NovelToon NovelToon
Takdir Kaisar Primordial

Takdir Kaisar Primordial

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Fantasi
Popularitas:18.8k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Lin Xuan, seorang pemuda dari keluarga cabang Klan Lin di Benua Azure yang memiliki "Akar Spiritual Cacat", selalu dihina dan ditindas. Saat sekarat karena dikhianati oleh tunangannya sendiri demi merebut harta peninggalan orang tuanya, darahnya tanpa sengaja membangkitkan Mutiara Kekacauan Primordial yang bersemayam di kalung usangnya. Mutiara ini tidak hanya memperbaiki akar spiritualnya, tetapi juga memberinya warisan teknik terlarang dari era sebelum alam semesta terbentuk. Inilah awal perjalanannya menentang Surga, membelah galaksi, dan menapaki jalan menuju keabadian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1: Darah di Atas Salju

​Angin malam di Puncak Teratai Hitam berhembus sedingin ribuan pisau es yang menyayat kulit. Di bawah cahaya bulan yang pucat, hamparan salju putih yang murni tampak ternoda oleh genangan merah yang masih hangat.

​Lin Xuan terbaring di sana, napasnya terputus-putus. Setiap kali ia mencoba menarik napas, rasa sakit yang merobek dada membuatnya memuntahkan seteguk darah segar.

​Dantiannya—pusat energi bagi seorang kultivator—telah hancur. Meridian di sekujur tubuhnya putus.

​Namun, rasa sakit di tubuhnya tidak sebanding dengan rasa sakit di hatinya saat ia menatap dua sosok yang berdiri tak jauh darinya.

​"Mengapa... Su Yue... mengapa?" suara Lin Xuan serak, dipenuhi keputusasaan dan ketidakpercayaan.

​Berdiri dua langkah darinya adalah seorang gadis dengan gaun sutra putih berkibar, cantik bak peri yang turun dari kahyangan. Ia adalah Su Yue, tunangan yang telah dijodohkan dengannya sejak kecil, wanita yang selalu ia lindungi dengan nyawanya sendiri.

​Di samping gadis itu berdiri Lin Feng, sepupu Lin Xuan dari keluarga utama Klan Lin, dengan senyum meremehkan yang menghiasi wajah tampannya. Di tangan Lin Feng terdapat sebuah kotak kayu cendana yang memancarkan aura spiritual pekat—harta peninggalan terakhir orang tua Lin Xuan.

​Su Yue menatap Lin Xuan dengan tatapan dingin, tanpa sedikit pun belas kasihan. "Lin Xuan, jangan salahkan aku. Salahkan dirimu sendiri yang terlahir dengan Akar Spiritual Cacat. Di dunia kultivasi yang kejam ini, kau hanyalah sampah yang bahkan tidak bisa menembus Tahap Kondensasi Qi tingkat ketiga. Sampai kapan kau mau menarikku ke bawah bersamamu?"

​"Tapi... Teratai Jiwa Es di dalam kotak itu... itu satu-satunya benda yang ditinggalkan ayahku!" Lin Xuan mengepalkan tangannya hingga kuku-kukunya menancap ke telapak tangannya sendiri.

​Lin Feng mendengus dingin dan menendang dada Lin Xuan dengan keras.

​Brak!

​Tubuh pemuda itu terpental beberapa meter di atas salju, mematahkan beberapa tulang rusuknya.

​"Sampah tetaplah sampah," ucap Lin Feng dengan nada angkuh. "Teratai Jiwa Es ini akan membantuku menembus Tahap Pembentukan Fondasi. Di tanganmu, benda ini hanya akan terbuang percuma. Dan soal Su Yue... burung phoenix hanya pantas bersanding dengan naga sejati. Mulai besok, ia akan menjadi pendamping kultivasiku."

​Su Yue berbalik, enggan menatap Lin Xuan lebih lama lagi. "Ayo pergi, Kakak Feng. Sebentar lagi badai salju turun. Biarkan dia mati dengan tenang di sini. Ini sudah menjadi takdirnya."

​Lin Feng tertawa keras. Keduanya perlahan berjalan menuruni gunung, meninggalkan Lin Xuan yang perlahan-lahan kehilangan kehangatan tubuhnya.

​Kesunyian kembali menyelimuti Puncak Teratai Hitam. Hanya terdengar lolongan angin malam.

​Penglihatan Lin Xuan mulai menggelap. Hawa dingin merayap dari ujung jari kaki hingga ke jantungnya. Apakah ini akhirnya? Aku mati sebagai sampah? Dikhianati? Ditindas?

​"Tidak... aku tidak terima..." gumam Lin Xuan, suaranya nyaris tertiup angin. Matanya yang perlahan menutup menyiratkan keengganan yang luar biasa. "Surga... jika kau punya mata... biarkan aku hidup... Aku akan membantai mereka yang mengkhianatiku... Aku akan menginjak-injak Surga yang tidak adil ini!"

