NovelToon NovelToon
My Crazy Wife

My Crazy Wife

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Aliansi Pernikahan / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:115.9k
Nilai: 5
Nama Author: Its Zahra CHAN Gacha

Berada ditengah-tengah konflik perebutan kekuasaan membuat Nina harus menjadi korban suaminya yang menikahinya untuk mendapatkan sebuah warisan perusahaan.

Hidup penuh dengan kepura-puraan membuat ia nyaris menjadi korban hingga hampir kehilangan nyawanya.

Mampukah Nina membalaskan dendam kepada suaminya setelah apa yang dilakukan kepadanya???.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Its Zahra CHAN Gacha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Sementara Mutia menjadi kepala Divisi Perbekalan, Khalif justru hanya diberikan posisi sebagai manajer biasa. Tentu saja hal itu membuat Dama benar-benar kesal dengan Mariyah.

"Kenapa nenek sihir itu harus kembali lagi," ucapnya

Wanita itu kemudian meneguk gelas minumannya.

Wanita itu begitu banyak minum hingga tak bisa bangun. Seorang bartender memberitahukan jika bar akan tutup dan memintanya segera pergi.

Bukannya pergi Dama malah memarahi pria itu bahkan memukulnya dengan botol minuman hingga kepalanya berdarah.

"Jangan sembarangan bicara ya, kau tidak tahu siapa aku!" bentaknya membuat para pengunjung lain menoleh kearahnya.

Seorang pria segera menghampiri Dama, "Cukup Nyonya, tolong jangan membuat keributan di sini, atau kami akan menyuruh sekuriti untuk mengusir anda,"

Dama Seketika mendorong pria itu hingga jatuh terhempas ke lantai.

"Dasar brengsek kau pikir siapa dirimu bisa mengusir ku. Yang ada aku yang akan mengusir dari dunia ini dan bila perlu aku juga bisa merobohkan tempat ini!" seru Dama tertawa terbahak-bahak

Saat beberapa orang sekuriti hendak menyentuhnya seorang pria membawanya pergi.

Dama meronta berusaha melepaskan diri darinya. Namun tenaganya tak cukup kuat untuk melawan pria itu.

"Berhentilah berulah jika kau masih ingin menjadi nyonya Handoko Wiraatmadja!" hardik pria itu saat Dama terus meronta-ronta.

Dama tersenyum kecut saat melihat Pria itu melepaskannya.

"Aish, dasar bajing*n beraninya kau menasihati ku, memangnya siapa dirimu!" celoteh Dama menunjuk-nunjuk wajah pria itu.

Lelaki itu kemudian menghentikan sebuh taksi dan menarik lengan Dama dan menyuruhnya masuk.

"Dasar brengsek beraninya kamu mendorong ku!" gerutu Dama terus menatap lekat wajah pri itu

"Tolong antarkan dia ke kediaman Wiraatmadja," ucap pria itu kemudian memberikan sejumlah uang kepada sang sopir taksi.

"Dimana itu??" tanya sang sopir

Pria itu segera mengambil ponsel sang sopir dan memberikan lokasi kediaman Wiraatmadja kepadanya

Tak lupa ia mengambil gambar sang sopir dan plat mobil tersebut.

"Aku sudah mengambil foto wajahmu dan plat mobilmu, sebagai jaminan agar kau tak berbuat macam-macam kepada temanku ini." ucap pria itu dan menutup pintu mobilnya

"Ok," jawab sang sopir taksi kemudian melaju pergi meninggalkan tempat itu.

...----------------...

*Gedung Hawi Corporation

Pagi itu Mutia terlihat begitu cantik dengan menggunakan blazer berwarna pastel dengan dres diatas lutut membuatnya tampak cantik dan elegan.

Ia sengaja datang lebih awal untuk memberikan kesan baik di hari pertamanya bekerja.

Gadis itu bahkan sengaja membawakan sarapan untuk Mariyah sebagai ungkapan rasa terimakasihnya karena wanita itu sudah mempercayai dirinya menjadi kepala Divisi Perbekalan perusahaan.

"Selamat pagi Nek," sapa Mutia saat memasuki ruang kerja Mariyah

"Pagi," jawab Mariyah membetulkan kacamatanya

Mutia kemudian meletakkan rantang yang dibawanya diatas meja kerja Mariyah.

