NovelToon NovelToon
Mantan Suamiku Ternyata Sang Pewaris

Mantan Suamiku Ternyata Sang Pewaris

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Penyelamat / Dokter Ajaib
Popularitas:11.7k
Nilai: 5
Nama Author: DityaR

Hanya karena perbedaan gaya hidup yang kini tak lagi sejalan, Tiffany menceraikan suaminya demi menjaga citra sebagai seorang konglomerat.

Ia bahkan melupakan siapa yang telah berjuang bersamanya dari nol hingga mencapai posisi tersebut.

Hans Rinaldi tidak menyimpan dendam. Ia menerima keputusan itu dengan lapang dada.

Namun, setelah perpisahan mereka, Tiffany tetap menyeretnya ke dalam berbagai masalah. Hingga akhirnya, terungkaplah siapa sebenarnya sosok pria sabar yang selama ini telah ia buang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DityaR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cinta itu Buta

Di atas panggung, kedua wanita itu terus berbincang hangat, seakan mereka adalah teman lama yang sudah lama tidak bertemu.

Namun hanya sedikit orang yang menyadari bahwa kedua wanita itu sebenarnya sedang bersaing. Seperti dua mawar indah yang saling beradu. Sama-sama memikat, tetapi masing-masing dipenuhi duri.

Tiffany tidak merasa rendah diri atau putus asa meskipun Maureen berasal dari keluarga terpandang. Justru hal itu membuatnya semakin bersemangat untuk bersaing. Ia selalu menjunjung tinggi harga dirinya dan tidak pernah mudah menyerah. Apa pun kesulitan yang dihadapinya, ia akan mengatasinya.

Tidak masalah jika Maureen dikenal sebagai jenius bisnis Jakarta. Suatu hari nanti, Tiffany akan berdiri sejajar dengannya. Bahkan mungkin melampauinya.

“aku yakin kalian semua sudah melihat pesona Nona Rasheed,” ujar Maureen. “Selanjutnya, aku mau memperkenalkan seorang pria muda. Dia bukan cuma pernah menyelamatkan aku, tapi juga banyak membantu keluarga Wiraningrat. Tanpa diragukan lagi, dia adalah penyelamat keluarga Wiraningrat!”

Begitu kalimat itu selesai diucapkan, kerumunan kembali riuh. Orang-orang saling berpandangan dengan rasa penasaran dan kagum.

Siapa sebenarnya orang yang disebut Maureen sebagai penyelamat?

“Othan, jangan-jangan yang dia maksud kamu?” gumam Briann dingin. Menurutnya, hanya pria muda luar biasa seperti Othan yang pantas dengan deskripsi Maureen.

“Othan, aku gak nyangka kamu sepenting itu buat keluarga Wiraningrat! Selamat!” Sarrah tersenyum lebar, langsung mengira orang itu adalah Othan.

Othan terdiam. Sudut bibirnya berkedut, tidak tahu harus bereaksi bagaimana. Ia sama sekali bukan siapa-siapa.

Kalau dia benar-benar sehebat itu, dia tidak mungkin sampai berada di ambang kebangkrutan.

“Tunggu... jangan-jangan dia?” Othan tiba-tiba memikirkan seseorang, tetapi segera menepisnya.

Tidak mungkin.

Bagaimana mungkin orang tak berguna seperti itu bisa menjadi penyelamat keluarga Wiraningrat?

Di tengah tatapan penuh harap dari semua orang, Maureen berhenti sejenak sebelum berkata, “Baiklah, aku gak akan bertele-tele lagi. Sekarang, mari kita sambut dengan hangat... Tuan Rinaldi!”

Maureen melambaikan tangan, dan sorot lampu langsung mengarah pada Hans. Semua orang spontan menoleh ke arahnya.

“Hans? Kok bisa dia?” Rorry langsung terpaku ketika mengenalinya. Mulutnya terbuka lebar karena kaget.

