NovelToon NovelToon
Sampai Bulan Januari

Sampai Bulan Januari

Status: tamat
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Teen Angst / Teen School/College / Cinta pada Pandangan Pertama / Keluarga & Kasih Sayang / Persahabatan / Tamat
Popularitas:40.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nona Cantik

Laura, si gadis SMA royal, modis dan fasionabble, diharuskan pindah ke sebuah pedesaan yang tidak pernah sekalipun dia bayangkan.

Keseharian hidup menjadi seorang nona muda manja kaya raya, tiba-tiba disuruh tinggal di sebuah desa kumuh penuh pesawahan. Rasanya, hal itu seperti sebuah mimpi buruk bagi Laura.

Karena sikapnya yang semakin hari semakin berlebihan, kedua orang tua Laura tidak memiliki pilihan lain selain menitipkan Laura di tempat nenek dan kakeknya.

Belum ada satu hari Laura tinggal di sana, dia sudah mendapat kesialan bertubi-tubi. Entah sudah berapa kali Laura menangis.

Hingga pertemuan tak terduga dengan seorang pemuda dingin bermulut pedas, membawa Laura ke sebuah kisah yang membuatnya tidak ingin meninggalkan desa.

Hanya sampai bulan januari sebelum dirinya meninggalkan desa dan kembali ke kota. Tidak! Sebelum hal itu terjadi, Laura harus menaklukan pemuda labil itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

15. Sampai Bulan Januari: Dendam itu Nyata

"Hatchi!"

Sonya refleks menoleh ke arah sumber suara bersin. Kening wanita tua itu mengernyit heran saat Laura, cucunya yang telah siap dengan seragam batik sekolah berwarna biru keabuan dipadukan dengan rok span selutut berwarna hitam, seperti tampak kurang sehat.

Dengan cepat Sonya menunda kegiatannya dan menghampiri Laura. Kedua tangannya menyentuh permukaan pipi bahkan sampai kening Laura yang terasa hangat.

"Kamu sakit?" Sonya bertanya khawatir. Sesekali wanita tua itu akan mengusap puncak kepala Laura dengan penuh kasih sayang.

"Pilek dikit doang kok, Omah! Omah ada obat buat pilek?"

"Ada! Bentar, Omah ambilin. Kamu duduk dulu. Omah lagi nyiapin roti panggang barusan." Terang Sonya. Bergegas kedua kakinya meninggalkan dapur.

Sementara Laura, gadis itu tengah merutuki Gama yang membuatnya ikut tercebur ke dalam kolam ikan dini hari tadi.

Oke, itu memang salah Laura yang berlaku usil pada Gama! Tetapi kenapa juga Gama malah menarik tangannya, dan membuat Laura turut serta?

Dengan menyebalkannya, Gama sempat terbahak-bahak menertawakan Laura. Padahal dirinya sendiri juga sama basah kuyup.

"Awas aja kalo nanti ketemu! Gue sledding kepalanya!" Gerutu Laura, disela mengelap ingusnya yang terus merembes keluar.

"Nih, obat pileknya! Nanti diminum habis sarapan. Bawa juga ke sekolah buat nanti pas jam istirahat jangan lupa diminum lagi habis makan siang." Sonya kembali ke hadapan Laura setelah beberapa saat mengambil obat di dalam laci. Wanita tua itu kemudian lanjut membuatkan cucunya sarapan berupa beberapa lembar roti panggang serta segelas susu.

"Makasih, Omah!"

"Hm. Mau bawa bekel, nggak?"

Laura bergumam. "Nggak, deh. Beli aja di kantin,"

"Ya udah. Omah mau ke belakang dulu. Rotinya kamu bisa angkat sendiri 'kan?" Sonya telah kembali berancang-ancang pergi. Di pagi yang terbilang masih cukup dingin ini, Sonya memiliki berbagai kegiatan yang harus dikerjakan.

Salah satunya adalah menyiram tanaman hias kesayangannya yang berada di halaman belakang. Dan setelah itu, wanita tua itu masih memiliki pertemuan arisan di rumah tetangga.

"Bisa, Omah! Gampang, gini doang." Kata Laura, sembari mengangkat jempolnya tinggi-tinggi.

