NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Pewaris Amazon

Reinkarnasi Pewaris Amazon

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cintapertama / Mengubah Takdir
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: To Raja

Jingga membuka mata, kembali ke masa sebelum tragedi besar menimpa keluarga Amazon.

Kali ini, tidak ada lagi gadis lugu yang mudah dimanfaatkan, matanya penuh dendam dan kebencian.

Hanya ada satu hal, Balas Dendam!

Mari kila mulai permainannya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon To Raja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

5. Dingin

Jingga tertidur lelap di pondok kecil milik Farhan sampai akhirnya ketika ia terbangun, ternyata hari sudah sore dan di atas meja sudah tersedia makanan untuknya.

Di samping makanan itu juga ada baju Jingga yang telah dilipat dengan rapi membuat pipi Jingga sedikit merona membayangkan pria itu mencucikan semua pakaian untuknya.

Jingga lalu melihat sebuah catatan yang ditinggalkan Farhan di sana.

"Makanlah, aku akan kembali sebentar lagi," tulis Farhan di pesan itu.

Jingga menatap ke arah jendela, suara hujan dan badai di luar sana membuat Jingga menghela nafas, sepertinya hujan hari ini sangat lebat dan mungkin sampai malam.

Rasa cemas muncul di hati Jingga memikirkan Farhan yang belum kembali, tetapi dia tidak punya kemampuan untuk memberi bantuan apapun pada Farhan selain membuat dirinya tidak merepotkan pria itu.

Jingga kemudian menikmati sup hangat di atas meja, jantungnya berdebar memikirkan orang yang telah membuat sup hangat itu, begitu baik dan perhatian, tampan dan punya tubuh yang bagus, benar-benar sebuah mahakarya tanpa celah.

Sementara di tempat lain, saat itu 3 orang yang meninggalkan kemah kini berada di dalam sebuah gua kecil sambil berpelukan satu sama lain.

"Sepertinya hujannya tidak akan berhenti, bagaimana kalau kita pelan-pelan turun? Itu jauh lebih baik daripada berlindung di sini, air di dalam gua ini juga mulai naik, takutnya nanti airnya semakin tinggi," kata Brian sambil menatap dasar gua yang mulai terendam air.

"Tapi bagaimana kalau kalian berdua sampai sakit karena menerobos hujan lebat begini?" kata Tasya penuh rasa khawatir.

"Jangan khawatirkan kami, kaulah yang perlu dikhawatirkan. Kau itu sangat lemah, gampang sakit," ucap Arga memeluk erat tubuh Tasya.

"Kalian sangat memedulikanku, padahal biasanya aku hanya merepotkan kalian saja," ucap Tasya dengan air mata menggenang dipelupuk matanya.

"Jangan berkata begitu, kau adalah wanita kami, tentu saja kami akan melindungimu," ucap Bryan menyeka air mata Jingga yang sudah tumpah membasahi pipinya.

"Aku sangat beruntung," kata Tasya dengan senyuman terukir di bibirnya.

"Kita harus pergi sekarang, pakailah jaket kami supaya kau tidak kedinginan," ucap Arga segera melepaskan jaketnya dan memakaikannya pada Tasya.

Bryan juga melepas jaketnya dan menggunakannya untuk menutupi kepala Tasya.

Tasya berusaha menolak, ia menggelengkan kepalanya sambil berkata, "aku tidak mungkin menerima ini, kalian berdua--"

"Jangan banyak protes, kalau kau sakit, siapa yang akan menghangatkan ranjang kami?" kata Brian sambil mengedipkan sebelah matanya membuat pipi Tasya memerah.

"Jangan goda dia terus," ucap Arga segera mengangkat Tasya ke gendongannya.

"Tasya kita sangat manis, digoda sedikit saja pipinya sudah merah seperti tomat, tidak seperti perempuan lain yang sok suci tapi dibaliknya merencanakan banyak kejahatan," kata Bryan sambil menggertakkan giginya dengan kesal.

Tasya tersenyum mendengar ucapan Brian itu, 'setelah ini, aku yakin tidak ada lagi tempat untuk Jingga. Aku akan menyingkirkan perempuan itu dan menggantikannya menjadi penerus keluarga Amazon,' pikir Tasya dalam hati.

