NovelToon NovelToon
My Secretary

My Secretary

Status: tamat
Genre:Romantis / Balas Dendam / Teen / Perjodohan / Tamat
Popularitas:6.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Clarissa icha

Sekretaris lamanya tiba-tiba mengundurkan diri. Dion menyuruh asisten pribadinya untuk merekrut sekretaris baru.
Dia terkejut ketika tau bahwa sekretaris barunya adalah sangat mantan istri yang telah kembali setelah hampir 5 tahun meninggalkannya.

Dion kecewa, dia menaruh kebencian pada mantan istrinya yang pergi dalam keadaan hamil tanpa sepengetahuan dirinya. Kemudian datang kembali dengan membawa anak laki-laki berusia 4 tahun.

Bagaimana Dion bisa fokus bekerja ketika harus bersanding dengan sang mantan istri setiap hari.?
Mungkinkah rasa benci akan kembali berubah menjadi cinta.?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clarissa icha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Suasana selalu canggung setiap kali Dion dan Keyla sedang berdua, entah kantor, rumah, ataupun di mobil seperti saat ini.

Sejak masuk kedalam mobil dan meninggalkan area kantor, sama sekali tidak ada kata yang keluar dari bibir Dion maupun Keyla.

Dion fokus menyetir dengan meluruskan pandangan ke jalan. Sedangkan Keyla juga fokus membuang pandangan ke luar jendela meski pikirannya tidak fokus karna memikirkan banyak hal.

"Di,,," Panggil Keyla lirih. Dia menatap Dion dengan ragu-ragu. Ada yang ingin di bahas lagi oleh Keyla karna terlalu mengganggu pikirannya jika hanya di simpan sendiri. Hal itu membuat Keyla terus bergulat dengan pikirannya sendiri.

Suara lembut Keyla membuat Dion menoleh. Tatapan matanya datar seperti biasa.

"Mungkin tidak seharusnya aku membahas hal ini lagi, tapi ini benar-benar sangat mengganggu. Aku merasa tidak tenang menjalani hidupku sendiri." Keyla mengungkapkan kegelisahan yang selama ini dia rasakan sejak kembali menemui Dion. Kegelisahan yang semakin bertambah besar dengan adanya perubahan sikap Dion yang terlalu dingin dan ketus padanya.

"Aku datang kembali karna ingin meminta maaf dan mengakui kesalahanku, berharap setelah itu aku bisa jauh lebih tenang. Tidak lagi di hantui penyesalan dan rasa bersalah."

"Aku pikir setelah kita bertemu, keadaan akan membaik. Tapi aku merasa semakin gelisah dan bersalah."

"Kalau memang tidak bisa memaafkan, anggap saja aku orang asing. Anggap saja kita tidak pernah memiliki hubungan sebelumnya."

“Tapi tetap berperan sebagai orang tua, hanya di depan Leo."

Dion diam, mendengarkan setiap kata yang keluar dari bibir mantan istrinya. Sesekali melirik lewat kaca spion untuk menatap wajah Keyla.

Setelah mengungkapkan apa yang selama ini mengganjal di hati, Keyla terlihat sedikit lebih lega. Beban yang ada di pundak seakan berkurang meski hanya beberapa persen saja.

Entah akan seperti apa reaksi Dion, Keyla tidak terlalu memikirkannya. Yang terpenting Dion sudah mendengarkan apa yang dia rasakan selama ini.

Dion menarik nafas dalam, helaan nafasnya terdengar berat. Cukup lama dia diam, hingga membuat Keyla terlihat pasrah karna berfikir Dion tidak akan memberikan respon.

"Kamu juga harus tau, alih-alih bisa menjalani kehidupan dengan normal dan melupakan kenangan buruk, kehadiran kamu justru menciptakan luka baru." Tutur Dion dengan suara berat.

"Terlepas dengan adanya Leo yang memberikan kebahagiaan tersendiri untukku, luka itu tidak bisa tertutup."

"Meminta untuk menganggap seperti orang asing yang tidak pernah memiliki hubungan sebelumnya, tidak semudah saat kamu membalikkan telapak tangan."

