NovelToon NovelToon
London’S Heart Surgeon

London’S Heart Surgeon

Status: sedang berlangsung
Genre:Dokter / Pernikahan rahasia / Kehidupan alternatif
Popularitas:8.3k
Nilai: 5
Nama Author: AEERA-ALEA

novel dengan universe berbeda dari novel
"hazel lyra raven", dimana pharma dan Lyra bisa bersama tanpa ada ledakan

Dokter Lyra (27), spesialis anak, dipindahtugaskan ke Rumah Sakit Delphi di London. Di sana, ia harus berhadapan dengan Pharma Andrien, kepala rumah sakit sekaligus spesialis saraf yang dijuluki "Ice King" karena sifatnya yang sangat cuek, dingin, dan perfeksionis di depan staf medis.
​Namun, segalanya berubah saat mereka sedang berduaan. Di balik pintu tertutup, Pharma berubah drastis menjadi sosok yang sangat clingy dan manja hanya kepada Lyra. Kini, Lyra harus berjuang menjaga profesionalitas di rumah sakit sambil menghadapi tingkah "muka dua" atasannya yang tidak bisa jauh darinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AEERA-ALEA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14

Pharma menyandarkan punggungnya ke kursi kebesarannya, menatap Lyra yang kini tampak seperti kucing basah yang baru saja dimarahi pemiliknya. Ruangan itu mendadak sunyi, hanya ada suara helaan napas Lyra yang tidak beraturan.

​Pharma kemudian mengambil sebuah stetoskop perak dari mejanya, memutar-mutarnya dengan jari yang sangat lentur, lalu menatap Lyra dengan intensitas yang membuat jantung Lyra serasa mau copot.

​"Jadi, Dokter Lyra Raven..." Pharma menggantung kalimatnya, membiarkan keheningan itu menyiksa Lyra selama beberapa detik. "Tadi kamu bilang mau 'cuci mata' melihat saya, kan?"

​> MATI GUE! Batin Lyra berteriak histeris. Dokter syalan! Kenapa ingatan dia tajam banget sih?! Mana pake disebut lagi! Ai, lo beneran harus gali lubang sekarang juga!

​"Itu... itu cuma istilah di Indonesia, Sir. Maksudnya... melihat pemandangan rumah sakit yang bagus," kilat Lyra, berusaha ngeles meskipun mukanya sudah semerah tomat matang.

​Pharma berdiri perlahan, berjalan mengitari mejanya lalu berhenti tepat di samping kursi Lyra. Ia membungkuk sedikit, membuat jarak wajah mereka hanya terpaut beberapa senti. Bau parfum sandalwood dan cedar yang elegan langsung menyerbu indra penciuman Lyra.

​"Oh ya?" bisik Pharma, suaranya rendah dan serak, sengaja membuat Lyra makin salah tingkah. "Lalu, bagian mana dari kancing jas bedah saya yang menurutmu miring tadi? Kamu mau membetulkannya sekarang?"

​Lyra menahan napas. Jantungnya berdebar kencang sampai terdengar di telinganya sendiri. Dag... dig... dug... > DUH! Ini orang sengaja banget ya bikin gue jantungan?! Lyra meremas ujung blazernya. Ganteng sih ganteng, tapi kalau isengnya begini mah namanya penganiayaan mental! Mana mukanya deket banget lagi, kacamata tipisnya itu beneran bikin dia kelihatan kayak villain di film-film romansa tapi versi pinter banget!

​"S-saya minta maaf, Dokter Pharma. Saya beneran nggak tahu kalau itu Anda," cicit Lyra sambil memalingkan wajah sedikit karena tidak sanggup menatap mata biru Pharma yang seolah bisa membaca pikirannya.

​Pharma tiba-tiba menegakkan tubuhnya kembali dan tertawa kecil suara tawa yang sangat pendek tapi terdengar sangat merdu sekaligus menyebalkan. Ia kembali ke mejanya dan mengambil sebuah berkas tebal.

​"Lucu sekali melihat dokter 'pahlawan' sepertimu bisa ketakutan begini," ucap Pharma, kembali ke mode dinginnya yang menyebalkan. "Dengarkan, Lyra. Karena kamu sudah membuat keributan di bandara, diculik di hari pertama, dan berani mengomentari atasanmu sendiri... saya punya tugas khusus untukmu."

​Ia melemparkan berkas itu ke depan Lyra.

​"Itu adalah rekam medis pasien di bangsal VIP yang belum ada satu pun dokter di sini yang berani mengambil tindakan bedah karena risikonya terlalu tinggi. Jika kamu bisa memberikan diagnosa dan rencana operasi yang sempurna dalam dua jam, saya akan melupakan kancing jas saya yang 'miring' tadi."