“gak mungkin! Penyelamat keluarga Wiraningrat itu sampah itu... Hans?” Sarrah juga terkejut luar biasa. Di matanya, Hans hanyalah orang yang tidak penting dan lemah. Dia tidak punya kemampuan, juga tidak punya latar belakang. Bagaimana tiba-tiba dia bisa menjadi penyelamat keluarga Wiraningrat?

“Kenapa... kenapa dia?” Othan menggertakkan gigi, tangannya mengepal erat. Alih-alih terkejut, yang ia rasakan justru iri dan kesal.

Bagaimana bisa sampah seperti itu menarik perhatian Maureen?

Apa dia kalah dari Hans?

Dari segi penampilan, dia lebih tampan. Dari segi uang, dia jauh lebih kaya. Latar belakang keluarganya juga berkali-kali lipat lebih baik daripada Hans. Dalam kemampuan dan prestasi, dia juga jauh lebih unggul.

Namun wanita itu, yang seharusnya bisa membedakan mana batu dan mana permata, justru memilih pria murahan seperti itu.

Kenapa bisa begitu?

Wajah Othan dipenuhi kebencian dan rasa iri.

“Benar-benar dia...”

Saat sorot lampu jatuh pada Hans, Tiffany juga terkejut sekaligus bingung. Di dalam hatinya muncul perasaan yang sulit dijelaskan.

Sementara itu, Hans sama sekali tidak senang menjadi pusat perhatian.

“Apa yang sebenarnya dipikirkan wanita ini? Dia gak bilang aku harus naik panggung,” gumamnya dalam hati sambil mengerutkan kening, tidak mengerti maksud Maureen.

Setelah ragu sejenak, akhirnya ia berjalan menuju panggung.

Kerumunan mulai berbisik-bisik.

“Siapa dia? aku gak pernah lihat.”

“Katanya dia pacarnya Nona Wiraningrat. Mungkin dia mau sekalian mengenalkan dia di acara pembukaan ini.”

“Hah! Jadi cuma pemburu harta!”

Orang-orang mulai berspekulasi dan berkomentar. Jelas banyak yang memandang rendah pria yang dianggap bergantung pada wanita.

“aku sangat berterima kasih pada Tuan Rinaldi. Dia juga penyelamat keluarga Wiraningrat. aku harap ke depannya kalian semua bisa lebih mengenalnya,” ujar Maureen sambil tersenyum.

Ia kemudian melingkarkan lengannya di bahu Hans. Pada saat yang sama, tatapannya jatuh ke arah Tiffany, seakan ingin menunjukkan sesuatu.

Namun Tiffany sama sekali tidak terpengaruh. Ia tetap tenang, bahkan mengangkat dagunya dengan sikap menantang, seakan mengatakan Maureen bebas mengambil kembali sampah yang dulu pernah ia buang.

Dengan begitu, kedua wanita itu kembali terlibat dalam pertarungan tanpa kata. Tak satu pun mau mengalah. Tatapan mereka saling menekan.

Pada saat itu, Hans mulai merasa ada yang aneh.

Sejak kapan mereka berdua berselisih? Bukankah mereka partner? Kenapa rasanya lebih seperti dua rival?

Beberapa detik kemudian, keduanya sama-sama mengalihkan pandangan.

Kekuatan mereka seimbang.

“Nona Rasheed, aku berharap bisa bekerja sama dengan kamu,” kata Maureen sambil kembali mengulurkan tangan.

“aku juga berharap kerja sama kita berjalan baik,” jawab Tiffany dengan senyum tipis.

“Maaf, tapi urusan perusahaan untuk sementara aku serahkan ke kamu. aku dan Hans ada urusan mendesak. Permisi dulu,” ujar Maureen.

Ia langsung menggandeng lengan Hans dan membawanya turun dari panggung. Sejak tadi Hans tidak mengatakan sepatah kata pun.

Ia hanya seperti pajangan.

“Nona Wiraningrat...” Othan bergegas mendekat, ingin mengatakan sesuatu.

Namun Maureen bahkan tidak meliriknya. Ia hanya berkata dingin, “Pergi sana.”

