NovelToon NovelToon
Rock Lee Kebangkitan Cheat Di Konoha

Rock Lee Kebangkitan Cheat Di Konoha

Status: sedang berlangsung
Genre:Naruto / Sistem
Popularitas:9.7k
Nilai: 5
Nama Author: Billy Author

Raymond yang dulunya penduduk bumi, mendapati dirinya bereinkarnasi menjadi Rock Lee di anime Naruto. Dalam kepanikannya menerima kenyataan, tiba-tiba dia membalikkan cheat yang dulu dia buat saat main game mobil sewaktu di bumi. Regenerasi tak terbatas dan kebal terhadap ilusi genjutsu. Uchiha Madara: Sialan apakah dia masih manusia. Penulis : hallo semua, saya ingin bersenang-senang membuat novel fanfic ini, selamat membaca..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Billy Author, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 9: Pertemuan Tak Terduga di Kota dan Niat yang Tersembunyi

Tiga hari setelah pengumuman internal mengenai Ujian Chuunin, jalanan utama desa Konoha mulai terlihat lebih ramai dan berwarna dari biasanya. Berbagai macam seragam ninja dengan lambang desa yang berbeda-beda mulai bermunculan di antara kerumunan warga sipil. Atmosfer desa yang biasanya damai kini berubah menjadi sedikit tegang, dipenuhi oleh aroma persaingan yang peka yang dibawa oleh para shinobi pendatang.

Lee berjalan sendirian melewati distrik komersial setelah menyelesaikan sesi latihan mandirinya di hutan utara. Dia berniat membeli beberapa gulungan perban baru di toko perlengkapan shinobi karena perban lamanya sudah mulai usang akibat gesekan energi Hachimon Tonko yang intens malam tadi.

Saat melewati sebuah gang sempit di dekat kedai teh tradisional, telinga Lee menangkap suara keributan kecil yang diringi oleh tawa yang terdengar sangat meremehkan.

"Heh, jadi ini ninja dari desa Konoha yang terkenal itu? Lemah sekali," sebuah suara serak dengan aksen asing terdengar dari dalam gang. "Berjalan saja tidak becus sampai menabrak temanku. Apa semua genin di desa ini hanya kumpulan bocah manja?"

Lee menghentikan langkahnya. Rasa penasaran membimbing jiwanya untuk melirik ke dalam gang tersebut. Di sana, dia melihat seorang remaja laki-laki dengan rambut pirang jabrik dan jaket jingga yang sangat familiar sedang terduduk di tanah dengan wajah memerah menahan marah. Naruto Uzumaki. Di sampingnya, Konohamaru kecil sedang menangis sambil memegangi bagian belakang bajunya yang tampaknya baru saja ditarik dengan kasar.

Yang berdiri di depan mereka adalah dua sosok shinobi dengan pelindung kepala berlambang garis tiga bergelombang—Sunagakure. Salah satunya adalah seorang remaja pria bertubuh jangkung dengan riasan wajah hitam seperti kucing dan boneka kayu raksasa yang terbungkus perban di punggungnya. Kankuro. Di sampingnya stands seorang gadis remaja berambut pirang empat kuncir dengan kipas lipat raksasa di punggungnya. Temari.

"Hei! Lepaskan Konohamaru, tahu! Dia tidak sengaja menabrakmu!" Naruto berteriak sambil berdiri, matanya berkilat penuh amarah khas bocah yang tidak suka melihat temannya diganggu.

"Hah? Anak kecil ini butuh diberi pelajaran agar tahu cara menghormati shinobi dari desa lain," Kankuro menyeringai sinis, tangan kanannya yang menggunakan benang chakra bersiap untuk menggerakkan boneka di punggungnya untuk mengintimidasi lebih jauh.

Temari menghela napas panjang, tampak sedikit jengah dengan kelakuan rekannya. "Kankuro, hentikan. Kita di sini untuk ujian, jangan membuat keributan yang bisa memancing perhatian Jounin desa ini."

"Ah, diamlah Temari. Sedikit hiburan sebelum ujian tidak akan merusak rencana kita," sahut Kankuro acuh tak acuh.

Sebelum Kankuro sempat melakukan gerakan lebih jauh, sebuah langkah kaki yang sangat stabil terdengar memasuki gang sempit tersebut. Langkah kaki itu tidak cepat, tetapi memiliki ritme yang konstan dan berat, seolah-olah setiap pijakannya menekan tanah dengan kekuatan yang sangat terlatih.

