NovelToon NovelToon
KAMU SELINGKUH, KAMU BANGKRUT

KAMU SELINGKUH, KAMU BANGKRUT

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Balas Dendam / Wanita Karir
Popularitas:26.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Anindya Maheswari, menikah dengan Raditya Wicaksono tanpa restu dari orang tua Radit karena Anindya hanya seorang yatim piatu dan besar di panti asuhan.

Cinta tulus dari Radit membuat Anindya bertahan, berjuang bersama, banting tulang, memeras otak dan keringat. Memulai segalanya dari nol hingga akhirnya sukses.

Namun, siapa sangka setelah sukses Radit malah berkhianat? Menjalin hubungan dengan gadis yang lebih muda, memiliki seorang anak, dan bahkan selingkuhan itu sedang hamil lagi.

Membawa amarahnya yang membara, Anindya bertekad mengembalikan Radit dan keluarga nya ke keadaan semula.

“Kamu lupa satu hal. Jika aku bisa membuatmu sukses, aku juga bisa membuatnu hancur!”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23

.

Mobil mewah yang dikendarai Raditya melaju kencang hingga akhirnya berhenti tepat di halaman parkir depan Hotel Grand Sapphire. Bangunan megah itu berdiri gagah memancarkan kemewahan yang luar biasa.

Raditya segera turun dari mobil dengan langkah tergesa. Tanpa peduli pada valet yang menyapa, ia langsung berjalan cepat, bahkan setengah berlari menuju pintu utama hotel.

Sesampainya di meja resepsionis, ia langsung mencondongkan tubuhnya ke arah petugas wanita yang sedang bertugas.

"Selamat siang, Tuan. Ada yang bisa kami bantu?" sapa resepsionis itu dengan ramah namun tetap profesional.

"Aku cari istriku! Anindya Wicaksono! Dia menginap di sini kan? Berikan aku nomor kamarnya sekarang juga!" desak Raditya dengan nada tinggi dan tidak sabar.

Wajah resepsionis itu sedikit berubah. "Maaf sekali, Tuan. Informasi mengenai tamu hotel adalah privasi yang kami jaga. Kami tidak bisa sembarangan memberikan data kamar kepada sembarang orang."

"Aku bukan sembarang orang!" bentak Raditya pelan namun penuh penekanan. Dengan kasar ia mengambil kartu identitas dan meletakkan dengan kasar di meja tepat di depan wajah resepsionis.

“Ini kartu identitasku!” teriak nya marah. “Aku adalah pengusaha besar di negeri ini, apa kau tidak tahu?!” teriaknya lagi lalu mengeluarkan ponselnya dan beruntungnya masih ada foto pernikahan tersimpan di galerinya.

Dengan kesal Radit menunjukkan foto itu tepat di depan wajah resepsionis. "Lihat ini! Ini foto pernikahan kami, dan Aku punya hak untuk tahu di mana keberadaan istriku! Sekarang cari datanya!"

Melihat bukti dan aura intimidasi dari Raditya, resepsionis itu akhirnya menunduk takut. "Baik, Tuan... mohon tunggu sebentar,” ucapnya terbata-bata.

Dengan tangan sedikit gemetar, wanita itu mulai mengetikkan nama yang disebut oleh Radit di komputernya. Raditya menunggu dengan napas memburu, siap meluncur begitu nomor kamar didapat.

"Baik, Tuan. Nama Anindya Wicaksono terdaftar menginap di kamar..."

Belum sempat kalimat itu selesai terucap, pandangan Raditya yang sedang mengelilingi lobi tertuju pada sebuah lorong mewah di sisi kanan. Kedua mata pria itu seketika terbelalak lebar. Napasnya seakan tertahan di tenggorokan.

Di sana, tidak jauh dari jarak pandangnya, terlihat sosok wanita yang sangat ia kenal. Anindya. Wanita itu tampak begitu anggun mengenakan dress elegan, wajahnya berseri dan terlihat jauh lebih bahagia dibanding saat berada di rumah bersamanya.

Namun, bukan itu yang membuat darah Raditya seakan mendidih dan amarahnya meledak. Melainkan karena Anindya tidak seorang diri.

Raditya melihat strinya berjalan berdampingan dengan seorang pria yang sangat tampan, wajahnya tegas namun berkarisma, mengenakan setelan kasual yang rapi. Pria itu bahkan terlihat tertawa lepas sambil sesekali menatap Anindya dengan pandangan yang sangat akrab dan penuh perhatian. Bahkan, tangan pria itu sesekali mengacak rambut Anindya dengan sangat santai.