"Hari ini aku sengaja membuatkan sarapan pagi untuk nenek. Aku yakin nenek pasti belum sarapan dari rumah, jadi jangan lupa di makan ya," ucap Mutia

"Kenapa repot-repot membuatkan sarapan buatku, lagipula aku hanya datang untuk menandatangani beberapa berkas saja. Karena sebenarnya yang bekerja itu bukan aku, tapi Broto." jawab Mariyah

"Oh begitu rupanya, kalau gitu nenek bisa makan di rumah atau terserah nenek sajalah mau diapain sarapannya,"

"Ok kalau begitu. Terimakasih banyak ya sudah repot-repot membuatkan sarapan untuk nenek," jawab Mariyah kemudian membawa rantang itu pergi.

......................

*Kediaman Wiraatmadja

Dama perlahan membuka matanya saat mendengar ponselnya terus berdering.

Ia segera mengambil gawai pipih itu sembari mendengus kesal.

"Siapa sih yang pagi-pagi gini nelpon. Ganggu orang tidur saja. Halo?" ucap Dama kemudian merapikan rambutnya

Seketika wanita itu langsung melotot saat mendengar ucapan dari lawan bicaranya.

"Dasar Iblis, baru sehari dia bekerja sudah bikin ribut. Awas saja kalau kau sampai berani menyentuhku!" ucap Dama kemudian mematikan ponselnya

Ia buru-buru keluar untuk sarapan pagi.

Sementara itu Mariyah sudah menghadangnya saat ia hendak menuju meja makan.

"Selamat Pagi Ibu," sapa Dama dengan senyum yang dipaksakan

"Wah ternyata begini kelakuan menantuku. Bangun siang, dan juga bau apa ini!" seru Mariyah mengendus di kearah Dama. Tentu saja Dama berusaha menghindar karena takut jika ibu mertuanya itu tahu dia telah minum minuman keras semalam.

Benar saja Mariyah langsung memukulinya setelah tahu jika menantunya itu bau alkohol.

"Jadi seperti ini kelakuan mu, kau mabuk-mabukan sampai bangun kesiangan!" seru wanita itu

"Ampun Ibu, ampun, aku janji tak akan mengulanginya legi," sahut Dama berusaha melarikan diri saat Mariyah terus memukulinya dengan sapu.

Keduanya tampak berkejar-kejaran mengelilingi meja makan membuat semua pelayan diam-diam menertawakan keduanya.

"Assalamualaikum Nenek," sapa Nina membuat Mariyah berhenti mengejar Dama menantunya.

"Waalaikum salam," jawab Mariyah dengan nafas yang tersengal-sengal

Melihat Mariyah hampir kehabisan nafas membuat Nina segera mengambil segelas air dan memberikan kepadanya.

"Minum dulu nek biar tenang," ucap Nina

*Glek, glek, glek!!

"Makanya kalau sudah tua jangan kebanyakan lari-lari jadi gini kan akibatnya," tandas Dama

"Dasar menantu sialan, semua ini gara-gara kamu. Kalau saja kami tak menghindar aku tak perlu sampai lari-lari mengejar mu,"

"Manusiawi lah Bu, masa aku diam saja saat ada orang yang mau mendzolimi ku," sahut Dama

Melihat sebuah rantang diatas meja makan membuat Dama tertarik untuk membukanya.

Namun Mariyah segera memukulnya saat ia berusaha menyentuhnya.

"Jangan di sentuh, itu punya ibu!" hardik Mariyah

"Ya ampun Ibu pelit banget, memangnya itu dari siapa sih sampai-sampai aku gak boleh mencobanya!" cibir Dama

"Ini hadiah dari Mutia, makanya aku tidak mau memberikannya kepadamu," sahut Mariyah kemudian membuka rantang itu satu persatu

"Dasar penjilat, baru hari pertama saja dia sudah berusaha menjilat ibu, gimana hari-hari berikutnya. Sebaiknya ibu harus waspada," jawab Dama

"Berisik!" seru Mariyah membuat Dama seketika terdiam

"Sebaiknya kamu cepat sarapan dan pergi ke kantor!"

