NovelToon NovelToon
Kesatria Merah

Kesatria Merah

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Isekai / Reinkarnasi / Perperangan
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: PrinceArslan

Mati di medan perang modern, Alvaro sang prajurit pasukan khusus elit terlahir kembali di Aetheria—dunia yang dikuasai oleh sihir dan aura. Sialnya, ia terjebak dalam raga "Arya Denwick" Anak bangsawan 17 tahun berpenyakitan pewaris desa rawa miskin, yang baru saja didorong ke jurang kematian oleh Musuh yg tidak diketahui.
Tanpa "sistem" ajaib layaknya kisah pahlawan lain, Arya menolak takdir pecundangnya. Memadukan pernapasan yang ia ketahui di militer untuk memanipulasi energi aura dan mematikannya seni pedang dari Bumi, ia merakit ulang tubuh rusaknya.
dan menjadi penguasa sejati di kerajaan bahkan dunia tersebut!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PrinceArslan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2: Regresi di Tubuh Lemah

Dingin yang menusuk tulang adalah hal pertama yang ia rasakan.

Bukan dinginnya lantai beton markas atau hembusan angin malam, melainkan sensasi basah lumpur pekat yang meresap menembus pakaian. Alvaro terkesiap, memuntahkan air keruh yang berbau busuk dari tenggorokannya. Ia berusaha meraup udara, namun paru-parunya terasa terlalu sempit dan lemah untuk menarik napas panjang.

Perlahan, kelopak matanya terbuka paksa. Alih-alih langit abu-abu penuh debu mesiu, pandangannya disambut oleh kanopi daun raksasa yang rimbun dan sulur-sulur merambat yang menghalangi cahaya matahari. Bau kotoran rawa, lumut basah, dan darah anyir menyengat penciumannya.

Insting bertahannya langsung mengambil alih. Ia mencoba menopang tubuhnya untuk bangkit, bersiap mencari pijakan yang aman dan mengamati sekitar. Namun, saat telapak tangannya menekan permukaan lumpur, lengan itu bergetar hebat sebelum akhirnya ambruk kembali.

Alvaro menatap kedua belah tangannya dengan sorot mata tak percaya. Itu bukan tangan kokoh yang dipenuhi kapalan akibat mencengkeram senapan atau pedang selama bertahun-tahun. Lengan di hadapannya kini pucat, kurus, tanpa definisi otot yang jelas. Ia menyentuh dadanya yang basah—tulangnya terasa menonjol di balik kulit yang tipis.

Ini bukan tubuh seorang prajurit. Ini adalah tubuh seorang remaja berpenyakitan.

Sebelum otaknya mampu memproses kejanggalan tersebut, rasa sakit yang luar biasa meledak di kepalanya. Migrain parah menyerang secara tiba-tiba, seolah tengkoraknya sedang dibelah paksa dari dalam.

Alvaro mengerang keras, memegangi kepalanya yang berdenyut hebat. Bersamaan dengan rasa sakit itu, rentetan memori asing yang bukan miliknya mengalir masuk dan menanamkan diri di dalam otaknya. Gambar, nama, wajah, dan emosi berkelebat dengan sangat cepat, memaksa kesadarannya untuk menerima kenyataan baru.

Arya Denwick.

Nama itu terngiang, menggema, dan akhirnya menetap, menyatu dengan kesadarannya. Usianya tujuh belas tahun. Ia adalah anak tunggal dari keluarga Denwick.

Napasnya tersengal-sengal saat kepingan ingatan itu mulai membentuk sebuah pemahaman yang utuh. Kematian konyol akibat drone itu benar-benar mengakhiri hidupnya sebagai Alvaro sang veteran. Namun, jiwanya kini merasuk dan mengambil alih raga Arya Denwick yang baru saja meregang nyawa di dasar rawa ini.

Ia memejamkan mata, membiarkan ingatan sang pemilik raga asli tersusun di kepalanya.

Ingatan pertama yang muncul adalah sosok pria paruh baya dengan rahang tegas dan tatapan mata yang selalu sedingin es. Aran Denwick. Ayahnya. Dalam ingatan pemuda ini, sang Baron adalah figur ayah yang acuh tak acuh, jarang bersuara, dan selalu menatap putranya dengan sorot kekecewaan. Aran adalah seorang mantan ksatria dengan kebanggaan masa lalu, dan memiliki anak tunggal yang tubuhnya terlalu ringkih untuk sekadar mengangkat pedang kayu adalah pukulan telak bagi kehormatan keluarga.

Lalu, memori bergeser pada sosok yang sama sekali bertolak belakang. Lisa Denwick. Ibunya. Seorang wanita berwajah lembut yang senyumannya selalu menenangkan. Berbeda dengan suaminya, Lisa selalu menjadi pelindung utama Arya. Wanita itu sering membelai rambutnya saat ia terbaring demam berhari-hari, membisikkan kata-kata penenang, dan menatapnya dengan kekhawatiran yang tulus. Menyadari besarnya kasih sayang sang ibu adalah satu-satunya alasan mengapa Arya yang asli masih memiliki keinginan kuat untuk membuktikan diri.

Alvaro—tidak, mulai detik ini ia adalah Arya—membuka matanya perlahan. Migrain di kepalanya mulai mereda, menyisakan denyutan ritmis dari pelipisnya yang berdarah.

Kenyataan baru ini perlahan diterima oleh akal sehatnya. Ia tidak lagi berada di dunia modern. Ia berada di sebuah dunia asing, dan ironisnya, di dunia ini ia justru mendapatkan tubuh anak pecundang yang nyaris tak berdaya.

Arya memaksakan diri untuk duduk tegak, mengabaikan rasa perih di sekujur persendiannya. Ia menatap aliran sungai keruh di hadapannya, melihat pantulan wajah pucat yang dipenuhi noda darah dan lumpur. Mata di pantulan air itu tidak lagi memancarkan keputusasaan khas seorang remaja yang menyerah pada nasib. Mata itu kini setajam silet.

"Keluarga bangsawan buangan, ekspektasi yang hancur, dan tubuh cacat," gumam Arya dengan suara serak, ujung bibirnya tertarik membentuk senyum miring. "Titik awal yang sangat buruk."

Ia tidak akan mengeluh. Di matanya, tubuh yang lemah hanyalah senjata berkarat yang belum dipoles. Membentuk ulang stamina dan otot raga ini hanyalah perkara waktu, disiplin, dan menahan rasa sakit.

Namun, sebelum ia memikirkan hal itu, pikirannya menangkap sebuah kejanggalan dalam ingatan terakhir tubuh ini. Rasa perih di kepalanya kembali berdenyut saat ia mencoba mengingat kejadian beberapa menit yang lalu. Arya memicingkan matanya, mendongak menatap tebing curam yang menjulang gelap di atasnya.

Ia mencoba mengingat dengan cermat bagaimana ia bisa berakhir di dasar rawa kematian ini.

1
adiba fafa
/Drool/
adiba fafa
mana nih duel sama max
palupi
semangat thor👍🥰
palupi
semakin seru...👍🥰
palupi
❤️
palupi: suka banget. tp gk bisa baca lebih dari 1 cerita, bikin bingung pahaminya. ttp semangat ya...💪👍
total 2 replies
palupi
semakin seru 👍
palupi
👍
palupi
langsung tertarik ceritanya 🥰
👍
PrinceArslan: terima kasih 👍
total 1 replies
marsabat hindom
sangat bagus
PrinceArslan: terima kasih 🙏
total 1 replies
Sung Jin Woo
bagus
Akagami Shanks
suka cerita yg seperti ini 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!