Othan langsung terpaku. Harapan terakhirnya hancur seketika. Ia tahu Maureen tidak akan membiarkan masalah ini berlalu begitu saja. Bahkan ia mulai curiga bahwa keluarga Wiraningrat berada di balik penyelidikan terhadap perusahaannya.

“Sialan... kalau kalian sekejam ini, aku juga gak bakal tinggal diam,” pikirnya.

Ia menatap mereka dengan penuh kebencian sebelum akhirnya pergi.

“Hans!”

Tiffany mencoba mengejarnya. Tatapannya dalam, seakan ada banyak hal yang ingin ia katakan.

“Pergilah, Tuan Rinaldi. aku tunggu di lounge,” kata Maureen sambil tersenyum dan melepaskan lengannya.

Ia melakukan itu karena sangat percaya diri.

“kamu mau ketemu aku?” Hans berbalik perlahan.

“aku cuma mau tanya satu hal. Keluarga Wiraningrat memilih aku sebagai partner... ada hubungannya sama kamu gak?” tanya Tiffany tanpa berputar-putar.

Pertanyaan itu sudah lama ada di pikirannya sejak ia mengetahui siapa Maureen sebenarnya.

Dan sekarang, setelah melihat posisi Hans di hati Maureen, kecurigaannya semakin kuat.

“aku gak ngerti maksud kamu.” Hans tetap memasang wajah datar dan berpura-pura tidak tahu. Ia bukan tipe orang yang suka mengklaim jasa atas sesuatu yang sudah ia lakukan. Karena hubungan mereka sudah berakhir, ia berharap mereka tidak lagi terlibat satu sama lain.

“Jadi... benar bukan kamu?” Tiffany masih terlihat ragu.

“Nona Rasheed, aku rasa ada kesalahpahaman. Mana mungkin orang gak berguna seperti aku bisa bantu kamu?” jawab Hans dingin.

“Mungkin aku memang salah.” Ada sedikit kekecewaan di mata Tiffany. Ia lalu menambahkan, “Benar juga. Buat apa kamu bantu aku? Kita juga sudah bukan apa-apa lagi. Lagi pula, kamu memang gak punya kemampuan untuk itu.”

“Seperti yang kamu bilang, aku gak punya uang atau kekuasaan. Dibanding Othan, aku memang bukan siapa-siapa. Ada lagi?” kata Hans dengan ekspresi tetap datar.

“gak ada. kamu bisa kembali ke Nona Wiraningrat,” ujar Tiffany dengan nada meremehkan.

“Baik, permisi.” Hans tidak berkata apa-apa lagi dan segera menyusul Maureen, yang sengaja berjalan lebih pelan.

“Sepertinya Nona Rasheed masih punya perasaan sama kamu,” kata Maureen menggoda.

“Perasaan?” Hans tertawa sinis. “Kita gak saling bermusuhan aja sudah cukup bagus.”

“Hati wanita memang sulit ditebak. Kadang bahkan mereka sendiri belum memahaminya.” Maureen tersenyum lalu mengganti topik. “Oh iya, kamu bilang masih butuh beberapa herbal langka, kan?”

“Kenapa? kamu sudah menemukannya?” Hans langsung tertarik.

“Belum. Tapi aku tahu seseorang yang mungkin bisa bantu. Dia berasal dari keluarga tabib dan punya koleksi herbal yang sangat berharga. Mungkin dia punya yang kamu cari,” jelas Maureen.

“Oh? Siapa orangnya?” tanya Hans.

“Ikut aku saja, nanti kamu juga tahu.”

Maureen tidak menjelaskan lebih lanjut. Ia menarik tangan Hans dan membawanya ke lounge di lantai dua.

Di dalam ruangan itu sudah ada dua orang pria. Salah satunya adalah kakek Maureen, Soedjoyo Wiraningrat. Yang satunya lagi adalah pria bertubuh kekar yang terlihat sekitar dua puluh tahun lebih tua dari Hans.

