NovelToon NovelToon
OVERTHINKING

OVERTHINKING

Status: sedang berlangsung
Genre:Cerai / Selingkuh / Janda
Popularitas:10.9k
Nilai: 5
Nama Author: Lel

SEKUEL DARI CINTA LAMA BELUM KELAR

Dalam kisah ini didominasi perjalanan cinta antara Sasa dan Sakti, restu orang tua dari Sakti yang belum juga turun, meski pernikahan mereka sudah berjalan kurang lebih 5 tahun, bahkan kedua anak Iswa sudah sekolah, namun hubungan mertua dan menantu ini tak kunjung membaik.

Kedekatan Sakti dan kedua anak mendiang adiknya, Kaisar, Queena dan Athar membuat Sasa overthinking dan menuduh Sakti ada fair dengan Iswa. Setiap hari mereka selalu bertengkar, dan tuduhan selingkuh membuat Sakti capek.

Keduanya memutuskan untuk konsultasi pernikahan pada seorang psikolog yakni teman SMA Sakti, Mutiara,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SEMAKIN MENJADI

"Mana?" pinta Sasa meminta sekertaris Sakti untuk membuka room chat mereka. Bagi Sasa, dia tidak akan percaya dengan perempuan yang dekat dengan Sakti hanya sebatas profesional. Sasa kapok sudah percaya dengan Mutiara, berujung dikhianati juga.

"Bu Sasa, membuka ponsel saya termasuk melanggar privasi, Bu!" ucap sekertaris Sakti menolak dengan halus, agar tidak bersinggungan dengan Sasa saat ini.

"Gak usah melebar, saya cuma mau tahu kabar Sakti saja buat hari ini, tidak bakal mengecek ponsel kamu keseluruhan!" balas Sasa kekeh. Sekertaris Sakti juga kekeh menolak, hingga Sasa menggeprak meja sang sekertaris.

"Kamu sengotot ini menolak membuka chat kamu sama Sakti karena kamu ketakutan kalau selama ini kamu ternyata menggoda suami saya kan?" semprot Sasa, dan berhasil menyita perhatian rekan kerja lain.

"Bu Sasa berlebihan, saya tidak mau Bu Sasa membaca chat di ponsel saya karena itu privasi saya, bukan karena saya ada main sama Pak Sakti," sang sekertaris tak mau lah dituduh sembarangan begitu. Dia juga kerja secara profesional dengan Sakti, tak mungkin ada hubungan lain selain itu.

"Masalah ini simple, kalau memang kamu tidak ada hubungan dengan Sakti, seharusnya kamu tunjukkan saja room chat kalian. Semakin kamu menolak membukanya, itu tandanya kamu jug salah satu perempuan penggoda Sakti!"

"Jaga bicara Bu Sasa!" sentak sang sekertaris tak terima. Rekan senior mulai ada yang memisahkan, dan menasehati Sasa untuk tidak terlalu melanggar batas privasi, terutama soal ponsel.

"Akan aku cari tahu sendiri kalau kamu menggoda suami saya!" ucap Sasa lupa akan statusnya.

"Mantan suami," balas sang sekertaris makin memancing emosi Sasa. Dia spontan menjambak rambut sang sekertaris, hingga teriakan menggema di area itu. Beberapa orang gupuh memisahkan, namun cengkraman Sasa sangat kuat, ditambah cakaran di pipi sang sekertaris membuatnya semakin tak berdaya. Aulia sempat merekamnya dan mengirim pada Sakti. Tak dibalas langsung lagi, dan Aulia mengabaikan ponselnya langsung ikut melerai.

"Sa, udah dong, Sa!" lerai rekan yang satu angkatan dengan Sasa. "Lepas, Sa!" ujarnya lagi. Namun Sasa tak mendengar, cengkramannya masih kuat, dan sekertaris Sakti sudah capek menangis. Di saat diri mulai berada di titik terendah, dorongan untuk tetap bertahan akan muncul secara mendadak. Tangan sekertaris yang berniat melindungi rambutnya, dialihkan dengan menonjok perut Sasa sekeras mungkin hingga Sasa terdorong dan cengkraman itu lepas. Giliran rekan lain yang berteriak, melihat Sasa tersungkur sembari mengerang kesakitan.

"Sudah gila, makanya diceraikan Pak Sakti," ujar sekertaris namun digeret oleh rekan lain untuk pergi ke area lain. Sasa dibantu berdiri tapi malah ditolak, hingga Aulia dan Mita menggelengkan kepala.

Sakti baru membalas pesan Aulia selepas isya, dan kaget melihat video yang dikirim Aulia tersebut. "Kayaknya aku habis ini pulang saja, gak ikut acara besok," ujar Sakti pamit pada teman-temannya.

"Ada masalah kantor?" tanya teman Sakti, kebetulan mereka sedang barbequean.

