NovelToon NovelToon
Perjalanan Istimewa

Perjalanan Istimewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Misteri / Mata Batin
Popularitas:419.1k
Nilai: 5
Nama Author: Fernanda Syafira

Sekuel dari Novel Arjuna Bopo Istimewa.
Di sini kita akan di suguhkan dengan perjalanan cinta antara Arjuna dan Meshwa.
Perjalanan rumah tangga dan kehidupan dari Bopo Istimewa ini, ternyata banyak sekali ujiannya.
Apakah Meshwa yang berstatus sebagai istri sanggup menemani perjalanan Arjuna? ataukah dia akan menyerah?

Di Novel ini juga akan ada kelanjutan kisah cinta Nala dan Mifta. Lalu, bagaimana dengan Dipta? Apakah dia akan menemukan tambatan hati?

simak kelanjutan cerita dari Keluarga Bopo Desa Banyu Alas di sini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18. Firasat

"Mas..."

"Dalem, Sayang."

"Mas ngerasa gak sih, suasana hari ini berbeda?" Tanya Meshwa.

Arjuna menghela nafas, ia tak menyangka jika Meshwa ternyata sangat sensitif. Ia kira, hanya ia sendiri yang bisa merasakan hawa berbeda di Desa Banyu Alas karena Bopo, Ayah dan Yang Kungnya tak merasakan apa - apa.

"Iya, Dek. Sedari siang tadi, suasananya memang berbeda." Jawab Arjuna.

"Ada apa ya, Mas?" Tanya Meshwa yang membuat Arjuna menoleh.

"Maksudnya?" Tanya Arjuna.

"Sepertinya akan terjadi sesuatu." Lirih Meshwa sambil menatap langit yang di hiasi jutaan bintang.

Tak lama, ponsel Arjuna berdering. Ia langsung mengangkat panggilan telfon dari Sashi.

"Assalamualaikum, Mbak." Sapa Arjuna.

"Waalaikumsalam." Jawab Sashi.

"Jun, tolong ini Ara dari tadi rewel aja. Udah di tenangin sama Ayah, Ibu, tapi gak mempan." Kata Sashi dengan suara resah.

"Iya, Mbak. Aku kesana sekarang." Jawab Arjuna sebelum menghentikan panggilan telfonnya.

"Kenapa, Mas?" Tanya Meshwa.

"Ara rewel aja, Dek. Dari tadi nangis dan gak bisa di tenangin." Jawab Arjuna.

"Mas mau ke ruma Ayah. Kamu mau ikut?" Tawar Arjuna yang di jawab anggukan oleh Meshwa.

Mereka berdua segera menuju ke rumah Arsha untuk melihat kondisi Ara yang sedari tadi rewel.

"Kenapa Keponakan Paklik ini? Wonten nopo to, Sayangku?" Tanya Arjuna begitu menghampiri Ara yang terus menangis di gendongan Raina.

Arjuna pun mengambil alih Ara dari gendongan Ibunya. Meski begitu, bayi yang berusia dua minggu itu masih saja merengek.

"Di susuin gak mau, di ajak di kamar naangis, di luar juga nangis." Kata Raina yang mengkhawatirkan cucunya.

"Jangan - jangan Dek Ara kesurupan." Celetuk Shima.

"Heh, ngawur Bulik ini." Kata Raina.

"Sawan kalik, maksudnya Cima, Bu." Kata Sashi yang juga nampak resah karena putrinya yang terus menangis.

"Enggak kok, gak sawan Ara ini." Kata Arsha dengan yakin.

"Mungkin karena hawa yang gak enak ini. Ara juga ngerasain, jadi kayak gak nyaman." Celetuk Meshwa yang membuat Sashi, Raina dan Arsha menatap ke arah Meshwa.

"Perasaan biasa aja nih, Dek." Kata Sashi.

"Bener kata Meshwa, Mbak. Hawanya memang lagi gak enak. Tapi entah kenapa kok Bopo sama Biyung lain gak bisa ngerasain." Kata Arjuna.

Mereka pun terdiam sejenak. Tentu di kepala mereka memikirkan sesuatu yang tidak - tidak setelah mendengar ucapan Arjuna dan Meshwa.

"Terus, gimana dong?" Tanya Sashi yang merasa makin khawatir.