Raditya menggeram menahan amarah yang hampir meledak. Nalurinya sebagai suami yang merasa memiliki, ditambah dengan rasa cemburu buta, langsung mengambil alih akal sehatnya.

Lupa akan masalah pajak, lupa akan perusahaan yang hampir bangkrut, dan lupa akan tujuan utamanya datang ke sana. Yang ada di kepalanya saat ini hanyalah rasa sakit dan marah melihat istrinya tertawa bahagia bersama pria lain di tempat mewah seperti ini!

"Anindyaaaaa!!" teriak Raditya dengan suara menggelegar memecah keheningan lobi hotet mewah itu.

Anindya yang sedang berjalan bersama dengan Adrian, terkejut mendengar suara menggelegar menyebut namanya. Wanita itu sontak menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah sumber suara, dan terkejut melihat keberadaan Raditya yang tampaknya sedang marah.

Namun, sedetik kemudian keterkejutan itu lenyap. Dengan santainya wanita itu melingkarkan tangan pada lengan asrian dan melangkah mendekat ke arah Raditya dengan wajahnya yang datar.

"Kamu ada di sini?" tanya Anindya, tanpa basa-basi, tanpa senyum, dan tanpa rasa hormat.

Raditya menatap tajam wajah istrinya lalu beralih pada tangan wanita itu yang bergelayut manja pada lengan pria lain. Nafasnya memburu menahan amarah melihat pemandangan di depannya.

"Aku yang seharusnya bertanya!" bentak Raditya yang tak lagi bisa menahan emosi saat melihat pria di samping Anindya tersenyum miring padanya. "Apa yang kamu lakukan di sini?! Dan siapa dia?! Apa ini alasanmu tidak pulang ke rumah? Apa kamu sadar kamu ini adalah wanita bersuami?!"

Anindya hanya mendengus pelan, lalu perlahan menoleh ke arah pria di sampingnya, menatapnya dengan tatapan lembut sebelum kembali menatap Raditya.

“Memangnya kenapa kalau aku bersama pria lain? Sekarang ini jaman emansipasi. Kalau kamu bisa memilikiku wanita lain di luar, aku juga bisa!”

Bukan hanya Raditya yang terkejut mendengar kata-kata Anindya, tapi Adrian juga.

“Kamu… ?!” Raditya menunjuk wajah Anindya dengan ujung jarinya. Gigi-gigi geraham nya saling beradu menahan amarah. Ia sama sekali tak lagi bisa mengenali istrinya. Ke mana perginya Anindya yang penurut dulu?

“Tapi sayangnya aku bukan manusia bejat seperti kamu!” lanjut Anindya sinis.

Entah kenapa Radit merasa lega mendengar ucapan itu, meskipun dia juga ingin marah karena secara langsung Anindya menyebut dirinya bejat.

“Lalu siapa dia? Kenapa kamu tinggal bersamanya di hotel?” Raditya menatap ke arah Adrian dengan pandangan menelisik. Wajahnya memang tampan, tapi penampilan nya? Hanya celana panjang dan kaos casual yang sangat sederhana. Namun, Raditya tahu persis apa yang dipakai pria itu adalah barang mahal.

"Dia?" tanya Anindya sambil menoleh ke arrah Adrian. "Dia Kak Rian. Kakak yang dulu pernah aku ceritakan padamu saat di panti asuhan.”

“Kak Rian?” Raditya seketika dia teringat foto masa remaja Anindya yang sampai saat ini masih ada di album keluarga mereka.

“Tidak mungkin itu dia,” bantah Radit menolak percaya. “Cowok yang ada di foto kamu itu hitam dan dekil, sedangkan dia…?”

Raditya menatap ke arah Adrian dengan mata menyipit, memperhatikan dari ujung kaki hingga ujung kepala. Pria itu berdiri dengan dua tangan tersimpan di saku celana, wajahnya tenang dan berwibawa. Dan yang membuat Radit tidak percaya, pria itu sangat tampan. Kulitnya putih bersih. Dan auranya terlihat seperti… BOS BESAR.

Apa benar dia kakaknya? Atau ini hanya akal-akalan Anindya untuk menutupi hubungan terlarang mereka?

“Terserah kalau kamu tidak percaya. Aku juga tidak butuh kamu percaya. Gak penting juga,” ucap Anin cuek.

“Ayo, Kak. Kita pergi!” ucap Anin sambil kembali melingkarkan tangan di lengan Adrian. Berlalu bahkan sambil mengibaskan rambut panjangnya.

Raditya terkesiap. Bukan seperti ini yang dia mau. Bukankah seharusnya Anindya merasa bersalah dan minta maaf, lalu dia bisa menggunakan kesempatan itu untuk menekan istrinya? Apa jangan-jangan pria ini benar-benar kakaknya?

