NovelToon NovelToon
Istri Kesayangan Mafia

Istri Kesayangan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Karir / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Roman-Angst Mafia
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Rifqi Ardiasyah

Alya tak pernah menyangka hidupnya akan terikat pada haruka— pria dingin, tenang dan berbahaya, seseorang dari kalangan atas yang lebih tertarik dengan hidup di dunia mafia.
hubungan mereka bermula dari sebuah kontrak tanpa perasaan, namun jarak itu perlahan runtuh oleh kebiasaan kecil dan perlindungan tanpa kata.

Saat alya mulai masuk ke dunia haruka—kekuasaan, kekayaan dan rahasia kelam.
ia sadar bahwa mencintai seorang mafia berarti hidup di antara kelembutan dan bahaya.

Karena di dunia haruka, menjadi istri kesayangan bukan hanya soal cinta..
tapi juga bertahan hidup.

Thx udah mampir🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rifqi Ardiasyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1. Kelulusan sekolahku.

Perkenalan

Alya Safira (peran utama)

Gadis berumur 17 tahun.

Gadis biasa dengan masa lalu pahit. Terjebak dalam pernikahan yang tak ia pilih, tapi perlahan menemukan sisi lain dari suaminya.

Alessandro Virelli (peran kedua)

Pria berumur 20 tahun.

Pemimpin mafia muda, dingin, kejam, dan sangat suka berkelahi.

Di dunia kriminalisasi ia di juluki sebagai

Iblis yang menyerupai malaikat.

Sebenarnya ia berasal dari kalangan atas,bahkan bisa di bilang paling puncak, sayangnya ia benar-benar kehilangan kepercayaannya terhadap manusia.

Haruka sakura

Namanya di dunia kalangan atas/nama asli dari Alessandro Virelli, pemegang puncak di seluruh atlantic.

Orang-orang sering menyebutnya dengan sebutan rubah.

(Terlalu tampan untuk di takuti dan terlalu menakutkan untuk di dekati)

*BAB 1.

Kelulusan sekolahku

Hari kelulusanku tidak terasa seperti akhir yang membahagiakan.

Ia lebih mirip jeda singkat sebelum sesuatu yang lebih buruk dimulai.

Lapangan sekolah penuh suara tawa, pelukan, dan rencana masa depan yang diucapkan dengan penuh keyakinan. Topi-topi wisuda dilempar ke udara, kamera berkilat, dan orang tua menangis bahagia.

Aku berdiri di tengah semua itu—

namun rasanya seperti menonton dari balik kaca tebal.

Namaku dipanggil.

Alya Safira.

Aku melangkah maju, menerima ijazah dengan senyum yang kupaksakan. Tepuk tangan terdengar, tapi tak satu pun benar-benar sampai ke hatiku.

Ayah berdiri di kejauhan. Ia ikut bertepuk tangan, tapi matanya tidak bersinar. Wajahnya tegang. Seperti seseorang yang tahu sesuatu yang tidak diketahui orang lain.

Dan aku tahu…

itu bukan firasat baik.

Saat acara selesai, teman-temanku berbicara tentang universitas, beasiswa, mimpi ke luar negeri. Aku ikut tersenyum, mengangguk, berpura-pura punya masa depan yang sama panjangnya dengan mereka.

Padahal sejak beberapa bulan terakhir, hidupku terasa seperti jam pasir yang hampir habis.

“Alya,” ayah memanggilku pelan saat kami berjalan pulang.

“Kita perlu bicara.”

Nada itu.

Nada yang selalu datang sebelum hidupku berubah ke arah yang tidak kuinginkan.

Kami duduk di ruang tamu rumah kecil kami. Ayah menunduk lama, jarinya saling mengunci.

Ia tidak langsung bicara, seolah sedang mencari kata yang paling tidak menyakitkan—padahal semuanya akan tetap terasa sama.

“Ayah punya masalah,” katanya akhirnya.

Aku tersenyum pahit. “Sejak kapan tidak?”

Ayah terdiam. Nafasnya berat.

“Hutang ini… sudah terlalu besar. aku meminta uang padanya dan kamu ayah jadikan barang untuk di jual”

"maaf alya" ucap ayah sambil menangis.

Aku memejamkan mata.

Di dalam dadaku, ada sesuatu yang runtuh perlahan, tapi tidak mengejutkan. Aku sudah menduganya.

“Orang-orang yang Ayah hadapi bukan orang biasa, Alya.”

Aku menatapnya. “Lalu aku harus apa?”

Ayah mengangkat wajahnya. Matanya merah.

“Kamu harus menikah.”

Kalimat itu jatuh begitu saja.

Tanpa peringatan. Tanpa ampun.

Dengan Alessandro Virelli.

Nama itu seperti pisau yang mengiris udara.

Aku pernah mendengarnya. Semua orang pernah. Di berita yang tak pernah lengkap. Di bisik-bisik yang selalu berakhir dengan ketakutan.

Pemimpin mafia muda.

Dingin. Brutal. Tak tersentuh hukum.

Mereka menyebutnya:

Iblis yang menyerupai malaikat.

Aku tertawa kecil. Bukan karena lucu—tapi karena tidak percaya hidup bisa sekejam ini.

“Jadi kelulusanku hadiah terakhir sebelum aku dijual?”

“Alya—”

“Tidak apa-apa,” potongku pelan. “Aku mengerti.”

Dan itulah kebohonganku yang pertama hari itu.

Malamnya, aku berdiri di depan jendela kamar. Seragam sekolahku tergantung rapi. Simbol akhir dari hidup yang masih bisa kuingat sebagai hidup normal.

Aku tidak tahu seperti apa Alessandro Virelli sebenarnya.

Aku hanya tahu satu hal:

Pria seperti dia tidak menikah karena cinta.

Dan perempuan seperti aku tidak pernah keluar dari dunia pria seperti dia dengan utuh.

Tanpa sadar aku sudah sampai depan rumahku, aku pun masuk ke dalam kamarku lalu aku mematikan lampu lalu berbaring..

Dan tanpa kusadari…

hari kelulusanku bukanlah akhir masa sekolahku.

Itu adalah hari pertama aku melangkah ke neraka yang akan memanggilku istri.

1
Jingle☘️
kamu harus bisa meluluhkan agar kamu bisa punya benteng untuk hidupmu sendiri
Jingle☘️
tuh kan benar huh/Panic/
yanzzzdck: nikmatin aja nanti juga paham alurnya, dan trimakasih sudah mampir🙏
total 1 replies
Jingle☘️
punya masalah bau baunya mau menjual anaknya dalam konsfirasi pasti🤔
Salsabilla Kim
💪💜🌸
yanzzzdck
bagus
Tati Hartati
Makasih banget ya tadi jempolnya dan masyaallah kamu luar biasa lho bikin dua novel dan selalu konsisten. Semangat terus ya buat Kita sesama penulis baru ,salam kenal ya 🙏💪🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!