Bagaimana rasanya ditinggal untuk selamanya oleh kedua orang tua, dan mempunyai ibu tiri yang yang gila harta, menjual anak tirinya kepada lelaki kaya demi uang, inilah yang dirasakan Lusiana gadis malang yang dijual ibu tirinya demi dirinya sendiri, dan harus menikah dengan pria yang membelinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 14 Wisuda Lusiana
Di rumah semua pelayan telah menyiapkan surprise untuk lusiana, tentunya itu semua atas perintah Tama, Lusiana sangat terkejut ketika Naomi juga hadir di sana.
"Ma, mama ada di sini, Lusi kangen banget sama mama" kata Lusiana yang langsung memeluk Naomi.
"Saya datang bukan karena kamu ya, karena di suruh oleh suami mu" bisik Naomi di telinga Lusiana.
Lusiana hanya tersenyum mendengar apa yang di ucapkan Naomi, karena memendam rasa kecewa pada Naomi di depan suami nya.
"Surprise....." teriak Tama dan semua pelayan yang ada di sana.
"Wah, kamu paling bisa ya buat aku bahagia, kok bisa ada mama disini" kata Lusiana
"Aku sebenarnya telah menghubungi ibu Naomi dan syukur nya ibu Naomi mau datang "kata Tama.
Sebenarnya nya Lusiana ingin menangis ketika Naomi mengucap kan kata-kata itu, bagaimana tidak, setelah sekian lama tidak bertemu dengan Naomi, berharap hari ini Naomi merindukan nya, tapi malahan Naomi memang sudah tak peduli lagi dengan Lusiana.
"Ya udah selamat ya nak, mama pulang dulu ya" kata Naomi pura-pura baik di depan Tama.
"Makan dulu ma, cuma sebentar kok" ujar Lusiana.
"Iya, kasian Lusiana, dia sangat merindukan ibu, setidak nya ibu bisa makan bersama berhubungan hari ini, hari yang spesial buat Lusi" kata Tama.
Karena Tama yang menawarkan maka Naomi setuju akan tawaran itu.
"Ya udah, habis itu mama langsung pulang ya sayang" kata Naomi.
"Iya ma, itu aja Lusi udah senang kok" kata Lusiana.
"Yaudah tunggu apa lagi yok kita mulai aja makan nya" ujar Tama
Di hari yang spesial itu mereka berkumpul bersama seperti keluarga yang bahagia di tambah lagi dengan kehadiran, Romi, Nurin dan Hendrik. dan setelah selesai acara itu maka Romi dan Nurin berpamitan duluan karena ada urusan penting.
"Gue pulang dulu, makasih ya atas jamuan nya, masakan nya sangat enak, sering-sering ya ngundang gue buat makan bersama" kata Romi
"Jamuan apa nya, loe itu nggak di undang ya buat datang kesini aja kalian maksa, ya udah deh pulang aja sana" kata Tama.
"Loe ngusir gue, tega amat loe sama teman sendiri" kata Romi.
"Sejak kapan gue punya teman seperti Lo" kata Tama.
"Udah dong sayang jangan berdebat terus, kenapa sih kamu nggak akur aja dengan Romi, padahal dia udah ngomong baik-baik pada mu" kata Lusiana menengahi.
"Nah, itu loe dengar apa kata istri loe, Lusi aja ngerti" kata Romi.
"Lus, boleh nggak aku minta kontak kamu?" tanya Nurin
"Nggak boleh" sambar Tama
"Aku minta pada Lusiana bukan pada mu" kata Nurin.
"Iya tapi aku nggak ngizinin, sebagai suami nya, dia akan menuruti kata-kata aku kan" kata Tama.
"Kok kamu gitu sih, kamu nggak mau aku punya teman" kata Lusiana.
"Iya mau, tapi jangan dia juga kali, dia itu manusia ular tau" kata Tama.
"Kok kamu jahat banget sih, iya memang aku punya salah tapi aku menyadari nya sekarang, apa itu salah" kata Nurin.
"Menyadari apa? udah lah aku mohon ya jangan ganggu istri aku lagi, tolong deh" kata Tama.
"Ya udah lah terserah kamu aja" kata Nurin
"Nurin dan Romi segera berlalu dari rumah Tama, karena merasa kecewa dengan perlakuan Tama"
"Ya udah mama pulang juga ya Lus" kata Naomi.
"Mama tinggal dimana, biar pak Tomo yang mengantarkan mama" kata Lusiana.
