnya kembali sampai bertemu seseorang yang mencintainya dgn tulus, menerima apa adanya serta mampu melindunginya.
preeet....
CEO kok goblok.
maaf ya jadi keluar sumpah serapah
3 tahun mang sebentar.