Sonya tersenyum tipis, kemudian melenggang dari hadapan cucunya. Tinggallah Laura sendirian di dalam dapur sembari melamun menunggu roti panggangnya matang dengan sempurna.

Helaan napas panjang tiba-tiba Laura embuskan. Perasaan kalut yang sempat berlarut-larut dini hari tadi, seakan melebur setelah melalui berbagai kejadian tak terduga bersama Gama.

Ya, walaupun Gama sedikit menyebalkan, tetapi cowok itu tidak terlalu buruk juga. Dia bahkan sempat bertanya lembut pada Laura waktu itu. Katanya,

"Lo masih sedih?"

Jantung sialannya dibuat meronta-ronta kala itu sampai perasaan ingin memeluk Gama memenuhi hati dan pikiran. Untungnya, Laura masih seratus persen sadar untuk tidak melakukan keinginan melenceng tersebut dan memilih meredamnya.

Beberapa menit melamun, terdengar bunyi dari pemanggang roti yang mengisyaratkan bahwa roti tersebut telah selesai dipanggang. Dengan hati-hati Laura mencapit roti panggang tersebut dan menaruhnya ke atas piring.

Sebelum benar-benar dinikmati, Laura meniupinya beberapa saat. Matanya memelotot saat waktu semakin berjalan cepat. Pukul 6 lewat 45 pagi tertera gamblang di dinding dapur.

"Mampus! Perasaan gue bangun udah cukup pagi. Kenapa endingnya tetep kayak gini?" Mengingat jarak dari rumah omahnya menuju sekolah hampir lima belas menit jika ditempuh dengan berjalan kaki, Laura memutuskan menenggak segelas susu di meja dengan gerakan cepat. Dirasa telah habis tak bersisa, barulah Laura meraih roti panggangnya dan menikmatinya disela mencari keberadaan sepatu dan kaos kaki.

Setelah dapat, barulah Laura berlari menuju teras. Kedua tangannya bergerak cepat memasangkan kaos kaki pun sepatu yang sialnya belum diikatkan tali.

"Sialan! Makin telat gueee!" Gerutu Laura dengan mulut penuh.

Disela memakai kaos kaki dan sepatu, suara klakson dari arah depan berbunyi. Refleks Laura mendongak dan telah mendapati Gama, lengkap dengan seragam batik sekolah dan celana hitamnya, duduk di atas jok motornya dengan sesekali tersenyum remeh pada Laura.

"Kasian, sepatunya belum sempet diikat. Mau gue bantuin, nggak?"

"Berisik! Ngapain lo di depan rumah Omah gue? Mau pamer, hah?" Gelak tawa memenuhi wajah Gama. Sialnya, Laura jadi deg-degan sendiri melihat tawa lepas Gama.

"Siapa ya, yang tadi niatnya mau jail, ujung-ujungnya dia sendiri kena juga?"

Laura yang telah selesai dengan perkara kaos kaki dan sepatunya pun melotot. Bergegas kedua kakinya berlari menghampiri Gama dan membekap mulut cowok itu dengan tangannya.

"Iihh, kalo Omah gue sampai denger gimana? Nanti gue-" Gama mendorong tangan Laura. "Aman, kali. 'Kan kita nggak ngapa-ngapain. Lagian pas udah basah aja lo tetep rata."

"GAMA!" Terlanjur kesal, Laura mencubit lengan Gama cukup pedas. Cowok itu bahkan sempat mengeluhkan sakit yang cukup lumayan.

"Tangan lo gemes, ya. Mau gue-"

"Iihh, berisik! Mendingan gue nebeng sama lo, buruan! Udah mau telat!" Dengan gerakan kilat, Laura menaiki motor Gama dan menjadi penumpang di belakang.

Sempat terkesiap, untungnya Gama dalam keadaan sigap. Jika tidak, dapat dipastikan, dia, motornya, beserta Laura akan terjungkal ke tanah.

"Bener-bener lo jadi cewek!" Gama kemudian menyalakan kembali motornya. Tanpa berniat memakai helm, Gama menoleh ke belakang. "Pegangan!" Perintahnya, yang jelas langsung dituruti. Senyuman kelewat manis turut terbingkai di wajah Laura. Jantungnya kembali berdisko gara-gara Gama yang tidak pernah menolak apa pun yang dia katakan.

