NovelToon NovelToon
LOTUS YANG TERASING

LOTUS YANG TERASING

Status: sedang berlangsung
Genre:Ruang Ajaib / Wanita perkasa / Reinkarnasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Aurora79

Seorang Dokter Jenius dari masa depan bereinkarnasi kembali ke dalam raga seorang putri bangsawan, yang menikah dengan pria yang sangat membenci dirinya. Hingga pada suatu hari yang nahas, dia pun diasingkan ke sebuah wilayah terkutuk bersama pelayannya, karena tuduhan.yang keji.

*
"Aku tidak akan menyerah! Sudah diberi kehidupan dan kesempatan kedua, masa harus aku sia-siakan?"

*
Jadilah saksinya, wahai langit! Jika aku, akan mengguncang dunia kuno ini dengan semua keahlianku!"

*
"Nona, tapi Anda tidak bisa apa-apa, loh!"

*
"Tenang saja ... Dewa memberkatiku dalam komaku kemarin, dan aku akan menunjukkan keahlianku!"

*
Bagaimana kisah si Dokter Jenius ini di dunia kuno yang tidak terdapat di dalam sejarah Kekaisaran?

*
Apakah dia mampu membangun kekuatannya sendiri di sana?

*
Ikuti kisah si Dokter Bar-bar hanya di sini ...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora79, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 17: Balai Pengobatan Gratis!

***

Dua hari setelah kejadian malam itu, Anlian memerintahkan semua anggotanya untuk membuat balai pengobatan gratis bagi orang yang membutuhkan dihalaman depan Kediamannya.

Sebuah meja kayu dan kursi sederhana ditaruh disana, guna dipakai oleh Anlian.untuk mendiagnosa penyakit pasiennya.

Ada sebuah papan kayu besar tertulis di depan pintu masuk kediamannya, membuat perhatian beberapa orang tertarik.

'Balai Pengobatan Gratis Bagi Yang Membutuhkan. Ringan Maupun Berat, Dapat Disembuhkan oleh Tabib Ajaib!'

Beberapa orang rakyat jelata yang melewati Kediaman itu pun berhenti, setelah mengetahui tulisan itu, wajah mereka tampak ragu.

"Ini benar gratis?"

"Masa iya tidak akan diminta bayaran satu koin pun untuk obatnya? Penipuan bukan sih?"

"Jangan-jangan ... Ini hanyalah jebakan dari para Bangsawan yang ingin melambungkan namanya di wilayah Timur ini ..."

Bisik-bisik tetangga pun terdengar semakin riuh di depan Kediaman Duxi, membuat Anlian yang mengenakan pakaian hitam bergaris emas menatap mereka semua dengan tatapan datar.

"Kalau kalian tidak percaya, pulang saja sana! Saya membuka balai pengobatan ini murni untuk menolong kalian!"

"Jika diantara kalian ada yang sakit dan tidak memiliki uang, silahkan datang! Saya akan memberikan pengobatan sampai sembuh, tanpa harus membayar satu koin pun!" ujar Anlian ber-orasi seadanya di depan mereka.

Beberapa rakyat jelata tertawa canggung, saat suara bisikan mereka terdengar oleh Anlian.

"Jadi, Nona Anlian ini adalah seorang Tabib Ajaib?" tanya salah satu wanita paruh baya.

"Benar! Dan saya ingin mempersembahkan semua ilmu saya untuk rakyat!" jawab Anlian dengan nada tegas.

Tiba-tiba, seorang pria tua yang menggunakan tongkat memberanikan diri untuk maju.

"Nona, kaki saya sudah bengkok dan bengkak selama bertahun-tahun. Tabib di Ibukota meminta biaya perawatannya sebesar 10 tael sampai sembuh, dn saya tidak memilikinya ..." ujar pria tua itu dengan nada sedih.

Anlian memandang kaki pria tua itu lekat-lekat, dan meminta T2 untuk memindainya.

Setelah mengetahui keadaan si pasien, Anlian mengambil sebuah kesimpulan:

Patahkan kembali tulangnya, lalu cuci kakinya dengan air susu ajaib, dan oleskan salep serbaguna yang dia racik.

Semuanya akan kembali normal dalam.beberapa menit.

Sebagai Tabib Ajaib, cara seperti itu tidak akan terlihat aneh kan? Hehehehe ...

"Pak tua ... Silahkan duduk ..." ujar Anlian.