"Menindas anak kecil dan genin baru di desa orang lain... apakah itu standar kesopanan dari shinobi Sunagakure?"

Suara itu terdengar sangat jernih dan tenang, memecah ketegangan di dalam gang. Kankuro dan Temari langsung menoleh ke arah mulut gang, mata mereka menyipit mendapati seorang remaja laki-laki berpakaian hijau ketat dengan rambut mangkok sedang berdiri di sana dengan kedua tangan dimasukkan ke dalam saku celana.

"Lee-niichan!" Naruto berteriak lega begitu mengenali sosok seniornya itu, meskipun dia agak heran melihat ekspresi Lee yang biasanya heboh kini terlihat begitu dingin.

Kankuro memandang Lee dari atas sampai bawah dengan tatapan meremehkan, meskipun insting shinobinya sempat bergetar sesaat ketika melihat cara berdiri Lee yang tanpa celah. "Siapa kamu? Alis tebal yang aneh. Mau mencoba menjadi pahlawan di sini, hah?"

Lee tidak menjawab pertanyaan itu secara langsung. Dia melangkah maju dengan santai, melewati Naruto dan berdiri tepat di antara Kankuro dan Konohamaru yang ketakutan. "Namaku Rock Lee. Dan di desa ini, kami tidak suka melihat tamu yang tidak tahu diri mengotori jalanan kami dengan kesombongan yang tidak berdasar."

Aura di sekitar Lee mendadak berubah. Meskipun dia tidak melepaskan chakra apa pun secara kasat mata, aura batin dari seorang manusia modern yang dikombinasikan dengan kekuatan fisik tanpa batas dari cheat regenerasi menciptakan sebuah tekanan tak terlihat yang sangat pekat. Udara di dalam gang sempit itu mendadak terasa lebih berat untuk dihirup.

Temari yang memiliki kepekaan sensorik lebih tajam dari Kankuro langsung membelalakkan matanya. Dia meletakkan tangannya di atas gagang kipas raksasanya secara refleks, tubuhnya menegang dalam posisi siaga penuh. Anak ini... dia bukan genin biasa. Tekanan mental apa ini? pikir Temari dengan keringat dingin yang mulai muncul di pelipisnya.

Kankuro yang merasa terhina oleh ucapan Lee langsung menggerakkan jemarinya. Benang chakra biru tipis melesat dari ujung jarinya, mencoba mengunci pergerakan tangan Lee. "Sombong sekali kamu, bocah alis tebal! Rasakan ini!"

Namun, sebelum benang chakra itu sempat menyentuh pakaian hijau Lee, sebuah pergerakan yang sangat cepat terjadi. Lee tidak menghindar. Dia hanya mengayunkan tangan kanannya dengan sebuah jentikan jari yang sangat sederhana di udara depan wajahnya.

Syuuwt... BUM!

Jentikan jari itu menghasilkan gelombang tekanan angin murni yang begitu kuat hingga memutuskan benang chakra Kankuro secara paksa dan menciptakan dentuman udara kecil yang membuat Kankuro terdorong mundur dua langkah akibat tekanan balik energi tersebut.

Kankuro melotot tak percaya, memegangi jemarinya yang terasa mati rasa. "A-apa? Memutuskan benang chakraku hanya dengan tekanan angin dari jentikan jari?! Teknik macam apa itu?!"

Tepat ketika situasi hampir meledak menjadi pertempuran terbuka yang sesungguhnya, sebuah suara yang sangat dingin, monoton, dan sarat akan aura kematian terdengar dari atas pohon ek besar yang menaungi gang tersebut.

"Kankuro... hentikan. Kamu mempermalukan desa kita."

Semua orang di dalam gang, termasuk Naruto dan Konohamaru, langsung mendongak ke atas. Di salah satu dahan pohon yang gelap, berdiri seorang remaja laki-laki berambut merah bata dengan tato kanji 'Ai' (Cinta) di dahinya. Di punggungnya terikat sebuah gentong pasir raksasa yang terbuat dari tanah liat. Matanya yang memiliki lingkaran hitam tebal menatap ke bawah dengan tatapan kosong yang sangat mengerikan—tatapan seorang pembunuh berdarah dingin.

