NovelToon NovelToon
Tumbal Tujuh Perawan

Tumbal Tujuh Perawan

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Iblis / Tumbal
Popularitas:50k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

Setiap tahun selalu saja para pembantu yang masih perawan akan meninggal dunia, namun mereka tidak ada yang sadar dengan hal itu

Hingga akhir nya Dila datang ke rumah itu untuk mencari tahu tentang keberadaan sang adik yang hilang entah ke mana, dan tempat terakhir dia kerja adalah rumah keluarga Susanto.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29. Pikiran buruk

''Kok Ana sampai sekarang belum pulang juga ya?'' Bu Yuni panik karena sang anak belum juga sampai ke rumah.

''Biar aku saja yang mencari Mbak Ana.'' Zulham menawarkan diri karena dia juga sebagai seorang laki-laki meski masih kecil.

''Tapi kamu jangan sambil main biar Mbak Ana cepat ketemu ya.'' pesan Bu Yuni karena dia tahu Zulham sangat suka sekali main di sawah.

''Enggak kok, nanti kalau Mbak Ana sudah ketemu baru aku akan pergi main.'' Zulham tersenyum kecil sembari mengayuh sepeda untuk mencari keberadaan Ana.

''Tumben sekali dia sudah malam seperti ini belum pulang juga.'' Bu Yuni berkata dengan perasaan cemas.

Sebab Ana tidak pernah pulang sampai malam seperti ini meski sedang banyak pekerjaan Tapi tetap saja dia akan menyempatkan diri untuk menitip pesan kepada warga lain. tapi kali ini sama sekali tidak ada kabar sehingga membuat Bu Yuni merasa sangat cemas akan keberadaan sang anak yang saat ini entah ada di mana.

Dia berusaha untuk berpikir positif karena memang hanya ada di desa ini dan sudah tidak ada kejadian aneh yang menimpa Desa mereka, bisa dikatakan bahwa Desa ini begitu aman sekali sehingga tidak mungkin ada penjahat yang masuk ke dalam sini hanya karena ingin mencari sesuatu yang tidak biasa.

Tanpa Bu Yuni ketahui bahwa sebenarnya yang menjadi penjahat dari Ini semua adalah tetangga mereka sendiri, Tentu saja dia tidak tahu karena dirinya hanya orang biasa dan tidak ada berpikiran macam-macam serta selama ini juga tidak ada kejadian aneh seperti itu yang menimpa Desa mereka dan semua terasa begitu aman.

Meski demikian masih ada rasa takut juga di dalam hati Bu Yuni karena dia cemas bila nanti ternyata ada orang jahat yang melakukan pemerkosaan, kalau pemerkosaan itu terkadang adalah tetangga mereka dan orang terdekat sehingga wajar kalau masih ada rasa cemas dengan hal seperti itu yang sedang menimpa diri mereka.

Sebab ada kabar juga dari desa lain dan Bu Yuni mendengar bahwa pembunuhan itu terjadi karena kekasih dari gadis itu sendiri, jadi untuk memikirkan hal itu membuat Bu Yuni merasa sedikit gemetar karena dia juga mengetahui bahwa Ana telah memiliki kekasih yang bernama Rudi tetangga mereka sendiri.

Bukan mau berpikiran buruk pada seorang pria namun tetap saja ketika otak pria telah dikuasai hawa nafsu maka semua itu bisa saja terjadi, kali ini Bu Yuni memastikan sendiri dan dia langsung mendatangi rumah Rudi untuk melihat apakah pria itu ada di rumah atau dia sedang pergi keluar untuk melancarkan aksi.

''Ya allah semoga saja tidak dan ini hanya Firasat aku saja.'' Bu Yuni berdoa di dalam hati.

''Bu Yuni, ada apa ya?'' Bunda Rehan datang mendekat karena dia adalah orang tua Rudi itu sendiri.

''Rudi ada di rumah atau tidak, Bun?'' Bu Yuni bertanya sambil sedikit tersenyum untuk menutupi rasa cemas.

''Oh Rudi lagi keluar itu dari sore tadi sampai sekarang belum pulang sih dia, apa Rudi pergi sama Ana ya?'' Bunda Rehan juga tahu kalau anak Dia memiliki hubungan dengan Ana.

''Saya tidak tahu Ana pergi dengan Rudi atau tidak, tapi sampai sekarang ini Ana juga belum pulang ke rumah.'' Bu Yuni berkata dengan sangat cemas.

''Coba saya hubungi Rudi dulu ya biar tahu apa dia pergi sama Ana atau tidak.'' Bunda Rehan segera mengambil ponsel untuk menghubungi sang anak.

''Iya coba tolong hubungi, Bun.'' Bu Yuni mengangguk setuju.

''Kok enggak aktif pula ini nomor nya Rudi.'' keluh Bunda Rehan.

Sebab nomor sang anak memang sama sekali tidak bisa dia hubungi sehingga membuat Bunda Rehan juga mulai panik, melihat Bu Yuni yang panik seperti itu maka otomatis dirinya juga ikut panik karena membayangkan nanti ada sesuatu yang terjadi di antara kedua anak tersebut sehingga menimbulkan masalah yang lebih parah.

''Hallo, Suf! kamu ada melihat Rudi tidak hari ini?'' Bunda menghubungi teman Rudi.

''Dia tadi sudah pulang kok dari rumah ku, Bun!'' Yusuf menjawab apa adanya.

