NovelToon NovelToon
Kamulah Pilihanku

Kamulah Pilihanku

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:4.8M
Nilai: 5
Nama Author: Yuni Maryuni

lanjutan novel "CINTA YG SALAH"
hanya saja disini lebih banyak bercerita tentang kehidupan pernikahan roman dan
tania..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuni Maryuni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 14

Aditya segera berjalan menuju Roman yang kini tengah berdua saja dengan Tania, sebab yoga ternyata sudah tak ada mungkin bersama teman lamanya yang lain yang jelas kini di penglihatan Aditya hanya ada Roman dan istrinya..

Riana langsung menghambur ke pangkuan Tania saat melihatnya

"tanteee" teriaknya senang

Tania mendudukkan Riana di pangkuannya

"kok Riana ikut kesini? " tanya Tania melihat keponakan kecilnya itu ikut reuni ayahnya dan tanpa ibunya

"iya disuruh ibu jagain ayah " sahut Riana polos

Aditya yang baru saja duduk merasa ternistakan dengan senyuman licik yang Roman lemparkan untuk dirinya

"takut ayah mata genit ya? " ujar Roman pada Riana

"emang ayah bisa mata genit? " Riana bertanya bingung karena sepengetahuannya sang ibu lah yang sering mengajarkan mata genit padanya ,yaitu mengedip-ngedipkan mata lucu,dan dia pikir itu hanyalah permainan anak kecil ia yang tak mengira jika sang ayah pun bisa melakukan permainan anak kecil

"bisa dong, sekali kedip kembang-kembang berhamburan" baru saja menyelesaikan perkataannya Roman sudah mendapatkan tendangan telak ditilang kering kakinya tak ayal membuat dia balik menendang

"jangan ngomong macem-macem mana, nih anak pinter ngadu ke ibunya " Aditya berkata pelan

Roman mentertawakan Aditya yang kini bukan hanya takut pada Rianti namun juga pada anak gadisnya yang sudah sangat kritis bila melihat ayahnya melakukan tindakan yang menurutnya akan merugikan sang ibu

di tengah perbincangan diantara dua lelaki ada dua orang perempuan yang kini sibuk bercanda, ya Riana dan Tania kini sudah asik dengan dunia mereka berdua tak ingin tahu lagi apa yang sekarang menjadi topik perbincangan antara Aditya dan Roman, mereka tertawa sambil sesekali menikmati makanan yang ada di atas meja tempat mereka berempat duduk..

"dicariin Imran lu "

"preman nggak punya otot masih idup? " Aditya berkata meremehkan karena setahu dia Imran yang dia kenal tidak punya otot sedikitpun di setiap sendi tubuhnya, hanya modal mulut besar saja menurut Aditya

"belum liat orangnya gue sii, cuma si yoga tadi ngasih tahu kalau Imran nyariin elu" sahut Roman dengan mata berkeliling rasanya ia melihat orang yang sedang mereka bicarakan sedang menuju kearah mereka

Dengan gaya jalan yang songong dan dibuat-buat Imran datang ke meja dimana dia melihat Aditya/Erlan sang musuh nya duduk bersama Roman dan juga gadis kecil yang sedang duduk dipangkuan seorang wanita yang nampaknya tak asing lagi baginya.

"noh yang diomongin muncul juga muka songongnya" ujar Roman melihat kedatangan Imran yang menunjukkan wajah bagaikan manusia pencabut nyawa, sangat tak bersahabat bahkan terkesan angker bak rumah sakit jiwa tak berpenghuni

Aditya malah tersenyum mengejek melihat orang yang dulu ditimpuknya menggunakan bata dan sampai saat ini pun bekas benjol nya masih terlihat menonjol di kening bagian kirinya

"gara-gara elu, gue jadi berurusan sama manusia yang paling nggak berfungsi didunia ini" kata Aditya pelan

"lah, lu nya aja yang sok jadi pahlawan tanpa kolor diluar" ucap Roman

"kan gue bukan superman " Aditya sewot dengan pernyataan Roman

"gue nggak bilang elu Superman tulul, kalo lu Superman lu pake kolor diluar" Roman membela diri

perdebatan mereka terhenti saat Imran sudah duduk di satu meja dengan mereka tanpa ada yang mempersilahkan satupun

Tania yang tadi tengah sibuk dengan Riana melihat mendongakkan kepalanya saat melihat ada sepasang kaki lagi yang ikut duduk bersama mereka..