"Nggak usah mama naik angkot aja" kata Naomi
"Iya biar di antar pak Tomo aja"tukas Tama
"Nggak usah tuan, saya bisa pulang sendiri, saya nggak mau merepotkan kalian" kata Naomi.
"Nggak merepotkan kan kok, tunggu bentar biar saya kasih tau Pak tomo dulu" kata Tama
"Nggak usah tuan, saya pulang sendiri aja, saya pamit dulu ya tuan, Lusi" kata Naomi
"Dan Naomi segera pergi tanpa menghiraukan lagi kata kata Lusiana dan tama"
"Kamu senang hari ini?" tanya Tama.
"Iya, senang banget" kata Lusiana
"Syukur deh, kapan-kapan aku bisa menyuruh mama Naomi mu untuk datang kesini lagi" kata Tama.
"Nggak usah, mungkin mama repot jika di suruh ke sini terus, nanti aku aja yang datang ke rumahnya" kata Lusiana.
"Memang nya kamu tau di mana dia tinggal?" tanya Tama.
"Ya itu urusan gampang, kamu mau kan bantu aku cari tau dimana rumah nya mama Naomi" kata Lusiana.
"Kalau itu yang kamu inginkan, pasti aku mau lah" kata Tama.
"Tapi ngomong-ngomong kenapa kamu ketus banget dengan Nurin dan Romi, padahal dia udah baik lo" kata Lusiana
"Kamu nggak tau aja gimana sikap mereka sebenarnya, mereka itu sama aja, bermuka dua" kata Tama.
"Aku nggak paham ya kamu punya masalah apa, yang aku tau cuma kalian ada masalah di masa lalu, tapi aku nggak paham kamu punya masalah se serius apa dengan mereka, bisakah kamu berdamai aja dengan mereka, apalagi kalian ada urusan bisnis bersama kan "kata Lusiana.
"Iya aku ngerti, tapi aku belum bisa aja berbaikan dengan mereka, apa lagi kemaren kamu minta aku jauh-jauh dari Nurin, tapi sekarang kenapa kamu meminta ku untuk berteman dengan nya?" tanya Tama.
"Iya kan, dia kelihatannya udah berubah, jadi apa salah nya untuk berteman, kalau kamu memang mencintai aku, kamu nggak ada alasan untuk tidak berteman dengan nya" kata Lusiana.
"Aku heran deh, kamu kok baik banget jadi orang, sehingga kamu nggak melihat sisi buruk mereka" kata Tama.
"Kamu itu yang selalu berlebihan, sehingga yang kamu lihat hanya keburukan nya aja "kata Lusiana.
"Ya udah lah, kita nggak usah membahas mereka, aku udah nggak mood" kata Tama
Lalu Tama pergi meninggalkan Lusiana sendiri, karena merasa sedikit kesal dengan pembahasan itu.
*Lusiana*
Di hari wisuda ku ternyata Romi dan Nurin datang juga untuk mengucapkan selamat padaku, dan hari ini Nurin bersikap baik pada ku, apa lagi dia minta maaf pada ku, dan mengajak ku menjadi teman ny, entah itu tulus dari hati atau mungkin punya maksud yang lain, aku tidak memikirkan nya yang jelas hari ini dia baik pada ku, maka aku harus bersikap baik juga dengan ny.
Walaupun suami ku masih sangat marah pada nya dan melarang ku untuk berteman dengan nya. Aku mencoba untuk berbicara dengan suami ku agar mau bersikap baik dengan mereka tapi tetap dia nggak mau, entah masa lalu apa yang di alami mereka sampai suami ku tidak memaafkan mereka malahan selalu bersikap ketus, walaupun mereka dalam kerja sama sebuah proyek tapi itu hanya sebatas kerjaan saja. Aku juga tidak bisa memaksa suami ku untuk memaafkan mereka karena itu hak nya, tapi aku sebagai seorang istri pasti lah akan selalu mengingat kan nya.
Dan tepat di hari ini juga surprise yang terindah dari suami ku yaitu dengan datang nya mama Naomi, walau mama masih bersikap sama seperti dulu padaku tapi aku tetap senang ketemu mama Naomi lagi setelah sekian lama.
Bersambung 🥰
dr cerita dia (adam) mulai awal sampek kerumah nurin ,dan kehamilan nurin ,sampek diusir gk direstui oleh bram,
padahal habis pulang dr rmh nurin langsung meninggal si adam
dan dlm semua dramanya sllu jadi protagonis dan mudah senyum
like episode tertinggal
salam dari IKYD