NovelToon NovelToon
Asal Mula Pedang Buta

Asal Mula Pedang Buta

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Kebangkitan pecundang / Fantasi Timur / Balas Dendam
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: Baldy

Di Benua Tianyuan, kekuatan adalah segalanya. Namun, Ren Zhaofeng hanyalah seorang murid pelayan buta di Sekte Awan Hijau yang bertugas menyapu halaman. Tanpa penglihatan dan tanpa latar belakang, ia dianggap tidak lebih dari debu di bawah kaki para jenius yang berlomba mengejar keabadian.

Namun, dunia tidak tahu bahwa di balik kain penutup matanya, Zhaofeng memiliki "Hati Pedang Tanpa Cela". Ketika orang lain hanya melihat wujud, ia mendengar napas semesta.

Di bawah bayang-bayang Monumen Daftar Naga Langit yang agung, Zhaofeng memulai langkah pertamanya. Bukan untuk melihat puncak dunia, tetapi untuk memaksa dunia mendengarkan gema pedangnya. Dari penyapu hina menjadi legenda yang membelah langit—inilah kisah asal mula Sang Pedang Buta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Baldy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nyanyian dari Kedalaman

Jurang di bawah jembatan itu ternyata jauh lebih dalam dari perkiraan siapa pun. Kabut hitam yang berputar di bawah sana bukan sekadar uap air, melainkan manifestasi dari Qi Pedang Korosif yang telah menumpuk selama ribuan tahun.

Tim Sekte Awan Hijau menuruni jalan setapak sempit yang memahat dinding tebing. Jalan ini licin, berlumut, dan nyaris tidak terlihat jika bukan karena arahan Zhaofeng.

"Hati-hati," suara Zhaofeng memecah keheningan yang tegang. "Tiga langkah di depan, batunya rapuh. Jangan diinjak. Melompatlah."

Ye Qingyu, yang berada tepat di belakang Zhaofeng, menurut tanpa bertanya. Dia melompati batu yang ditunjuk. Saat murid di belakangnya, Huo Lie, mendarat di batu yang salah karena kurang fokus, batu itu hancur menjadi debu.

"Hii!" Huo Lie memucat, nyaris tergelincir ke dalam jurang jika tidak ditarik oleh temannya.

Semakin dalam mereka turun, semakin kuat tekanan di udara.

Bagi murid biasa, rasanya seperti memikul beban berat di pundak. Tapi bagi Zhaofeng, rasanya seperti berjalan di tengah badai jarum. Suara "dengungan" di telinganya semakin nyaring, berubah menjadi melodi sedih yang memanggil-manggil.

Kemarilah... Kemarilah...

Pedang Karat di dalam Cincin Penyimpanannya bergetar hebat, seolah ingin melompat keluar.

"Kita sampai," kata Zhaofeng.

Mereka mendarat di dasar jurang.

Pemandangan di hadapan mereka membuat semua orang menahan napas.

Ini adalah Kuburan Pedang yang sesungguhnya.

Jutaan pedang patah tertancap di tanah yang hitam dan tandus. Ada pedang besi biasa, pedang perak, hingga pecahan senjata Roh yang sudah kehilangan cahayanya. Mereka tersebar sejauh mata memandang, seperti nisan bagi para prajurit yang terlupakan.

Di tengah lautan pedang itu, terdapat sebuah jalan setapak yang bersih, menuju ke sebuah altar batu sederhana di kejauhan.

"Luar biasa..." gumam seorang murid dalam. Dia tergoda melihat sebuah gagang pedang emas yang tertancap di dekat kakinya. "Itu pasti Senjata Roh Tingkat Tinggi!"

Dia mengulurkan tangan untuk mencabutnya.

"JANGAN SENTUH!" teriak Zhaofeng dan Ye Qingyu bersamaan.

Terlambat.

Saat jari murid itu menyentuh gagang emas, pedang itu meledak menjadi debu abu-abu. Debu itu hidup, berubah menjadi Niat Pedang tak kasat mata yang menyambar tangan murid itu.

"AAAAARGH!"

Murid itu menjerit. Lengan kanannya layu seketika, daging dan darahnya tersedot habis, menyisakan tulang kering yang menghitam.

"Mundur!" Ye Qingyu menebaskan Pedang Beku-nya, menciptakan dinding es untuk memisahkan murid itu dari sisa debu.