"apa kabar Erlangga sang manusia bata? " Imran berkata seolah mengingatkan Aditya tentang perbuatannya dulu, mendengar pernyataan Imran Aditya malah menunjukkan wajah yang tak kalah mengesalkannya

bukannya menjawab sapaan Imran Aditya malah mengajak bicara Riana yang

Roman hanya menutup mulutnya namun terlihat sekali dia tengah menahan tawanya kali ini

sedang Tania hanya diam menunduk karena ia cukup mengenal orang yang kini berdiri diantara mereka..

karena Aditya tak juga meninpalinya akhirnya Imran mengalihkan matanya ke Tania

"ini anak kamu Indri? " Imran bertanya tiba-tiba tanpa peduli ada dua pasang mata yang menyorotnya tajam dan siap menerkam jika dirinya berani macam-macam pada dua gadis yang sudah ada pemiliknya itu

Roman yang terkejut kenapa Imran bisa mengenal istrinya apalagi memanggil dengan tengah istrinya

"Tania indriana!! " Imran memanggil nama lengkap Tania karena Tania tak juga menjawab pertanyaannya, membuat Roman makin membelalak tajam mengetahui Imran sipreman kelas itu mengetahui nama lengkap istrinya

"anak gue!! " Sentak Aditya kesal Imran menanyai Riana yang adalah buah hatinya

Imran melirik Aditya sinis

lalu kembali menatap Tania "kamu nikah sama dia? " jari Imran menunjuk Aditya

lalu tersenyum miring "pantesan selama ini nggak ada kabar sama sekali"

Roman mendengarkan setiap pernyataan yang keluar dari mulut Imran dengan seksama seraya mencerna setiap kata berusaha bersikap setenang mungkin

Riana yang mendengar perkataan Imran langsung meralatnya "ini tante ana, istri om" jari kecilnya menunjuk Roman yang duduk tepat disampingnya

untuk sekejap Imran merasa bodoh sudah jelas Tania duduk tepat disamping Roman tapi kenapa ia mengira Tania menikah dengan si Erlan, batin Imran bergejolak rasa yang dulu pernah ia punya untuk Tania kenapa mendadak harus muncul kembali meski ia tahu kekasih masa SMP-nya itu telah menikah dengan teman sekolahnya dulu, pikirannya seolah kacau hanya dengan mendengar pernyataan aditya/Erlan tentang gadis kecil dipangkuan tania

ya Tania adalah mantan pacarnya saat SMP mereka dulu memang tinggal di kota yang sama namun setelah lulus SMP Imran pindah kejakarta dan menetap dijakarta hingga sekarang, meskipun ia pernah sesekali pulang ke kota asal untuk mengunjungi kerabatnya tapi ia pun tak lagi dapat menemui Tania disebabkan Tania yang dan keluarganya pindah ketempat lain.

