NovelToon NovelToon
Benci Tapi Menikah?

Benci Tapi Menikah?

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cinta setelah menikah / Konflik etika
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Fareed Feeza

Gian pergi ke desa untuk menghilangkan penat di kota. Tapi saat menikmati keindahan desa, dia bertemu dengan Anisa, wanita galak dengan paras alami yang cantik.
Pertemuannya dengan Anisa membuat Gian ingin cepat-cepat kembali ke kota, tapi suatu kejadian mengharuskan Gian untuk tetap bertahan di desa dan sering bertemu dengan Anisa.
Sampai suatu ketika, Anisa dan Gian terpergok oleh beberapa warga sedang berdua di sebuah gubuk di tengah sawah dengan minim pakaian, warga pun marah dan memaksa Gian dan juga Anisa untuk menikah.
Mereka menjalani pernikahan masih dengan perasaan saling membenci, bagaimana kelanjutan pernikahan mereka? Berpisah atau bertahan? Stay tuned!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fareed Feeza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19

Apa?! Jangan-jangan dia mau meminta haknya. Batin Nisa.

Nisa bergeser mendekat, tapi mungkin hanya beberapa cm saja.

"Lagi." Pinta Gian.

Nisa kembali melakukan hal yang sama, hanya gerakan ... Tak ada pergeseran yang terlihat di mata Gian.

"Lagi."

"Udah mepet." Sahut Nisa.

Gemas dengan tingkah istrinya yang sangat sulit untuk di dekati, akhirnya Gian mencengkram guling yang menjadi pembatas dan melemparkannya ke bawah tempat tidur.

"Se menakutkan itu tidur berdekatan dengan suamimu?"

"Su-suami?"

"Iya ... Lalu aku siapa? Abangmu?"

"Maaf gugup." Sahut Nisa, dan itu membuat Gian tersenyum malu. Sudah lama rasanya dia tidak merasa salting seperti dulu saat masih berpacaran dengan Arabela.

"Untuk apa gugup? Aku sudah melihat setengah dari tubuhmu."

"Cukup Gian! Tidak usah membahas hal itu!"

"Malu? Hm ... " Tanpa aba-aba Gian mendekat dan tangannya melingkar di perut Nisa, malam ini Nisa seperti patung ... Tak ada gerakan apapun selain menatap ke arah langit-langit kamar dengan mata membulat.

"Lupakan kejadian memalukan itu!"

"Kenapa matamu melihat ke atas terus? menyeramkan sekali seperti hantu di film horor." Celetuk Gian saat Nisa tak merespon pandangannya.

"Bisa jangan menyentuhku seperti ini?!"

"Tidak bisa, kamu adalah hakku." Bukannya melepas, Gian justru makin mengeratkan pelukannya.

Nisa menggerakkan kedua kakinya agar Gian mau melepaskannya. "Giaaaaaaan."

"Jangan bergerak seperti itu, itu akan membuatku berbuat makin jauh lagi, kau sudah berhasil membangunkan adikku di bawah sana."

Nisa seketika langsung terdiam, dia tau apa yang di maksud oleh Gian. Melihat Nisa makin kaku ... Gian langsung tertawa terbahak-bahak. "Aku beri waktu beberapa hari agar kamu siap memberikan hakku, jika terlalu lama dan tidak ada tanggapan ... Terpaksa aku akan mengambilnya paksa, Ayo tidur!" Gian menelusupkan wajahnya pada leher Nisa, dan mencoba memejamkan matanya.

Hampir tengah malam, Nisa baru bisa masuk ke alam mimpinya ... Tubuhnya butuh beradaptasi dengan perlakuan Gian malam ini terhadapnya.

***

3 Hari kemudian.

"Nenekmu masuk rumah sakit, Ibu dan ayah harus segera kesana." Kata Lulu setelah selesai menerima telpon dari kampung halamannya yang mengabarkan bahwa orang tuanya sakit keras.

"Kamu mau ikut Gian?" Tanya Akbar.

"Tidak bisa ayah, ada renovasi tema di cafe dan Gian harus terus memantau. Tak apa kan Bu?"

"Yasudah mau bagaimana lagi, Nisa kamu bisa ikut Ibu dan ayah." Kata Lulu memancing, dia ingin melihat apakah Gian akan membiarkannya atau tidak.

"Tidak! Nisa harus bersamaku." Protes Gian.

Lulu dan Akbar tersenyum. "Iyaa ... Iya ... Kasih kita kabar baik ya." Ucap Lulu.

"Nisa tidak mau aku sentuh." Celetuk Gian, dan itu langsung membuat Nisa menghentikan kunyahan makanan di dalam mulutnya.

"T-tidak ... " Ucap Nisa pada Lulu dan Akbar, sambil mengibaskan telapak tangannya.

"Bohong." Sahut Gian.

"Makanya, di rayu dong istrinya ... Jadi laki-laki kok kaku amat." Mata Lulu sesekali melirik ke arah Akbar, bukan hanya menasehati anak laki-lakinya, tapi dia juga secara halus menyindir suaminya yang kadang bersikap dingin.