​Lyra melihat berkas itu, lalu menatap Pharma dengan ragu.

​"Dua jam?! Tapi Sir, saya baru sampai dan..."

​"Satu jam lima puluh sembilan menit," potong Pharma sambil menunjuk jam dinding. "Jangan buat saya berpikir kalau dokter dari Indonesia hanya jago masuk berita, bukan jago di meja operasi."Lyra menyambar berkas tebal itu dengan gerakan refleks. Matanya melotot menatap jam dinding, lalu kembali ke arah Pharma yang kini sudah asyik menyesap kopi hitamnya seolah tidak baru saja menjatuhkan bom waktu ke pangkuan Lyra.

​> DOKTER SYALAN! Batin Lyra mengamuk. Satu jam lima puluh sembilan menit?! Dia pikir gue komputer apa?! Mana ini kasus VIP, kalau gue salah sedikit bisa-bisa beneran dideportasi pake kargo!

​"Kenapa masih di sini?" Pharma bertanya tanpa mendongak dari tabletnya. "Waktumu terus berkurang, Dokter Raven. Atau kamu masih mau lanjut 'cuci mata'?"

​"S-saya pergi sekarang! Permisi, Sir!" seru Lyra. Ia berbalik dan hampir menabrak pintu kaca karena saking terburu-burunya.

​Begitu keluar dari ruangan Pharma, Lyra langsung mencari sudut sepi di perpustakaan medis rumah sakit. Ia membuka berkas itu dengan tangan gemetar. Namanya Lord Sterling, seorang bangsawan Inggris dengan komplikasi jantung koroner yang sangat langka.

​> Gila... ini sih bukan kasus sulit lagi, ini mah hampir mustahil! Lyra memijat pelipisnya. Pantesan nggak ada yang berani ambil. Risikonya 80% gagal di meja operasi. Tapi kalau gue nggak bisa, si pirang itu pasti bakal makin ngeremehin gue!

​Selama satu jam lebih, Lyra tenggelam dalam rekam medis, hasil MRI, dan jurnal-jurnal kedokteran terbaru. Ia mencoret-coret kertas dengan rumus medis dan sketsa jantung. Fokusnya sangat tajam, sampai-sampai ia tidak sadar ada seseorang yang berdiri di belakangnya.

​"Menarik. Kamu memilih metode Minimally Invasive?" suara rendah Pharma tiba-tiba terdengar tepat di samping telinga Lyra.

​"Ayam-ayam!" Lyra latah saking kagetnya sampai pulpennya terbang. "Bisa nggak sih sehari aja nggak usah muncul kayak hantu?! Gue lagi fokus nih!"

​Pharma mengambil pulpen Lyra yang jatuh di lantai, lalu menatap sketsa yang dibuat Lyra. "Metode ini punya risiko pendarahan besar jika kamu tidak cepat dalam suturing (penjahitan)."

​"Gue tahu!" balas Lyra, mulai lupa kalau dia sedang bicara sama bosnya. "Tapi ini satu-satunya cara buat Lord Sterling selamat karena faktor usianya. Gue yakin bisa kalau asisten bedahnya nggak lambat kayak kura-kura!"

​Pharma menaikkan alisnya, sudut bibirnya terangkat sedikit. "Oh? Jadi kamu butuh asisten yang cepat? Baiklah. Selesaikan rencana operasimu. Lima menit lagi kita ke ruang simulasi. Saya sendiri yang akan jadi asistenmu."

​Lyra membeku. "Hah? Dokter Pharma mau... jadi asisten gue?"

​"Jangan GR," Pharma kembali ke mode dinginnya. "Saya cuma mau lihat, apakah tanganmu sehebat mulutmu. Kalau kamu gagal di simulasi, kamu pulang ke Indonesia dengan pesawat sore ini. Mengerti?"

​> APA?! Lyra menelan ludah. Gue baru aja nantangin Bos CMO buat jadi asisten gue?! Lyra, lo beneran cari mati! Tapi... ini kesempatan gue buat bungkem mulut pedesnya itu.

​"Oke! Siapa takut!" Lyra berdiri dengan penuh tekad, meskipun sebenarnya kakinya gemetaran. "Siapin baju bedah lo yang paling rapi, Dokter Pharma. Jangan sampai kancingnya miring lagi!"

​Pharma hanya menatap Lyra dengan tatapan tajam yang sulit diartikan, lalu berjalan mendahuluinya menuju ruang operasi simulasi tercanggih di London.

1
Cici Winar86
di sinopsis nya pharma dokter jantung..tapi ini di bilangnya di sini dokter saraf...
AEERA♤: terimakasih atas koreksi‐an nya kak👍
total 1 replies
AEERA♤
bacaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!