NovelToon NovelToon
Quantum Xuan

Quantum Xuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Sistem / Transmigrasi
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Aditya Jetli

Dia Xuan Huan. seorang pejuang tingkat sembilan. Programmer sekaligus hacker yang sangat ditakuti. Banyak lawan yang sudah ditaklukkan, bahkan ada yang berkeinginan untuk menjalin kerja sama.

Proyek terakhir yang Ia kerjakan, adalah proyek kecerdasan buatan, yang bisa menjelajahi alam semesta. Penuh dengan kode kode rumit dan mencengangkan.

Quantum Xuan, itulah nama programnya. Tapi karena program itu dia harus mati, dan jiwanya ditempatkan pada tubuh seorang gadis lemah 12 tahun ke belakang, yang juga mati karena penganiayaan. Lalu bisakan tubuh dengan jiwa Xuan membalas dendam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aditya Jetli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

6. Ketiban sial

"Menurutmu ada apa dengan kota ini. Kenapa terlalu banyak penjahatnya. Apakah para petugas itu tidak menjalankan tugas dengan baik?"

"Menurutku mereka sudah melakukan tugas sebagaimana mestinya Nona. Tapi kebanyakan dari mereka selalu tidak fokus, karena banyak oknum yang tergiur dengan uang, jabatan juga sanjungan. Jadi mudah bagi seseorang untuk mengatur mereka."

"Itu pendapat pribadimu Lili, bukan pendapat pribadi ku. Jadi tidak guna diperdebatkan. Menurutku kita akhiri saja, dan jangan dipikirkan. Kita fokus pada tujuan kita, yaitu, makan."

"Anda memang yang terbaik Nona. Lili suka itu!"

"Lihat! Itu ada restoran. Sepertinya besar, dan makanan yang tersaji di depannya cukup banyak. Kita bisa memilihnya sesuka hati!"

"Mohon maaf Nona. Bukankah anda sendiri itu sebuah keajaiban? Makanan seperti itu akan dengan mudah anda dapatkan?"

"Sekali lagi kau bertanya, aku akan membuang mu ke hutan! Paham!!"

"Siap! Paham komandan!"

"Komandan kepalamu!"

Pletak!

"Aargh..!"

"Kenapa Nona memukul kepalaku. Apa salahku nona?"

"Habis isi kepalamu cuma siap siap saja. Siap untuk apa?"

"Siap untuk makan Nona"

"Kalau begitu, gas!. Aku juga sudah lapar."

Dari dalam restoran. "Bro, lihat itu! Ada dua gadis cantik yang sedang menuju ke arah kita. Sebaiknya kita pasang badan, agar keduanya tertarik pada kita. Jadi dengan mudah untuk memperdayainya."

"Jenius! Kau memang selalu di depan!"

"Ah, macam iklan produk motor saja, selalu di depan. Memang aku motor apa?" protes Truna tidak terima.

"Anggap saja begitu. Kalau ada apa apa, kau memang yang pertama maju."

"Ya, sudahlah. Kita bersiap. Sepertinya dua gadis itu sedang mencari tempat tongkrongan. Aku rasa restoran ini cukup bagus untuk memperdayai mereka?"

"Jadi apa yang harus kita lakukan?"

"Ya, bersikap baik sama merekalah. Berpura pura menunjukkan tempat duduk, agar kita bisa bergabung, dan saat itu kita bisa melancarkan serangan."

"Ada ada saja kau. Kalau begitu lakukan saja."

"Baik, akan aku lakukan!"

Satu menit kemudian. Lili dan Xuan sudah masuk ke dalam restoran, dan sedang diarahkan menuju tempat duduk, dimana dua orang don yuan itu sedang makan.

"Nona pelayan. Bawa dua orang gadis cantik itu untuk bergabung dengan kami. Kebetukan kami kenal mereka. Silakan."

Belum apa apa Truna sudah melancarkan serangan. Dia pikir Lili dan Xuan itu mudah untuk ditaklukkan. dan seperti gadis gadis lain, yang dengan mudah jatuh ke dalam pelukan mereka.

Namun mereka salah besar. Tak lama sesudah ini mereka pasti akan tertimpa kesialan. Karena tanpa setahu mereka, jarum jarum halus terbang ke arah titik lemah mereka, terutama Truna, pemuda yang mulutnya sangat ceriwis, dan selalu mencari korban gadis gadis muda.

Selama ini usahanya selalu berhasil, karena menganggap Dia sangat tampan, dan banyak uang pula.

"Silakan duduk Nona nona cantik. Kenalkan, aku Truna, dan ini Jaya. Kami pengusaha di kota ini. Kebetulan kami berdua sedang merayakan keberhasilan, jadi merayakannya dengan makan makan."

"Jadi apa salahnya mengajak Nona berdua untuk bergabung. Kebetulan kami sedang dalam waktu luang. Silakan ajukan pemesanan. Kami yang akan bayar" ujarnya penuh kesombongan.

"Kalau begitu kami tidak akan sungkan."

Kali ini Lili pula yang unjuk gigi, karena dia melihat tuannya lagi diam. Mungkin dia sedang menahan emisi. Entah apa penyebabnya. 'Ji Quan. Kuras seluruh harta mereka, Jangan satupun yang tersisa. Yang masih ada bekukan. Agar mereka tahu di atas langit masih ada langit!'

[Siap, Laksanakan tuan]

"Nona cantik. Kenapa diam saja? Apakah anda tidak ikut memesan?"

"Oh, semuanya sudah aku percaya kan pada temanku ini. Dia yang akan memilihkan menu untukku." jawab Xuan.

"Baik. Kalau begitu kami tunggu."

