Yurinika tak mengira akan di labrak oleh selingkuhan suaminya. bukan hanya sekali tapi berkali-kali selingkuhannya itu datang dan melabrak dia. memintanya meninggalkan sang Suami Abimana. pria bingung itu justru tak mau meninggalkan keduanya.
hingga akhirnya Yuri benar-benar kecewa kepada Abimana dan saat tahu Sandra adalah anak dari atasannya di kantor membuat Yuri memiliki ide untuk memanfaatkannya.
apa yang akan di lakukan Yuri atas rasa kecewa yang dia dapat dari suami yang sudah dia bersamai dari titik nol sampai mereka menikah dua tahun? ikuti terus ceritanya.
dan jangan lupa baca karya othor lainnya dengan mencari nama pena Yam_zhie.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Yurinika 18
"Nah, kan Mas bilang juga apa, Dek? Suami kamu ini punya banyak cadangan," ucap Abimana sombong seraya mengangkat dua kantong plastik besar berisi bahan makanan mahal.
"Nggak usah pusing-pusing mikirin keuangan rumah tangga lagi ya."
Yuri memasang raut wajah polos penuh kekaguman yang amat meyakinkan, meski di dalam hatinya badai kecurigaan bergemuruh hebat.
"Wah... Mas hebat banget," puji Yuri dengan suara lembut, berjalan berdampingan menuju area parkir.
"Tapi, Mas... aku baru pertama kali lihat kartu debit warna silver yang tadi. Itu kartu dari bank mana, Mas? Bukannya rekening gaji kamu di bank lain ya?"
Langkah Abimana sempat tersandung kecil. Wajahnya menegang sekilas sebelum akhirnya ia tertawa canggung untuk menutupi kepanikannya.
"Oh... itu?" sahut Abimana cepat, mengalihkan pandangannya ke arah mobil.
"Itu... rekening khusus komisi proyek kantor, Dek. Mas emang sengaja bikin terpisah dari rekening gaji utama biar nggak kecampur-campur buat tabungan masa depan kita."
Yuri menyunggingkan senyum tipis seraya mengangguk-angguk patuh. Bohong, batin Yuri tajam. Itu pasti kartu ATM fasilitas kantor atas nama Sandra, atau rekening bersama milik Sandra yang diserahkan ke Abimana untuk megang operasional gundiknya.
Saat Abimana sibuk memasukkan barang belanjaan ke dalam bagasi mobil dengan napas terengah-engah, Yuri melangkah agak menjauh ke sisi mobil. Ia menarik ponsel dari saku celananya, membuka kamera secara diam-diam, lalu menyambar satu foto Abimana yang sedang bersusah payah merapikan kantong-kantong belanjaan itu.
Dengan jemari yang menari cepat di atas layar, Yuri mengirimkan foto tersebut ke nomor Sandra, disertai pesan beracun yang mengunci napas sang mistress:
[Yuri]: Makasih ya Sandra... Mas Abi manis banget malam ini. Dia borong belanjaan dapur dua juta delapan ratus ribu di supermarket mahal, terus bayar pakai kartu debit perak platinum barunya.
[Yuri]: Katanya itu uang 'bonus proyek' buat manja-manjain aku. Kamu lagi apa malam ini? Masih sibuk ketakutan mikirin cara transfer uang satu miliar buat aku?
Centang dua biru.
Hanya butuh hitungan detik hingga balasan beruntun dari Sandra membanjiri layar ponsel Yuri, penuh ketakutan dan emosi meluap-luar biasa:
[Sandra]: YURINIKA BANGSAT!! JANGAN SENTUH KARTU ITU! ITU KARTU OPERASIONAL AKU YANG DIA PINJAM!
[Sandra]: KURANG AJAR KAMU ABIMANA!! KAMU PAKAI UANG AKU BUAT BELANJA SAMA PELAKOR?!
[Sandra]: Yuri, tolong jangan sebar video itu! Aku janji akan segera mendapatkan uang satu miliar itu bakal cair penuh ke rekening kamu!
Yuri menyunggingkan senyum miring paling dingin di balik bayangan remang parkiran. Ia menghapus riwayat pesan tersebut, lalu menyelipkan ponselnya kembali ke dalam saku dengan tenang.
"Dek! Ayo naik, malah melamun di situ!" panggil Abimana dari balik kemudi, membukakan pintu untuk istri sahnya.
"Iya, Mas... ini aku datang," sahut Yuri manis, melangkah masuk ke dalam mobil.
Perangkap telah tertutup rapat. Abimana merasa memegang kendali dengan uang selingkuhannya, sementara Sandra terbakar cemburu dan terancam hancur. Esok hari akan menjadi panggung eksekusi terakhir tempat Yuri meratakan mereka berdua tanpa sisa.