​Saat kesadarannya berada di ambang kehancuran, darah yang mengalir dari dadanya merembes membasahi pakaiannya, menyentuh sebuah kalung batu usang yang tergantung di lehernya. Kalung itu tampak seperti kerikil abu-abu biasa, satu-satunya benda yang ditinggalkan ibunya sebelum menghilang sepuluh tahun lalu.

​Tiba-tiba, sesuatu yang mustahil terjadi.

​Batu abu-abu itu menyerap darah Lin Xuan dengan rakus. Permukaan batu yang kasar mulai retak, memancarkan cahaya abu-abu keemasan yang kuno dan misterius.

​Zzzzzttt!

​Sebuah suara kuno yang terdengar seolah berasal dari awal mula penciptaan alam semesta bergema langsung di dalam jiwa Lin Xuan.

​"Jutaan tahun berlalu... Akhirnya ada darah manusia fana yang memiliki kehendak sekeras Baja Primordial..."

​Sebelum Lin Xuan bisa mencerna apa yang terjadi, batu itu mencair menjadi seberkas cahaya dan melesat masuk ke dalam pusarannya, langsung menuju Dantiannya yang hancur.

​BOOOM!

​Rasa sakit yang ribuan kali lipat lebih mengerikan dari kematian menghantamnya. Namun anehnya, Lin Xuan tidak pingsan. Kesadarannya justru dipaksa untuk tetap tajam. Ia bisa merasakan energi asing yang luar biasa besar—kekuatan Chaos (Kekacauan)—memasuki tubuhnya, menyapu bersih semua kotoran di meridiannya.

​Dantiannya yang tadinya hancur berkeping-keping, kini dilebur kembali. Bukan menjadi Dantian biasa, melainkan sebuah ruang hampa kosmik kecil di dalam tubuhnya, di mana sebuah Mutiara abu-abu berputar perlahan.

​"Akar Spiritual Cacat? Lelucon macam apa ini," cibir suara kuno itu di dalam kepalanya. "Mulai hari ini, kau adalah pewaris Mutiara Kekacauan Primordial. Tubuhmu adalah semesta, dan darahmu adalah Dao."

​Bersamaan dengan itu, rentetan teks emas kuno mengalir ke dalam ingatannya.

​[Seni Penempaan Tubuh Kekacauan Primordial - Bab Pembukaan]

​Luka parah di sekujur tubuhnya menutup dengan kecepatan kasat mata. Patah tulangnya tersambung kembali. Kulitnya yang pucat kini memancarkan kilau sehat yang samar. Hawa dingin dari salju tak lagi mampu menembus kulitnya.

​Ketika sinar matahari pagi pertama menembus awan dan menyinari Puncak Teratai Hitam, salju di sekitar tubuh Lin Xuan telah meleleh sepenuhnya menjadi uap akibat panas energi yang ia keluarkan.

​Lin Xuan perlahan membuka matanya. Tidak ada lagi keputusasaan atau kelemahan di sana. Yang ada hanyalah kedalaman yang menyerupai jurang maut dan ketajaman sebuah pedang yang baru diasah.

​Ia mengepalkan tinjunya, merasakan kekuatan ledakan yang belum pernah ia rasakan seumur hidupnya. Hanya dalam semalam, ia tidak hanya sembuh total, tetapi kultivasinya secara tak terduga telah melonjak!

​"Su Yue... Lin Feng..." Lin Xuan bergumam perlahan, suaranya sedingin es di bawah kakinya. "Kalian pikir kalian telah menyingkirkan sampah?"

​Senyum tipis dan berbahaya terbentuk di sudut bibirnya.

​"Tunggu aku di Turnamen Klan tiga bulan lagi. Hutang darah ini, akan kutagih beserta bunganya!"

1
Nanik S
Pasti Lin Feng
Nanik S
Dibalik kesulitan pasti ada kemudahan
Nanik S
Mantap sekali tampar giginya rontok
Nanik S
Hadir semoga menjadi cerita yang bagus
hahaahaha
Luar biasa
Fatur Fatur
cepat bantai jendral long teng dengan cara paling kejam thor ambil semua sumber dayanya
Fatur Fatur
cepat bantai chukang beserta keluarga dan leluhurnya thor serap semua kultivasi mereka untuk ranah kultivasi mcnya naik
Hendri Doenan
Hancuuuuuuurkaaaaaaaaan..
Aji Note
bagus
dan kalau bisa update nya jangan lama lama
MelodyStar
lagi 😆
Fatur Fatur
cepat bikin mcnya bantai kaisar itu dengan cara paling kejam bikin mcnya ambil alih Kekaisaran naga Azure thor bikin kaisar itu mengutuk putranya karena berani mengusik mcnya
Fatur Fatur
cepat bantai Kekaisaran naga Azure thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!