"Iya, aku pamit!" ujar Sakti daripada kemalaman, lebih baik buru-buru pulang. Ia tak mau ada banyak korban, dan Sasa melakukan tindakan di luar batas lagi.

Sakti sampai rumah dini hari, mama kaget katanya pulang Rabu kok selasa dini hari sudah sampai di rumah. "Kenapa?" tanya mama.

"Pusing, Ma. Sasa anarkis sampai sekertaris Sakti dijambak," ucap Sakti sembari memijat keningnya.

"Tidur dulu saja, besok pagi selesaikan dengan bijak," ujar mama dan Sakti mengangguk. Ia jadi bingung, Sasa ini enaknya diapain. Dikasih sp juga gak bakal berubah, egois begitu bahkan mungkin merasa Sakti tidak akan tega memberikan sp.

"Kamu kenapa jadi begini sih, Sa?" gumam Sakti frustasi. Ia pun sempat chat pada Mutiara menanyakan solusi sebagai psikolog.

Bawa ke psikolog, Sak. Dia terlalu overthinking sehingga ada gangguan mental yang membuat dia cemas, ketakutan, dan bisa melukai orang lain.

Sumber masalahnya di aku, Ti. Apakah dia mau menerima saran dari aku?

Coba aja, Sakti. Kamu juga jangan ikutan berpikir jauh dulu sebelum mencoba.

Oke, Ti. Makasih.

Sakti berangkat ke kantor setelah mampir ke rumah Iswa dulu, ia sudah membawakan oleh-oleh kepada kedua ponakannya. Boneka berbentuk buah alpukat dan juga hewan. Baik Athar maupun Queena mendapat boneka yang sama.

"Makasih, popo!" ujar keduanya, sedangkan Sakti mengangguk saja dan tak lama pamit, sedangkan Iswa masih bersiap di kamar, setelah menyiapkan sarapan untuk kedua anaknya.

Sakti datang tepat waktu, karyawan kantor sudah banyak yang datang dan kaget, bukannya masih besok ya, Sakti masuk. Mereka saling pandang, sekertaris masuk dengan bekas cakaran masih tampak, Sasa pun juga masuk dengan wajah berbinar seperti tidak ada masalah kemarin.

"Sasa dan Reti silahkan ke ruangan saya," ujar Sakti tegas setelah melewati Sasa maupun Reti. Rekan lain bisa menebak pasti buntut urusan kemarin, "Bu Anggita juga silahkan ikut masuk ke ruangan saya," ujar Sakti menyebut manajer HRD.

Di dalam ruangan Sakti sudah ada tiga perempuan, ia berpikir semoga tidak ada insiden seperti kemarin. "Silahkan Reti menceritakan kronologis kemarin," pinta Sakti.

"Yang jujur, gak usah memutar balikkan fakta," cetus Sasa, lagaknya dia masih seperti Nyonya Sakti yang akan mendapat pembelaan. Reti dan Bu Anggita hanya menggelengkan kepala.

Reti menceritakan kronologis kejadian kemarin, tanpa menambah dan mengurangi, poinnya hanya fokus pada penolakan Reti atas permintaan Sasa membuka chat antara dirinya dengan Sakti. Reti kekeh dengan dalih privasi.

"Harusnya kalau," Sasa sedikit tak terima kalau Reti bilang privasi, padahal kalau tak ada hal yang mencurigakan ya dibuka saja begitu kan.

"Bisa diam gak, Sa?" sentak Sakti yang belum memberi kesempatan Sasa bicara.

"Ya aku gak terima Sakti, dia kekeh privasi terus," ceplos Sasa masih belum sadar dia suka memotong omongan orang dan belum diberi kesempatan untuk ngomong, padahal Sakti ingin mendengar kronologi dua versi.

Sakti menghela nafas, "Saya menghadirkan kalian bertiga agar saya mendengar kronologi dua versi secara real tanpa ada yang menjatuhkan satu sama lain. Kenapa kamu jadi ribet, harusnya kamu mendengar dulu penjelasan Reti. Kamu nanti juga saya akan beri kesempatan untuk bicara, Sa!" Bu Anggita ingin bertepuk tangan pada ketegasan Sakti. Memang Sasa ini sudah keterlaluan, gak bisa mendengar pendapat lain. Bu Anggita jadi bisa menyimpulkan, masalah rumah tangga Pak Sakti salah satunya karena Sasa tak bisa dinasehati oleh seorang suami.

Wajar diceraikan. Mau menang sendiri begitu, batin Bu Anggita dengan tatapan datar pada Sasa.

"Kamu sudah berobat?" tanya Sakti pada Reti, melihat video yang dikirim Aulia, Sakti bisa menebak kalau rambut dan pipi Reti pasti sakit.

