NovelToon NovelToon
Diam-diam Mencintai Mantan Suami

Diam-diam Mencintai Mantan Suami

Status: tamat
Genre:Duda / Tamat
Popularitas:247k
Nilai: 4.6
Nama Author: Hasna_Ramarta

Dipertemukan secara tidak sengaja dengan mantan suaminya yang dulu pernah disia-siakan lewat anaknya yang ditolong karena masuk got.

Lalu apa yang akan terjadi setelah tragedi masuk got itu? Akankah ada cinta di hati kedua mantan itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasna_Ramarta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15 Kedatangan Raka ke Rumah Mantan Mertuanya

     "Assalamualaikum." Suara salam itu masih terdengar, Pak Maryana yang berada di dalam kamar Marisa segera keluar dan menuruni tangga untuk menuju ruang tamu. Kebetulan di ruang tamu sudah ada istrinya Bu Mariam yang baru saja akan membukakan pintu.

     Dari arah kamarnya Marisa seperti mengenal suara itu. Namun dia kembali fokus memikirkan lagi dompetnya yang sampai kini belum ketahuan rimbanya.

     "Waalaikumsalam," jawab Bu Mariam membuka pintu rumahnya lebar-lebar, sepersekian detik Bu Mariam mendadak melongo tidak percaya setelah dia melihat siapa orang yang bertamu ke rumahnya siang bolong begini.

     "Nak Rakaaa," kejutnya ternganga seolah tidak percaya. Wajar saja, sebab sudah hampir lima tahun, Bu Mariam tidak pernah lagi bertemu dengan mantan menantunya yang dulu sangat dia sayangi. Rasa bersalah itu kini merekah lagi, kesalahan yang dibuat Marisa kembali menganga di hati Bu Mariam, dia merasa berdosa pada Raka karena ulah Marisa.

     "Ma~masuk, Nak Raka." Bu Mariam mempersilahkan Raka masuk dengan gugup dan tentunya rasa penasaran yang besar di dalam hatinya. Raka duduk dengan mata yang beredar ke seluruh ruangan.

     "Bapak, kemana? Sepi?" Raka bertanya sembari masih melihat ke sekitar dalam rumah, dia belum menemukan sosok mantan mertua laki-lakinya.

     "Bapak ada di dalam, ada perlu sama Bapak?"

     "Ah, tidak sih, Bu. Tapi karena saya terlanjur kesini, sekalian saya ingin bertemu Bapak silaturahmi," ujarnya memberi alasan.

     Tidak lama dari itu Pak Maryana muncul, dengan wajah yang penuh tanya, beliau menghampiri Raka dn menyalami anak muda yang pernah menjadi menantunya itu lima tahun yang lalu.

     "Nak Raka," serunya seraya merubah panggilan yang dulu disematkan pada Raka, dari Mas menjadi Nak, sama seperti yang dilakukan Bu Mariam. Pak Maryana menyalami Raka yang sudah siap menyambut tangan mantan mertuanya itu. Memang sejak dulu Raka sudah mempunyai attitude yang baik, sampai kini pun Raka masih dinilai memiliki attitude itu, padahal mereka sudah lama baru dipertemukan kembali hari ini.

     "Bapak, sehat?" tanyanya sembari duduk kembali.

     "Alhamdulillah Nak Raka, seperti inilah. Sejak pensiun, Bapak lebih sering menghabiskan waktu di rumah bersama Ibu dan anak-anak." Pak Maryana menceritakan dirinya yang sudah pensiun tanpa diminta.

     "Wahhh, Bapak sudah pensiun juga, ya. Enak dong Pak, bia sering-sering bersama keluarga," balas Raka diiringi senyum.

     "Bagaimana, kabar kedua orang tua Nak Raka, Papa dan Mama Nak Raka, juga Nak Rani, mereka sehat?"