"Lo makin ganteng, deh, Gam!" Puji Laura tiba-tiba.

Anehnya, Gama jadi gelagapan oleh pujian tersebut. Telinganya memerah dan tenggorokannya kering tiba-tiba.

Tak ingin semakin berlama lagi, Gama pun menjalankan motornya. Melesat menuju sekolah yang jaraknya lumayan cukup jauh jika berangkat dengan berjalan kaki.

...****...

Di pagi hari yang cukup cerah begini, seseorang telah menjadi sasaran empuk orang-orang tak berhati nurani yang telah dengan tega menjadikannya bahan tertawaan.

Seragam sekolahnya yang baru dikenakan beberapa menit, dibuat basah kuyup gara-gara dendam pada orang lain, namun dirinya yang malah dijadikan pelampiasan.

Lagi. Tawa meremehkan yang amat menggelegar di seisi toilet sekolah, membuat seorang siswi yang menjadi bahan rundungan, hanya bisa menunduk dan menangis. Memeluk tubuhnya dengan kekuatan tersisa.

Batinnya kesal pada nama seseorang yang membuatnya menjadi bulan-bulanan para siswi pengganggu. Lagi.

"Heh, gue tanya sekali lagi! Apa bener si murid baru di kelas lo pacaran sama Ayang Gue?" Siswi dengan seragam batik sekolah yang tampak begitu ketat dengan rok span hitam di sepaha, mengangkat dagu seorang gadis yang sering menjadi objek bully-nya.

"Gu-gue nggak tahu- Akh!"

"Nggak usah bohong! Nggak mungkin lo nggak tahu, sedangkan dia sendiri semeja sama lo!" Tekan siswi tersebut, tak lain adalah Luna. Tidak sendiri, gadis itu ditemani dua orang siswi antek-anteknya yang tengah berjaga di depan pintu.

"Ka-katanya sih, i-iya, mereka pacaran! Ta-tapi gue nggak tahu itu bener atau nggak!" Ujar gadis itu. Penampilannya tampak tak lagi berbentuk.

"Cih! Pasti cuma settingan." Luna lalu menghempas wajah gadis itu sampai membuatnya kembali meringis. "Udahlah, bentar lagi bel. Besok kita main lagi!" Seringai mengerikan memenuhi wajah Luna sebelum melenggang.

Dengan langkah yang sengaja berlenggak-lenggok, Luna berjalan meninggalkan korban rundungannya seorang diri. Tak lupa gelak tawa senantiasa terdengar memekakkan telinga di setiap langkah kaki meninggalkan toilet.

Di tempatnya, gadis yang beberapa bulan hampir tak lagi diganggu oleh Gengnya Luna, tertawa miris sembari memukuli dada.

"Sialan! Laura 'kan? Gara-gara lo, gue kembali ditindas sama si Luna! Lihat aja. Gue nggak akan tinggal diam."

...****...

"Hatchi!" Suara bersin Laura yang cukup menggema di dalam seluruh penjuru kelas, sanggup mengalihkan atensi beberapa siswa yang telah tiba lebih dulu.

Tidak lama, fokus mereka kembali pada kegiatan masing-masing seperti bercengkrama dengan beberapa kelompok kecil, atau bahkan sibuk sendiri dengan ponsel dan aplikasi joget kekinian di media sosial.

Laura menghela napas tak nyaman saat hidungnya lagi-lagi meler. Walaupun sempat beberapa kali menghirup minyak kayu putih yang ditetes ke atas kertas tisu, nyatanya hal tersebut masih tak membuahkan hasil. Yang ada, kepala Laura mulai terasa pening dan tubuhnya sedikit kedinginan.

Sialnya, Laura lupa tidak membawa jaket ke sekolah!

"Eh, lo udah nyampe duluan ternyata? Baru mau gue telepon." Isma yang baru masuk sampai batas pintu menyahut. Wajahnya berbinar lalu berganti bingung saat menyadari raut wajah Laura yang tidak sesemangat biasanya.

