NovelToon NovelToon
KAMU SELINGKUH, KAMU BANGKRUT

KAMU SELINGKUH, KAMU BANGKRUT

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Cinta Lansia / Identitas Tersembunyi
Popularitas:613.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Anindya Maheswari, menikah dengan Raditya Wicaksono tanpa restu dari orang tua Radit karena Anindya hanya seorang yatim piatu dan besar di panti asuhan.

Cinta tulus dari Radit membuat Anindya bertahan, berjuang bersama, banting tulang, memeras otak dan keringat. Memulai segalanya dari nol hingga akhirnya sukses.

Namun, siapa sangka setelah sukses Radit malah berkhianat? Menjalin hubungan dengan gadis yang lebih muda, memiliki seorang anak, dan bahkan selingkuhan itu sedang hamil lagi.

Membawa amarahnya yang membara, Anindya bertekad mengembalikan Radit dan keluarga nya ke keadaan semula.

“Kamu lupa satu hal. Jika aku bisa membuatmu sukses, aku juga bisa membuatnu hancur!”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23

.

Mobil mewah yang dikendarai Raditya melaju kencang hingga akhirnya berhenti tepat di halaman parkir depan Hotel Grand Sapphire. Bangunan megah itu berdiri gagah memancarkan kemewahan yang luar biasa.

Raditya segera turun dari mobil dengan langkah tergesa. Tanpa peduli pada valet yang menyapa, ia langsung berjalan cepat, bahkan setengah berlari menuju pintu utama hotel.

Sesampainya di meja resepsionis, ia langsung mencondongkan tubuhnya ke arah petugas wanita yang sedang bertugas.

"Selamat siang, Tuan. Ada yang bisa kami bantu?" sapa resepsionis itu dengan ramah namun tetap profesional.

"Aku cari istriku! Anindya Wicaksono! Dia menginap di sini kan? Berikan aku nomor kamarnya sekarang juga!" desak Raditya dengan nada tinggi dan tidak sabar.

Wajah resepsionis itu sedikit berubah. "Maaf sekali, Tuan. Informasi mengenai tamu hotel adalah privasi yang kami jaga. Kami tidak bisa sembarangan memberikan data kamar kepada sembarang orang."

"Aku bukan sembarang orang!" bentak Raditya pelan namun penuh penekanan. Dengan kasar ia mengambil kartu identitas dan meletakkan dengan kasar di meja tepat di depan wajah resepsionis.

“Ini kartu identitasku!” teriak nya marah. “Aku adalah pengusaha besar di negeri ini, apa kau tidak tahu?!” teriaknya lagi lalu mengeluarkan ponselnya dan beruntungnya masih ada foto pernikahan tersimpan di galerinya.

Dengan kesal Radit menunjukkan foto itu tepat di depan wajah resepsionis. "Lihat ini! Ini foto pernikahan kami, dan Aku punya hak untuk tahu di mana keberadaan istriku! Sekarang cari datanya!"

Melihat bukti dan aura intimidasi dari Raditya, resepsionis itu akhirnya menunduk takut. "Baik, Tuan... mohon tunggu sebentar,” ucapnya terbata-bata.

Dengan tangan sedikit gemetar, wanita itu mulai mengetikkan nama yang disebut oleh Radit di komputernya. Raditya menunggu dengan napas memburu, siap meluncur begitu nomor kamar didapat.

"Baik, Tuan. Nama Anindya Wicaksono terdaftar menginap di kamar..."

Belum sempat kalimat itu selesai terucap, pandangan Raditya yang sedang mengelilingi lobi tertuju pada sebuah lorong mewah di sisi kanan. Kedua mata pria itu seketika terbelalak lebar. Napasnya seakan tertahan di tenggorokan.

Di sana, tidak jauh dari jarak pandangnya, terlihat sosok wanita yang sangat ia kenal. Anindya. Wanita itu tampak begitu anggun mengenakan dress elegan, wajahnya berseri dan terlihat jauh lebih bahagia dibanding saat berada di rumah bersamanya.

Namun, bukan itu yang membuat darah Raditya seakan mendidih dan amarahnya meledak. Melainkan karena Anindya tidak seorang diri.

Raditya melihat strinya berjalan berdampingan dengan seorang pria yang sangat tampan, wajahnya tegas namun berkarisma, mengenakan setelan kasual yang rapi. Pria itu bahkan terlihat tertawa lepas sambil sesekali menatap Anindya dengan pandangan yang sangat akrab dan penuh perhatian. Bahkan, tangan pria itu sesekali mengacak rambut Anindya dengan sangat santai.

Raditya menggeram menahan amarah yang hampir meledak. Nalurinya sebagai suami yang merasa memiliki, ditambah dengan rasa cemburu buta, langsung mengambil alih akal sehatnya.