     "Alhamdulillah, Pak. Kami sekeluarga dalam lindungan Allah Subhanahuwata'ala, tidak kurang satu apapun," jawab Raka seraya matanya bergulir ke arah dalam. Pak Maryana menyadari gelagat Raka, dia menduga Raka sedang mencari keberadaan Marisa anaknya. Sementara Bu Mariam bangkit dan permisi ke belakang untuk mengambil minuman.

     "Emm, apakah Nak Raka sendirian atau dengan istrinya? Sepertinya anak Nak Raka sudah balita, ya, sudah pintar kayaknya?" tanya Pak Maryana, seperti yang ia tahu, kabar terakhir yang didengarnya Raka sudah menikah lagi setelah setahun berpisah dari Marisa anaknya.

     "Anak saya tidak saya ajak, kebetulan tadi ada Neneknya ke rumah. Lalu istri saya, kebetulan sudah almarhum, beliau sakit leukimia. Tiga tahun yang lalu istri saya meninggalkan kami saat usia anak saya dua tahun," jelas Raka yang sontak wajahnya tergambar kesedihan yang mendalam. Pak Maryana merasa bersalah telah mengingatkan istrinya yang telah meninggal sehingga Raka sedih.

     "Maaf, Nak Raka, saya minta maaf. Saya tidak tahu kalau istri Nak Raka sudah meninggal. Saya turut berduka, semoga Nak Raka dan anaknya Nak Raka selalu diberi ketabahan," doa Pak Maryana tulus dengan rasa bersalah yang tergambar.

     "Tidak apa-apa, Pak. Itu memang bagian dari cerita dan kisah hidup saya yang tentunya tidak akan lepas dari hidup saya," balas Raka semakin membuat Pak Maryana tidak enak hati. Pak Raka merasa tertampar dan tersindir dengan ucapan Raka barusan, bahwasanya cerita masa lalu dengan Marisa juga tentunya akan menjadi cerita dan kisah hidup Raka yang tidak akan lepas darinya, padahal Raka tidak membahasnya.

      "I~iya, Nak Raka. Tentang masa lalu itu, kami sekali lagi minta maaf jika Nak Raka teringat kembali.kami sungguh sangat menyesal," ujar Pak Maryana tiba-tiba.

     "Silahkan Nak Raka, minumannya. Tidak ada kue-muehnya yang aneh. Hanya air ala kadarnya," ucap Bu Mariam merendah seraya meletakkan dua cangkir berisi teh panas rendah gula dan sepiring kue bolu masih hangat. Sepertinya Bu Mariam memang sejak tadi sedang membuat olahan kue, sebab Bu Mariam memang menerima pesanan kue dari mana-mana.

     "Terimakasih, Bu. tidak usah repot-repot, ini sudah lebih dari cukup. Dan kue bolu ini sepertinya masih panas, Ibu tahu saja kalau saya sangat suka kue bolu buatan Ibu ini, selalu enak, legit, dan mantap, serta tidak bantat," puji Raka apa adanya. Memang dulu selama menjadi menantunya, Raka menyukai kue bolu buatan Bu Mariam yang masih panas.

     "Silahkan dicicip, jika Nak Raka suka. Kami tidak ada yang lebih bagus yang bisa disuguhkan buat Nak Raka." Lagi-lagi Bu Mariam merendah. Raka tersenyum seraya tanpa ragu dia meraih satu potong kue bolu buatan Bu Mariam yang masih panas.

     "Em, sebelumnya kami minta maaf jika kehadiran Nak Raka ke gubuk kami sedikit membuat kami bertanya-tanya. Selain kami bahagia karena bisa bertatap muka kembali dengan Nak Raka, kami juga merasa penasaran," ungkap Pak Maryana akhirnya dia bisa mengungkapkan pertanyaan dalam dadanya.