"Sudah, Pak!" sebenarnya Sakti bertanya itu untuk memastikan Reti baik-baik saja kalau ada luka yang parah bisa reimburse pada kantor, bila tidak dicover BPJS. Sedangkan tanggapan Sasa sekali lagi berbeda.

"Sama perempuan lain selalu peka, sok perhatian," gumam Sasa tapi Sakti dan yang lain bisa mendengar, namun Sakti tak memperpanjang.

1
Oktavia Zuriko
semangat bang sak meluluhkan hati adek iparmu🤭 si ellin emng mulutnya minta ditampol🤣
Oktavia Zuriko: betul kak si ellin tukang kompornya😄
total 2 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
perlu sholat malam pak sakti🤭
Lel: boleh2
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
ads yg perlu d tabok nih🤭
Lel: memang perlu ditabok si elin
total 1 replies
Septyana Kartika
Ayo Pepet terus bang Sak....
eh kok g enak y manggil nya
Lel: enaknya dipanggil apa dong
total 1 replies
Ray Aza
aigoooo... udah dipasrahin tuh wa. 😍
Ray Aza: ga lah. masa iya kebahagian sakti n iswa tergantung sasa? sdh diksh kesempatah 5 th bknnya memperbaiki diri mlh menggila. sdh saatnya sakti n iswa bahagia. anggap aja 5th kmrn hukuman sakti krn kualat sm ortu
total 2 replies
Ray Aza
kawin kawin kawinnn..! eh salah, nikah ding. 😅😅😅
Ray Aza: biarin aja, sdh bkn tgjwb sakti. msh untujng dibiayain sampe sembuh, msh diksh pekerjaan jg. ga fair bgt krn sasa hidup sakti jd tergadai
total 2 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
iya wa terima aja y..tuh udah dapet ijin dari ayang kai🤭
Lel: galau tapi
total 1 replies
Ovha Selvia
Jadi wajar sih sasa overtinking sama sakti dan iswa.. Lihat aja, bagaimana perhatiannya sakti ke iswa.. Apalagi sakti memang mendam perasaan ke iswa.. Semoga sasa cpt sembuh dan jadi pribadi yg lebih baik lagi. Dan move on dari sakti ya sa, semoga kamu juga dpt jodoh yg terbaik.
Lel: aamiin
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
please thor sama sakti aja biar mm pp bhgia
Lel: enaknya gimana ya
total 1 replies
Septyana Kartika
Kan ada mas Duda ,Wa
Lel: hwkwkkw senangnya pendukung sakti
total 1 replies
Heni Fitoria
dah nikah aja sama sakti, wa. lagian kaisar udh ksh lampu hijau....
Lel: hwkwkkw senangnya
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
dbikin sikone pas mama papa lagi g ada jd sakti bs menolong iswa🤭 pertama ny y bs nyentuh iswa pun krn darurat..dl pas ngajak kencan iswa buat bkn cemburu kai kyne g d kntk fisik
Lel: iya cuma jalan sama makan es krim
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
org g bener ky mma e sada g dpt musibah apa2 nih. nah itu loh orgtua mcm apa gt yg pnya prinsip memanfaatkan anak merasa itu hak nya dan kwjbn anak membenarkan memaklumi perbuatan orgtuanya..yg pntg dr sndiri seneng duit banyak bhkn g peduli skalipun ibarat kata ngerampok anak sndiri, mau anak mskn kelaparan dsb g pdli yg pntg dia byk duit
Lel: tunggu berita mengejutkan lainnya
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
jebul penak dadi konco timbang bojo ya🤭
Lel: betul
total 1 replies
Nita Yusnia
mulai dah... sasa tuh dgn laki laki mana pun pasti nethink trus otaknya... dr Fandy yg bkn siapa siapa dia z di cemburuin... siapa jg yg tahan & mau sama kamu Sa klo udh tau karakter otak kamu
Lel: dulu waktu muda juga sering gonta ganti pacar juga sblm sama Sakti
total 1 replies
Ray Aza
serah kamu aja deh sa
Lel: masih keras kepala
total 1 replies
Septyana Kartika
mbk Micin terjebak antara kata Bakti dan kesehatan mentalnya...Melu aku ae mbk
Septyana Kartika: mancing
total 2 replies
Masha 235
error mamanya Sasa ni
Masha 235: ho oh ..bukanya minta maaf, ini malah ..
total 2 replies
Septyana Kartika
Hmmm mungkin mamanya mbk Micin ,sesekali perlu d ajak k pengajian nya Mama Dedeh
Lel: mari buk
total 1 replies
Ovha Selvia
Tinggalkan aja mamamu yg sampah itu sa.. Jgn mau diperbudak lagi, bukannya dia tak pernah benar2 merawatmu? Bahkan tak pernah tulus menyayangimu..
Lel: enaknya kayak gitu
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!