"Bagaimana kalau saat itu posisinya terbalik. Apa kamu masih bisa memberikan maaf begitu saja.?" Dion menatap serius, kemudian tersenyum kecut.

"Aku rasa kamu bahkan akan muak melihatku." Tambahnya dengan nada sinis.

Keyla terdiam, dia jadi membayangkan ucapan Dion. Entah bagaimana perasaannya kalau seandainya Dion yang meninggalkan demi menikah dengan wanita lain. Mungkin Dion, pasti enggan untuk melihatnya kembali, apa lagi memaafkannya.

Di tinggalkan begitu saja tanpa kejelasan di saat sedang terpuruk, memilih mengakhiri pernikahan yang sejak dulu Dion impikan. Pergi demi kepentingan pribadi dan sekarang kembali untuk mendapatkan maaf.

Seolah-olah perasaan Dion bisa di permainan dengan mudah.

Jika seseorang mudah memberikan maaf untuk kesalahan yang besar, mungkin mereka dengan mudah akan melakukan kesalahan yang sama.

Sepertinya memang Keyla harus berjuang lebih untuk mendapatkan maaf dari Dion, tidak melulu hanya dengan sebuah ucapan dan pengakuan bersalah.

Apa yang telah dia perbuat pada Dion bukan suatu kesalahan biasa.

"Aku mengerti."

"Bahkan jika aku jadi kamu, aku akan mengusirku saat muncul di hadapan kamu beberapa bulan yang lalu."

"Terimakasih kasih karna kamu tidak melakukan itu padaku." Keyla mengulas senyum lebar. Senyum yang membuat Dion jadi menatap heran dengan dahi berkerut.

Bukannya sedih setalah mendengar ucapannya, Keyla justru terlihat senang.

Dion memilih acuh, kembali fokus menyetir agar segera sampai di tujuan.

"Tidak perlu khawatir, ini hanya luka ringan." Ujar Dokter. Dia lebih mengarah pada Dion. Sepertinya dokter itu juga bisa membaca kekhawatiran di wajah Dion. Itu sebabnya bukan bicara pada Keyla, dokter itu malah bicara dengan Dion.

"Terimakasih Dok." Ucap Keyla. Dia malah malu sendiri karna sampai datang ke rumah sakit hanya dengan luka melepuh di tangannya. Kalau bukan perintah Dion, tidak akan mungkin Keyla sampai pergi ke rumah sakit.

"Sama-sama. Rutin saja oleskan salep sampai lukanya mengering." Dokter itu menuliskan resep. Tetap saja hanya di beri salep luka bakar dan obat untuk pereda nyeri.

Sementara itu, Dion yang sudah mendengarkan penjelasan dokter, kini terlihat lebih santai meski tetap dengan tatapan datarnya.

Keduanya bergegas pulang begitu selesai mengambil obat.

...*****...

"Makasih Di,," Keyla mengukir senyum lebar di bibir manisnya. Dia bergegas membuka pintu untuk keluar dari mobil.

"Hemm." Sahut Dion datar. Dia ikut membuka pintu dan keluar dari mobil, membuat Keyla bingung sesaat, tapi kemudian sadar kalau Dion punya alasan untuk ikut masuk kedalam. Apa lagi kalau bukan untuk bertemu dengan putra mereka.

Kedatangan mereka langsung di sambut teriakan Naura dan Leo yang terlihat baru selesai mandi.

"Papa,," Leo terlihat senang karna Papanya datang. Dia langsung menghampiri Dion dan meminta untuk di gendong.

Melihat putranya begitu bahagia, Keyla jadi mengukir senyum.

Selama ini dia merasa bersalah pada Leo karna membuatnya harus berpisah dengan Dion. Kini rasa bersalahnya perlahan pudar sering dengan tawa dan kebahagiaan yang terpancar di wajah Leo setiap kali sedang bersama Dion.

"Aunty,,," Naura langsung memeluk Keyla. Seketika mengalihkan pandangannya pada Naura.

"Ponakan Aunty sudah cantik dan wangi." Keyla balas memeluk Naura dan mengecup pucuk kepalanya.

"Tadi Naura mandi sama Leo, Aunty,," Tuturnya dengan raut wajah yang terlihat senang.

