Niat datang menghadiri acara pernikahan,dirinya harus berakhir menjadi Pengantin pengganti mempelai pria.Yang dimana Pria itu sangatlah dingin dan takdir membuat dirinya menjadi seorang istrinya.
Apakah semua berakhir dengan bahagia atau perpisahan mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ArsyaNendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18
"Pelan-pelan,." Leo mencoba membantu Karina memegang segelas.Setelah itu Karina kembali duduk dengan tangannya memegang wajahnya.
"Sakit."ucap lirih Karina yang tidak sengaja memegang pipinya.
"Jangan disentuh." Leo menahan tangan Karina.
"Bukannya aku di gudang dan wanita itu..."
"Jangan pikirkan wanita itu lagi,dia sudah mendapatkan akibatnya." Leo merasa kesal membicarakan wanita itu lagi.
"Wanita itu adalah..."
"Aku tahu siapa wanita itu,berhenti bertanya tentang wanita itu." Ucap Leo yang terdengar begitu marah.
Karina terdiam dan tahu betul jika Leo pasti mengetahui itu semuanya.Leo tiba-tiba memegang tangan Karina.
"Maafkan aku ,yang tak bisa melindungimu." Perkataan maaf yang langsung keluar dari bibir Leo.
Karina tertegun mendengar ucapan Leo,"Jika sedari awal aku mengetahui kejadian itu akan terjadi tak mungkin aku akan meninggalkanmu." Rasa bersalah makin Leo rasakan dan sekali lagi Karina tertegun.
"Semua sudah terlanjur terjadi,mau bagaimana lagi." Jawab Karina yang masih menahan sakit diwajahnya.
"Apa masih sakit?" Tanya Leo yang mulai khawatir.
"Iya sedikit." Jawab Karina sembari memegang bekas memar diwajahnya.
"Jangan terus dipegang,lebih baik istirahat." Leo duduk disofa dengan tablet yang sudah ada di tangannya.
Karina tiduran kembali, setelah badannya mulai terasa tidak nyaman.Karina tertidur kembali dengan tenang dan Leo terus mengawasinya dari dekat.
"Sudah waktunya aku memberikan pelajaran untuk wanita itu,jangan harap lagi ada kata ampun." Batin Leo yang dikuasi emosi karena ulah wanita itu lagi.
Keesokkan harinya
Karina perlahan-lahan membuka kedua matanya,pandangannya tertuju pada Leo yang saat itu duduk di sofa dengan laptop dan beberapa kertas yang sudah ada disampingnya.
"Pagi"Sapa Leo pada Karina yang pandangannya masih fokus dengan laptopnya.
Karina mencoba bangun dari tidurnya, tiba-tiba saja pintu terbuka.
"Selamat pagi Tuan, Nyonya." Sapa Bibi Ria yang datang membawa nampan berisikan makanan dan minuman.
Setelah Makanan itu diletakkan dimeja samping tempat tidur,Leo segera meletakan laptop di sofa dan segera mengambil makanan untuk Karina.
"Sekarang waktunya sarapan." Leo duduk disamping Karina dan membuat Karina terdiam.
"Aku bisa makan sendiri."
"Jangan protes,lebih baik diam dan makan." Terpaksa Karina menuruti apa perintah Leo dan benar saja ini pertama kalinya dirinya disuap oleh Leo.Jarang-jarang dia melakukan itu padanya.
"Mana sendoknya,aku bisa makan sendiri." Karina langsung merebut sendok itu,tapi sayangnya sendok itu kembali di tarik oleh Leo.
"Aku bilang diam!" Seketika Karina pasrah, setelah selesai makan Karina pergi ke kamar mencuci muka.
Karina terus memandangi wajahnya,"Kenapa wajahku memar begini,cantikku jadi hilang." Gumam Karina yang terus melihat bekas tamparan tepat di wajahnya.
"Gara-gara dia wajahku seperti ini."Karina merasa kesal sendiri saat mengingat wanita itu.
Karina pun keluar dari kamar mandi, tiba-tiba saja dikamarnya ada Luxy yang langsung menghampiri dirinya.
"Karina." Luxy lari mendekati Karina.
"Ya ampun Rin,wajahmu kenapa memar begini." Luxy begitu kaget dengan luka memar di wajah Karina.
"Entah sial apa yang aku dapatkan." Jawab. Karina yang langsung duduk di tempat tidur,ia sempat melirik kearah dekat jendela yang dimana di sofa itu sudah tidak ada keberadaan Leo.
"Kata Om-ku kamu begini karena ulah wanita itu lagi."