''Udah dari tadi atau dia baru saja pulang?'' tanya Bunda kembali.

''Dari tadi dia sudah pulang, apa sekarang belum sampai rumah ya?'' Yusuf juga heran dengan kabar itu.

Bunda menghelai nafas panjang ketika dia sudah menjawab pertanyaan dari Yusuf dan dia mengetahui bahwa Rudi telah pulang dari tadi, namun kenapa sampai sekarang dia belum sampai juga di rumah padahal rumah Yusuf dan Rudi tidak seberapa jauh sehingga tidak mungkin bila memakan waktu yang sangat lama seperti ini.

''Tapi kata Yusuf tadi Rudi tidak bersama dengan Ana.'' Bunda Rehan memberitahu Bu Yuni.

''Oh tidak bareng ya ternyata mereka.'' Bu Yuni menghelai nafas lega setelah mengetahui tentang hal itu.

''Apa mau mencari sekarang keberadaan Ana? Ayo saya bantu juga biar cepat ketemu.'' Bunda Rehan tidak keberatan bila harus membantu.

Bu Yuni mengangguk setuju karena semakin banyak yang mencari maka anak akan semakin cepat untuk segera ditemukan, namun ketika mereka baru saja akan melangkah pergi dari rumah ini, sebuah motor datang dan orang itu tidak lain dan tidak bukan adalah Rudi sendiri sehingga membuat Bunda segera menghampiri dia.

''Rud, untung kamu sudah pulang sekarang!'' Bunda langsung mengatakan apa yang terpikir di otak.

''Ada apa, Bun?'' Rudi kelihatan bingung ketika melihat Bunda dan Bu Yuni sangat panik.

''Kamu Kenapa kok kotor sekali penuh dengan tanah seperti itu?'' tanya Bu Yuni ketika melihat keadaan Rudi.

''Aku tadi hampir menabrak anjing dan mengelak sedikit jadi malah jatuh bergulung-gulung seperti ini.'' Rudi menatap siku dia yang tergores dan sedikit berdarah.

''Kau kalau naik motor ngebut saja seperti itu jadi tidak melihat ada anjing yang melintas, ayo sekarang kita cari Ana!'' Bunda sudah tidak sabar lagi.

''Loh emang Ana sekarang ke mana?'' Rudi bingung karena mendadak harus mencari Ana.

'' Ana belum pulang saja sejak tadi sehingga membuat Bu Yuni sangat cemas dan dia ingin mencari keberadaan Ana.'' Bunda menjelaskan.

''Ya sudah kalau begitu ayo kita sekarang mencari Ana!'' Rudi juga panik mendengar bahwa sang kekasih telah menghilang sejak tadi.

Hanya Bu Yuni yang masih tenggelam dalam pikiran dia sendiri dan terutama ketika melihat bentuk Rudi yang sangat kotor karena dia tadi beralasan bahwa dirinya jatuh terguling, pikiran buruk wanita itu sangat tidak bisa hilang karena dia takut bila nanti ternyata Rudi telah melakukan hal buruk kepada sang anak dan Ana tidak pernah bisa ketemu.

Walau belum ada bukti yang jelas namun ini semua sudah menjadi tanda tanya besar dalam pikiran dia sendiri, Ingin rasanya dia mencari tahu lebih lanjut dan menyelidiki sebenarnya apa memang Rudi jatuh setelah dia hampir menabrak anjing atau karena dia telah melakukan perbuatan jahat kepada Ana.

Selamat siang, jangan lupa like dan komentar nya ya.

1
Eli Rahma
lanjuut
Nengsih Irawati
Semangat 🥰 lanjut
Raffaza Direzky87
itu kenapa congornya susanto ikut² an ngebacot, nglempar keslahan pada orang lain, panggil mba pur aja... biar ada titik terang nya
putri wahyu
pagi menjelang siang Bess..
knp Bu Yuni asal tuduh aja padahal ga ada bukti😒 jln satu2nya datangkan purnama sang ratu ular👍
putri wahyu
segitu banyaknya orang ga ada yg kepikiran buat cari di hutan😒
Raffaza Direzky87
jadi kasian sama rudi, gak tau apa² malah kena tuduh, Sania juga ngapain ikut² an ngomong ikut campur sama perdebatan orangtua
Raffaza Direzky87
eehh takutnya malah rudi yg di jadikan tersangka sama bu yuni nanti
Apriyanti
andai saja mayat nya ana purnamayg menemukan pasti purnama tau tangan siapa yg telah membunuh ana
Sri Devi
kasihan Ana baru muncul langsung jadi tumbal
Ayuk Witanto
jadi saling tuduh
FiaNasa
malah gak karuan
Heni Mulyani
lanjut
Eli Rahma
ihhh malah pada saling tuduh..ruwettt...
Heni Mulyani
lanjut author
ismi
bu yuni bakal nyesel karena tlah menuduh rudi,padahal ana mati karena dibuat tumbal oleh susanto dan dina
vania larasati
lanjut kak
Noona Han
hais malah pdaribut menuduh rudi
Kristiana Subekti
Sania malah bikin suasana jadi makin runyam aja😤😤
Kristiana Subekti
waduh si Rudi jd tersangka nih,,,,, padahal dia g tau apa-apa
Yeyet Rohaeti
kasihan rudi di jadikan kambing hitam,klu ana udah di ketemu kan meninggal.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!