"Coba aku gendong, Mas." Pinta Meshwa yang kemudian mengambil alih Ara dari gendongan Arjuna.

Meshwa pun menimang - nimang Ara. Perlahan, Ara mulai tenang dalam dekapan Meshwa.

"Malem ini, kita nginep di sini aja, Mas." Kata Meshwa.

"Yasudah, kamu tidur sama Mbak Aci dan Ara aja. Mas tidur di kamar Mas." Kata Arjuna yang di jawab anggukan oleh Meshwa.

Ara sama sekali tak mau lepas dari dekapan Meshwa. Ia bahkan menangis jika di tidurkan, walaupun Meshwa berada di sebelahnya. Akhirnya, Meshwa pun terus memeluk Ara sambil duduk di bersandar di kepala ranjang.

"Maaf ya, Dek. Jadi ngerepotin kayak gini." Kata Sashi yang merasa tak enak.

"Gak apa - apa, Mbak. Yang penting Ara gak nangis terus. Kasihan kalau nangis aja." Jawab Meshwa yang sama sekali tak keberatan di tempeli Keponakannya.

"Ara gak mau di tidurin?" Tanya Raina yang menghampiri ke kamar Sashi.

"Gak mau, Bu. Maunya nempel sama Buliknya kayak gitu. Kasihan Buliknya pasti pegel itu tangannya." Kata Sashi.

"Gak apa - apa kok, Mbak. Lagian juga gak minta gendong terus. Yang penting nempel kayak gini." Jawab Meshwa.

"Pakai kain gendongan M-Shape aja, Mbak. Biar gak pegel tangannya megangin." Usul Raina.

"Oh, iya juga ya, Bu." Kata Sashi yang langsung mengambil kain panjang khusus di gunakan untuk menggendong posisi M-Shape.

Sashi pun langsung memasangkan gendongan itu pada Meshwa.

"Nah kalo gini kan tangannya bisa bebas. Gak perlu nyangga badan Ara terus. Jadi gak pegel." Kata Sashi.

Ara pun nampak lelap saat menempel pada Meshwa. Namun, Meshwa tak bisa tidur, entah mengapa ia merasa gelisah sedari tadi.

Tak hanya Meshwa, hal yang sama juga di rasakan oleh Arjuna. Ia bahkan sampai beberapa kali keluar masuk kamarnya. Pada akhirnya, Arjuna pun memutuskan untuk mengambil wudhu untuk menjalankan sholat sunah dan melakukan wirit.

Cukup lama Arjuna berdiam di atas sajadahnya. Mulutnya terus berkomat - kamit mengucapkan asma Allah dan berbagai macam zikir untuk mencari ketenangan.

Samar - samar, ia mendengar suara kereta kayu (gerobak) yang berjalan mendekat ke arah rumahnya.

"Gerobak siapa yang lewat jam segini?" Batin Arjuna. Ia langsung membelalakkan mata ketika menyadari sesuatu.

"Di sini kan udah gak ada yang punya gerobak." Kata Arjuna.

Ia segera beranjak dan mengintip dari jendela kamarnya yang langsung menghadap ke jalanan.

Di depan matanya, ia melihat sebuah gerobak yang mengangkut keranda mayat. Namun, gerobak itu sama sekali tak ada orang atau hewan yang menariknya. Gerobak itu, berjalan sendirian.

Arjuna yang terkejut, sampai menganga saat melihat hal itu. Sejenak otaknya membeku, tak bisa berfikir apa - apa karena merasa kaget.

"Astaghfirullah! Astaghfirullah!" Kata Arjuna yang langsung beristighfar ketika tersadar. Ia pun segera menutup tirai jendela dan langsung duduk di tepi ranjang dengan wajah bingung.

"Ya Allah, ada apa ya?" Batin Arjuna.

Selama ini, ia tak pernah mengalami kejadian aneh seperti barusan. Ini adalah kali pertamanya melihat kejadian aneh di Desanya.

Selama ini pun tak ada cerita aneh, bahkan sejak zaman Yang Kungnya. Desa Banyu Alas selalu aman dan tentram sejauh ini.

Arjuna melewati malam dengan kegelisahan. Ia baru bisa tertidur setelah pukul tiga dini hari.