Suasana menjadi horor.

"Tempat apa ini?" Huo Lie gemetar. "Pedang-pedang ini... mereka memakan manusia?"

"Mereka lapar," jawab Zhaofeng pelan. Dia bisa mendengarnya. Jutaan suara bisikan dari pedang-pedang patah itu. Mereka haus akan Qi, darah, dan kehidupan.

"Jangan menyimpang dari jalan setapak di tengah," perintah Zhaofeng. "Jalan itu satu-satunya zona aman. Suaranya 'hening'."

Tim itu berjalan merapat, ketakutan setengah mati. Zhaofeng memimpin di depan, tongkat penuntunnya mengetuk jalan setapak batu kuno itu. Tuk... Tuk...

Setiap kali Zhaofeng lewat, pedang-pedang di pinggir jalan bergetar, seolah memberi hormat—atau takut—pada Pedang Karat yang tersembunyi di cincinnya.

Akhirnya, mereka sampai di Altar Batu.

Di atas altar itu, tidak ada peti harta karun. Tidak ada tumpukan emas.

Hanya ada satu benda.

Sebuah Pecahan Ujung Pedang berwarna hitam legam, melayang di udara. Ukurannya hanya sebesar telapak tangan, tapi aura yang dipancarkannya membuat udara di sekitarnya retak-retak hitam.

"Itu..." Ye Qingyu menyipitkan mata. "Pecahan Senjata Bumi? Tidak... mungkin Langit?"

Di dunia ini, senjata dibagi menjadi: Fana, Roh, Bumi, Langit, Dewa. Senjata Roh saja sudah menjadi rebutan sekte. Senjata Bumi bisa memicu perang negara.

Zhaofeng melangkah maju.

"Zhaofeng, hati-hati!" peringat Ye Qingyu.

Tapi Zhaofeng tidak bisa berhenti. Tubuhnya bergerak sendiri. Pedang Karat di dalam cincinnya meraung.

Dia mengeluarkan Pedang Karat-nya.

Saat Pedang Karat yang jelek itu muncul, Pecahan Hitam di altar bereaksi.

WUUUUUUNG!

Gelombang suara frekuensi tinggi meledak. Semua murid Awan Hijau menutup telinga mereka, jatuh berlutut karena pusing. Batin mereka seolah pecah.

Hanya Zhaofeng yang tetap berdiri.

"Kau..." bisik Zhaofeng, menatap pecahan itu dengan telinganya. "Kau adalah bagian yang hilang."

Pecahan Hitam itu melesat seperti kilat, menabrak ujung Pedang Karat Zhaofeng.

CLANG!

Cahaya hitam menyelimuti segalanya.

Zhaofeng merasakan panas yang luar biasa di tangannya. Pedang Karat itu... menyambung. Pecahan hitam itu menempel di ujung pedang yang tadinya tumpul dan patah, menyatu sempurna seolah tidak pernah terpisah.

Karat merah di sepanjang bilah pedang rontok sepenuhnya.

Kini, di tangan Zhaofeng, bukan lagi besi tua. Melainkan sebilah Pedang Hitam yang ramping, dingin, dan memancarkan aura kuno yang mengerikan. Meskipun masih ada retakan-retakan halus di badannya, pedang ini sekarang adalah Senjata Roh Puncak.

Dan bersamanya, memori kuno mengalir masuk ke otak Zhaofeng.

Bukan teknik. Bukan kata-kata.

Tapi sebuah Suara.

Suara detak jantung alam semesta. Suara ketika "Ketiadaan" membelah "Keberadaan".

"Seni Pedang Tanpa Wujud: Bab Gema - Resonansi Kehancuran."

Zhaofeng tersentak kembali ke dunia nyata. Napasnya memburu. Keringat dingin membasahi punggungnya.

Dia menggenggam pedang barunya. Beratnya bertambah dua kali lipat, tapi rasanya pas.

"Zhaofeng! Di belakangmu!" teriakan Ye Qingyu menyadarkannya.

Zhaofeng berbalik.

Dari tumpukan pedang-pedang patah di sekeliling altar, ribuan potongan besi tua melayang naik. Mereka berkumpul, berputar, dan menyatu membentuk sosok raksasa setinggi lima meter.

Golem Pedang Besi.

Penjaga Altar telah bangkit karena hartanya diambil.

Mata golem itu menyala merah. Tubuhnya terbuat dari ribuan pedang tajam.

