NovelToon NovelToon
Penguasa Para Dewa

Penguasa Para Dewa

Status: tamat
Genre:Iblis / Kelahiran kembali menjadi kuat / Epik Petualangan / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:448.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Angin malam berhembus dingin, membawa aroma pinus yang tajam menyapu halaman belakang sekte pinggiran. Lin Chen duduk bersila di atas batu basal yang dingin, menarik napas panjang. Malam ini terasa berbeda. Setelah bertahun-tahun menderita dan dihina oleh sesama murid, ia akhirnya bangkit dan menyadari satu kebenaran mutlak yang selama ini tertidur di dalam darahnya: tubuhnya sama sekali bukanlah sampah. Meridian yang selama ini tersumbat perlahan mulai beresonansi, menandakan ia telah melangkah mantap di tahap awal kultivasi, yakni ranah Penempaan Tubuh.

Ia membuka mata perlahan. Tepat pada saat itu, dari kejauhan di bawah cahaya bulan purnama yang pucat, pandangannya tertuju pada sesosok gadis yang sedang berdiri di anjungan tebing.

Gadis itu adalah Su Qingyue. Untuk pertama kalinya, Lin Chen melihatnya dari jarak sejauh ini, tampak sangat dingin dan cantik tiada tara, seolah-olah ia bukanlah makhluk yang berasal dari dunia yang fana ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28: Janji Pengikat Jiwa

Kegelapan pekat menyelimuti gua sempit yang tertutup rapat oleh lempengan batu raksasa itu. Satu-satunya sumber cahaya berasal dari pendar biru tipis yang memancar dari pedang es Su Qingyue. Di luar dinding batu, suara lolongan dan cakar dari ratusan jiwa iblis terus menggores tanpa henti, menciptakan simfoni teror yang mengerikan.

Di dalam reruntuhan kuno inilah, takdir memaksa Lin Chen dan Su Qingyue untuk terperangkap bersama berhari-hari.

Energi Qi Qingyue belum sepenuhnya pulih akibat tekanan gravitasi ekstrem dan pengepungan Fraksi Harimau Ungu sebelumnya, sementara tubuh Lin Chen masih kelelahan setelah mengeksekusi Teknik Tinju Penghancur Bintang Purba secara maksimal. Untuk bertahan hidup di tengah hawa dingin dan keterbatasan, mereka harus menekan ego dan saling berbagi makanan.

Lin Chen merogoh cincin penyimpanannya dan mengeluarkan sepotong daging kering yang sudah mengeras. Ia memotongnya dengan susah payah menggunakan belati kecil, lalu menyerahkan bagian yang lebih besar kepada Qingyue.

Gadis yang biasanya tampak seperti dewi yang tak tersentuh debu duniawi itu menerimanya dalam diam. Ia menggigit daging kering yang keras itu secara perlahan. Tidak ada keluhan, tidak ada keangkuhan. Hanya ada tekad murni untuk terus bernapas.

"Tidurlah," ucap Lin Chen pelan, suaranya memecah keheningan gua. Ia duduk bersila di dekat celah batu yang mengarah ke luar. "Aku yang akan berjaga malam ini."

"Kau juga terluka, Lin Chen," balas Qingyue, menatap luka goresan di bahu pemuda itu.

Namun, Lin Chen hanya tersenyum tipis. Selama berhari-hari di dalam gua itu, mereka bergantian menahan letih untuk saling lindungi dari serangan jiwa iblis yang sesekali berhasil merembes masuk melalui celah bebatuan. Setiap kali ada kabut hitam kematian yang menyusup, tinju gajah purba Lin Chen dan sisa pedang es Qingyue akan menghancurkannya bersama-sama.

Pada malam ketiga, lolongan jiwa iblis di luar sana mulai mereda, seolah mereka menyerah untuk menembus lempengan batu raksasa tersebut.

Su Qingyue duduk di sebelah Lin Chen, menatap pendar pedangnya sendiri yang mulai meredup. Ia merogoh ke balik jubah putihnya dan mengeluarkan sebuah kalung dengan liontin kristal es yang sangat bening benda berharga yang selalu menjaga inti jiwanya tetap stabil.

