NovelToon NovelToon
Dokter Obgyn Ini Suamiku

Dokter Obgyn Ini Suamiku

Status: tamat
Genre:Menyembunyikan Identitas / Pernikahan Kilat / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Cinta setelah menikah / Konflik etika / Tamat
Popularitas:59.5k
Nilai: 5
Nama Author: Gledekzz

“Apa yang kau lakukan di sini? Kau itu masih muda! Seharusnya kau nggak boleh kayak begini,” ucapnya dengan nada tegas, meski ia tahu saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk memberikan nasihat.

Wanita itu tak merespons, hanya mendesah kuat, membuat Ali semakin khawatir. Ia menyadari bahwa pertanyaannya tidak akan menghasilkan jawaban dalam kondisi wanita itu saat ini.

Ali melihat jam tangannya sambil memeriksa denyut nadi wanita itu, yang berdetak sangat cepat. “Tahanlah sebentar! Obat itu akan hilang dengan sendirinya,” ucapnya sambil tetap memantau kondisinya.

Di dalam kamar mandi, Ali terus memeriksa tanda-tanda vital wanita tersebut, memastikan ia bisa melewati dampak buruk dari obat yang dikonsumsinya. Ia tahu situasi ini adalah ujian besar, bukan hanya sebagai dokter, tetapi juga sebagai seorang pria.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gledekzz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch ~ {Sebagai bentuk penyemangat}

"Pasien saat ini dalam masa perawatan. Anda masih bisa menemuinya," ucap perawat yang berjaga.

Untuk kedua kalinya Ali memutuskan bertemu dengan Andrean demi calon istrinya Bunga dan adik iparnya Kirana.

Hari ini bertepatan pula gadis yang menjadi calon istrinya berulang tahun. Ya, Ali akan menjadikan hari ulang tahun gadisnya menjadi anniversary mereka nanti. Sungguh, ini membuat telinga pria matang itu memerah. Garis bibirnya saja menarik ke atas.

Penampakan Andrean, sudah berakhir dengan kondisi penuh dengan selang. Ya, pria itu akhirnya kritis juga. Namun entah mengapa, sepertinya Tuhan belum berminat untuk mengambil nyawa pria yang telah menyebarkan penyakit mematikan itu.

Mungkinkah ini juga faktor imun tubuh pria dewasa itu cukup kuat? Bisa jadi kemungkinan.

"Kau pasti bahagia melihat penampakan ku kayak begini." Andrean tertawa tipis. Belum Ali duduk, pria matang itu mencecarnya duluan. Mulut yang di tumbuhi banyak jamur dan di pasang oksigen, masih bisa berbicara buruk. Sungguh sangat Ali sayangkan.

"Anda selalu berpikiran negatif Pak Andrean." Ali berbicara santai dengan ia duduk di kursi. Lagian perkataan Andrean tak berarti buatnya. Mau pria itu memukulnya juga, ia tak akan mengalah sedikit pun.

Tawa renyah namun tipis Andrean lakukan. "Aku sudah melihat berbagai macam orang kayakmu selama aku mendekam di sini. Pergilah jika Kau datang hanya untuk menggunjingku. Lagian hal itu hanya akan menghabiskan tenagamu aja. Tapi ingatlah baik-baik. Walau aku kayak begini. Aku akan sembuh dan mengambil kedua putriku yang Kau simpan itu." Andrean tak akan putus asa dengan keinginannya.

Sudah seperti ini masih saja niat buruk pria matang itu terukir. Ya, usia Ali dan Andrean tak terlalu jauh, hanya lebih tua Andrean tiga tahun saja. Bedanya Andrean menikah muda akibat menghamili wanita yang kini telah damai di alam sana. Lahirlah Bunga yang seperti anak tak diinginkan oleh Andrean. Anak yang membuat hidupnya menderita, termasuk Kirana yang menambah bebannya.

Siapa yang berbuat, dia yang harus bertanggung jawab. Itu yang seharusnya menjadi pola pikiran terbaik untuk Andrean. Tapi pria itu terus saja menyalahkan anak dan istrinya. Seorang ayah yang tak pantas di sebut ayah.

