Khaira yang hamil saat kuliah terpaksa tidak melanjutkan cita cita nya, ia hamil terbuai oleh rayuan kakak kelas yang playboy.
Namun setelah menikah nasib Khaira justru tragis karena Sam, suami nya yg meneruskan kuliah bermain api dengan teman kampus nya.
Sementara di sisi lain ada Bram kakak Sam yang memberi perhatian kepada Khaira.
Akankah Khaira mengakhiri pernikahan nya? dan melanjutkan scandal yang di buat dengan Bram?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chariz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 15
Tampak Pram, Meilani dan Adrena keluar dari mobil yang sama, Pram memarkirkan mobil di carport.
"Gimana honey ujian nya?" tanya Meilani sambil berjalan menuju rumah.
"Lancar Mam, makasih ya udah mau jemput" jawab Adrena.
"Iya honey sekalian mampir" ucap Meilani.
Ketiganya duduk di sofa untuk beristirahat sejenak.
"Oh ya Papa hari ini di undang oleh keluarga Wiratama" kata Pram.
"Ada agenda apa Pa, tadi Mama ketemu Bu Linda tidak bicara apapun" ucap Meilani.
Meilani tadi siang ada pertemuan bersama para istri pengusaha, salah satu nya Linda istri dari keluarga Wiratama.
"Keluarga Wiratama terutama Edrick ingin bersilaturahmi katanya" ucap Pram.
"Edric yang kecelakaan bersama anak dan istri nya ya Pah? " tanya Meilani.
Pram mengangguk.
Eh Sasha kan punya nama belakang Wiratama kalau gak salah, batin Adrena.
Ia teringat dengan sahabat nya, mungkinkah yang di maksud oleh Papa nya adalah keluarga Sasha.
"Iya kasihan ya Pah harus kehilangan istrinya, padahal hidup nya sempurna tampan, mapan, punya istri cantik dan anak yang lucu" ucap Meilani merasa iba.
"Kita tidak tahu nasib seseorang Mam, semoga kakinya segera sembuh yang Papa dengar kaki Edric bukan lumpuh permanen" ucap Pram.
"Rencana nya papa ingin menawarkan kerjasama, karena proyek ini sangat besar sehingga butuh lebih banyak investor" tambah nya.
" Adrena mau ya Papa kenalkan dengan Edric?" tanya Pram tiba-tiba.
"Kok gitu sih pah, Papa gak ada niatan jodohin Adrena kan? lagian aku udah punya pilihan sendiri" ucap Adrena dengan wajah cemberut.
"Pilihan kamu si Jimmy yang kere itu kan, temen nya kakak mu" ucap Bram sinis.
Adrena diam lalu melipat kedua tangan nya.
"Sudah kepala Mama pusing, ini pada kemana ya kok sepi? " Meilani berusaha mencairkan suasana.
"Bi nartiii" panggil Meilani.
"Iya Buu" bi Narti bergegas menghampiri majikan nya.
"Di rumah gak ada siapa-siapa?" tanya Meilani.
"Iya Bu, den Sam dan non Khaira belum pulang dari pagi tadi" tutur bi Narti.
"Ya sudah, tolong buatkan jus mangga anter ke kamar ya bi" perintah Meilani.
"Siap Bu"
"Adrena kamu mandi, Papa dan Mama juga mau mandi lengket banget"
"Iya Mam" Adrena menuju kamar nya.
Kemudian Pram dan Meilani pun masuk ke dalam kamar.
***
"Jadi sore ini aku harus ke lokasi buat lihat laporan keuangan nya, Kak?" tanya Sam.
"Iya, kalau di nanti-nanti kita gak tahu salah nya dimana" jawab Bram datar.
Sam terduduk lesu.
"Aku harus jemput dulu Khaira, Kak"
"Gak usah biar cepat sampai, bisa suruh Mang Yono untuk jemput"
"Ya sudah aku kabarin dulu, sekalian langsung berangkat" ucap Sam meninggalkan ruangan.
Bram tersenyum smirk.
Tin... tin...
Suara klakson mobil terdengar, Khaira melangkah keluar terlihat Bram turun dari mobil nya.
Khaira berpamitan kepada kedua orang tuanya, segera ia masuk ke dalam mobil. Bram menjalankan mobil nya kembali.
Hanya keheningan yang menyertai perjalanan mereka, namun tangan Bram tak lepas menggenggam tangan pujaan hati nya itu.
Mobil tiba di tempat parkir sebuah hotel.
"Kok kita kesini, Kak?" tanya Khaira.
"Lagi ingat hotel" jawab Bram asal, sampai Khaira di buat melongo.
Keduanya berjalan beriringan menuju meja resepsionis.
"Mau pesan kamar Pak?" tanya petugas dengan ramah.
Bram pun mengangguk, kemudian membayar sesuai tarif lalu mengambil kartu untuk membuka pintu kamar.