Ketika adzan subuh berkumandang, Meshwa pun membangunkan Arjuna yang masih tertidur. Tak biasanya suaminya itu masih tertidur ketika adzan subuh.

"Apa Mas Juna begadang, ya?" Batin Meshwa.

"Mas... Mas... Bangun, udah adzan subuh." Kata Meshwa sambil mengusap - usap pipi Arjuna.

Arjuna pun mengerjapkan matanya. Ia kemudian duduk ketika menyadari adzan sudah berkumandang.

"Astaghfirullah." Lirihnya.

"Mas begadang, ya?" Tanya Meshwa yang di jawab anggukan oleh Arjuna.

"Mas gak bisa tidur, Dek." Kata Arjuna.

"Ini semalaman kayak gini?" Tanya Arjuna kemudian. Ia sempat mengintip Meshwa yang tidur sambil duduk bersandar karena ada Ara di gendongannya.

"Iya, Mas. Sama sekali gak mau lepas." Jawab Meshwa.

"Ya Allah, kenapa to, Nak?" Tanya Arjuna sambil mengecupi puncak kepala Ara.

Ia kembali teringat kejadian semalam dan kembali memikirkan apa yang sebenarnya sedang terjadi di Desanya.

"Mas! Kok malah bengong? Buruan wudhu, udah mau selesai adzannya itu. Nanti terlambat sholat jamaahnya. Tuh Ayah udah berangkat." Kata Meshwa saat mendengar suara pintu terbuka. Sudah pasti itu adalah Arsha yang hendak berangkat ke Masjid.

"Eh, iya, Sayang." Jawab Arjuna yang kemudian mengecup dahi dan bibir Meshwa sebelum berlari menuju ke kamar mandi.

"Ish! Dasar..." Kekeh Meshwa sambil geleng - geleng kepala.

1
amilia amel
semoga itu pertanda rahim Meshwa dibersihkan dari sisa-sisa kiriman jahat
dan semoga habis ini Meshwa kembali hamil dan kali ini calon bopo
cipa
semoga pertanda baik...segera dikasih momongan kembar 3
Tosari Agung
thor si projo kenapa gak serahkan ke arjuna aja sih buat di eksekusi dari di cincang terus di kasih makan ke belang
rizky tria
jd inget ibu Raina dulu, persis ya.. keguguran anak pertama, perempuan..
semoga dengan menjalankan ritual, salah satu pembersihan rahim mbak Meshwa.. sabar ya mas Juna & mbak Meshwa 🤗
setelah ini hamil lg langsung kembar 3 calon Bopo semua 🤲😊🙏
Santi
semoga ini pertanda baik ya, rahim meshwa sedang dibersihkan dan di obati
Kasandra Kasandra
moga nanti di karuniai anak kembar... lanjut double up
Nuri 73749473729
mudah2an pertanda kebaikan thor... lanjut thor masih penadaran
Ika Shanti Budipertiwi
thor jangan sedih-sedih ah
Lenny Fitriany
ikutan nangis 😭😭
dik sugiyantoro
pertanda apa lagi ini. semoga aja itu pembersihan dari telur yg dikirim ke meshwa, dan semoga meshwa Ng akan kenapa2 dan tetap bisa hamil lagi kembar pula. 💪💪💪💪💪 up lagi dong thor
Rusi Rusi
lanjut lagi thor, jangan bikin penasaran. semangat
Nice1808
meshwa kenapa lagi ya, apa makhluk jahat kiriman projo merusak peranaka n meshwa, moga aja gak ya thor🙏
Rahmawati
yg sabar ya juna dan meshwa, nanti semoga dapet anak kembar
Dewi kunti
dibersihkan rahimnya secara ghaib
diyah
lagi😘
Putri Anghita Tera Vita
wah kenapa tuh meshwa
Ika Susanty
semoga kehamilan meshwa berikutnya, dia mengandung bopo banyu alas untuk generasi berikutnya
💟노르 아스마💟
seperti si Arsya ya menjalani ritual duka...
💗 AR Althafunisa 💗
Arjun nurunin Yangkung, ritual Gondo mayit 😭😭😭💔💔💔
Mini Amora
seseorang dgn kemampuan tertentu
pasti sih ujiannya juga lebih berat..

tp stlh ini pasti ada kebahagiaan² yg dateng untuk Arjuna & Meswha
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!