Setelah pria tua itu duduk, Anlian memberikan sebuah pil penahan rasa sakit terlebih dahulu, agar pria itu tidak merasa kesakitan saat dia mematahkan tulang tuanya.

"Apa ini, Nona?" tanya pria tua itu.

"Itu adalah pil penghilang rasa sakit. Telanlah dulu, karena saya akan mematahkan tulang kaki Anda dan menyambungnya kembali ..." ujar Anlian menjelaskan.

Lalu, Anlian meminta Yaoyao mengambilkan ember untuk merendam kaki pria tua itu nanti, dan mengisinya dengan air susu ajaib dari ruang rahasianya dibalik tirai.

"Apakah sudah Anda telan?" tanya Anlian.

"Sudah, Nona ..."

Anlian menusuk kaki yang akan dia obati dengan sebuah batang pohon.

"Apakah terasa sakit?" tanya Anlian sambil menusukkan ujung runcing batang itu ke atas lukanya.

"Tidak terasa apa-apa, Nona ..." jawab pria tua itu.

"Bagus! Obatnya sudah bekerja ..."

Anlian menaruh sebuah kursi kayu di depan pria itu, lalu mengangkat kakinya yang luka ke atasnya.

Dengan gerakan perlahan, Anlian membuka bebatan kain tersebut dari lukanya.

Semua orang melihat cara pengobatan itu dengan antusias, jika pak tua didepannya ini sembuh, maka mereka akan membawa anggota keluarganya yang sakit ke balai ini.

Setelah dibuka, Anlian membersihkan kaki pria tua dengan sebuah handuk kecil yang sudah dibasahi oleh air susu ajaib.

"Pak tua, jangan dilihat jika takut ... Saya akan mematahkan kembali tulang tua Anda," ujar Anlian.

"Tidak masalah ... tidak masalah! Saya tidak takut, Nona. Silahkan bekerja dengan tenang ..." ujar pria tua itu dengan wajah penuh peluh.

Tidak lama kemudian ...

Krek! ... Krek! ... Klek!

Suara tulang dipatahkan, lalu disambung kembali itu membuat yang melihat langsung merinding ngeri.

Namun pria tua itu melihatnya dengan santai.

"Yaoyao!" panggil Anlian.

"Ya, Nona!"

"Ambilkan ramuan penyembuh dan penyambung tulang nomor tiga! Ingat, yang warna hijau!" perintah Anlian kepada Yaoyao.

"Baik Nona!"

Dalam hitungan menit, Yaoyao kembali dengan dua botol ramuan ditangannya.

Anlian menerimanya, lalu dia memberikan kepada pria itu untuk langsung diminum disana.

"Minum ramuan buatan saya ini, Pak tua ... Tenang, itu bukan racun ..." ujar Anlian sambil memberikan ramuan pertama.

Pria itu menerimanya, dan langsung meminumnya sampai habis.

Setelah meminum ramuan itu, dia bisa merasakan otot dan tulang kakinya seperti hidup, bergerak menyambung sendiri didalam sana.

Wajah pria tua terkejut, lalu dia melihat ke arah Anlian dengan wajah takjub.

"Jangan bicara dulu, sebelum minum ramuan yang kedua ini ..." ujar Anlian sambil menyodorkan ramuan penyembuh.

"Ini ramuan apa, Nona?" tanya pria tua itu.

"Yang pertama adalah ramuan penyambung tulang dan otot, dan yang ini adalah ramuan penyembuh semua penyakit. Semua yang sakit harus diperiksa dan minum ramuan disini, tidak boleh dibawa pulang, agar tidak menimbulkan rumor nantinya ..." ujar Anlian menjelaskan.

Tanpa ragu, pria tua itu langsung meminum ramuan kedua.

Tanpa dia sadari, ramuan tersebut akan meregenerasi tubuhnya menjadi lebih sehat dan kuat setiap harinya, sehingga dia terhindar dari semua penyakit yang ada di dunia.

[Nah, hebat kan si Anlian ini? Hahahaha. Cerita ini hanya imajinasi Author saja, oke?! Jangan protes yak! hahahaha.]

Setelah melihat pria tua meminum tanpa ragu, Anlian langsung mengeluarkan kakinya dari ember rendaman air susu ajaib.

"Sekarang berdirilah! Buang tongkat jelek itu, Pak tua ... Anda sudah sangat sehat dan bugar sekarang!" ujar Anlian sambil tersenyum.

Pria tua berdiri dengan takjub, lalu dia melompat-lompat kegirangan, karena kakinya benar-benar sembuh dan normal kembali!