"A,,,apa.?! Mandi sama Leo.?" Keyla dibuat kaget dengan penuturan Naura.

Sekalipun usia mereka masih di bawah 5 tahun, tapi tetap saja bahaya kalau mereka berdua mandi bersama.

"Hu'um,,," Naura mengangguk cepat.

Keyla yang panik langsung beranjak dari sana, untuk pergi mencari baby sitter mereka dan menanyakan hal itu.

"Ada apa.?" Tanya Dion. Dia menurunkan Leo dan menatap Keyla yang berjalan tergesa-gesa.

"Aku harus bicara dengan Ida, Leo dan Naura di biarkan mandi bersama." Tutur Keyla. Wajahnya masih saja terlihat panik. Keyla memikirkan dampak buruk yang akan terjadi setelah ini, takut nantinya Naura akan penasaran dengan apa yang ada di tubuh Leo dan begitu juga sebaliknya.

Keyla juga khawatir Vano dan Celina akan marah jika mendengar putri mereka mandi bersama Leo.

"Mereka berdua masih kecil, tidak ada yang harus di khawatirkan jika mandi bersama."

"Beri tau saja agar ke depan tidak membiarkan mereka mandi bersama lagi."

Berbeda dengan Keyla yang panik, Dion justru terlihat santai saja dan tidak mempermasalahkan hal itu.

Keyla menghela nafas, kemudian mengangguk pelan dan mau mendengarkan ucapan Dion. Dia menemui Ida dan hanya memberitahunya untuk tidak lagi membiarkan Leo dan Naura mandi bersama.

"Leo mau jalan-jalan Pah,,," Tiba-tiba Leo merengek, meminta untuk pergi bersama Dion.

Naura yang mendengar ucapan Leo jadi ikut merengek pada Dion.

"Naura juga mau ikut jalan-jalan, Uncle." Serunya.

"Memangnya mau jalan-jalan kemana.?" Dion menatap Leo dan Naura bergantian.

"Ke mall.! Naura mau main di timezone.!" Seru Naura antusias.

"Timezone.?" Ujar Dion. Naura langsung mengangguk.

"Kalau Leo mau kemana.?" Dion menatap putranya yang duduk di pangkuannya.

"Ke timezone saja Kak Leo,,," Pinta Naura sedikit memohon.

Leo diam sejenak, tapi setelah itu menyetujui permintaan Naura.

"Yeayyyy,,, ke timezone,," Seru Naura.

"Ke timezone.?" Keyla yang baru datang terlihat bingung. Di meletakkan minuman untuk Dion di atas meja.

"Mereka minta pergi ke timezone. Sebaiknya kamu siap-siap, aku juga harus mandi." Ujar Dion. Tanpa ada protes, Keyla langsung pergi ke kamar untuk bersiap dan pergi dengan mereka.

1
ayu cantik
suka
antha mom
happy ending
Gintania nia
bagus
Anonymous
ini cerita nya kaya loncat loncat apa ada bab yg udh di hps sama outhor
Rahmi Mamimima
pantes aja william se marah itu
km sndri jg salah key
laki2 mana yg mau di peralat
irma hidayat
ternyata Dion nyelup perempuan lain
Kostum Unik
Knp ya Keyla ini kok lembek bgt. Dion jg pedes bgt kata2 nya serasa yg paling tersakiti.
Kostum Unik
Bego ahhh Keyla
Linda Antikasari
Luar biasa
Atisa
Buruk
tuti sriyono
Luar biasa
crmell
baguss menn ceritaneee😍😍
CANTIKA
bagus banget loh ceritanya,Dion sm Keyla itu ngegemesin😘😘
CANTIKA
wahhh ternyata udh tamat, Alhamdulillah happy ending, makasih Thor😘
CANTIKA
Erik bukan suaminya bulan kan?
CANTIKA
coba pukul pke stik golf kali aj bisa bangun kek dokter yg disana🤣🤣🤣
CANTIKA
astaga....cidera tulang mungkin,ups bertulang ga sih???🤣😅
CANTIKA
bangun tuh pasti😳😇
CANTIKA
serah Lo lah bang,klo cinta jgn gengsi.tar nyesel diambil org
CANTIKA
paling tanya sm vano
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!