NovelToon NovelToon
9 Pintu Perunggu

9 Pintu Perunggu

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Misteri / Time Travel / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:861
Nilai: 5
Nama Author: Herwanti

Anila mencoba meraba disekitarnya hingga dia merasakan ada dinding di sebelah kirinya. Dia berjalan melangkah ke depan.

Tapi dia tersandung oleh sesuatu membuat dia jatuh ke tanah.”Ini dimana sih kenapa semua gelap. Seharusnya ini masih siang. Kenapa gelap sekali,”ucap Anila dengan wajah binggung. Tapi dimana saat itu Anila berada akan dia bisa keluar dari kegelapan itu dan kembali ke tempat asalnya. Anila akan bisa menemukan teka-teki yang dia dapatkan?.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Herwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

“Jadi Hanan itu adalah seorang dokter hewan dan tahu tentang hewan kuno dari peninggalkan nenek moyangnya. Kalau kamu Baki peninggalan dari kakak kamu itu apa. Apa  juga sama dengan Hanan,”tanya Anila mengganti topik.

“Itu berbeda Anila. Itu hanya buku perjalanan saja dan apa yang ada didalam sana itu saja,”jawab Baki tidak langsung memberitahukan dengan jelas isi dari buku perjalanannya.

“Buku perjalanan makam kuno ya,’hati Anila yang bisa menganalisis situasi yang dia dengar.

“Baiklah. Kalau dia mau ikut juga tidak masalah. Aku naik ke atas dulu ya,”ucap Anila segera menaiki anak tangga ke lantai dua.

“Anila senjata yang kamu buat, kapan jadinya?,”tanya Bani.

“Dua hari lagi jika tidak ada masalah dalam prosesnya. Aku juga tidak tahu akan bisa jadi atau tidak. Kenapa Kak Bani?,”kata Anila menoleh.

“Tidak, ada kamu boleh ke kamar kamu,”ucap Bani. Anila segera melangkah kembali saat dia sampai di lorong dia berhadapan dengan Harits yang hendak turun. Keduanya sama sekali tidak bicara hanya lewat begitu saja.

Anila masuk ke kamar dan segera berbaring karena merasa lelah. Tapi saat dia hendak menutup mata dia teringat untuk belajar bahasa kuno dan bahasa asing. Selama belaja Anila juga mencari sumber lain tentang Raja bodoh itu termasuk siapa saja yang ada didalam keluarga itu hingga jumlahnya tidak terkecuali . Anila juga mencari tempat mereka di kubur dari buku sejarah. Anila juga mencari dari sumber peninggalkan yang terkait dari raja bodoh.

Tapi karena hari sudah semakin malam dan dia juga belum mandi. Dia berjalan ke kamar mandi. Saat itu Anila yang tidak sadar kalau Harits melihat dia dari luar. Tapi sesaat kemudian Anila menoleh karena merasa ada yang mengamatinya.

“Apa hanya perasaanku saja kalau ada yang mengawasiku. Sudahlah aku ingin mandi dan tidur,”kata Anila segera masuk kedalam. Di guyuran air yang tidak terlalu dingin Anila melepaskan semua emosi yang dia sembunyikan di bawah air yang mengalir.

“Ibu, ayah aku rindu kalian. Apa kalian baik saja disana. Aku ingin segera kembali dari tempat ini,”ucap Anila yang meneteskan air mata. Tapi dia tidak bisa berlama-lama dalam kesedihan sehingga dia membasuh mukanya serta memakai bajunya setelah dia selesai dia keluar. Melihat kasur yang masih berantakan Anila segera membersihkannya dan setelah itu dia tidur.

Harits melihat Anila sudah tidur datang ke kamarnya. Dia duduk disampingnya sambil menyentuh rambut Anila. Harits dengan diam mencium rambut Anila sambil berkata,”Kenapa kamu datang ke sini Anila. Apa tujuan kamu membuat aku harus merasakan perasaan ini. Perasaan yang aku tidak ketahui ini.”

Setelah berbicara dengan suara kecil Harits hendak mencium kening Anila. Tapi melihat ada pergerakan dari Anila membuat dia segera pergi agar tidak ketahuan. Tapi disaat yang sama Anila membuka mata dengan wajah memerah.

”Apa ini barusan bukan itu kak Harits. Apa yang dia lakukan di kamarku. Ini bukan apa yang aku pikirkan,”guman Anila segera menutup wajahnya dengan tanganya karen merasa hatinya berdetak kencang dengan perasaan aneh menyelimutinya.

Setelah Anila merasa tenang dia memukul wajahnya sampai memerah untuk menyadarkannya. Kalau misinya adalah mencari tentang ke-9 pintu perunggu itu untuk kembali.”Sadar Anila kamu jangan sampai masuk ke dalam perangkap,”kata penguat hati Anila. Dia mulai tertidur terlelap.