Pria itu mengenakan setelan jas yang membuat otot-ototnya tampak menonjol. Wajahnya tenang, tetapi jelas terlihat bahwa dia bukan orang biasa.

“Tuan Rinaldi, kamu sudah datang! Silakan duduk!” Soedjoyo segera memberi isyarat begitu Hans masuk.

“Bagaimana kondisi Anda sekarang, Tuan Wiraningrat?” tanya Hans dengan sopan.

“Jauh lebih baik. Semua berkat kamu. Kalau bukan karena kamu, mungkin nyawa aku sudah melayang,” jawab Soedjoyo sambil tersenyum.

“Itu bukan apa-apa,” kata Hans merendah.

“Tuan Rinaldi, aku ingin mengenalkan seseorang padamu.” Maureen menunjuk pria di sampingnya. “Ini Tirta Atmodjo, seorang ahli pengobatan. Dia berasal dari Banten dan sangat berpengalaman. Kalau kamu butuh sesuatu yang berhubungan dengan pengobatan, kamu bisa tanya dia.”

“Senang bertemu,” kata Hans sambil mengangguk.

“aku gak tahu kalau orang yang mau diperkenalkan ke aku ternyata masih semuda ini. aku ragu dia punya kemampuan,” ujar Tirta sambil menatap Hans dengan pandangan meremehkan.

Ia datang jauh-jauh karena mendengar ada dokter hebat di Jakarta. Ia sama sekali tidak menyangka orang itu ternyata hanya pemuda biasa seperti ini.

Benar-benar membuang waktunya.

“Tuan Atmodjo, jangan menilai seseorang dari penampilannya. aku sudah melihat sendiri kemampuan Tuan Rinaldi. Keahliannya tidak kalah dari dokter-dokter berpengalaman,” kata Maureen membela.

“Begitu ya? Kalau begitu, biarkan dia memeriksa aku. Kita lihat apakah dia bisa mendiagnosis sesuatu.” Tirta mulai bersiap, jelas ingin mempersulit Hans.

“Tidak perlu. aku sudah tahu penyakit kamu hanya dengan melihatnya,” jawab Hans.

“Hanya dengan melihat?” Tirta sedikit terkejut. “kamu bercanda? kamu bisa mendiagnosis cuma dengan melihat? Bahkan dokter senior di Banten pun gak bisa melakukan itu!”

“aku gak tahu apakah orang lain bisa atau tidak. Tapi aku memang bisa melihat penyakit kamu,” kata Hans dengan yakin.

“Baiklah! aku jadi penasaran apa diagnosis kamu,” ujar Tirta dengan nada mengejek.

1
Sihol Siallagan
sehari cuman satu,
hmmm😔
Sihol Siallagan: maunya sehari 3 chapter loh🤭
total 3 replies
james malalantang
Ceritanya bagus tidak bertele-tele.
james malalantang
Mati kamu jaguar.
james malalantang
Orang sombong pasti kalah, beda dengan hans.
james malalantang
Mikael pasti merasakan ketakutan kalau sudah mengetahui kekuatan hans.
james malalantang
kesombongan dokter tirta mulai terlihat.
james malalantang
Bimbo orang baik seperti hans jangan di lawan.
james malalantang
Kemarahan bimbo tidak ada gunanya, karena hans orang benar.
james malalantang
Hans memang laki-laki perkasa.
james malalantang
Othan menunjukkan kesombongan di depan tifany, namun merasa gemetar melihat bodyguard danilo.🤣
james malalantang
Tifanny masih di tolong oleh hans, memang hans orang baik.
james malalantang
Hans memang pria idola bagi wanita terpandang.
james malalantang
Mantap
james malalantang
Mantap pembuktian dari hans.
james malalantang
Kasian kalung peninggalan ibunya.
james malalantang
mengecewakan saat HUT perkawinan mendapatkan surat cerai.🤣
sitanggang
kenapa gak SARIMI sekalian🤣🤣🤣
Piw Piw: awkwkwkwk sarimi
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!