Peduli setan! Yang penting bicara soal pajak dulu. Terserah perkara Anin selingkuh, dia bisa mengusut belakangan.

“Tunggu!” Raditya pura-pura mengalah. “Maaf, saya tidak mengenali Kakak sebelumnya,” ucap Raditya. “Perkenalkan, saya Raditya, suami Anindya.”

Tangan Raditya terulur namun tidak disambut oleh Adrian. Pria itu hanya menatap dengan wajah datar dan senyum sinis.

“Setelah kamu menyakiti adikku, apa kamu pikir aku sudi bersentuhan dengan mu? Najis!” ucap Adrian kejam.

Wajah Raditya memerah. Apa Anindya menceritakan masalah rumah tangga mereka pada pria ini?

"Saya tahu saya salah. Tapi saat ini situasi sedang darurat.” Raditya tak mau berbasa-basi. Dia langsung beralih ke arah Anindya. “Sayang perusahaan sedang ada masalah. Tolong bantu aku sekali lagi, oke?”

Anindya melepaskan pelukannya dari lengan kakaknya, lalu menatap Raditya dengan tatapan meremehkan. “ Kamu hanya mencariku saat butuh bantuan. Apa kamu masih laki-laki?”

1
Noey Aprilia
Hhhhmmmm.....
apa lgi yg lbih mnyedihkn slain nsibnya s pcundang....udh pd tngkat dewa bkln dpt tender,taunya zonk...😛😛😛....
smntra anin,dia udh bngkit plus dpt dkungn dr bnyak orng yg pduli sm dia....ga sbr nunggu s pcundang hncur.....
aku
jgn gugatan nin, akte cerai nya ja. nnti di lama2 sm si asuuuuu rdit 😌😌
Putrii Marfuah
raditya, otakmu kosong, tanpa anis kamu bukan siapa siapa, begitu aja berani selingkuh. ke laut aja jadi rumah ikan,masih bisa bermanfaat.
Putrii Marfuah
smart
Aditya hp/ bunda Lia
hebat sekali rencana mu Anin gak sabar nunggu saat itu tiba ... yakin si Radit bakal ditinggalin sama selingkuhannya kalo udah tau bangkrut
Rahma Inayah
semoga SDH ketok palu baru Anin launcing perushaan barunya takut nya klu blm ketok palu Radit nuntut harta Gono gini walau dia tau klu saldo Anin kosong pas dia cek tp nnt di hasut SM pelakor dan Mak Lampir emaknya .luluh tu si Radit koar2 dia tp pas ktm anin kicep SPT tikus kecebur di air .
Oma Gavin
good job Anin 👍
Dwi Setyaningrum
ya sblm lounching perusahaan baru palu dok dr pengadilan agama sah secara resmi telah bercerei dan ditrima dg baik agar nti ga ada gugatan harta Gono gini trmsk perusahaan baru itu..
Lican
yeee CPT Sofia lahiran biar kalian sekeluarga dapat kejutan dari Anin, aj sebentar LG Anin cerai dan bebas ad Rian yg setia menunggu mu anin
Ilfa Yarni
asyeeeek aku suka cara anin bls dendam selamat ya nin km hampir sukses menghancurkan radit tinggal satu langkah lg ga sabar nunggu radit benar2 hancur dan kembali ke stelan awal yaitu miskin
mariammarife
detik² itu kunantikan pasti seru dech liat si Radit kejang kejang
Zhafran Althaf
good girl😍😍
Lee Mba Young
bagus cerai dulu br party kemenangan.
Rahma Inayah
td koar koar mampu tnp Anin nyata nya mana ada perushaan yg percaya PD mu Radit SDH GK BS bisnis public speaking pun jellek GK nyambung tiap kli memberikan masukan. siap2 menuju kebangkrtn mu tnp Anin BS apa km ..nyata nya apa yg km hrs kn TDK sesuai keningnmu Anin ttp bersinar walau tnp mu tnp air mata sbntr LG dia aka membangun perushaan sendri dan menertawakan kebangkrtn mu
Rahma Inayah
definisi org sok kepedean yaa macam si Radit SDH pasti tender besar akan di raih nya nyata nya GK sesuai harapan
Sulastri Oke86
lanjut mama makin seru ceritanya
Soraya
lanjut
vj'z tri
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Aditya hp/ bunda Lia
mantep 👍👍👍
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
mesaake gangguan ini y orang🤭 kerja keras seorang diri..br d tggl mangkir Anin kntor carut marut🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!