Tanpa banyak bicara, Qingyue mengulurkan tangannya, mengalungkan kristal es itu ke leher Lin Chen. Sensasi dingin yang menenangkan langsung meresap ke dalam Lautan Kesadaran Lin Chen, menyapu bersih sisa-sisa kelelahan di Dantian-nya.

Lin Chen tertegun. Sebagai balasan, ia melepaskan sebuah kalung manik batu hitam miliknya artefak pelindung Dantian yang ia dapatkan dari perbendaharaan sekte pinggiran dan memakaikannya ke leher jenjang Qingyue. Di sana, di tengah keputusasaan Alam Rahasia, mereka bertukar kalung pengikat jiwa.

Mata jernih sedingin es milik Qingyue kini memancarkan kehangatan yang tak lagi bisa disembunyikannya. Ia menatap lurus ke dalam mata Lin Chen yang sekelam samudra.

Keduanya mengucap sumpah dalam keheningan dimensi purba itu, berjanji: "Selama satu masih bernapas, yang lain tidak akan dibiarkan sendirian.".

Sebuah janji sederhana yang kelak akan menjadi rantai karma terberat.

Di saat atmosfer di dalam gua itu dipenuhi oleh kehangatan dan janji suci, mereka sama sekali tidak menyadari ada sebuah anomali spasial kecil di sudut tergelap gua.

Dari balik distorsi ruang angkasa, Ming Yue datang diam-diam.

Gadis misterius berkerudung gelap itu tidak berniat menyerang atau mengganggu. Ia hanya duduk berjongkok di atas batu, menopang dagunya dengan satu tangan.

Dengan mata yang memancarkan pendar bintang kuno, Ming Yue malah asyik mencatat tingkah laku mereka berdua di buku catatan besarnya. Pena bulunya bergerak lincah menari di atas perkamen, mendokumentasikan bagaimana hukum alam tentang kematian dan penderitaan entah mengapa bisa dihentikan sementara oleh sesuatu yang fana bernama emosi manusia.

"Menarik," gumam Ming Yue tanpa suara. "Anomali takdir mulai tercipta."

1
Zent Akbar
alurnya ga valid bikin males baca masa kekasih ditingal sedangkan Mue dibawa dilindungi sekarang
Zent Akbar
thooort
Aan Smart
mantap
Ompong
mantap Thor lanjutkan
EKO BUDI PRASETYO
bodohnya Ndak kelar kelar...... cukkkkkk
EKO BUDI PRASETYO
MC ne sombong e eram, kultivasi rendah pengin e cm perang AE.... Ra masuk akal
EKO BUDI PRASETYO
keliatan goblok nya ini lama2, author yg cerdas dikit dong.... haiyahhh 🤣
EKO BUDI PRASETYO
helehhh, lagi lagi selamat dr ancaman bahaya bukan karena kemampuan, tp karna beruntung yg dibuat buat 🤣🤣🤣
EKO BUDI PRASETYO
masih lemah grusa grusu, sembuhin diri dulu, perkuat kultivasi.... keliatan penulisnya ceroboh, mau gaya gaya an dg siasat baru, ato pertolongan baru ... nulis itu yg nalar dan logis... JD enak di bacanya... kecuali jiplak karya lain dan merubah alur ato nama sedikit 😄
EKO BUDI PRASETYO
kakean gaya, terlalu ambisi tak punya kemampuan... apakah mengikuti karakter penulisnya 🤣
EKO BUDI PRASETYO
pelajari harta Karun mu, percuma nduwe harta Karun Ra naik kultivasi nya 🤣
EKO BUDI PRASETYO
kakean gaya kultivasi Ndak naik naik, musuh nya sj SDH jauh diatas kultivasi nya MC...
EKO BUDI PRASETYO
kapan meningkatkan kultivasi nya,
Aloy Winaryo
sadis
Kang Wit
bagus
Aloy Winaryo
warisan
Aloy Winaryo
cari
Carlo Bren
Mereka sudah pergi ketika undangan diberukan ke Lin Chen.. Bagaimana dia tahu itu? /Speechless/
Bakulgeblek
"mengendalikan" to ahhh...
nek memegang malah kek jongos kesannya 🤣🤣🤣🤣
Bakulgeblek
tetap masih untuk kepentingan kelompok /Whimper//Whimper//Whimper//Whimper/
kapan bisa berdiri netral utk kepentingan semua...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!