Lupa akan masalah pajak, lupa akan perusahaan yang hampir bangkrut, dan lupa akan tujuan utamanya datang ke sana. Yang ada di kepalanya saat ini hanyalah rasa sakit dan marah melihat istrinya tertawa bahagia bersama pria lain di tempat mewah seperti ini!

"Anindyaaaaa!!" teriak Raditya dengan suara menggelegar memecah keheningan lobi hotet mewah itu.

Anindya yang sedang berjalan bersama dengan Adrian, terkejut mendengar suara menggelegar menyebut namanya. Wanita itu sontak menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah sumber suara, dan terkejut melihat keberadaan Raditya yang tampaknya sedang marah.

Namun, sedetik kemudian keterkejutan itu lenyap. Dengan santainya wanita itu melingkarkan tangan pada lengan asrian dan melangkah mendekat ke arah Raditya dengan wajahnya yang datar.

"Kamu ada di sini?" tanya Anindya, tanpa basa-basi, tanpa senyum, dan tanpa rasa hormat.

Raditya menatap tajam wajah istrinya lalu beralih pada tangan wanita itu yang bergelayut manja pada lengan pria lain. Nafasnya memburu menahan amarah melihat pemandangan di depannya.

"Aku yang seharusnya bertanya!" bentak Raditya yang tak lagi bisa menahan emosi saat melihat pria di samping Anindya tersenyum miring padanya. "Apa yang kamu lakukan di sini?! Dan siapa dia?! Apa ini alasanmu tidak pulang ke rumah? Apa kamu sadar kamu ini adalah wanita bersuami?!"

Anindya hanya mendengus pelan, lalu perlahan menoleh ke arah pria di sampingnya, menatapnya dengan tatapan lembut sebelum kembali menatap Raditya.

“Memangnya kenapa kalau aku bersama pria lain? Sekarang ini jaman emansipasi. Kalau kamu bisa memilikiku wanita lain di luar, aku juga bisa!”

Bukan hanya Raditya yang terkejut mendengar kata-kata Anindya, tapi Adrian juga.

“Kamu… ?!” Raditya menunjuk wajah Anindya dengan ujung jarinya. Gigi-gigi geraham nya saling beradu menahan amarah. Ia sama sekali tak lagi bisa mengenali istrinya. Ke mana perginya Anindya yang penurut dulu?

“Tapi sayangnya aku bukan manusia bejat seperti kamu!” lanjut Anindya sinis.

Entah kenapa Radit merasa lega mendengar ucapan itu, meskipun dia juga ingin marah karena secara langsung Anindya menyebut dirinya bejat.

“Lalu siapa dia? Kenapa kamu tinggal bersamanya di hotel?” Raditya menatap ke arah Adrian dengan pandangan menelisik. Wajahnya memang tampan, tapi penampilan nya? Hanya celana panjang dan kaos casual yang sangat sederhana. Namun, Raditya tahu persis apa yang dipakai pria itu adalah barang mahal.

"Dia?" tanya Anindya sambil menoleh ke arrah Adrian. "Dia Kak Rian. Kakak yang dulu pernah aku ceritakan padamu saat di panti asuhan.”

“Kak Rian?” Raditya seketika dia teringat foto masa remaja Anindya yang sampai saat ini masih ada di album keluarga mereka.

“Tidak mungkin itu dia,” bantah Radit menolak percaya. “Cowok yang ada di foto kamu itu hitam dan dekil, sedangkan dia…?”

Raditya menatap ke arah Adrian dengan mata menyipit, memperhatikan dari ujung kaki hingga ujung kepala. Pria itu berdiri dengan dua tangan tersimpan di saku celana, wajahnya tenang dan berwibawa. Dan yang membuat Radit tidak percaya, pria itu sangat tampan. Kulitnya putih bersih. Dan auranya terlihat seperti… BOS BESAR.

Apa benar dia kakaknya? Atau ini hanya akal-akalan Anindya untuk menutupi hubungan terlarang mereka?

“Terserah kalau kamu tidak percaya. Aku juga tidak butuh kamu percaya. Gak penting juga,” ucap Anin cuek.

“Ayo, Kak. Kita pergi!” ucap Anin sambil kembali melingkarkan tangan di lengan Adrian. Berlalu bahkan sambil mengibaskan rambut panjangnya.

Raditya terkesiap. Bukan seperti ini yang dia mau. Bukankah seharusnya Anindya merasa bersalah dan minta maaf, lalu dia bisa menggunakan kesempatan itu untuk menekan istrinya? Apa jangan-jangan pria ini benar-benar kakaknya?

Peduli setan! Yang penting bicara soal pajak dulu. Terserah perkara Anin selingkuh, dia bisa mengusut belakangan.