"Baik Ibu," jawab Dama dengan wajah pasrah

Melihat menu makanan sehat yang di buatkan oleh Mutia, membuat Mariyah justru memberikan makanan itu kepada Nina.

"Kenapa buat aku Nek, kan harusnya nenek yang makan," tolak Nina

"Hari ini aku sudah banyak makan jadi buat kamu saja. Lagian badan kamu kurus kering gini kaya kurang gizi jadi aku rasa kamu lebih memerlukan asupan gizi daripada aku," jawab Mariyah

Seketika Dama langsung menyeletuk keras, " Betul, kali ini aku setuju dengan nenek," ucap Dama tampak mengedikkan alisnya

Tak lupa Dama mengambil gambar Nina yang sedang menikmati sarapannya.

"Aku harap ini akan menjadi mood booster pertama buat kamu Mutia," ucap Dama tersenyum bahagia saat meng upload foto Nina yang sedang menikmati makan sarapannya ke media sosialnya.

1
an
Luar biasa
Anesti Elvi
kok tulisan author agak belepotan ya😁😁 ga kayak biasanya, maaf untuk protes nya🙏🙏
🦈Bung𝖆ᵇᵃˢᵉ: iya kak, biasa lah faktor L
total 1 replies
Firgi Septia
kayak nggak rela lihat Nina sama Khalif gimanapun sebelumnya kan si Khalif sdh selingkuh berzinah dengan Mutia dan banyak kali berbuat jahat ke Nina tapi TDK tau si Nina sifatnya gimana terlalu cinta membuat orang menjadi bodoh dan diperdaya
Anesti Elvi
makanya nina jangan terlalu baek sm org yg benci sm kamu
☠🌻ѕнαqυєєηα🌻💋👻ᴸᴷ
ternyata sinaira berbahaya dari si mutia🙄
💜⃞⃟𝓛🍌 ᷢ ͩ 🇦 🇷 🇦
udah tamat ternyata, alhamdulillah akhir nya kisah cinta Khalif dan Nina berakhir bahagia
@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈
sdh tamat ya trus panji bahagia dengan siapa... dengan akukah 😁
Lina RA
ah, knp ending@ knp spt org dikejar. mau@ ada bunga2 cinta sdkit.. ✌️😂
☠🌻ѕнαqυєєηα🌻
udah tamat berakhir dengan kebahagiaan nina dan khalif dengan datangnya khalif junior menambah kebahagiaan buat keluarga kecil mereka
☠🌻ѕнαqυєєηα🌻
akhirnya khalif benar2 berubah dan wallcome khalif junior
⸙ᵍᵏ𝐙⃝🦜Titian Mentari 🦈
waah akhirnya dama menikah sama david dan juga akhirnya gak gila harta lagi ...
⸙ᵍᵏ𝐙⃝🦜Titian Mentari 🦈
akhirnya Khalif sadar dan menerima Nina dengan cintanya
Topemaliya
kasih extra dong kak othor paling tdk ampe anka al nina lahir trs bahagia panji jg kasih istri biar happy ending semua 😁😁
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ¢ᖱ'D⃤ ̐NuR❗☕𝐙⃝🦜
berakhir dengan bahagia untuk semuanya...
Topemaliya
wah adegan malam pertama nina dan al d skip nih tau2 nina udh hamil aja😁😁😁
⸙ᵍᵏ𝐙⃝🦜Titian Mentari 🦈
Nina pasti memberi kesempatan buat bersama Khalif, bagaimana kabar panji ya🤔
⸙ᵍᵏ𝐙⃝🦜Titian Mentari 🦈
Nina tipe wanita hebat yang mau memaafkan suaminya walau sering di sakiti hatinya
@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈
mempercayai orang yang berkali kali menyakiti memang sangat sulit takutnya hal itu terulang lagi
@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈: oalah 🤭
total 5 replies
@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈
benar" berubah ya Khalif baguslah jangan sampai nanti ketemu wanita cantik lainnya kencantol lagi 😁
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ¢ᖱ'D⃤ ̐NuR❗☕𝐙⃝🦜
Semangat Khalif, semangat taklukin hatinya Nina ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!