GROAAA!

Golem itu mengayunkan tangannya yang berbentuk gumpalan pedang raksasa ke arah tim Sekte Awan Hijau.

"Formasi Pertahanan!" teriak Ye Qingyu. Dia dan para murid dalam mengeluarkan perisai Qi mereka.

BLAM!

Satu hantaman golem itu menghancurkan formasi mereka. Tiga murid muntah darah dan terlempar. Ye Qingyu terdorong mundur, wajahnya pucat. Kekuatan golem ini setara Pengumpulan Qi Tahap 5!

Mereka tidak akan menang.

"Lari!" teriak Huo Lie putus asa.

Tapi golem itu mengangkat kakinya untuk menginjak Ye Qingyu yang terjatuh.

"Tidak ada yang lari," suara Zhaofeng terdengar tenang di tengah kekacauan.

Dia melangkah maju, berdiri di antara Ye Qingyu dan kaki raksasa golem itu.

Dia mengangkat Pedang Hitam-nya.

Dia tidak menggunakan tenaga otot. Dia tidak menggunakan Qi angin.

Dia mengetuk bilah pedangnya dengan jari telunjuk.

Ting.

Suara itu kecil. Tapi frekuensinya... sama persis dengan frekuensi getaran inti tubuh golem itu yang didengar Zhaofeng.

Resonansi Kehancuran.

Getaran dari pedang Zhaofeng merambat ke udara, diperkuat, lalu menghantam kaki golem itu.

KRAK... KRAK... BOOM!

Kaki golem yang terbuat dari ribuan pedang itu tiba-tiba terurai. Ikatan magnetis yang menyatukan mereka hancur karena getaran. Kaki itu meledak menjadi hujan besi tua.

Golem itu kehilangan keseimbangan dan jatuh berlutut.

"Sekarang! Serang intinya di dada!" teriak Zhaofeng.

Ye Qingyu tidak menyia-nyiakan kesempatan. Dia melompat, Pedang Beku-nya bersinar terang.

"Tebasan Pembeku Jiwa!"

Dia menusuk dada golem itu, menghancurkan inti energi yang terekspos.

Golem itu membeku, lalu runtuh menjadi tumpukan sampah logam.

Hening kembali menyelimuti dasar jurang.

Semua mata tertuju pada Zhaofeng dan pedang hitam di tangannya.

"Itu..." Ye Qingyu menelan ludah, menatap pedang Zhaofeng. "Senjata apa itu?"

Zhaofeng menyarungkan pedangnya. Karat ilusi kembali menutupi bilah hitam itu, menyembunyikan wujud aslinya (kemampuan baru pedang untuk menyamar).

"Hanya besi tua yang beruntung, Kakak Senior," jawab Zhaofeng sambil tersenyum tipis. "Ayo pergi. Aku dengar suara Xue Sha dan pasukannya mendekat dari atas tebing. Mereka selamat dari laba-laba."

1
Apliti warman
alumrnya bagus, cara penulisannya dah expert nih, lanjut thor, ada yg hilang thor, tentang penguasaan jurus 2 mc, menarik cara othor menjelaskan, juga ranah mc, naikkan dikit...😁
Nanik S
Lanjutkan
Nanik S
Panen Zhaofeng.... dan bersihkan harta karun Duanmu
Nanik S
Krek., hancur sudah tulangnya
yos helmi
lanjut
Nanik S
Nyonya Merah mengerikan juga, banjir Darah dibilang ramai
Nanik S
Jual barang rampasan
Nanik S
Xiao Yu... ikut saja Zhaifeng
Nanik S
Lanjutkan dan tetap semangat Tor
Nanik S
Mantap Pooool
Nanik S
Lanjutkan Zhaofeng dan bantai semua Taring naga
Nanik S
Demi melindungi Sekte Zhaofeng rela meninggalkan Sekte
Nanik S
Lanjut mengembsra
A 170 RI
cerita pendekar buta cukup menarik
A 170 RI
trus berkarya jangan hiatus ya thor..
💪
Nanik S
Zhaofeng perusak rencana
Nanik S
Racun disapu Petir.... k\kwkwkw
Nanik S
mana ada Penghianat mengaku
Nanik S
Qingyu.... ya karena juga Jenius
Nanik S
Tantangan yang Elegan pada Tuanya Li Ding
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!