NovelToon NovelToon
Bumil Barbar Di Mansion Megah

Bumil Barbar Di Mansion Megah

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:123.7k
Nilai: 5
Nama Author: Heresnanaa_

Aurelia baru saja akan menikmati masa mudanya sebagai gadis single yang bebas, sampai sebuah kecelakaan menyeret jiwanya ke tubuh Nadia Atmaja. Saat terbangun di ranjang rumah sakit, hal pertama yang ia rasakan bukanlah sakit kepala, melainkan beban berat di bagian perutnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heresnanaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 11

**

Cahaya matahari pagi atau lebih tepatnya cahaya siang yang mulai menyengat menerobos masuk melalui celah gorden sutra yang sedikit terbuka. Sinar itu menghujam tepat ke arah mata Nadia, seolah-olah mengejeknya yang baru saja tersadar dari pingsan panjang akibat kelelahan. Nadia mengerang, kelopak matanya terasa seberat beton yang mustahil diangkat.

Saat ia mencoba menggerakkan lengan kanannya untuk menghalau silau cahaya, Nadia tersentak. Sebuah tarikan otot di bahu dan punggungnya mengirimkan sinyal protes ke otak.

"Shhh, A-aduh..." desisnya parau. Suaranya terdengar seperti kertas pasir yang saling bergesekan.

Sensasi pertama yang ia rasakan saat kesadarannya pulih adalah rasa remuk yang luar biasa. Aurelia, yang kini terjebak dalam tubuh Nadia, merasa seolah-olah ia baru saja kembali ditabrak oleh truk tangki dalam kecepatan penuh untuk kedua kalinya dalam hidup. Sekujur tubuhnya, dari ujung rambut hingga ujung kuku kaki, terasa seperti habis dipreteli, dipukul-pukul, lalu dipasang kembali dengan posisi yang sangat berantakan.

Nadia mencoba untuk sedikit bergeser posisi mencari sandaran yang lebih nyaman, namun rasa linu yang tajam di area intinya membuatnya memekik pelan.

"Sshhh... ya ampun," rintihnya. Ia segera menyibakkan selimut sutranya, melirik ke balik daster satin tipis berwarna maroon yang sudah sangat kusut. Perut buncitnya terasa sedikit kram. Bukan kram yang membahayakan janin, melainkan kram otot yang timbul akibat kerja keras yang sangat intens semalam.

Ia menoleh ke arah jam dinding berlapis emas di depannya. Matanya membelalak.

10:00 pagi.

"Sialan!" umpat Nadia lirih. Ia meraba sisi ranjang di sebelahnya. Dingin. Tentu saja, Raditya si Singa Lapar itu pasti sudah rapi, wangi, dan berangkat ke kantor seolah-olah semalam ia tidak baru saja menghancurkan kewarasan dan fisik istrinya hingga lemas tak berdaya.

"Dia yang enak-enak, gue yang kesiksa gini! Bener-bener ya, itu laki bukan Kulkas lagi, itu mah mesin penghancur! Mana linu banget lagi... jalan aja kayaknya gue bakal kayak pinguin habis ini," gerutu Nadia sambil memijat pinggangnya yang terasa hampir patah.

Aurelia merutuki nasibnya. Di kehidupan sebelumnya, ia adalah perawan ting ting yang belum tersentuh, dan sekarang ia harus merasakan stamina kuda liar seorang CEO dalam keadaan hamil empat bulan. Benar-benar transmigrasi yang tidak masuk akal!

Nadia mencoba bangkit untuk duduk, namun setiap inci ototnya menjerit protes. Ia terduduk di sandaran ranjang dengan wajah sebal dan jengkel yang sangat kentara. Bibirnya mengerucut. Ingin rasanya ia melemparkan bantal ke arah pintu seolah-olah Raditya sedang berdiri di sana dengan wajah datarnya.

Tok, tok, tok.

Pintu kamar terbuka perlahan setelah suara ketukan yang hati-hati. Bi Sum masuk dengan langkah kecil, membawa nampan berisi semangkuk bubur sumsum hangat, segelas besar susu ibu hamil, dan beberapa butir vitamin. Begitu masuk ke area tempat tidur, langkah Bi Sum mendadak terhenti. Matanya membelalak lebar, hampir melompat keluar melihat keadaan majikannya.

