Sabrina Anastsya Nugroho seorang gadis muda yang diumurnya yang muda, ia harus melewati banyak ujian di masa SMAnya ia harus kehilangan kedua orang tuanya yang meninggal akbiat kecelakan tak berselah lama kepergian orang tuanya sabrinapun harus menghadapi adiknya kecelakaan dan koma bertahun-tanun.
Dari kejadian itu semua ia bertemu dengan sahabat lama kedua orang tuanya. Dan dijodohkan dengan anak laki-laki sahabat kedua orang tuanya.
Menghantarkannya untuk jatuh cinta pertama kalinya, diselama pernikahan mereka banyak badai yang menerpa mereka.
Seberapa besar kah? Cinta keduanya. Apakah mereka akan bertahan, dengan banyaknya badai yang akan memisahkan mereka?
Selamat Membaca💕
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Momo30, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15
Setalah fitting baju yang rizky dan andra pun kembali kekantor dan melanjutkan kegiatan mereka masing-masing, larut dalam pekerjaaan masing-masing.
Ditengah pekerjaannya rizky teringat ucapan andra tentang chitya, sehingga memecah fokusnya.
"Gisel tolong panggilkan andra keruangan saya." Pirintah rizky.
"Baik pak." Jawab gisel.
Tak berselang lama andrapun masuk keruangan rizky, andra mengerti kenapa rizky memanggil keruangannya. Yang pastinya masalah chintya dan pekerjaan mereka.
"Hey bro calon loe cantik hehehe engga rugi loe nikah sama tu cewe hehehe." Goda andra kepada rizky.
"Diam lu ! Dari tadi godai gue itu mulu ! Cepat apa yang loe dapat tentang chintya!."
"Riz mending lu lupai chintya dia engga pantas buat loe, gue ngomong gini sebagao sepupu lu dan sahabat lu riz." Jelas andra.
"Maksud loe apa! Apa yang loe dapat gue mau liat!."
"Nih riz!." Andra menyodorkan tabnya kepada rizky. Dan rizky pun melihat semua bukti yang andra berikan, mulai dari foto dan vidieo.
Rizky yang melihat itu semua mengepalkan tangannya, marah dan kecewa kepada chintya, rizky yang selama ini mempercayai chintya harus kecewa.
"Dia udah lama kaya gitu riz gue udah tau lama tentang dia." Andra membuka suaranya.
"Terus kenapa loe engga ngasih tau gue!." Jawab rizky.
Andrapun menarik nafasnya dan menghembuskan secara perlahan.
"Gue liat loe percaya banget sama dia riz! percuma gue ngomong kalo lu nya bucin, engga bakal lu dengar omongan gue yang ada lu kelahi sama gue, gue cuma nunggu waktunya tepat buat ngasih tau lu riz dan ini waktu yang pas buat gue ngasih tau lu." Jelas andra kepada rizky panjang lebar.
"Shitt gue engga nyangka dia dibelakang gue kaya gitu! Selama 2 tahun gue percaya sama dia, yang gue dapat pengkhianatan! Shit !."
"Udahlah riz engga usah loe pikirin, saran gue lu lupain tu model murahan loe buka hati loe buat calon istri lu sekarang. Dari pada lu sakit hati galau-galau mending lu buka hati buat calon istri lu." Nasehat andra.
"Tapi gue engga cinta sama tu cewe ndra !!!." Ucap rizky kepada andra dengan nada tinggi.
"Hey bro cinta akan datang dengan sendrinya kelak ! lu liat calon istri lu dia perempuan baik-baik cantik pula kek gitu! orang tua lu engga bakal pilihin pasangan buat lu yang engga baik pasti baik riz! Dan alasan kedua orang tua lu engga setuju engga restuin loe sama chintya gue yakin om dan tante udah tau kelakuan busuk tu model!." Jelas andra.
Rizky yang mendengar itu hanya diam tak membalas apa perkataan andra sama sekali. Dan apa yant dibicarakan andra benar.
Andra yang melihat rizky hanya diampun kembali bersuara.
"Terus apa sekarang yang mau loe lakuin ?." Tanya andra.
"Awasi chintya suruh orang ngikutin dia ! Gue bakal putusin dia dengan mergokin dia!." Jawab rizky.
"Oke ! Gue suka gaya loe riz!." Sahut andra.
"Jadi giman bro ? Lu masih mau terima calon lu itu ? kalo lu engga mau buat gue aja hahahaha biar gue yang nikahin hahaha." Goda andra
"Sialan loe ndra ! tadi suruh gue buat ngebuka hati buat tu cewe, sekarang mau lu embat!." Kesal rizky.