Lalu dia langsung berlutut di depan Anlian, dan menyembahnya.

"Terima kasih, Dewi Penolong! Terima kasih sudah memberikan harapan baru kepada hambamu ini! Terima kasih, Dewi Anlian!" ujar pria tua itu dengan suara lantang.

Anlian menyingkir ke arah pinggir dengan raut wajah tidak suka.

"Bangunlah, Pak tua! Saya bukan Dewi, dan jangan pernah menyembah begini lagi. Jika ingin berterima kasih kepada saya, hiduplah dengan baik dan berusaha untuk berbuat kebajikan dengan sekitarnya ..." ujar Anlian dengan suara rendah.

Pria tua itu semakin takjub dengan Anlian, walau nada bicaranya tegas dan terkesan dingin, namun hatinya dipenuhi oleh welas asih.

"Baik, Nona! Saya akan hidup baik dan berbuat baik sampai maut menjemput! Itu adalah janji saya kepada Nona!" jawab pria itu dengan suara lantang.

"Bagus! Silahkan kembali ... hati-hati dalam perjalanan pulang Anda, Pak tua!" ujar Anlian.

Yaoyao segera membersihkan semuanya, dan anggota lainnya langsung merapikan kembali meja itu.

Anlian duduk dengan tenang di depan kerumunan orang-orang tersebut, sambil menyesap teh spiritual ciptaannya.

Kerumunan orang-orang itu langsung gempar, saat melihat pria itu berjalan pulang dengan gagah sambil tersenyum.

"Wah! Ternyata benar-benar terlihat hasilnya dalam hitungan menit! Benar-benar seorang Tabib Ajaib yang murah hati!"

"Ayo, bubar! Kita harus memberitahukan berita baik ini kepada semua saudara-saudara kita!"

"Balai Pengobatan Tabib Ajaib benar-benar mujarab! Tidak bohong dan ramuannya benar-benar Ajaib!"

Berita itu pun menyebar seperti wabah, membuat banyak orang-orang yang datang kesana dengan harapan baru dalam hidupnya.

Hari itu juga, antrian di depan gerbang Keluarga Duxi sangat panjang, membuat para Bangsawan yang lewat kebingungan.

"Pelayan! Coba tanyakan kepada mereka, ada apa di depan gerbang Keluarga Bangsawan baru itu?" perintah seorang Nyonya Bangsawan Wang.

"Baik, Nyonya Muda ..."

Pelayan itu berlari ke arah kerumunan tersebut dan bertanya:

"Bu, ada apa di gerbang itu? Sampai antriannya panjang sekali?" tanya pelayan itu.

"Oh, itu ... Nona Duxi Anlian sedang memberikan pengobatan gratis, dan kabarnya, ramuan buatan Nona Anlian sangat mujarab! Kami ingin mencobanya ..." jawab seorang Ibu dengan wajah penuh bisul bernanah.

"Begitu, ya ... Terima kasih, Bu ..."

Pelayan itu langsung kembali ke arah kereta mewah, dan melaporkan kepada majikannya.

"Tabib Ajaib, ya? Besok kita kesana dengan pakaian sederhana, apakah dia bisa mengobati kemandulan yang aku alami ini ..." ujar Nyonya Muda Wang.

"Baik, Nyonya Muda ..."

Anlian tidak tahu menahu tentang hal itu, dia sangat sibuk menangani semua keluhan penyakit orang-orang itu.

"Nona, anak saya sudah demam selama tiga hari ini. Saya takut kehilangan dia ..."

Anlian memeriksa nadinya, lalu dia memberikan ramuan penyembuh level dua ke dalam mulut anak itu.

Setelah ramuan itu tertelan, anak tersebut langsung bangun dan demamnya hilang.

"Sudah sembuh, silahkan kembali ..." ujar Anlian.

"Terima kasih, Nona ..."

Setelah itu, datang lagi pasien yang terlihat parah.

"Nona, Suamiku mengalami batuk darah ..."

Setelah memeriksa nadinya, Anlian memberikan ramuan penyembuh level lima untuknya.

"Minum ini, dan usahakan jangan minum arak selama tiga hari, agar ramuan saya benar-benar bekerja."

"Baik, Nona ..."

Setelah meminum ramuan itu, tubuh suaminya langsung terlihat segar dan sehat, tidak kuyu seperti sebelumnya.

"Sudah sembuh, silahkan kembali ..."

Antrian selanjutnya lebih parah, lengan dan punggungnya membusuk karena luka sabetan pedang.

