Yan Jian— seorang generasi muda yang awalnya terlahir tanpa memiliki Roh Bela Diri bawaan, kini bangkit sebagai Generasi Muda terkuat di Provinsi Chang Yuan.
Setelah melakukan pertarungan panjang yang melelahkan waktu, menepati janji, menorehkan prestasi, hingga dirinya disebut Generasi Muda nomor satu di Provinsi Chang Yuan.
Yan Jian bersama sembilan Generasi Muda perwakilan Provinsi Chang Yuan lainnya berangkat menuju Kota Kekaisaran, tempat Kompetisi terbesar di salah satu Kekaisaran Wilayah Timur. Namun di wilayah timur besar, Provinsi Chang Yuan di anggap sebagai debu berjalan, karena setiap kompetisi, provinsi Chang Yuan selalu menjadi yang terlemah dan selalu berada di peringkat paling rendah.
Mampukah Yan Jian bersama rekan-rekannya mengangkat dan mengharumkan Provinsi Chang Yuan di Kompetisi terbesar Kekaisaran Api Agung itu? Yuk, ikuti kisahnya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon APRILAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PKT 2: Chapter 26
Saat itu, Yan Jian memfokuskan pandangannya untuk menyaksikan kekuatan Gadis Mawar Neraka Wang Yuxiu. Yan Jian tidak terlalu khawatir terhadap pertarungan Peri Yun Xi dan juga pertarungan Xiao Yu'er.
Di mana Peri Yun Xi mendapatkan lawan yang tidak terlalu sulit, sama-sama berada pada tingkatan ranah Nirvana bintang dua, bahkan Yan Jian sangat yakin dengan bakat Peri Yun Xi, bahwa dia pasti akan memenangkan pertarungan itu. Dan juga pertarungan Xiao Yu'er yang melawan seorang Praktisi muda Ranah Nirvana bintang dua. Walaupun Xiao Yu'er baru berada pada tingkatan Ranah Nirvana bintang satu, tetapi dengan garis darah Phoenix Api nya yang telah bangkit, Yan Jian begitu yakin bahwa Xiao Yu'er akan mendominasi jalannya pertarungan.
Namun, kekhawatiran Yan Jian dan juga Chang Ge, tertuju kepada Nangong Yuxin. Selain mendapatkan lawan yang memiliki tingkatan ranah yang jauh di atasnya, Yan Jian juga khawatir akan keselamatan seniornya itu. Konon katanya... orang-orang yang pernah berhadapan dengan Wang Yuxiu, sekarang hanya menyisakan batu nisan abadi, dia tidak pernah melepaskan lawannya, dan tidak pernah membiarkan lawan-lawannya tetap hidup.
Di sisi lain, Feng Xian yang berada di grup yang sama dengan Yan Jian, bertemu dengan salah satu peserta yang juga berada pada tingkatan ranah Kaisar Tempur bintang sembilan. Walaupun Yan Jian merasa tidak bisa lagi memaafkan Feng Xian, tetapi baginya... Feng Xian tidak lagi menjadi ancaman besar, melainkan hanya sebuah karang kecil yang sangat mudah untuk ia tendang.
Di dalam arena pertarungan. Nangong Yuxin memegang pedang di depan dadanya dengan kedua tangannya, ujung pedang itu mengarah ke bawah lurus.
Lalu, ia pun berbicara sembari memperlihatkan salam hormat sebagai sesama Praktisi bela diri.
"Saudara Wang... mohon bimbingannya!" ucap Nangong Yuxin, dengan nada yang ramah, tetapi cukup tegas dan tenang.
Namun, wanita yang dijuluki Gadis Mawar Neraka itu... hanya terdiam menatap Nangong Yuxin dengan tatapan yang kosong. Bahkan seolah-olah dia tidak berkedip sekalipun. Namun, ia pun mengibaskan jubah merah di tangan kanannya, seketika membuat ledakan kecil yang menghempaskan udara.
Duar!
Terkena ledakan yang menghempaskan udara nya saja... membuat tubuh Nangong Yuxin terhuyung mundur, tetapi ia menancapkan pedangnya di atas lantai tembok batu bata, menahan luapan udara yang begitu kuat.
"Kuat sekali!" gumam Nangong Yuxin pada dirinya sendiri.
Nangong Yuxin pun bangkit kembali, berdiri tegak memegang pedangnya. Ia pun menghentakkan sebelah kakinya di atas permukaan lantai tembok batu batu, membuat tembok itu berubah menjadi kawah kecil dengan retakan seperti jaring laba-laba. Di waktu yang sama, kedua tangannya memegang gagang pedang yang saat itu telah berada di samping pinggulnya. Dari tubuhnya, cahaya keemasan seperti apa yang membara, membakar udara hingga bergejolak.
"Pedang Cahaya Matahari!" ucapnya, menyebutkan nama jurusnya.
Bang—
Sebagai seorang ranah Nirvana, pergerakan tubuhnya saja menciptakan ledakan kecil yang menghempaskan udara, tanah disekitar retak-retak. Tubuhnya melesat cepat, dan di saat ia telah mendekat di hadapan Wang Yuxiu... Nangong Yuxin mengayunkan pedangnya sembari berteriak "Haa...", teriakannya seolah-olah menggunakan seluruh kemampuannya sendiri.
Slash!
Satu tebasan pedang bercahaya kuning yang sangat menyilaukan, tetapi Wang Yuxiu hanya terdiam dengan tenang. Namun, walaupun ia tidak bergerak sedikitpun... Bunga Teratai Merah muncul dari bawah lantai tembok batu bata, menghancurkan lantai arena itu berkeping.
Bunga Teratai berputar cepat, menciptakan suara angin yang meledak-ledak, hingga energi tebasan Pedang Cahaya Matahari pun bertabrakan dengannya.
Bang— — Boom!
Benturan pun terjadi dan menciptakan ledakan besar yang membuat arena pertarungan diselimuti oleh tabir asap yang tebal.
Tubuh Nangong Yuxin terhempas mundur, dia bertekuk lutut, sebelah tangan memegangi dadanya yang terasa sakit, sebelah tangan memegang pedang yang ia tancapkan di atas lantai tembok batu bata, mulutnya memuntahkan seteguk darah segar.
"Sial! Kenapa aku harus bertemu monster seperti ini?" gumam Nangong Yuxin, pada dirinya sendiri.
Di luar arena, Yan Jian mengepalkan kedua tinjunya, dia tahu bahwa Nangong Yuxin tidak akan mampu untuk melawan Wang Yuxiu. Tetapi dia juga tidak bisa berbuat apa-apa, bahkan jika ia berada di posisi Nangong Yuxin saat ini, ia juga tidak yakin untuk bisa menandingi Wang Yuxiu.
Gadis Mawar Neraka itu terlalu kuat, bahkan ia tidak terlihat melakukan apapun, tetapi menciptakan teratai api yang mengerikan.
.
.
.
.