Akbar menggelengkan kepalanya, dia sangat tahu istrinya sedang menyindir dirinya juga. "Berjuanglah Gian." Celetuknya agar Lulu tidak memperpanjang sindirannya.

Apaan sih, bikin malu deh si Gian ini. Batin Nisa.

.

.

Sampai Lulu dan Akbar berpamitan pun Gian belum juga ada tanda-tanda hendak berangkat bekerja, pria itu terus fokus dengan ponselnya sambil terduduk di sofa.

Tak tahu harus melakukan apa, Nisa akhirnya mengambil benda pipih itu di sakunya, video-video lucu sedikit menghiburnya dalam kesepian ini. Sampai pada akhirnya Gian melirik ke arah Nisa karena suara video yang cukup kencang.

"Itu ponsel dari Hari kan?" Tanya Gian memastikan, tapi sayang suara Gian tak begitu terdengar, karena posisi duduknya yang lumayan berjauhan.

"Nis."

"Nisa!" Gian menaikan nada bicaranya, hingga Nisa langsung mematikan layar ponselnya karena terkejut. "I-iiyaa."

"Jangan asik dengan ponsel jika aku ada di rumah."

"Tapi kamu juga .... "

"Aku bekerja, bukan sepertimu!"

Ah kelepasan, padahal aku ingin membangun citra baikku di hadapan Nisa, kenapa aku membentaknya? Batin Gian.

"M-mmaaaf." Kata Nisa lirih.

Aku harus meninggalkan jejak pria lain, sekalipun dia tidak ada niatan buruk pada hubungan pernikahanku.

"Sore nanti kita bertemu Hari, kembalikan ponsel itu."

Raut wajah Nisa langsung berubah menjadi sedih, ponsel pertamanya .. Dan juga pemberian dari teman baiknya harus di kembalikan.

"T-tapi ... Aku terkesan tidak menghargai pemberian Hari."

"Aku suamimu, kendali ada padaku, ayo cepat ikut aku bersiap ... Tidak usah menunggu sore." Kata Gian, tiba-tiba dia sangat ingin bertemu dengan Hari saat Nisa sedikit menolak apa yang dia perintahkan.

Jika dia bersikap seperti ini, kenapa aku susah sekali menyanggah? Batin Nisa.

.

.

Sampai di sebuah butik, Nisa sempat berfikir apakah Gian akan membelikan pakaian untuknya?

Gian berjalan di depan Nisa, berbicara dengan ponselnya lalu menyimpannya kembali di dalam saku. Hampir di pintu masuk butik ... Langkah kaki Gian tertahan, menunggu Nisa untuk sejajar dengannya. Tanpa aba-aba tangannya langsung menggenggam tangan Nisa kuat. "Hah ... Kenapa? Ada apa?" Tanya Nisa kebingungan.

"Ayo." Gian membuka mendorong pintu kaca, dan terlihat baju-baju indah yang terpajang di dalam sana.

Wah ... ini pasti baju-baju yang sering di pakai selebritis. Batin Nisa.

"Mana pak Hari?" Tanya Gian pada salah satu karyawan yang berjaga.

"Pak Hari ada di ruangannya pak, mari saya antar."

Gian dan Nisa mengekori di belakang, tangan Gian sedikit menarik tangan Nisa karena wanita itu sedang takjub dengan semua model baju yang terpajang.

Nisa belum menyadari jika dia akan bertemu dengan Hari kali ini, karena dia tidak fokus dengan pembicaraan Gian dengan karyawan tersebut.

Sampai di depan pintu, perlahan karyawan tersebut membuka pintu dan menampilkan Hari yang sedang duduk dengan beberapa setumpuk pekerjaannya di meja.

"Kak Hari?" Gumam Nisa.

"Selamat pagi bos." Sapa Gian.

"Wah wah wah ... Ada pasutri disini, silahkan duduk." Kata Hari yang langsung mempersilahkan Nisa dan Gian duduk di sofa tamunya.

Tanpa basa basi, Gian langsung menadahkan tangannya pada Nisa, dan terpaksa Nisa mengeluarkan ponsel dari dalam tasnya untuk di berikan.

"I-ini." dengan berat Nisa menyerahkan ponselnya.

"Ada apa ini?" Tanya Hari kebingungan.

Gian menyodorkan ponsel ke meja ... "Ini, Nisa sudah tidak membutuhkannya lagi."

Hari tergelak, "Posesif sekali Gian ini, aku tulus memberikan ponsel tanpa ada niatan apapun, terkecuali Nisa yang menginginkan lebih." Ucapnya sambil menggoda Gian.

Gian mendongakan wajahnya sambil melempar senyuman kesal, "Sudah kuduga." Sahutnya.

"Tidak Gian, aku hanya bergurau." Hari langsung menerima ponsel tersebut, karena menghargai keputusan Gian sebagai seorang suami.

Raut sedih Nisa tak bisa di sembunyikan, saat Hari menerima ponsel yang di kembalikan oleh Gian, padahal Nisa berharap Hari menolaknya.

"Nisa, jika Gian tidak memberikan ponsel yang lebih bagus daripada ini, bilang padaku ya." Kata Hari pada Nisa yang sedikit menunduk.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!