Seharusnya Andrean seperti Ali. Pria yang akan bertanggung jawab dengan kata-kata dan komitmennya. Melindungi kedua wanita yang secara tak langsung membuatnya ingin memberikan perlindungan dari Andrean.

Salahnya tidak ada. Tapi ia harus melakukan hal itu. Guncangan yang cukup menebarkan bagi pria yang menikah saja sepertinya sangat di persulit.

"Anda begitu optimis Pak Andrean. Hasil kesehatanmu sudah di ujung tanduk. Perawatan di sini tak cukup untuk menyembuhkan penyakitmu."

Andrean mendelik. "Kau pasti berbohong! Ruangan ini aja di peruntukan untukku. Aku kayak orang kaya tau nggak!" Andrean mulai menunjukkan sisinya yang tidak waras.

Ali menjadi ikut prihatin. "Ya itu akibat penyakit Anda sudah memasuki stadium akhir. Anda juga di isolasi biar nggak lagi-lagi menyebarkan penyakit. Coba Anda perhatikan tempat ini, kosong melompong. Kalau rumah sakit dengan fasilitas mahal, nggak kayak begini. Ini tempat untuk perawatan aja."

Andrean masih tak percaya. Ia pun tertawa. "Sudahlah, aku nggak bisa Kau bohongin. Kau datang ke sini hanya untuk menertawakanku aja. Pergilah sebelum aku menyebarkan penyakit ini padamu."

Ali sebenarnya malas berbicara dengan Andrean, kalau bukan niat baik mempersunting anaknya.

Andrean terus tertawa. Namun tawanya tak mencerminkan ia terlihat bahagia dan baik-baik saja. Batuk sesekali di ikuti dengan napas yang terengah-engah menjadikan pria itu kembali sesak.

"Saya bisa membantu Anda menjalankan pengobatan yang lebih baik dari tempat ini. Jika Anda menginginkannya." Ali mempunyai strateginya sendiri mengikat Andrean.

Andrean terus tertawa meremeh. "Sudah ku sangka. Kau datang ke sini pasti menginginkan salah satu penawaranku. Kau tinggal katakan, nggak perlu banyak bersandiwara." Andrean penuh banyak kemenangan.

Ia kira Ali tak akan menginginkan penawarannya. Makanya pria itu mati-matian mencari cara untuk bisa lolos dari tempat yang menjadikannya neraka. Sampailah kondisinya drop parah. Ternyata nasibnya selalu di penuhi keberuntungan. Bunga bisa Andrean pergunakan juga.

Ali menyerahkan berkas ke Andrean. "Silahkan Anda lihat-lihat penawaran yang saya berikan. Anda bisa menimang terlebih dahulu. Tapi Anda harus ingat, nyawa Anda nggak tau kapan akan berakhir. Jadi, jangan terlalu lama."

Andrean tertawa kesal. Di dalam penawaran itu ia tak di perbolehkan menyentuh dan menemui anaknya lagi. Tapi uang yang di berikan Ali cukup fantastis nilainya. Ia juga di berikan tempat pengobatan di luar negeri secara insentif.

"Bagaimana?"

Andrean tak berhenti tertawa. "Kau pikir aku mudah tergoda dengan penawaran ini? Jawabannya Kau salah! Anak itu nggak akan mudah aku lepaskan."

Ali beranjak dengan santai dari tempat duduknya. Ia sudah tahu pola pikir Andrean yang sulit di ajak kompromi.

"Mau ke mana Kau?" Andrean jadinya gelisah sendiri.

"Mau bagaimana lagi. Anda juga tak menginginkannya. Silakan Anda cari orang yang mau memberikan uang dan fasilitas sebanyak yang saya berikan. Saya sudah nggak menginginkannya lagi." Ali kembali melangkah jauh.

"Tu-tunggu!" Andrean tak mungkin melepaskan penawaran itu dengan mudah. "Bagaimana dengan anak itu?"

Ali berhenti bergerak dengan dua langkah ia berjalan. "Silahkan ambil jika Anda menginginkannya. Lagian belum tentu Anda bisa melakukan itu semua setelah Anda tau sendiri, bahwa badan Anda aja nggak mampu untuk berdiri. Jalan aja susah, apalagi melakukan aktivasi. Sebelum Anda sembuh total dengan kondisi yang nggak memungkinkan ini, Bunga baik Kirana sudah cukup dewasa, nggak mungkin terpengaruh dan mau menemui Anda lagi. Belum tentu juga kedua anak itu hidup seperti yang Anda inginkan."