"Kenapa bisa parah begini?" tanya Anlian.

"Tidak sanggup membeli obatnya, Nona ..."

"Oh, oke. Upin ... Ipin! Bantu aku untuk membuka perbannya dan membasuhnya dengan air yang ada di ember ini!" perintah Anlian kepada dua anggotanya.

"Baik, Nona!"

Mereka bekerja dengn cepat, setelah selesai, langsung memberikan ramuan penyembuh level tujuh kepada pria itu, agar lebih cepat meregenerasi kulitnya yang rusak.

Pria itu tercengang, saat melihat pertumbuhan daging dan kulitnya.

Daging yang membusuk itu terkelupas sendiri, dan langsung berganti dengan daging dan kulit yang baru.

"N--Nona! Ramuan Anda benar-benar Ajaib!!! Terima kasih, Nona Anlian!" seru pria itu dengan wajah sumringah.

Tangis dan tawa mewarnai hari itu, dimana mereka benar-benar bersyukur atas dibukanya balai pengobatan Tabib Ajaib itu.

Suasana terlihat sibuk hingga menjelang malam, sampai ketika balai pengobatan itu tutup, barulah Anlian bisa bersantai.

"Hari ini kita menangani sekitar 150 orang pasien, Nona. Ini jumlah yang bagus untuk sebuah pengobatan gratis yang baru saja buka. Mereka sudah mempercayai Nona, sepertinya ... besok kita akan tambah sibuk!" lapor Yaoyao dengan nada riang.

"Hum ... Ramuan penyembuh segala penyakit masih banyak stoknya. Aku hanya buat sampai level 7. Penawar racun hanya sampai level 5, dan ramuan perbaikan organ dalam tubuh sampai level 6 ..." ujar Anlian sambil menyesap tehnya.

"Apakah hal.ini tidak terlalu mencolok, Nona?" tanya Yaoyao

"Hey! Aku membuka sebuah balai pengobatan gratis, loh! Bukan membuka sarang pencuri dan klan pembunuh! Dan tidak punya niat untuk ... Makar. Apa yang harus ditakuti? Jika Kaisar an-jing itu masih saja mencari masalah denganku, maka dia pantas ... mati!" sahut Anlian dengan wajah datar.

Gluk!

Yaoyao menelan salivanya dengan berat.

"Anda sangat menakutkan, Nona ..."

"Jika tidak tegas, maka kita akan selalu menjadi 'keset' para Bangsawan yang berkuasa!"

Keesokan harinya, saat Anlian sedang bersiap, seorang pelayan dari rumah Bangsawan datang berkunjung.

"Permisi ... apakah saya bisa bertemu dengan Nona Anlian?" tanya pelayan itu dengan wajah ramah.

Yaoyao menghentikan pekerjaannya, lalu dia menghampiri pelayan itu.

"Ada perlu apa?" tanya Yaoyao.

"Nyonya saya ingin bertemu dengan Nona Anlian di dalam kereta sederhana itu secara pribadi. Nyonya saya adalah Istri utama dari Keluarga Bangsawan Wang. Apakah Nona Anlian ada waktu?" jawab pelayan itu sambil tersenyum.

"Bisa ... tunggu sebentar!" seru Anlian dari dalam.

Tidak lama kemudian, Anlian keluar dengan pakaian khasnya, yaitu hanfu hitam bercorak emas.

"Mari kita kesana ..."

"Baik, Nona. Silahkan ..."

Sesampainya di dalam kereta, Anlian langsung memeriksa nadi sang Nyonya Muda tanpa ada basa-basi.

Nyonya Muda itu awalnya terkejut, namun dia juga paham, jika gadis didepannya ini tidak suka banyak bicara.

"Rahim Anda dingin, sehingga sulit untuk bisa hamil ..." ujar Anlian.

"Kamu pergi ke asisten saya yang tadi, minta dia membawakan ramuan berwarna merah muda kesini!" perintah Anlian kepada pelayan itu.

"Baik, Nona ..."

Beberapa menit kemudian, Yaoyao datang dengan membawa ramuan yang diminta Anlian.

"Minum!" ujar Anlian kepada Nyonya Muda Wang.

"Apa ini?" tanya sang Nyonya Muda.

"Jika ingin mempunyai banyak keturunan yang sehat dan kuat, minum saja! Jangan banyak tanya!" sahut Anlian dengan wajah datar.

"Baik!"