Mereka pun menerobos hujan, kembali ke tempat perkemahan, tetapi setelah menahan dinginnya cuaca dan tiba di perkemahan, ketiganya sangat terkejut mendapati tempat perkemahan itu telah kosong, tenda dan peralatan kemping mereka, semuanya telah menghilang, mobil van yang sebelumnya ada di sana hanya meninggalkan jejak ban.

"Apa yang terjadi? Di mana semua barang-barang kita?" ucap Bryan terkejut.

"Apa jangan-jangan Kak Jingga.." Tasya menggantung ucapannya, ia menggigit bibir bawahnya seolah-olah dia sudah salah berbicara.

"Siapa lagi pelakunya kalau bukan dia? Dasar perempuan gila itu, aku akan memberinya pelajaran saat kita tiba di rumah!" geram Bryan mengeluarkan ponselnya, tetapi saat itu sinyal telah terganggu karena hujan badai yang melanda tempat itu sehingga tidak ada jaringan untuk menelepon.

"Sial! tidak ada jaringan," gerutu Bryan meramas rambutnya yang sudah basah kuyup.

"Kalau begitu tidak ada yang bisa kita lakukan, ayo mencari tempat lain untuk berteduh sampai hujannya reda," kata Arga segera berjalan meninggalkan perkemahan itu untuk mencari tempat lain yang bisa melindungi mereka sementara dari dinginnya hujan.

Mereka berjalan selama 10 menit sampai akhirnya menemukan sebuah pondok kayu yang tampak memiliki penghuni karena lampu di dalamnya menyala.

"Akhirnya kita menemukan sebuah pondok, setidaknya bisa berteduh di sana," Tasya merasa sangat senang, dari tadi dia sudah menggigil kedinginan sehingga melihat cahaya yang tampak hangat itu, dia berharap bisa berteduh di sana dan menghangatkan diri.

Ketiganya dengan semangat mendekati pondok kayu tersebut.

Sementara dari balik jendela, wajah Jingga berubah dingin saat melihat kedatangan tiga orang itu.

'Mereka pasti baru pulang berjalan-jalan dan mendapati perkemahan sudah dibereskan, di tengah hujan badai begini mereka datang kemari untuk berteduh? Jangan harap aku membukakan pintu untuk mereka! Semalam saja mereka membiarkanku tidur di tenda yang bocor dan tergenang air, jadi ini adalah balasan yang setimpal untuk kalian bertiga!' pikir Jingga dalam hati merasa puas melihat wajah ketiga orang itu sudah memucat, bahkan warna biru sudah mulai muncul di bibir Tasya yang gemetar.

Tok tok tok.

Bryan mengetuk pintu pondok kayu itu dengan tangannya yang telah keriput karena terlalu lama basah.

Sementara di dalam, Jingga duduk di kursi kayu sembari menatap ke arah pintu dengan senyuman puasnya, 'meskipun kalian bersujud dihadapan pintu, aku tidak akan pernah membukanya!'

"Ada orang di dalam? Tolong biarkan kami berteduh sebentar," kata Bryan.

Ketiga orang itu menunggu jawaban beberapa saat lamanya sampai akhirnya mereka saling berpandangan karena tidak mendapat jawaban.

Bryan kembali mengulurkan tangannya, mengetuk 3 kali sambil berkata, "kami mohon tolonglah kami jika ada orang di dalam."

Jingga duduk dengan wajah dinginnya menatap pintu, 'tolong katamu? Jangan mimpi!'

"Apa mungkin tidak ada orang di dalam?" ucap Tasya dengan suara gemetar.

"Itu tidak mungkin, pintu ini dikunci dari dalam dan cahaya hangat dari dalam juga menunjukkan ada seseorang di dalam," ucap Bryan.

"Kalau begitu mungkin dia tidak mau membuka pintu untuk kita," kata Tasya sambil menghela nafas.

"Tolong buka pintunya, aku akan membayarmu berapapun, beri kami tempat berteduh sementara hanya sampai hujan ini reda saja," Arga berbicara dengan harapan orang di dalam akan berbaik hati pada mereka.

"Siapa kalian?!" Suara dari belakang membuat ketiga orang itu serentak berbalik dan melihat seorang pemuda yang memakai mantel hujan berdiri dengan seekor hewan buruan di tangannya, kelinci kecil yang terluka di kaki.

Kedatangan Farhan langsung membuat ketiganya melihat harapan.

1
Allea
ahhh berarti si jingga ini awalnya bodoh y thor 😁
Soraya
hadir thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!