Nadia duduk bersandar dengan rambut yang acak-acakkan menyerupai sarang burung, wajahnya sedikit bengkak karena kurang tidur dan kelelahan yang ekstrem. Namun, yang membuat Bi Sum membeku adalah beberapa tanda kemerahan di sekitar leher dan tulang selangka Nadia yang tidak tertutup daster.

Kamar itu sendiri tampak seperti medan perang; seprai sutra yang sudah keluar dari jalurnya dan bantal-bantal yang berserakan di lantai marmer.

"I-ibu... Ibu baru bangun?" tanya Bi Sum dengan suara yang sedikit gemetar. Ia meletakkan nampan di meja samping ranjang dengan tangan yang tampak gugup.

"Iya, Bi... badan saya sakit semua. Serasa habis digiling mesin cuci dua belas kilo," keluh Nadia tanpa sadar, wajahnya cemberut maksimal menunjukkan rasa kesal pada suaminya.

Bi Sum menatap Nadia dengan perpaduan tatapan kasihan sekaligus ngeri. Dalam hati, wanita paruh baya itu bergidik. Ya Allah, Tuan Raditya kelihatannya saja dingin, kaku, dan membosankan, tapi ternyata sebrutal itu menghajar istrinya yang lagi hamil muda? Kasihan Ibu Nadia, badannya yang mungil harus menghadapi stamina 'ganas' Tuan Radit.

"Ibu... apa perlu saya panggilkan tukang pijat khusus bumil? Atau saya panggilkan dokter lagi untuk memeriksa kondisi Ibu? Ibu kelihatan pucat dan lemas sekali," tawar Bi Sum, suaranya penuh kekhawatiran yang tulus.

Nadia mendengus jengkel sambil membenarkan posisi bantalnya, "Nggak usah Bi, panggilin aja suaminya suruh tanggung jawab di sini! Enak aja dia pergi kerja dengan gagah perkasa, sementara istrinya mau ke kamar mandi aja rasanya kaki kayak nggak punya tulang!"

Bi Sum tersenyum canggung, mencoba menetralkan suasana, "Anu, Bu... Tadi Bapak sebenarnya tidak mau berangkat pagi-pagi. Bapak menunggu Ibu bangun di samping ranjang sampai jam delapan lewat. Tapi karena Ibu tidurnya sangat lelap... ah, maksud saya karena Ibu sepertinya sangat kelelahan, Bapak akhirnya berangkat karena ada rapat penting. Tapi Bapak pesan supaya Ibu tidak usah turun tangga hari ini. Biar semua keperluan Ibu dibawa ke kamar saja oleh pelayan."

Nadia melongo tak percaya. "Nggak usah turun tangga? Ya iyalah nggak bisa turun tangga! Turun dari kasur aja saya ragu bisa, Bi!"

Nadia mencoba menggeser kakinya ke pinggir ranjang. Saat kaki mungilnya menyentuh lantai marmer yang dingin, ia mengerang pelan. Area sensitifnya terasa berdenyut, dan lututnya benar-benar terasa lemas seperti jeli.

"Aduh, linu banget... Mas Radit bener-bener ya, dia nggak tahu apa kalau saya ini perawan—maksud saya, saya kan lagi hamil! Badannya berat banget lagi semalam!" Nadia hampir saja keceplosan soal identitas aslinya.

Bi Sum segera mendekat dan membantu memegangi lengan Nadia agar tidak terjatuh. "Pelan-pelan, Bu. Bapak tadi pagi wajahnya terlihat... bagaimana ya menjelaskannya... sangat segar, berbeda dari biasanya. Sepertinya Bapak sangat puas—eh, maksud saya sangat senang melihat Ibu sudah kembali sehat."

Wajah Nadia seketika memerah padam sampai ke telinga. Ia malu setengah mati mendengar ucapan Bi Sum yang secara halus menyindir aktivitas panas di kamar itu semalam.

"A-apaan sih Bi! Segar apanya! Dia mah emang nggak punya perasaan, habis bikin orang remuk terus ditinggal gitu aja tanpa rasa bersalah!"

Nadia meraih gelas susu ibu hamilnya dan meminumnya dengan rakus untuk meredakan rasa haus dan malu yang menyerangnya bersamaan.