"Lo kenapa, Ra? Hidung lo merah gitu. Muka lo juga, pucet amat. Lo sakit?" Isma menempelkan punggung tangannya pada dahi Laura. Hangat, dan Isma yakin jika Laura memang tengah dalam keadaan kurang sehat.

"Mau gue anter ke UKS?"

"Makasih buat perhatiannya! Tapi gue nggak pa-pa, kok. Cuman meler. Nanti juga udahan." Kata Laura, lalu tersenyum lebar.

"Yakin?" Laura mengangguk. "Lo udah minum obat?" Laura sempat terdiam, lalu kembali mengangguk. Terdengar helaan napas panjang dari mulut Isma disertai anggukkan paham. "Ya udah. Tapi nanti kalo makin parah, lo kasih tahu gue, ya!"

"Siap! Tenang aja, aman pokoknya."

"Oke, deh. Gue mau ke meja, belum ngerjain PR, hehe! Lo udah ngerjain PR, Ra?"

"Yeeh, pake nanya lagi! Udahlah, Laura gituloh!" Laura mengibaskan rambut panjangnya yang tergerai dengan anggun.

Raut wajah Isma tampak berbinar. "Pinjemin gue bentar, dong! Pleaseee! Sebagai gantinya, gue akan membuat si Gama semakin klepek-klepek sama lo!"

Laura berdecih. "Emang lo punya ide gimana supaya tuh kanebo kering makin klepek-klepek sama gue?"

"Ada, lah, pokoknya! Udah, buruan, gue minjem,"

Laura mendengus seraya merotasikan bola matanya. "Just for today! Lain kali nggak gue kasih!" Laura menyerahkan buku PR-nya, namun langsung ditahan beberapa saat ketika Isma hendak mengambilnya.

"Oke! Janji, cuma hari ini!"

^^^To be continued...^^^

...Laura⬇️...

...Gama⬇️...

1
ademing_ati
seriusan ini end???
kok cuma gini....kelanjutannya gimana....blum juga si luna ngasih bukti yg gk2 sma gama...trs gama sma laura gimana,,,ma2nya gama juga lom ada endingnya thor...pdahal seru loch
Dianadiana Dianadiana
ceritanya ok. tp kok tak up lagi.
bulu jetek juki
luv it
itsLEY
bhahahhh/Facepalm/
itsLEY
senekat itu revian
bulu jetek juki
laura kpopers🤣😭
bulu jetek juki
kirain liora cmn pura-pura peduli. ternyata tulus
PuputMega Shelviana SuJanii
lagiii thor msh kurang
Mey Noona: besok update yaaa
total 1 replies
Mey Noona
iiihhh kok lama bgtttt msh review jugaaaa yaampuuunnnnnn/Sob/
Mey Noona
untuk eps 34 udh aku upload dari jam 10 malam kemarin ya guys untuk waktu terbit pukul 00.00. cmn smpai skrng msih review gatau knpa😭🙏
itsLEY
speacless😳
itsLEY
gilaa nih cowo🤣😭🙈
kucing leboy
boleh ngelunjak gak sih tambah up nyaa 😂😂😂 abis baca tau² udah abis aja ni bab 😫😓 apa pelu di heja yah bacanya 🤭🤣
kucing leboy: 🤣🤣🤣🤣🤣 tau² nanti lupa apa yg di eja alur cerita nya😭
total 2 replies
kucing leboy
ya ampun si gama nekat amat mana motornya di taruh di sembarang tempat... kena gerebeg terus nikah nyokapnya bisa² ngapa².n laura🤦‍♀️
Mey Noona: harus dijitak dulu palanya keknya🤣🙏
total 1 replies
Ghania-chan
nih cowo makin berbahaya gasiiii😭🤧
Mey Noona: meresahkannn🤣
total 1 replies
Ghania-chan
tayo dong huhuu ㅠㅠ
itsLEY
rezekinya s abang🤣
itsLEY
bicit kau bajingannnn
bulu jetek juki
soft boy/Drool/
Mey Noona: gama gtuloh/Chuckle/
total 1 replies
kucing leboy
ada yg suka sama si laura mungkin atau mantannya si laura dateng nemuin si laura 😂🤭
Mey Noona: hmmm boleh juga nih tebakannya🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!