NovelToon NovelToon
Noda Melukis Cinta

Noda Melukis Cinta

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cintamanis / Tamat
Popularitas:2.9M
Nilai: 4.8
Nama Author: oniya

Menorehkan tinta di atas kanvas, tak selalu hitam juga putih, akan ada banyak warna yang menghiasi.
Namun, fatal bila salah menorehkan warna, karena akan menjadi noda yang akan merusak nilai estetik lukisan itu sendiri. Berani melukis cinta, juga harus berani menerima risikonya.

Alvin Daran, Pria berparas tampan yang telah menorehkan noda dan merusak sketsa lukisan yang telah susah payah Miya Patrisia rangkai. Akankah Alvin mampu mengubah Noda menjadi indah?, hingga pantas disebut sebagai lukisan, yang akan membuat senyum Miya kembali merekah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oniya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ingin Bertemu Ayah

***

Setiap harinya Miya terus bekerja tiada henti. Senin sampai Jum'at ia bekerja di mini market, sedangkan dihari libur sabtu dan Minggu, Miya isi untuk bekerja disebuah hotel. Gaji yang dia dapat tidak ada yang bersisa, karena setelah menerima gaji, Miya akan langsung menyetorkannya ke rumah sakit.

Siang dan malam ia tak berhenti bekerja, demi membayar biaya berobat sang putri, Miya rela tidak beristirahat sama sekali. tidur paling panjang baginya hanya 3 atau 4 jam. Itupun terkadang digunakan untuk menemani putrinya di rumah sakit.

Walaupun dia sudah bekerja keras. Tapi, kondisi Naumi semakin hari malah semakin memburuk. Gaji yang dia dapatkan tidak lagi bisa menutupi biaya berobat putrinya. Hingga suatu hari, Miya terpaksa meminjam kepada renternir demi menutupi semua biaya berobat putrinya.

Tanpa Miya sadari, hutang-hutangnya sudah menumpuk tak terhitung berapa jumlahnya. Meski dia sudah berusaha semaksimal mungkin, kenyataannya kondisi Naumi tetap saja memburuk. 2 Minggu dirawat intensif di rumah sakit, kondisi Naumi semakin memburuk. Rambutnya yang dulu lebat, berwarna pirang bergelombang indah. Kini, sudah semakin menipis. Senyuman diwajahnya masih tertera walau bibirnya pucat dan mengelupas. Ibu mana yang tidak sedih, tidak perih hatinya melihat putrinya semenderita itu.

"Ibu, tolong maafkan aku. Aku bukannya membuat ibu bahagia. Tapi, malah membuat ibu menderita. Aku memang tidak berguna," ucap Naumi lemah membuat Miya mengucurkan air mata begitu sedih.

"Sayang, kamu tidak boleh berbicara seperti itu. Kamu tidak pernah membuat ibu menderita, Sayang. Kau adalah putri Ibu yang selalu membuta ibu bahagia. Sekarang kamu makan lagi ya. Agar kamu cepat sembuh." Ucap Miya kembali menyuapi putrinya. Naumi menyambut suapan dari ibunya dengan tersenyum lemah.

"Ibu, bolehkah aku mengatakan sesuatu. Aku ingin jujur, Bu." Ucap Naumi memohon.

"Apa kamu menginginkan sesuatu, Sayang. Katakan apapun kepada ibu. Ibu akan memberikan apapun yang kau mau." Jawab Miya.

"Ibu, Setiap hari, setiap jam, setiap menit, bahkan setiap detik. Sakit ini semakin bertambah. Aku tidak tau sampai kapan aku akan bertahan. Selagi bisa. Aku akan bertahan, setidaknya hingga aku bertemu Ayah. Aku ingin sekali melihat wajahnya. Mau dia baik, ataupun sebaliknya. Aku tidak peduli, Bu. Aku hanya ingin melihat wajahnya. Aku rindu padanya walaupun aku tidak pernah melihat seperti apa wajahnya. Ibu tidak pernah mengatakan Ayah jahat. Tapi, ibu tidak juga mengatakan bahwa Ayah adalah lelaki yang baik. Apa aku salah, bila hanya ingin melihatnya barang dari jauh juga tidak apa. Sepertinya aku akan lebih baik bila memeluknya." Ucap Naumi sambil membayangkan seorang Ayah memeluknya erat.

"Sayang, ibu mohon jangan mengatakan hal itu. Kamu akan sembuh sayang, kamu pasti akan sembuh. Ibu akan melakukan apapun agar kamu segera sembuh. Dan Ibu berjanji akan membawa Ayahmu kehadapanmu, bila kamu sembuh. Ibu berjanji," Ucap Miya mencoba membujuk putrinya dengan membuat kebohongan besar. Bagaimana mungkin dia akan membawa lelaki bajingan yang sudah lama ia lupakan. Bahkan, dia tidak lagi mengingat nama bajingan itu. Semua kenangan buruk sewaktu SMA, telah lama dia kubur dan tak pernah sekalipun dia ingat.

"Ibu tidak berbohong kan Bu. Ibu benar-benar akan membawa Ayah padaku kan Bu. Terimakasih, Ibu. Aku akan berusaha untuk sembuh agar bisa bertemu Ayah." Jawab Naumi dengan buliran bening mengucur dari kedua susut matanya.

1
myscleoo
Lumayan
myscleoo
Biasa
Surati
bagus
Bahari Sandra Puspita
waow, luar biasa kak..
ceritamu kali ini agak beda, namun malah semakin luar biasa..
keren dah pokoknya.. 🥰🥰🥰
yg ini g ada sekuelnya ya???

oke deh lanjut cerita berikutnya..
sehat2 terus kakak..
tetap semangat untuk berkarya.. 😘🥰🤩😍
Eva Nietha✌🏻
Uhuy
Dyah Oktina
Luar biasa
Dyah Oktina
nama geng nya kurang garang thor.. 🤭
Dyah Oktina
deh...lagi2 pria bereksek kasih lagi sesuatu d minuman nya...
Rahma Wati
cerita nya keren bagus 👍🏻👍🏻🥰
Nami chan
ceritanya seru bgt
ga tll panjang to bener2 berkesan 🥰
Nami chan
sodara brati alvin dan robber
Nami chan
knp bs ngrekam audio pas itu
Nami chan
knp dl setelah tau tanda lahir robert jg akhirnya pergi setelah nolong 3th
Nami chan
pas waktu diperiksa kelvin kok blm ketauan hamil ya
Nami chan
spy, punya misi tertentu
Nami chan
gmn ga bingung ya miya 🤣
Nami chan
robbert pasti
Nami chan
ahh seruu
Nami chan
eh anjay aku ngakak 🤣
Nami chan
tnyata anan tau
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!