"Bi, tolong siapkan air hangat di bathtub ya. Saya mau berendam lama-lama. Kalau saya nggak muncul-muncul dari kamar mandi dalam satu jam, tolong dobrak aja ya, kemungkinan saya pingsan gara-gara linu di sekujur badan," pinta Nadia dengan nada dramatis.

Bi Sum terkekeh pelan sambil mengangguk patuh. "Baik, Bu. Saya siapkan airnya dengan minyak aromaterapi. Ibu tenang saja, Bapak juga tadi memesankan menu makanan khusus yang bisa meningkatkan stamina dan energi untuk Ibu supaya tidak lemas lagi."

Nadia mendelik sebal. "Stamina? Stamina apa lagi?! Dia pikir saya mau ronde kedua nanti malam?! Bilang sama dia, tutup kantornya sekalian kalau mau bikin saya pingsan lagi! Dasar Kulkas Mesum!"

Meskipun mulutnya terus mendumel dengan gaya "barbar"-nya, namun di dalam hati, Nadia merasakan desiran aneh yang menghangatkan dadanya. Ada rasa bangga dan senang yang terselip ketika mengetahui Raditya tetap menunggunya sampai jam delapan tadi hanya untuk memastikan keadaannya. Namun, rasa hangat itu segera kalah oleh rasa perih di pinggang dan area bawahnya.

"Dasar Kuda Liar! Tunggu pembalasan gue kalau badan gue udah nggak linu lagi! Gue bikin lo nggak bisa kerja seminggu!" gumam Nadia sambil mencoba berjalan ke kamar mandi dengan langkah yang sangat kaku dan canggung, meninggalkan Bi Sum yang hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala melihat dinamika rumah tangga majikannya yang mendadak jadi sangat membara.

****

Bersambung

1
Amiera Syaqilla
hello author🙂💕
Heresnanaa_: hai kaka😚
happy reading yaa 🫶
total 1 replies
Osie
nah ibu baru sosok tangguh..keren nadia kalu boleh buat nadia jago bela diri juga thor..makin seruuu
partini
Nadia Badas
Ana Dww
🤣🤣🤣🤣🤣
Noey Aprilia
Pdhl suaminya lg anteng aja,atw mgkin nahan diri krna tkut trjdi ssuatu sm baby.....laahhh.....kucing nkalnya mlah sngja bkin sng singa bngun....
Ana Dww
🤣🤣🤣🤣
Ana Dww
/CoolGuy/ Aurelia dengan beraninya
Noey Aprilia
Meleleh hti neng bangggg.....
mskpn kaku ky papan,tp trnyta d blakang rmntis bgt....bnr2 udh kna virus bucin akut....
Helen@Ellen@Len'z: sy mau juga 🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Nasri
lanjuutt🙏💪💪
Heresnanaa_: stay tune beb 😚
total 1 replies
Nasri
lanjut thorr penasaran nih
paijo londo
waaahhh radit benar2 plek keteplek jatuh bangun sama si bar2 ibu hamil🤣🤣🤣🤣yg lain kyaknya di mata Radit ngontrak dibulan pokoknya jauuuuhhh banget y dit
Noey Aprilia
Pdhl d luaran sna,dngin ky kulkas 6 pntu....bgtu dkt pwangnya,mesyummmm.......🤭🤭🤭
Helen@Ellen@Len'z: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤭🤭
total 1 replies
partini
OMG nad baby udah mau otw masih aja santuyy
Kalief Handaru
,ayo nadia-aka Aurel balas Radit biar g bisa jalan🤣🤣
Kalief Handaru
duuhhhh cucu menteri tuh🤣🤣🤣
Noey Aprilia
Mski ksel,tp ttp syangy sm bayi gde....😁😁😁....
baby udh ga sbr ktmu ortu badas y....
sbr y....
Heresnanaa_: namanya jika Dady Radit kak🫣🤫
total 1 replies
Kalief Handaru
waah Radit kamu bakalan punya penyakit baru ... mumet plus darah tinggi kena mental ma istrimu yg baru tuh...raganya maksudnya 🤣🤣🤣
Kalief Handaru
aduh thor kok lucu y 👍👍mampir thor
Heresnanaa_: Hai Kaka, happy reading yaa🫶😚
total 1 replies
Ai Umana sari
seru cerita nya
Ai Umana sari
satuju, Rapat suami idaman😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!