Nyonya Muda Wang meminum ramuan itu dengan cepat, dan setelah itu, dia merasakan rahimnya sangat hangat.

"Nanti malam Anda bisa melakukan hubungan dengan suami Anda, bulan depan Anda akan dinyatakan hamil ..." ujar Anlian.

Wajah Nyonya Muda Wang langsung sumringah saat mendengar janji itu.

"Benarkah, Nona?" tanya Nyonya Muda itu.

"Hum! Jika sudah hamil, datang lagi ke saya, saya akan berikan ramuan penguat dan anti racun untuk bayi Anda ..."

"Baiklah! Berapa biayanya, Nona?" tanya Nyonya Muda Wang.

"Tidak perlu ... Semuanya Gratis!" jawab Anlian.

Setelah itu, Anlian berjalan kembali ke arah kediamannya, meninggalkan majikan dan pelayan yang masih terpaku disana.

"Benar-benar utusan Tuhan yang baik! Jika semuanya berjalan seperti yang dia bilang, maka Keluarga Yue kita akan menjadi pendukung pertama dia di wilayah ini!" ujar Nyonya Muda Wang, yang nama aslinya adalah Yue Xinxin.

"Hamba setuju, Nyonya ..."

♨♨♨

1
Lala Kusumah
wow kereeeeeennn ternyata si twins juga tranmigrator ya 🙏🙏👍👍👍
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Iya, Kak ... Prajurit elit dari masa depan ...😂
total 1 replies
Murni Dewita
double up thor
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Oke 🤗💖💖💖
total 3 replies
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄
Hai pembaca setia cerita ini ...🤗

Terima kasih atas dukungan kalian dengan membaca cerita ini. Jika kalian suka tolong bantu Author d4ngan komen, like, Subscribe, dan ratingnya oke? 😊🙏🏻

Terima kasih ...💖💖💖
Lala Kusumah
bukan triplets ya Mak kok twins, tapi tak apa-apa sama aja kok sing penting kembar 😍😍😍👍👍👍
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Ya allah, dia ngakak ...🤣🤣🤣🤣🤣
total 3 replies
Murni Dewita
💪💪💪
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: 😊🤗💕💕💕💕
total 1 replies
Murni Dewita
👣
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Hallo, Kak Dewita ... Selamat membaca dan semoga suka dengan ceritanya ...😊🙏🏻🤗💕💕💕💕💕
total 1 replies
Lala Kusumah
good job Anlian 👍👍👍
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: 😁😁😁😘😘😘💖💖💖
total 1 replies
Lala Kusumah
wah Anlian dapat rezeki nomplok tuh, mantaaap 👍👍👍
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: sok atuh main ke bandung, Kak Lala ... kita ngaliwet bareng ....🤣🤣🤣
total 3 replies
Lala Kusumah
rasain Lo....
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: 😁😁😁 ....
total 1 replies
Lala Kusumah
wow
Lala Kusumah: hai....
total 2 replies
aku
mawar thor biar semangat update, sp tau doble up 🙈🙈😁😁
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Alhamdulillah ... Semangat kok, Kak ... hanya lagi berduka hari ini, saudara aku meninggal. Kalau double up, aku nyerah kak ... otaknya gak kuat mikir ...🤣🤣🤣🤣🤣🤣. Terima kasih dukungannya, Kak ...🙏🏻😘🤗💖💖💖💖
total 1 replies
aku
red rose untukmu thorrr ❤️❤️❤️
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Thank you kak ...🙏🏻😊🤗💖💖💖💖💖💖
total 1 replies
aku
lope sakeboooonnnn ❤️❤️❤️
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Lope yuh sekebooon tooo kak ...🤗💖💖💖🙏🏻🙏🏻🙏🏻
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
hadir thor
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Hallo, Kak Dewi ... Terima kasih hadirnya dan happy reading ....😊🙏🏻🤗🫰🏻💖💖💖💖
total 1 replies
Lala Kusumah
gustiiiiii eta Upin dan Ipin 😂😂😂
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: 🤣🤣🤣🤣🤣 ....
total 1 replies
Lala Kusumah
jangan terlalu kasar ya 🙏🙏🙏
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 5 replies
Lala Kusumah
semangat Anlian 💪💪💪
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Terima kasih, Kak Lala ...🙏🏻😊🫰🏻💖💖💖
total 1 replies
Ana Jus
seandainya ruangan itu ada di dunia nyata
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Alhamdulillah ... Aku juga baru nulis lagi di sini, setelah lama vakum 🤭.
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!