     "Iya, Pak. Justru saya kesini selain silaturahmi, yang paling pokok adalah saya mau mengembalikan dompet anak Bapak, Marisa. Yang kemarin tertinggal di Kasir hotel. Kebetulan saat liburan kemarin tanpa sengaja kami nginap di hotel yang sama, dan saat Marisa mau membayar sesuatu di Kasir, dompetnya sepertinya ketinggalan. Saat itu mau saya kejar, tapi travelnya sudah jauh dan tidak bisa saya kejar." Sambil mengeluarkan dompet kuning Marisa dari dalam tasnya.

     "Marisanya ada?" tanya Raka akhirnya menanyakan orang yang empunya dompet. Pak Maryana tiba-tiba tersenyum bahagia melihat dompet Marisa ada di tangan Raka, sejak pagi dompet itulah pemicu Marisa uring-uringan.

     "Alhamdulillah, rupanya dompet Marisa ditemukan Nak Raka. Dari sejak pagi anak saya uring-uringan mencari dompetnya yang raib entah kemana, rupanya dia sendiri yang teledor dan ketinggalan di sana. Kami sangat berterimakasih pada Nak Raka, karena sudah sudi mengantar dompet anak saya kesini," ucap Pak Maryana berterimakasih sambil meraih dompet warna kuning milik Marisa yang disodorkan Raka.

     "Sama-sama, Pak. Lalu Marisanya ada?" ulangnya kembali menanyakan Marisa. Mendengar itu, Bu Mariam segera beringsut berpamitan sejenak lalu menaiki tangga dengan maksud akan memberitahu Marisa. Saat itu Marisa masih mengubek tas kopernya mencari dompetnya yang hilang.

"Teh Risa, ada yang mencarimu," berita Bu Mariam membuat Marisa berdiri dan merasa heran.

****

1
Ririn Nursisminingsih
udah djhina, dicaci kok masih berthan tinggali. ajalah risa pusing bacanya
Ririn Nursisminingsih
minggat ke hotel ke marissa ini kok bodiingggg
Ririn Nursisminingsih
dasar raka dodol kmu laki2 kok ndak jelas bikin kesel
tak gibengae
Ririn Nursisminingsih
ayo digetok rame2 kepalae raka biar otaknya konek
Ririn Nursisminingsih
mulutmu raka klau ngomong
Ririn Nursisminingsih
ya allah risa kasian a bacanya pingin nangis marisa udah berubah raka jg kejam kmu
ayu cantik
suka
Nasir: Mksh byk Kak...
total 1 replies
Muna Junaidi
😍😍😍
Suyatno Galih
ini gak kebalik apa ya dlm poin syarat permintaan, yg mt pernikahan anak siapa???? yg di ksh syarat siapa. wahhh bapak sianak mabok kecubung
ay Susie
piye tow kihhh ,,, dr awal p bab ini kok gitu trs sikap si gandul nie
Atip Suryana
sebesar apapun rasa dendam mu kepada Marisa tapi lebih besar lagi rasa cintamu kepada nya rakaa
Atip Suryana
mampir MBK hasnaa
Nasir: Wahhh trmksh byk Kak, smg suka.
total 1 replies
Nur Hidayah
udah gedhe hukumnya diranjang bikin adiknya cila tp dohalalkan dulu ya
Nur Hidayah
klu dl gagal sekarang bs gol gak ya
Nasir: Lanjut Kka...
total 1 replies
Mustarika
mf kk thor, wa tau sms kk
Nasir: SMS Kak...
total 1 replies
RithaMartinE
luar biasa
RithaMartinE
ku tampolll juga niich mulutnya c'raka 😡
Nasir: Hehhehehe... kesel ya Kak...
total 1 replies
RithaMartinE
sabar ea , Marisa 🤗
Vitriani
Lumayan
Nasir: Makasih byk....
total 1 replies
Indriani Kartini
Ah baru baca novel ini mengapa mata ini ga berhenti menangis sedih bngt, Pi suka dengan ceritanya
Nasir: Makasih Kak...
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!