"kita kan belum putus, kok kamu nikah sama dia? " Lagi-lagi jarinya dengan enteng menunjuk orang dan kali ini Roman lah yang jadi sasaran

"dih gajelas" Aditya menggerutu sendiri mendengar apa yang dikatakan Imran kali ini

"nggak usah ikut campur Lan! " membentak Aditya karena tak senang dengan gerutuan yang dilontarkan musuhnya itu

Aditya hanya mengangguk-angguk saja

lalu mengambil Riana dari pangkuan Tania

dan membawanya pergi meninggalkan Roman dengan urusan rumah tangganya yang mungkin akan memulai babak baru karena hadirnya Imran diantara mereka

"hah? " Tania membulatkan mata tak percaya dengan pengakuan Imran yang mengatakan bahwa mereka belum putus sedangkan saat pergi Imran pun tak pernah memberitahu apapun

"kalau gue ikut campur boleh ya, " kata Roman ikut nimbrung

Imran melotot dan dengan cepat ia menduduki kursi yang tadi diduduki oleh Aditya

"gue suaminya " Roman berkata santai sedang dalam hati rasanya ia ingin sekali meninju mulut Imran yang dengan enaknya membicarakan masalalu tentang dia dan Tania dihadapan Roman

"kamu kenapa diem aja, nggak kangen sama aku? "

pertanyaan Imran membuat Roman makin dongkol kakinya sudah bergoyang-goyang seakan ingin menendang orang didepan istrinya itu

"kamu kangen sama dia? " Roman akhirnya mengulang kembali perkataan Imran pada Tania.

Tania menggeleng pelan

"nggak,aku udah nggak ada hubungan sama dia " sahut Tania pada suaminya yang bersedakep disebelahnya

Roman mengangguk-angguk mendengar jawaban istrinya,.

Imran yang kesal mendengar jawaban dari Tania lalu berdehem kencang

"apa perlu aku bilang sama cecunguk ini apa yang udah kita lakuin dulu?! " Imran berkata mengancam seolah ia memang pernah melakukan hal aneh dengan Tania

"lu yang cecunguk " sentak Roman, padahal dia ingin bersikap cool mendengar Imran menyebutnya cecunguk membuat luar biasa sewot, apalagi kata itu keluar dari mulut si Imran manusia paling gila yang pernah dia kenal

Imran seakan tak peduli, karena kini ia masih fokus pada Tania dan sedang berusaha membuat sperti seorang wanita nakal didepan Roman suaminya..

*****

bersambung ...

1
Ari Rahmad
Q baca berapa kali masih tetep ketawa🤣🤣👍
Homsiah
ga sampe lahiran thor?kayaknya ga ada bosen nya deh kalo cerita ini lanjut
Homsiah
udah cinta mati semati matinya tuh si aditya/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Homsiah
wah daren intingnya kuat bgt ya selalu menjaga jarak ama sherin karna dia tau permana suka ama sherin
Homsiah
bener kan permana udah suka ama sherin dari dulu
Homsiah
mungkin sherin nurunin sifat papa nya makanya dia masih bisa jadi baik ga kaya mak nya ga sadar" masih aja jahat/Awkward//Awkward/
Homsiah
mungkin aslinya sherin tuh baik cuman dia salah punya temen kaya nella
Homsiah
bisa gitu ya/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Homsiah
jangan" ntar si tyo beneran jadian ama si kyla lagi/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Homsiah
ya masa mau ngajak calon anak lo begadang ren kasihan masih bayi satu kali cukup lah/Facepalm//Facepalm/
Homsiah
si kyla ya bener" kamu mah si rendy plyboy kampus di bilang kaya curut/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Homsiah
udah sadar aja awas ntar macam" ama rona tambah habis kamu
Homsiah
makanya jadi orang jangan sombong begini kan jadinya
Homsiah
kaya bayi ren minta di mandiin/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Homsiah
yang di incar itu rona awas daren jangan sampe lengah jagain rona nya
Homsiah
yah harusnya si aji jangan jauh" buat jaga"
Homsiah
oh aslinya daren tau toh kalo permana suka ama sherin
Homsiah
udah banyakin setok sabar nya aja mba desi/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Homsiah
kalo dulu aditya yng ngidam gini lucu kali ya/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Homsiah
senengnya baca novel kak yuni tuh gini hiburan bgt ketawa mulu kalo orang lihat dikira aku gila kali ya ketawa" sendiri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!