NovelToon NovelToon
Cinta Di Tapal Batas

Cinta Di Tapal Batas

Status: sedang berlangsung
Genre:Idola sekolah / Romansa pedesaan / Diam-Diam Cinta / Cintamanis
Popularitas:14.1k
Nilai: 5
Nama Author: Buna Seta

Dini Kirana yang masih kelas dua SMA dijual oleh ayah tirinya kepada pria kaya yang sudah banyak istri untuk melunasi hutang. Dini memilih kabur dari rumah dan akhirnya kesasar ke salah satu Desa. Di tempat itu, Dini bertemu Aksa yang sudah berusia 28 tahun.

"Mas, boleh ya saya tidur di rumah kamu? Tolong Mas, saya butuh tempat tinggal."

"Kamu bukan siapa-siapa saya Dini, saya tidak mau digerebek warga Desa."

Bagaimana kisah selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Buna Seta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

"Jangan berisik Dini, atau saya sumpal mulutmu dengan sampah!" Ancam seorang pria yang berdiri di depan Dini mengangkat dagu gadis cantik itu dengan tatapan penuh maksiat. Rupanya Dini diculik seseorang.

Flashback On.

Dini hendak menjalankan motornya, tapi tiba-tiba mulutnya dibekap seseorang dari belakang. Hanya itu saja yang Dini ingat, selanjutnya jatuh pingsan karena pengaruh obat bius. Tidak tahu lagi apa yang terjadi setelah itu, hingga dua jam kemudian Dini membuka mata.

"Di mana aku?" Gumamnya lirih. Dini yang masih lemas di tempat tidur memutar bola mata. Memindai kamar kecil tentu saja bukan kamarnya. Merinding, ketika beberapa botol minuman keras berada di atas meja kecil. Asbak dan kacang goreng sebagai pelengkap.

Dia memaksakan tubuhnya untuk bangun dari tempat tidur ketika mendengar adzan magrib. Tentu hendak melaksanakan kewajiban shalat. Betapa terkejutnya dia ketika pandanganya tertuju ke lantai. Sampah plastik dan kulit kacang berserakan, bahkan kertas bekas makan pun belum dibuang. Entah siapa penghuni kamar yang jorok itu. Dini merasa jijik ketika penciumannya pun menangkap bau yang tidak sedap berasal dari kasur yang ia duduki.

Dini turun dari tempat tidur hendak keluar dari kamar pengap itu. Tetapi begitu tangannya menarik kenop pintu dikunci dari luar.

Tok tok tok.

"Siapa di luar? Buka pintunya..." Dini hendak berteriak tetapi tidak bisa kencang karena suaranya masih dalam pengaruh obat bius. Dia tidak kehilangan akal tangannya mengetuk-ngetuk pintu hingga 15 menit kemudian.

Ceklak!

Pintu di buka dari luar.

"Kamu?" Dini mendelik gusar ketika menatap pria yang berdiri menghalangi pintu. Satu tangan berada di pinggang tampak menantang. Dini seketika panik, lalu menarik kakinya mundur. Berada di dalam kamar bersama pria Iblis itu sama saja berada di tepi jurang.

"Hahaha... kamu mau bersembunyi ke lubang semut pun pasti saya temukan anak pembangkang" pria paruh baya itu tertawa lebar.

"Mau apa kamu?!" Dini marah, baru sadar jika ternyata ayah tirinya itu menculik dirinya. Bayangan dijual kepada Burhan pun muncul lagi dan terasa mengerikan. Padahal sudah beberapa waktu mulai sedikit lupa.

"Tidak usah tanya mau apa, kamu sudah tahu jawabannya, Dini!" Ringgo tidak mau melepaskan Dini lagi setelah sekian bulan mencarinya dan baru kali ini ia dapatkan.

"Lepaskan saya ba***gan tengik!" Dini berteriak ia benar-benar tidak mau menjadi pemuas nafsu pria hidung belang.

"Sampai kapan kamu akan melawan saya, anak kurang ajar?!" Ringgo marah tangannya mencekik leher Dini, tetapi ketika menatap wajah anak tirinya yang cantik itu justru membangkitkan hasratnya sebagai laki-laki yang sudah lama tidak pernah mendapat jatah dari istri. Tetapi jika ia berani melakukan itu, Burhan tidak segan-segan menguliti tubuhnya. Ringgo menyesal kenapa tidak mencicipi tubuh anak tirinya itu sejak dulu. Dengan banyak pertimbangan, Ringgo akhirnya melepas tangannya dari leher Dini dengan kasar.