Gaara dari Gurun.

Kankuro langsung gemetar hebat, seluruh kesombongannya menguap dalam sekejap digantikan oleh ketakutan yang mendalam terhadap adiknya sendiri. "G-Gaara... maaf. Tadi dia yang mulai duluan—"

"Diam, atau kubunuh kamu," potong Gaara dingin, membuat Kankuro langsung menutup mulutnya rapat-rapat.

Gaara membalikkan tubuhnya, membiarkan dirinya jatuh dari dahan pohon dengan posisi terbalik sebelum pasir dari gentongnya menahan tubuhnya dengan kelembutan yang aneh di atas tanah, tepat di hadapan Lee. Jarak di antara keduanya kini hanya terpisah tiga meter.

Mata Gaara yang haus darah terkunci pada mata bulat milik Lee. Melalui pasir perlindungannya yang selalu peka, Gaara bisa merasakan sesuatu yang sangat aneh dari remaja berbaju hijau di depannya ini. Biasanya, setiap kali dia mendekati seseorang, dia bisa merasakan ketakutan, detak jantung yang tidak teratur, atau aliran chakra yang bergejolak panik dari korbannya.

Tapi pada Lee... tidak ada ketakutan sama sekali. Aliran energi di dalam tubuh Lee terasa begitu damai, begitu stabil, seolah-olah kehadiran monster berekutu satu (Shukaku) di dalam tubuh Gaara tidak lebih dari sekadar hembusan angin sepoi-sepoi bagi Lee.

"Kamu... siapa namamu?" Gaara bertanya, suaranya terdengar serak dan penuh rasa ingin tahu yang berbahaya.

Lee menatap balik mata monster itu dengan senyum tipis yang sangat tenang, sama sekali tidak terpengaruh oleh aura membunuh (Korei) yang sengaja dilepaskan Gaara untuk menekan mentalnya. Berkat cheat kekebalan ilusi absolut miliknya, segala bentuk tekanan mental atau manipulasi aura yang mengincar sistem saraf otak tidak akan pernah bisa menyentuhnya.

"Sudah kukatakan tadi pada temanmu," ujar Lee dengan nada santai namun penuh penekanan di setiap katanya. "Namaku Rock Lee. Dan aku menyarankanmu untuk mengendalikan peliharaanmu dengan baik selama berada di desa ini, Gaara."

Atmosfer di dalam gang itu benar-benar membeku. Temari dan Kankuro hampir berhenti bernapas mendengar Lee menyebut nama Gaara dengan nada seberani itu. Di sisi lain, Gaara hanya menyipitkan matanya, pasir di sekitar kakinya mulai bergerak gelisah seolah-olah ingin meledak menyerang. Namun, setelah beberapa detik keheningan yang mencekam, Gaara menarik kembali pasirnya masuk ke dalam gentong.

"Rock Lee... menarik sekali," kata Gaara pelan, sebelum akhirnya berbalik dan berjalan pergi meninggalkan gang tanpa menoleh lagi, diikuti oleh Temari dan Kankuro yang bergegas pergi dengan terburu-buru setelah memberikan tatapan penuh selidik terakhir pada Lee.

Lee menatap kepergian trio Suna itu dengan binar mata yang penuh antisipasi. Pertemuan pertama yang menarik, batin Reymond sambil tersenyum lebar di dalam hatinya. Ujian Chuunin ini... benar-benar akan menjadi panggung pertunjukanku yang sesungguhnya.

1
aldo
lanjut author 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
The Music
lanjut lagi 🔥🔥🔥
Hadi Hadi
mantap 👍
Andi Akhasay: Mampir kak ke ceritaku.
total 1 replies
Aisyah Suyuti
goof👍
waktunya comeback
menarik
Hadi Hadi
good 👍
The Music
semangat thor👍🔥🔥
Hadi Hadi
mantap 👍👍
Hadi Hadi
up up up 😍😍
Hadi Hadi
is good 👍👍
Hadi Hadi
up up up 💪
Hadi Hadi
semangat 💪
Hadi Hadi
semangat
Hadi Hadi
good 👍👍
Hadi Hadi
lanjut 💪
Hadi Hadi
up up up 👍👍
Hadi Hadi
sikat 💪
Hadi Hadi
mantap 💪
Hadi Hadi
up up up 💪
Hadi Hadi
good 😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!