Tujuh menit kemudian. Hidangan mewah yang harganya selangit tersaji di atas meja, membuat Truna dan Jaya bergidik ngeri. karena mereka tahu, hidangan tersebut sangat lah mahal.

Mereka saja tidak pernah memesan menu seperti itu, tetapi dua gadis ini malah melakukannya. Siapa sebenarnya mereka?

"Mari tuan tuan. Kita nikmati makanannya."

"Baik. Kalau begitu mari kita bersulang."

Buuuutt! Brooottt! Brooottt!

"Ah sial! Perutku sakit sekali. Bocor lagi. Memalukan!" keluh dan maki Truna, yang belakangnya pertama kali bocor. Disusul oleh Jaya.

"Nona Nona cantik, izin sebentar. Kami berdua mau ke belakang. Ada hajat yang harus dituntaskan."

"Baik! Kami tidak akan menunggu. Semoga tuan tuan lancar urusannya?"

Begitu mereka pergi. Lili dan Xuan tertawa terpingkal pingkal, sampai membuat pramusaji yang berdiri tak jauh dari mereka menoleh heran. Tapi Dia tahu apa yang terjadi. Dua orang don yuan itu telah terkena karmanya. Kali ini mereka benar benar terkena sial.

Sampai satu jam. mereka belum kembali juga, karena begitu mereka memasangkan celana dalam, cairan hangat keluar lagi. Begitu seterusnya sampai berjam jam.

Waktu pun terus berlalu. Dua setengah jam kemudian, mereka kembali untuk menemui tamunya. Tapi yang mereka lihat meja itu telah kosong. Bahkan hidangan mahal yang tersedia sudah tidak ada. Semuanya licin tidak tersisa.

"Sial! Kita kena tipu. Awas kalian! Jika ketemu, aku akan memakan kalian!" makinya. Lalu diam.

Malu, jelas saja. Kesal, apalagi. Marah, tak bisa dilukiskan. Pokoknya semua menumpuk menjadi gunung dendam. Niat hati ingin pamer, eh, malah dipermalukan.

"Ini bil tagihannya tuan. Silakan lakukan pembayaran di kasir sebelah sana." ucap seorang pelayan membangunkan hayalan juga kekesalan mereka.

"Baik, akan kami lakukan!"

Cuek salah satu dari mereka menjawab. Ingin rasanya membanting piring piring kosong, yang selama dua jam belum diangkat juga. Sebagai bukti bahwa di tempat itu telah terjadi transaksi.

"Maaf tuan. Kartu debit anda tidak berfungsi, apa ada kartu debit lainnya?" tanya kasir cukup sopan.

"Tidak mungkin? Baru satu hari aku isi, tak mungkin pula isinya kosong?" reaksi Truna.

"Tapi ini benar tuan. Akses selalu ditolak, dan meninggalkan notifikasi untuk diisi." bantah kasir.

"Coba pake punyamu Jaya, mungkin bisa?"

"Baik. Pake yang ini."

Semenit kemudian. "Juga tidak bisa tuan. Saldo kosong. Tidak cukup untuk melakukan pembayaran."

"Sialan! Apa yang terjadi. Kenapa tiba tiba saldo kami kosong. Siapa yang melakukannya?"

Truna jelas heran, karena baru kemarin Ia top up saldo sebesar 950 juta, tapi hari ini kosong. Itu bukan uang yang sedikit bro.

"Saldoku juga kosong. Dua setengah milyar di dalamnya, tapi hilang begitu saja, Ini tak bisa dibiarkan. Kita harus menemukan siapa yang pencurinya!?"

"Dua gadis itu! Ya, pasti mereka yang melakukannya!?"

Tiba tiba Truna tersadar, bahwa ada sesuatu yang tidak beres. Dua gadis itu mungkin yang jadi penyebabnya.

"Maaf tuan tuan. Silakan lakukan pembayaran. Sistem kami mendeteksi, 30 juta kalian terutang. Jadi segera lakukan verifikasi, agar sistem tidak berbunyi."

Kasir sudah mulai kesal, karena sudah hampir 15 menit, pembayaran belum bisa juga dilakukan. Mereka terus berbicara satu sama lain.

"Begini nona, karena akses kedua kartu debit kami tidak bisa diverifikasi, maka kami meminta kelonggaran, hutang. Tapi hari ini juga akan kami bayar."

"Tidak bisa! Apa yang sudah dimakan harus segera dibayarkan. Jika tidak kami akan memanggil pengawal!"

"Eh, jangan! Baru 30 juta, itu belum seberapa. Izinkan kami pulang dulu, kami akan mengambil sisanya."

"Tunggu sebentar, kami akan menghubungi manajer restoran ini. Kalau dia mengizinkan, maka tuan tuan bisa melakukan itu. Tapi kalau tidak, kami tidak bisa berbuat apa apa."

"Baik. Silahkan hubungi. Kebetulan salah satu dari kami ada yang mengenalnya?"

"Kalau begitu, ditunggu tuan."

"Ya, telepon dia."

1
azka aldric Pratama
saking bagusnya,gk bisa komen apa2👏👏👏👏
azka aldric Pratama
hadir moga bagus
irawan muhdi
lanjut thor 👍
Lely Riza U
ceritanya sangat menarik👍
Bambang Widono
mantab lanjut Thor👍🙏🙏🙏💯💯💯💯💯👍👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏
Aditya Jetli: Terima kasih Kak. Baru kali ini buat Novel yang MC nya Perempuan. Dukung terus ya kak. biar tambah semangat
total 1 replies
Aditya Jetli
Tinggalkan jejak setelah membaca ya. walau hanya like saja. Itu sudah jauh lebih baik dari tidak sama sekali. Ditunggu kebaikannya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!