Sementara itu Harits yang mendinginkan pikirannya pergi ke hutan untuk berlatih pedang. Di pagi yang indah Anila terbangun karena sebuah mimpi dimana Harits menciumnya. Anila yang sadar dari alam mimpi melihat ke segala arah kalau tidak ada Harits. Anila merasa lega dan menuju kamar mandi.

“Kenapa aku memimpikan dia ini sangat tidak masuk akal. Aku harus tenang. Kita berbeda dunia aku tidak bisa menyukai dia,”ucap Anila masih mencoba menguatkan dirinya dengan berbagai hal yang tidak boleh dia lakukan. Setelah merasa tenang dia turun dan melihat Bani dan Baki yang baru selesai masak.

“Anila kamu sudah bangun, tidak seperti biasanya kamu bangun siang,”ucap Bani.

“Maaf jadi kalian yang masak. Aku tidur terlalu malam kemarin,”kata Anila yang merasa tidak enak hati.

“Sudah, ayo duduk makan bersama,”ucap Baki membantu Anila duduk.

“Dimana Harits. Apa dia masih tidur,”tanya Bani.

“Biar aku bangunkan dia,”ucap Baki hendak ke kamar Harits. Tapi sebelum dia pergi dia melihat Harits dari luar.

“Harits kamu dari mana saja,”tanya Baki melihatnya.

“Latihan pedang,”jawab Harits dengan datar. Dia duduk disamping Anila. Tapi saat Harits duduk Anila merasakan ada perasaan aneh yang bergetar. Dia mencoba tenang apa lagi saat itu Harits juga sadar ada yang salah dengan Anila.

“Kamu baik-baik saja,”tanya Harits dari samping dengan menatap ke arah Anila.

“Aku baik saja,”Anila menjawab dengan biasa. Mereka makan bersama hingga Anila mendapatkan panggilan dari pemilik toko.

“Ada apa?,”tanya Harits yang ingin tahu.

“Maaf aku harus pergi mengambil senjata. Jadi aku pergi dulu ya,”jawab Anila segera pergi tanpa berkata lain. Ketiganya melihat sikap Anila yang tampak aneh saling bertukar pandang.

“Ada apa dengan Anila. Dia tampa seperti menghindar saja,”ucap Bani.

“Aku juga tidak tahu. Ini baru pertama kali aku melihat sikap dia seperti itu,”ucap Baki.

“Mungkin dia sedang banyak pikirkan,”ucap Harits yang makan dengan santai. Tapi dalam hatinya dia merasa gelisah dengan Anila yang tampak aneh.

Anila yang datang lebih pagi melihat toko masih tertutup dan belum ada tada  terbuka. Tapi dia sudah ada janji dengan pemilik toko Speedred. Anila hendak mengetuk pintu hingga James membuka pintunya.Dia dengan wajah senang menyambut Anila masuk. Di dalam James mengelurkan senjatanya yang di pesan oleh Anila.

Anila merasa senang kalau dua kipas kembar dengan perlengkapan dari jarum seribu dengan rajun. Pisau seperti kapas melapisi kipas berat yang ringan dan muda di sembunyikan. Tidak hanya kipas ada kelang lima sinar membuat dia menggunakan saat terdesak. James melihat wajah Anila yang puas.

“Bagaimana kamu sukakan dengan hasil kerja toko saya,”kata James dengan percaya diri.

“Tentu saja, aku kira akan lama jadinya. Kalau dengan ini aku bisa pergi ke pegununan Tratam,”ucap Anila dengan wajah berbinar.

“Kamu ingin pergi ke pegununan Tratam untuk apa Anila?,”tanya James.

“Untuk jalan-jalan. Ada apa?,”tanya balik Anila yang terlihat polos.

“Tidak ada hanya saja tempat itu sangat berbahaya. Jadi kamu hati-hati saat kamu disana ya,”jawab James. Anila mengangguk paham.

“Aku bayar sisanya ya,”ucap Anila segera mengirim uangnya ke rekening James.

“Ok uang sudah aku dapatkan.Tapi Anila apa kamu tidak memiliki desain lain untuk bisa kamu jual secara masal”kata James.

“Ada sih?,”kata Anila dengan santai menambil gambarnya. Dia berikan kepada James. James melihat desain seperti pistol. Tapi anehnya pistolnya sedikit berbeda dari pistol yang pada umumnya.

“Kamu bisa membuatnya bukan,”ucap Anila.

“Tentu saja kita bagi hasil ya,”ucap James yang merasa senang.

“Tentu 50:50 ya,”kata Anila. James mengancungkan jempolnya karena merasa senang dengan desain yang dibuat oleh Anila.

“Kalau begitu aku pergi sekarang ya,”ucap Anila. Anila keluar dari toko Speedred. Di saat perjalanan keluar Anila mampir membeli makan karena tadi belum sempat makan. Sambil melihat ke sisi lain dengan beberapa orang sedang berjalan melihat gedung yang sama menjulang langit yang cerah. Anila telah selesai berjalan berkeliling hingga dia bertemu dengan Harits. Tapi apa yang terjadi dengan keduanya nantinya?.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!