"Hahaha santai riz santai gue ngegodain lu doang ko hahaha." Sahut andra.
...----------------...
Dua minggu setelah fitting dan tepat sehari rizky dan sabrina menikah andrapun menghubungi rizky.
"Hallo riz lu dimana sekarang?." Tanya andra kepada rizky.
"Dimana lagi coba gue ? yaa dirumahlah!." Jawab rizky.
"Riz keluar sekarang juga ! kita tangkap chintya, sekara dia lagi mau kehotel xx bareng cowo!."
Rizky yang mendengar itu langsung mematikan ponselnya, dan bergegas ke hotel yang andra beri tahukan kepadanya. Melajukan mobil teslanya dengan kecepatan penuh agar segera sampai dan menangkap basah kekasihnya itu.
Aku begitu percaya sama kamu chin, aku setia sama kamu tapi kamu khianati aku! Malam ini aku akan akhiri semuanya!. Batin rizky.
Andrapun melihat mobil rizky datang pun langsung berdiri menghampiri rizky. Rizky yang melihat andra diloby pun langsung mempercepat langkah kakinya.
"Dimana mereka andra !." Tanya rizky.
"Dikamar 508 dilantai 5 riz!" Jawab andra.
Rizky yang mendengar jawaban andra, berjalan dengam cepat menuju lift dan menekan tombol nomer 5. Sesampainya dilantai 5 rizky mencari kamar dengan nomer 508 dan menekan bel pintu kamar tersebut. Dan keluarlah laki-laki yang bertelanjang dada membukakan pintu.
"Maaf siapa ya ? cari siapa ?." Tanya laki-laki itu.
Chintya yang mendengar suara kekasihnya menyakan seseorangpun berjalan kearah pintu dengan menggunakan pakaian yang begitu seksi dan begitu menggoda dimana terlihat jelas belahan dadanya dan memarek kismark dibelahan dadanya.
"Siapa honey ?." Tanya chintya dengan suara manjanya, dan ketika dia melihat orang yang ada didepan pintu betapa terkejut dirinya.
"Rizky?." Ucap chintya dengan wajah paniknya.
Rizky masih dengan wajah dinginya dan mata yang menatap tajam chintya.
"Iyaaa ini aku rizky !." Sahut rizky dengan datar.
"Riz aaakuuu bisa jelasin ini semua ke kamu." Jawab chintya dengan terbata-bata dengan wajah piasnya.
"Engga ada yang perlu dijelasin lagi chintya! MULAI HARI INI KITA PUTUS!." Ucap rizky dan meninggalkan chintya.
"Rizzz... Rizkyyy!." Teriak chintya memanggil rizky namun rizky terus berjalan tanpa menoleh kebelakang lagi.
Sesampainya di loby andra masih menunggu rizky, andra yang melihat rizky keluar dari lift dengan wajah yang sudah memerah karena marah.
"Ayok kita pulang ndra !." Ucap rizky sambil melemparkan kunci mobilnya kepada andra.
"Maksud loe mintak antarin gue pulang?." Tanya andra.
"Iyaaaa!!!." Sahut rizky dengan nada marah.
"Oke oke rizky engga usah pake marah gue antrin loe oke santai besok loe nikah jangan betekuk gitu mukanya." Ucap andra.
Mendengar ucapan andra membuat rizky makin marah dan kesap kepada andra.
"Siniii kunci mobil gue! gue pulang sendri aja!." Ucap rizky sambil merampas kunci mobilnya yang ditangan andra.
"Serius loe mau pulang sendri riz? Jangan.. jangan deh ntar loe bunuh diri lagi." Ucap andra.
"Eeee **** !!! gue engga bakal bunuh diri juga kali gara-gara cewe murahan kek dia ! gue mau pulang!." Sahut rizky dengan kesal.
"Hahaha loe barus sadar kalo itu cewe murahan hahhaha." Sahut andra samhil tertawa.
Rizky tidak mendengarkan perkataan andra lagi, langsung melangkah kakinya kearah mobilnya.
"Riz hati-hati dijalan jangan ngebut besok loe nikah haha." Goda andra.
Rizky engga habis pikir dengan andra masih sempat saja menggoda dirinya, kalo bukan sepepu dan keluarganya mungkin saat itu dia sudah menghajar andra dan memecat andra sekaligus.
mampir juga yuk ke karya aku, kita sama2 suport rating &like ❤