“Tunggu!” Raditya pura-pura mengalah. “Maaf, saya tidak mengenali Kakak sebelumnya,” ucap Raditya. “Perkenalkan, saya Raditya, suami Anindya.”

Tangan Raditya terulur namun tidak disambut oleh Adrian. Pria itu hanya menatap dengan wajah datar dan senyum sinis.

“Setelah kamu menyakiti adikku, apa kamu pikir aku sudi bersentuhan dengan mu? Najis!” ucap Adrian kejam.

Wajah Raditya memerah. Apa Anindya menceritakan masalah rumah tangga mereka pada pria ini?

"Saya tahu saya salah. Tapi saat ini situasi sedang darurat.” Raditya tak mau berbasa-basi. Dia langsung beralih ke arah Anindya. “Sayang perusahaan sedang ada masalah. Tolong bantu aku sekali lagi, oke?”

Anindya melepaskan pelukannya dari lengan kakaknya, lalu menatap Raditya dengan tatapan meremehkan. “ Kamu hanya mencariku saat butuh bantuan. Apa kamu masih laki-laki?”

1
Dwi Setyaningrum
Oalah pak tua kalau sdh tua itu jgn nimbun harta kekayaan harusnya nimbun pahala org mati hartanya ga dibawa aja Lo 🤭🤪
Noey Aprilia
See....bru smalam,tp udh kcau balau...
bru tau kn gmna bsarnya pngaruh s'orng adrian????
slmt mnikmti kkacauan....😛😛😛
Muft Smoker
mantaap kn tuan besaaar ,, skraaang baru sadar kn ,, Selama ni justruu anda yg menikmati byak hasil dariii kerja keras Adrian ,, meski tu perusahaan anda tp yg mmbuat ny menjadi besar dn berpengaruh sypa????
Adrian tentu ny ,,
Ilfa Yarni
mampoooos kau tuan atmaja mknya jd orang tua jgn dok berkuasa sementara kekayaan yg kau miliki hasil kerja keras dan otak dr Adrian setelah Adrian pergi kau kalang kabut sendiri dgn kekacauan perusahaan yg kau dirikan sementara urat nadi perusahaan kau adalah Adrian gmn msh mempertahankan ego dan kemauan anda tuan
Oma Gavin
good adrian jgn sampai ketemu dulu sampai kamu sudah menikah sah dgn anindya dan mata atmaja melek dan melihat sendiri siapa keluarga banneth
Eka Haslinda
ternyata kakek Atmaja hanya seorang senior yg gak bisa apa2 🤣🤣
vj'z tri
jangan kan Adrian ,semut pun kan marah bila terlaluuuuuuu sakit beginiiii ...rela rela sungguh akuuuuu relaaaaa asekkkkk 🤭🤭🤭kaus ORA KOE aki aki modal nama ajj belagu nama lu jadi tenar juga gegara Adrian 🤧🤧🤧🤧
Muft Smoker: yaaaa si kk malah dungdat an ,,
💃💃💃💃💃💃
total 1 replies
Rini
kapok 🤣🤣
Rahma Inayah
,.mkanya pak admaja JD orng jgn songong di atas langit Mash ada langit demi ego mu km membiarkan Adrian pergi yg km kira GK BS hidup tnp harta mu nyata nya km yg GK BS hidup tnp harta mu br sehari Adrian pergi SDH kacau balau bahkan hrga saham SDH anjlok
Noey Aprilia
Adrian ga jd anknya yg onoh jg msih bs hdp ko,mngkn aja kn dia pnya prshaan lain....biar aja mreka mnyesal...
Rahma Inayah
lanjut Thor
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
rendra siapa lagi?
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
candra ini?
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: astaga 😭😭🙈🙈
total 1 replies
Ilfa Yarni
ayo kenea bongkar kebusukan Thomas Bennet dan bagaimana perangau anknya yg dijodohkan dgn Adrian itu kpd tuan atmaja
Rahma Inayah
terlalu ego dan dia pikir Adrian akan kmbli mengemis utk kemewahan yg dlm ni berthahta di dr Adrian km slh besar tuan atmaja
Yesi alifianti
apa kabar kalung yg di temukan..harusnya kalungnya yg JD bukti
Sulfia Nuriawati
udah hbs hutang Adrian d byrbtunai, gila aja ngangkat anak cm utk jd mesin uang jd hlng ms kanak² nya mending d panti aja
dewi rofiqoh
Kamu kehilangan sesuatu yang sangat berharga tuan atmaja!
Susilawati
ikut senang dan bahagia, akhirnya Adrian resmi melamar Anin, tinggal selangkah lagi menuju halal.
Rahma Inayah
good Adrian skak matt km tuan admaja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!