"Uhuk uhuk" Dini terbatuk-batuk. "Bunuh saja saya daripada kamu sakiti terus Ringgo. Kenapa kamu lepas!" Dini memanggilnya sudah tidak menggunakan embel-embel lagi.

"Sayang sekali Dini, terlalu sedikit penderitaan kamu jika saya bunuh. Saya akan membuat hidup kamu menjadi budak ranjang Burhan. Hahaha..." Ringgo terbahak-bahak.

"Kamu jahat, apa salah saya sama kamu! Hah?!" Dini tidak mengerti jalan pikiran Ringgo.

"Tanyakan saja Ibu kamu" Ringgo menjawab enteng.

"Ibu saya selama ini sudah cukup sabar menghadapi kamu Ringgo. Kamunya saja yang tidak bisa diuntung!" Dini heran, kenapa ibunya bisa sesabar itu menghadapi pria macam Ringgo. Pria tidak berguna, bisanya hanya menengadah harta milik ibunya.

"Ibu kamu sudah bukan pohon emas untuk saya petik setiap hari Dini. Sebagai gantinya kamu harus menjadi istri kesayangan bos. Bukan hanya kamu yang akan hidup seperti ratu, saya pun akan mempunyai ladang emas" tawanya lagi-lagi menggema.

"Jangan mimpi! Kamu pikir akan semudah itu menjual saya, karena sebentar lagi kamu akan mati di tangan pria. Saya bukan Dini yang dulu, sekarang sudah ada yang melindungi!" Ancam Dini walau sebenarnya takut juga. Tetapi tidak ia tunjukkan kepada Ringgo.

Ingat pria pelindung, Dini seketika ingat Aksa yang berjanji akan menyadarkan ayahnya. Tetapi kenapa Ringgo justru menculik dirinya. Mengapa pula Aksa belum menghubunginya sejak pergi jam 10 pagi tadi. Banyak pertanyaan di hati Dini. Dini pesimis bahwa janji Aksa akan berhasil.

"Kamu itu yang mimpi" Ringgo pikir Dini hanya asal bicara. Pria mana yang berani melawan Burhan, jika sampai itu terjadi maka 'dor.

Mungkin lelah bertengkar atau mau kemana, Ringgo pun meninggalkan Dini di kamar tersebut.

 Dini hendak ikut keluar, tapi Ringgo secepatnya menutup pintu dan menguncinya dari luar.

Dini akhirnya menyerah, ia hanya bisa berdoa semoga Aksa mencari dirinya. Dan Allah memberi petunjuk.

Flashback Off.

Hingga jam 10 malam, Dini dikurung di kamar itu. Bukan tanpa usaha ingin keluar, tapi usahanya sia-sia karena tidak ada celah.

Hingga akhirnya pintu pun terbuka, Dini cepat bangkit hendak keluar tapi lagi-lagi gagal.

"Ini makan! Sebenarnya saya rugi membelikan kamu makanan, tapi kalau kamu mati kelaparan uang ratusan juta akan hilang!" Ringgo memberikan nasi bungkus dalam plastik. Namun, Dini menepis hingga plastik mental ke lantai.

"Saya tidak sudi makan, makanan haram dari kamu. Sekarang kembalikan handphone saya!" Dini marah, handphone dan tas miliknya yang berisi uang jajan pun hilang. Siapa lagi jika bukan Ringgo pencurinya.

"Handphone dan motor kamu sudah saya lipat. Hahaha..." Ringgo tertawa puas karena berhasil menjual motor Dini yang selama ini ia incar.

"Dasar Iblis" Dini menarik kasar gagang pintu hendak keluar, tentu saja tidak bisa.

"Jangan coba-coba untuk lari Dini, jika bukan karena bos akan membeli kamu dengan harga fantastis, sudah saya nikmati tubuhmu. Setelah puas lalu saya bunuh!"

Cih!

Dini meludai wajah Ringgo. Pria itu murka lalu mengangkat telapak tangan hendak menggampar Dini, tapi sedetik kemudian menariknya kembali. Dia takut akan kena marah bos nya jika wajah Dini sampai ada bekas gambaran tangannya.

Ringgo pun meninggalkan Dini lalu duduk di kursi menyulut rokok. Hening, dua orang itu tidak ada lagi ada yang bicara.

Detik, menit, terus berjalan hingga jam 11 malam, Dini mendengar Ringgo mendengkur. Dia berjalan jinjit agar tidak meninggalkan suara mendekati pria itu.