Kedua alis Andrean berkerut ke dalam. "Ma-maksud Kau apa?"

Ali telah terlanjur bertindak penuh dengan kebohongan. Ia saja berpura-pura meninggalkan Andrean supaya pria itu seperti biasa akan bertindak gegabah.

Jika pun Andrean masih tak memberikan restu. Ali bisa datang kembali di saat pria itu sangat membutuhkan pertolongannya. "Mereka kritis! Siapa lagi yang akan membutuhkan dan menyelematkan mereka dengan harga yang tak ada nilainya lagi. Itu semua akibat ulahmu sendiri."

Andrean sontak menjelit, napasnya sesak, pikirannya menjadi pecah seribu. 'Ini nggaklah mungkin.' nyawa pria itu sepertinya akan berakhir.

Ali tak memiliki kasihan lagi pada Andrean. Ia pasrah saja kali ini. Lagian ketika pria itu meninggal, maka Ali akan mencari keluarga kandung dari Andrean. Hanya sebuah kata niat baik saja ia di persulit seperti ini.

"Tu-tunggu!" sekuat tenaga Andrean berucap supaya Ali tak berjalan meninggalkannya. Kesempatan yang tak mungkin akan datang untuk kedua kalinya. Kedua anaknya tak berarti lagi jika kondisi mereka saja sudah tidak bisa menguntungkannya.

Sudah jelas Ali menarik bibirnya ke atas sebelum ia menoleh kembali ke arah Andrean. Cara jitu yang cukup cepat. Ini semua berkat Gon dan Daniel yang ikut serta membuat kesehatan Andrean menurun, menyiapkan berkas penuh dengan kebohongan. Dosa yang sepertinya akan mereka bagi-bagi demi menyelamatkan seorang wanita yang meminta pertolongan.

"Sa-saya te-terima. T—api selamatkan sa—ya sekarang."

Ali ingin sekali mencabut selang oksigen yang di gunakan Andrean supaya pria itu cepat punah. Di akhir hayatnya, ia hanya memikirkan dirinya sendiri setelah mengetahui anak-anaknya kritis. Ali kira saat mendengar anaknya tak akan selamat, Andrean akan berubah dan bersedih. Nyatanya pria itu tetap memikirkan dirinya sendiri.

"Saya akan menyelamatkan Anda sesuai apa yang Anda inginkan. Tapi Anda harus menikahkan saya dan anak Anda sekarang juga. Ingat juga dengan perjanjian kita. Jika Anda sampai melanggar, eksekusi di Anda sendiri. Meminum racun ular kobra." Ali sudah cukup bersabar dengan menambahkan hukuman buat Andrean. Ia masih tetap akan memberikan fasilitas kesehatan sesuai janjinya. Anggap saja itu hadiah untuk Andrean yang telah menikahkan anaknya.

Selain itu, Ali tak akan memberikan uang sepersen pun seperti yang tertulis di berkas itu. Hukuman yang Andrean jalankan tak akan berkurang dan bebas sedikitpun. Jika pria itu keluar juga, ia tak akan bisa hidup bahagia karena belum tentu hidupnya akan baik-baik saja.

Kecuali pria itu bertobat dan menjalankan hidup yang sehat. Kemungkinan besar Ali melepaskan Andrean. Ali juga akan menjadi garda terdepan untuk melindungi istri dan adik iparnya.

Mengingat Bunga tak mau hadir dan melihat pernikahan sirih mereka. Pernikahan sekali seumur hidup yang menjadi tambang, intan berlian dalam kehidupan Ali, pria itu berikan.

Bagaimana Bunga akan menggantikan pengorbanannya? Sungguh, pikiran macam apa yang Ali besitkan. Bukannya ia ingin melindungi wanita yang saat ini tengah membutuhkan pertolongannya.

"Ma—na, pe—nghulu—nya," ucap Andrean menyetujui.