"Maksudmu?"
"Siapa lagi jika bukan Berlin,mantan Om-ku." Jawab Luxy yang awalnya terkejut biang keroknya ternyata wanita itu.
"Apa dia sudah gila, setelah video dia tersebar berhubungan dengan seorang pria yang sudah memiliki istri.Kini dia malah menganggu kalian, tapi untung saja Om turun langsung menyelesaikan wanita itu,jika tidak wanita itu semakin menjadi lebih berani." Ucap Luxy yang tahu betul sifat wanita itu.
"Entahlah,aku tak pernah memiliki masalah dengan dia." Jawab Karina dengan santai.
"Bukan kamu yang bermasalah,tapi wanita itu yang berulah ingin merebut Om darimu." Jawab Luxy yang sekedar menjawab apa yang ia pikirkan.
"Aku tak mau pikir hal itu, yang terpenting aku baik-baik saja." Karina santai menanggapinya.
Di tempat lain
Leo berada di ruang kerjanya, disaat itu Leo bersama asistennya." Ini kamu bawa semuanya." Leo langsung memberikan beberapa lembar kertas pada asistennya.
"Sementara rapat di tunda besok, kamu beritahu mereka."Pesan Leo pada asistennya.
"Baik tuan." Jawab Rehan, yang langsung keluar dari ruangan itu.
Hari ini Leo lebih memilih bekerja dirumah,hanya karena alasan Karina itulah sebabnya dia lebih memilih bekerja dirumah.
Leo langsung keluar dari ruang kerjanya, tiba-tiba saja dari arah samping ada Luxy yang baru saja turun dari tangga.
"Ternyata Om ada disini." Leo langsung datang mendekati Luxy.
"Mantan Om benar-benar keterlaluan, sampai-sampai wajah Karina luka memar seperti itu." Ucap Luxy yang merasa kesal.
"Masalah wanita itu sudah Om selesaikan." Jawab Leo yang sudah menyelesaikan permasalahan dia dengan wanita itu.
"Baguslah kalau begitu." Jawab Luxy yang merasa puas dengan jawaban itu,apalagi Om-nya tak akan tinggal diam jika sudah menyangkut hal pribadi.
Luxy pun berpamitan untuk pulang,dan Leo kembali menemui Karina di kamarnya.
"Lho kenapa..."
"Apa?" Tanya Leo yang langsung duduk di sofa.
"Bukannya kamu harusnya berangkat ke kantor ,kenapa kamu tetap ada disini."Karina terlihat bingung dengan kehadiran Leo.
"Untuk hari aku akan bekerja dirumah." Mendengar jawaban itu,Karina terlihat kebingungan.
"Apa kerja di rumah?" Tanya Karina sekali lagi.
"Iya,aku akan bekerja di rumah sembari menjagamu." Sontak saja kedua mata Karina langsung melotot.
"Apa menjagaku,aku bukan anak kecil yang harus di jaga."protes Karina kenapa dia harus dijaga.
"Aku bilang diam,aku akan kerja di rumah sembari menunggumu." Mendengar jawaban itu ,Karina tak bisa berbuat apa-apa dan berakhir dirinya harus mengikuti perintah Leo.
... ******...
Malam hari,Suasana kamar jauh lebih hening.Karina berbaring di atas tempat tidur,sedangkan Leo ada disamping.Ia tidak tidur,melainkan bersandar pada dasboard ranjang.menatap langit-langit dengan tangan yang disilangkan dibelakang kepala.
"Wanita itu benar-benar mendapatkan hukumannya, kini aku tak perlu khawatir lagi." Batin Leo yang merasa pekerjaannya kini sudah selesai.
Karina diam-diam merasa seperti sedang diperhatikan,hingga Ia menoleh ke belakang.
"Kenapa belum tidur?" Tanya Karina yang merasa Leo belum tidur.
"Aku sedang berpikir." Jawab Leo.
"Berpikir apa?" Tanya Karina sambil mengernyitkan dahi.
Tangan Leo bergerak menyentuh pinggang Karina,"Akhirnya semua urusanku dengan wanita itu selesai juga." Karina terdiam mendengar jawaban itu.
"Apa kamu tidak menyesal?" Pertanyaan itu langsung membuat Leo tersenyum sinis.
"Untuk apa aku menyesali dengan apa yang aku lakukan.Dia layak mendapatkan itu." Jawab Leo dengan nada tegas,apa yang dia lakukan memang sudah benar.
apa dia Casanova huekkkk kasihan kau dapat suami posesif