Dini berdiri di depan Ringgo yang sudah terlentang di kursi panjang. Ia amati saku celana di mana kunci berada. Dengan perasaan was-was ia maju beberapa langkah hingga berada tepat di pinggir Ringgo. Tangannya gemetar menarik kunci tersebut dengan posisi membungkuk. Begitu berhasil menggenggam benda warna perak yang ia cari, Dini melangkah hati-hati menuju pintu.

Dini hendak memasukkan kunci ke dalam lubang pun sulit sekali.

"Jangan coba-coba lari kamu!" Ringgo seketika bangun.

Ting.

Saking kagetnya kunci yang Dini pegang pun jatuh. Cepat-cepat ia memungut berusaha membuka pintu, tentu saja kesempatan ini tidak akan ia sia-siakan. Dini menoleh cepat ketika mendengar langkah kaki Ringgo semakin dekat.

Ceklak Ceklak.

Dini mengucap syukur ketika berhasil membuka pintu, kemudian berlari ke luar dari kamar. Namun, sialnya pintu depan pun dikunci.

"Hahaha... kamu pikir bisa semudah itu lari dari saya?" Ringgo tertawa dipaksakan.

Dok dok dok.

"Tolong... tolooong..." Dini menggedor-gedor pintu, berharap di luar sana ada orang yang mendengar. Namun, secepatnya Ringgo menyeret tubuh Dini dan membanting ke lantai.

"Kamu memang harus saya beri pelajaran!" Ringgo membuka baju dan celana panjang melemparkan ke sembarangan arah.

Dini menarik bokongnya mundur, ketika Ringgo berjongkok di depanya hanya mengenakan kaos dan celana pendek. Jemarinya menyusuri wajah Dini dengan jari sembari menjilati bibir. Dini jijik lalu menepis tangan Ringgo.

"Malam ini juga kamu akan menjadi milikku. Hahaha..." Ringgo hendak berbuat mesum.

"Tolong... tolooong..." Dini berteriak lagi ketika Ringgo menarik baju seragamnya hingga robek.

Brak! Brak! Braaakk!!!

Tiba-tiba saja pintu depan ada yang mendobrak hingga ambruk.

...~Bersambung~...

1
Darti abdullah
luar biasa
Eka ELissa
knpa tu Lusi..... entahlah hy emk yg tau.....
Buna Seta: Jangan jangan bunting
total 1 replies
Attaya Zahro
typo kak..yang memberi Burhan bukan Ringgo
Attaya Zahro: Iya kak 😍😍
total 2 replies
Ita rahmawati
ada apa nih dg bu lusi
Ita rahmawati
polisi dateng,,apakah 22 nya ditangkep 🤔
Eka ELissa
nah lohh.... Burhan Ringgo msuk bui.,. tu bersiap udh di jmput mo di bawa ke hotel 🏨🏨🏨 prodeo 😄😄😄😄🤭
Buna Seta: Kapok dia 😁
total 1 replies
neng ade
aku hadir disini thor .. 🙏😍
Buna Seta: Lanjut ya
total 1 replies
Ita rahmawati
aksa kah yg dateng atau orang lain
vj'z tri
🫣🫣🫣🫣 semoga selamat 🫣🫣
Eka ELissa
Lusi pa Ringgo.....yg culik....dini... entahlah hy emak yg tau...
Eka ELissa
aduh....Bu ..dini....di culik tau ...smoga GK knpa2....yaaa......🤦🤦🤦
Bu Kus
lanjut
Fitriah Fitri
pleazee thor ... 2 bab tudey. nti sore up lg kan dr kmrn 1 bab trs up nya
Buna Seta: Lagi galau say, retensi buruk 😭
total 1 replies
vj'z tri
sabar Mak sabar tanya pelan pelan jangan langsung gas 🤭🤭🤭🤭
Ita rahmawati
siapa ya yg nyulik,,lusikah atau ringgo kah atau ada lg orang baru 🤔
Eka ELissa
dini....pak....msih inget kan kmu...😡😡😡
Ita rahmawati
hadeuh siapa nih yg bekap dini
Attaya Zahro
Jangan² nih kerjaan si Bu Lusi,.dan malah membuat Aksa jadi salah paham ma Burhan..
Attaya Zahro
Waduh..Dini di culik..tolong Dini Bang Aksa
Bu Kus
lebih baik jujur aja dini kan Aska gak tahu dengan kamu jujur pasti akan bertindak jangan main curiga nanti kamu nyesel lho
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!