Blurb:
Ketika seorang ibu pengganti meninggal tragis saat melahirkan putranya, Jasper Jones, sang CEO miliuner itu mencari ibu susu untuk putranya.
Di tengah seleksi, muncul Chloe Miller—yang ternyata merupakan sahabat dari sang ibu pengganti.
Chloe adalah seniman muralis dari Brooklyn, berjiwa bebas dan penuh warna, dan dengan sadar ingin menyusui putra sang sahabat meskipun dia belum pernah punya anak.
Dia menawarkan untuk menyusui anak yang bukan darah dagingnya, melalui induced lactation, untuk menyelamatkan bayi sang sahabat yang lahir prematur.
Kontrak itu akhirnya disepakati. Chloe hanya ingin membantu, Jasper hanya ingin yang terbaik untuk putranya.
Namun, setiap cairan susu yang diberikan Chloe bukan hanya berisi nutrisi, tapi juga kelembutan yang tak pernah dikenal bayi itu.
Dan setiap aturan ketat Jasper perlahan luluh oleh tawa Chloe, oleh caranya mengajarinya mengganti popok sambil menari, oleh cara dia melihat putranya bukan sebagai penerus bisnis, tetapi sebagai sinar kecil yang perlu dicintai.
Perasaan mulai terjalin, lebih kuat dari kontrak yang telah disepakati. Tetes demi tetes, Chloe tak hanya memberi kehidupan pada bayi itu, tapi juga mencairkan es di hati Jasper.
Namun, bisakah hubungan yang dibangun dari formula duka dan susu yang diinduksi, bertahan di dunia nyata yang penuh dengan perbedaan kelas dan masa lalu yang kelam?
THE MILK CONTRACT: Sebuah kisah tentang pengorbanan yang tak terduga, ikatan yang kuat, dan cinta yang tumbuh.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zarin.violetta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kabar Mengejutkan
Chloe Miller berdiri di depan kanvas besar di studionya yang menghadap jembatan Brooklyn, kuas di tangan kanannya, palet di kiri.
Teleponnya berdering pertama kali pukul 06.17. Chloe mengabaikannya, tenggelam dalam kegiatan melukisnya.
Dering kedua, ketiga. Baru pada dering keempat, dengan kesal dia meletakkan kuas dan melihat layar, Mia. Suara Mia di ujung telepon tercekat, seperti sinyal buruk.
"Chloe ... Chloe, kau harus datang. Lily ... Lily meninggal."
Dunia Chloe yang penuh warna mendadak gelap. "Dia kecelakaan bersama Brandon ... bayinya selamat ... tapi Lily ..." Kata-kata berikutnya tenggelam dalam isakan tangis Mia.
Kaki Chloe yang biasanya tegak selama berjam-jam melukis, mendadak lemas. Warna-warna di kanvasnya kini terasa buram.
”A-apa??”
“Dia ada di rumah sakit Malibu. Cepat kemari!” lanjut Mia.
”I-iya.” Chloe masih terpaku lama. Lalu dia memukul pipinya, memastikan ini bukan mimpi.
Segera setelahnya, Chloe langsung beranjak pergi.
*
*
Chloe berlari memasuki rumah sakit yang terasa dingin. Dia segera menuju ruang jenazah.
Mia duduk di kursi plastik di depan ruang jenazah, kakinya tampak bergerak-gerak karena masih shock.
“Mia!” panggil Chloe.
Mia menoleh dan segera beranjak lalu memeluknya. “Bagaimana ini bisa terjadi? Bukankah seharusnya dia ada di rumah sakit untuk persiapan melahirkan?”
“M-maaf, Chloe. Aku … aku tak mengikuti perintahmu. Dia merengek ingin ke pantai bersama Brandon. Dan aku mengizinkannya.”
Chloe hanya bisa terdiam. Air matanya kembali menetes. Dia saling berpelukan dengan Mia. Mereka bertiga bersahabat baik dan memiliki nasib yang sama dalam hal keluarga.
Chloe meletakkan tangan di punggung Mia, merasakan getaran isakannya melalui jaketnya. "Bayinya?" tanyanya lembut.
"Di NICU. Tapi stabil." Mia menarik napas dalam. "Aku belum melihatnya karena dijaga ketat oleh pengawal pria itu."
“Aku akan melihatnya nanti. Kau pulangkah, aku akan menunggu di sini sampai keluarga Lily datang.”
“Mereka tak akan datang. Aku tak bisa menghubungi nomer rumah Lily yang dulu. Dan kita tak mengenal keluarga Brandon.” Mia masih terisak.
“Lalu? Bagaimana dengan pria itu?” tanya Chloe lagi.
“Aku tak tahu. Kita bahkan tak mengenal pria itu. Bahkan Lily saja tak pernah tahu.”
“Aku akan bertanya pada Dokter,” sahut Chloe dan berbalik pergi.
“Aku akan menunggu di sini, Chloe.”
“Ya.” Chloe sudah berlari pergi, tak menoleh pada Mia.
*
Ingatan Chloe tentang Lily menguar ketika dia berlari menuju ruangan administrasi rumah sakit.
Lily, sahabat Chloe sejak kuliah di jurusan seni, bersama Mia juga. Lily adalah Jenius yang bisa memilih jalur apa pun, berasal dari keluarga ilmuwan terpandang yang memiliki laboratorium penelitian bergengsi.
Orang tuanya, kedua profesor ternama, telah mengatur hidup Lily sejak kecil untuk menjadi seorang profesor juga, peneliti biomedis, mengambil alih warisan keluarga nantinya.
Tapi Lily mencintai senu seperti Chloe. Lily berani kabur meskipun orang tuanya mengancam akan mencoret Lily dan warisan keluarga.
Lily menumpang hidup pada Chloe hingga akhirnya bertemu Brandon, seorang pria penyabar yang menyukai Lily apa adanya.
Persahabatan mereka lahir dari pemberontakan yang sejalan, Chloe melawan ayahnya yang juga mencoba merenggut mimpinya, Lily melawan kemewahan yang mencoba membelenggunya.
*
Chloe mengingat bulan-bulan terakhir. Lily hamil, tapi bukan kehamilan biasa. Ini adalah transaksi kontrak surrogate mother dengan imbalan besar yang akan menjamin masa depan Lily dan Brandon. Meskipun Chloe tak setuju awalnya, tapi bagi Chloe, Lily tetaplah sahabatnya yang perlu dijaga.
Chloe sangat memperhatikan Lily. Dia yang memastikan Lily makan makanan bergizi dari uang yang dikirim oleh sang pemilik benih.
Chloe yang mengingatkan Lily untuk beristirahat, meskipun semangat Lily kadang menggebu ingin menyelesaikan lukisan terbarunya.
Chloe yang menemani Lily ke beberapa pemeriksaan ketika Brandon harus bekerja lembur.
Dulu aja gengsi mengakui perasaan cintanya pada Chloe😄
Dan skrg Jasper Chloe sudah punya 3 Anak lelaki😊
Tinggal menunggu kisah Jonas versi dewasa kak Zarin 🙏