Sesampainya di rumah, Abimana langsung merebahkan diri di atas sofa ruang tengah dengan napas lega, merasa dirinya adalah pria paling cerdas di dunia karena berhasil mengelabui Yuri menggunakan kartu debit pemberian Sandra. Kelelahan membuat pria itu tertidur pulas dalam hitungan menit.
Sementara itu, Yuri melangkah ke dapur untuk merapikan belanjaan mahal yang baru saja dibeli. Setelah kulkas terisi penuh, sebuah ide cemerlang yang jauh lebih kejam melintas di benak Yuri. Ia ingin memberikan pukulan telak yang membuat Sandra histeris hingga tidak bisa tidur semalaman.
Yuri berjalan pelan kembali ke kamar mereka, lalu ikut berbaring di sebelah Abimana. Ia sengaja mendekatkan tubuhnya ke sisi suaminya, merapat seolah-olah mereka tidur dalam pelukan yang hangat, lalu menyalakan kamera ponselnya.
Cekrek!
Foto dengan sudut yang sangat jelas berhasil diambil. Yuri tampak berbaring di sebelah Abimana, sementara lengan pria itu melingkar di tubuh Yuri yang bersandar manja, meskipun kenyataannya Abimana tertidur lelap tanpa sadar karena kelelahan. Tapi papaun itu toh mereka adalah suami istri dan hal itu sudah biasa. Bahkan lebih dari itu juga sudah sering. Hanya saja bagi Yuri, setelah tahu Abimana selingkih, rasanya enggan sekali melayani suaminya itu.
Tanpa membuang waktu, Yuri membuka aplikasi pesan dan mengirimkan foto tersebut langsung ke nomor Sandra, diikuti dengan kalimat penusuk yang luar biasa telak:
[Yuri]: Lihat baik-baik, Sandra. Meskipun kartu debit itu milik kamu, suamiku tetap memilih pulang ke pelukan istri sahnya. Dia meluk aku erat banget sepanjang malam. Selamat tidur, ya.
Tidak sampai tiga detik setelah foto itu terkirim, ponsel Yuri bergetar bagai kesurupan. Panggilan masuk berturut-turut dari Sandra langsung membanjiri layarnya, disusul rentetan pesan penuh histeris dan amarah yang meluap-luap:
[Sandra]: YURINIKA BANGSAT!! JANGAN KETERLALUAN YA! BERANI-BERANINYA KAMU KIRIM FOTO ITU KE AKU!
[Sandra]: ANGKAT TELEPON AKU! ABIMANA! JAHAT BANGET KALIAN BERDUA!
Yuri membaca rentetan pesan panik itu dengan senyum miring yang luar biasa sinis. Ia tidak sedikit pun merasa iba. Jari-jarinya dengan tenang mengetik balasan pamungkas:
[Yuri]: Terlambat, Sandra. Dia sudah telanjur nyaman di sini. Dan sepertinya keinginan kamu untuk merebut Abimana dariku hanya angan saja. Karena istri sah adalah pemenangnya, Sandra. Kamu cuma selingan saja!
Setelah mengirim pesan penutup itu, Yuri langsung mematikan ponselnya agar wanita itu tersiksa dalam keputusasaan sepanjang malam.
"Astaga! Selingkuhan suamiku ada gila-gilanya juga! Lagian apa yang ada dalam otak mungil kamu itu, Abimana? Kalau kamu memang tak lagi mau menjadi suamiku, kenapa kamu malah selingkuh sama nenek lampir seperti itu? Rendahan banget selera kamu! Aku akan tarik doa-doa baik aku untuk suami durjanah seperti kamu! Semoga dosa aku kamu yang tanggung!"
Arumi menatap Abimana yang sangat lelap dalam tidurnya. Tak mengira pria yang dia bersamai dari tak punya apa-apa ternyata mengkhianati dan menyakiti dia sedalam ini. Tak ada air mata yang keluar, yang ada adalah niatan bulat dari seorang Yurinika. Setidaknya melepaskan pria bajingan bergelar suami di hadapannya itu membuat dia memiliki tabungan masa depan untuk membangun hidupnya yang baru.
"Untungnya nenek lampir itu sedikit bo-doh! Ambil saja suami sampah ini... Aku tukar sampah dengan uang satu miliar..."
km udh gx bisa keluar dr cengkraman nenek lampir berkedok malaikat mu😏
knp km nekat ,, gila gilaan bersama nenek lampir ,, gila gilaan ,, gila gilaan ,,
lama2 km jd gila beneran Abimana😏😏😏