Ali tersadar. "Tunggu sebentar." ia pun melangkah keluar ruangan. Pikiran yang sekelibat menghantuinya seperti menjadi bumerang di kehidupan pernikahannya nanti.

Ia pun menggeleng sebagai bentuk penolakan. Lagian setelah Bunga dalam kondisi yang bisa membuat gadis itu berdiri tegak dengan segala kemampuan yang dimilikinya, Ali akan melepaskan ikatan pernikahan mereka sesuai janjinya.

Menjomblo lagi tidaklah masalah. Ia pun pada akhirnya membuang napas kasar. Kemungkinan jodohnya menunggu di akhirat. Ali meyakini itu sebagai bentuk penyemangat dalam dirinya.

1
Ny Rudi Harianto
sweet nya mas Ali......lelah dan emosi nya d bayar lunas setelah resepsi 👍👍
Ny Rudi Harianto
ida gak sadar diri....dalih kasian dengan Ali tapi dia lupa klu bunga istri Ali.... mau d pungkiri bagaimana pun si bunga ya ttp istri nya Ali....
Ny Rudi Harianto
kok ada ya orang seperti dokter Ali.....aku mau Mak buat d bawa pulang k rumah 😁😁😁
Ny Rudi Harianto
bukan manusia ini bapak nya ah.....😡😡
Ny Rudi Harianto
ya Allah.....sedih nya Mak.....cerita mu ini bener² ya Mak 😭😭😭
IG : Gledekzz97: makasih kak🙏🥰
total 3 replies
kaylla salsabella
selamat ya bunga dan bang Ali
Eva Karmita
lanjut thoooorr 🔥💪🥰
Eva Karmita
dan akhirnya kang Ali dan bunga menyempurnakan pernikahan mereka selamat kang Ali neng bunga 😍💓
Yus Warkop
yaaah sedikit gak enak hati🥰🥰🥰🥰

kutunggu judul baru
IG : Gledekzz97: Ada Mak 2 novel on going, udah ada beberapa bab, masih anget².

-Dijual Ke Gus Kahfi
-Dikuasi Pria Dingin

Mampir ya emakku.💋💋
total 1 replies
Nar Sih
yah...tiba,,kok udah lahiran aja bunga nya ,pdhl bru kemarin mp nya ,ini pasti mau di bikn end nih sama kak thor nya😂😂
IG : Gledekzz97: Biar lebih singkat padat dan jelas mak🤣🤣🤣
total 1 replies
Yus Warkop
alhamdulillah
Yus Warkop
greget pingin cepat" aja thor gimba rasanya malper 🤭 ali pasti kaget ternyata oh ternyata
Yus Warkop
🥰🥰🥰🥰🥰🥰
kaylla salsabella
Alhamdulillah akhirnya unboxing om Ali 😁😁
IG : Gledekzz97: Seneng ya Mak🤣🤣🤣
total 1 replies
Nar Sih
alhamdulilah bulan madu yg indah buat ali dan bunga,yg ahir nya bunga jdi milik ali seutuh nya ,moga kebahagiaan terus buat kalian ,yah. kak kok udah end sih ,tpi makasih aja buat kak thor,ending yg bagus👍🥰☺️
IG : Gledekzz97: Terimakasih😘😘
total 1 replies
Eva Karmita
Ali yg dikatakan bunga itu benar.. kalau masih menunda kehamilan untuk apa menikah lebih baik sendiri" saja
Eva Karmita
sadar kan sekarang wanita yg kamu tolong ternyata ulat bulu Ali
Eva Karmita
Ali mau kamu apa sihh...nolong sih nolong tapi ngk gitu juga masak istri sendiri di abaikan malah asyik sama istri orang , memangnya di Belanda ngk ada dokter apa sampai Ali harus tanggung jawab heran dah 😠🤦🏻‍♀️
Alexa Juliana
Ayo gaskeun lah Al..mau bunga cepat hamil atau nggak itu urusan nanti, klo Bunga hamil ya Alhamdulillah berarti Tuhan sdh mempercayai kalian utk menjaga amanah-Nya..
Alexa Juliana
Ternyata wanita yg di tolong itu g baik, memanfaatkan pertolongan Ali, untung suaminya datang dalam keadaan baik2 saja..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!