NovelToon NovelToon
REINKARNASI ALKEMIS SUCI

REINKARNASI ALKEMIS SUCI

Status: sedang berlangsung
Genre:Kultivasi Modern / Kelahiran kembali menjadi kuat / Reinkarnasi / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: ARIYANTO

Xue Xiao adalah seorang alkemis hebat nomor satu di alam abadi, bahkan bakatnya di gadang-gadang akan mampu memecahkan batasan alam abadi dan membuka jalur kenaikan menuju alam Dewa yang telah tersegel selama jutaan tahun melalui Dao alkimia.

Namun pada suatu saat, Xue Xiao dikhianati oleh sahabat dan kekasihnya untuk merebut Artefak Dewa yang dimiliki Xue Xiao.

Selama ratusan tahun, Xue Xiao hanya berfokus pada Dao Alkimia. Meskipun kultivasinya tinggi, namun dibandingkan mereka yang menempuh jalur Dao beladiri tentu ia tidak bisa menjadi lawan.

Hingga akhirnya, Xue Xiao yang terpojok dan putus asa, memilih untuk meledakkan dirinya dan menyeret para penghianat itu untuk menemaninya di jalan kematian.

Tapi tak disangka, Artefak Dewa yang ia miliki justru menyelamatkan jiwanya disaat-saat terakhir dan membawanya ke dunia yang sama sekali baru, bahkan merekonstruksi tubuh fisiknya yang sudah hancur berkeping-keping.

bagaimana perjalanan Xue Xiao di dunia baru, ikuti terus cerita ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ARIYANTO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2

Slep! Slep! Slep!...

Itu adalah hal pertama yang dirasakan Xue Xiao. Ada sesuatu yang hangat dan sedikit kasar menyentuh kulitnya yang dingin. Dia merasa tubuhnya sangat berat, seolah-olah seluruh energi di dalam dirinya telah terkuras habis.

"Dimanakah aku ini? Apakah ini alam bawah? Mengapa aku bisa merasakan sesuatu menyentuhku?"

Dia mencoba membuka matanya, tapi kelopak matanya terasa sangat berat seperti terpasang batu besar. Setelah beberapa kali mencoba dengan susah payah, akhirnya kelopak matanya bisa terbuka sedikit demi sedikit.

Cahaya yang masuk ke mata nya sangat redup, berbeda dengan cahaya energi yang biasa dia lihat di alam abadi. Yang ada di depannya hanya kegelapan pekat dengan sedikit kilauan matahari yang tidak bisa menembus kabut tebal yang mengelilinginya.

"Aku tidak bisa merasakan energi spiritual sama sekali... Ini benar-benar aneh," gumamnya dalam hati, mencoba menggerakkan jari-jarinya tapi tidak mendapatkan respon sama sekali. Tubuhnya seolah-olah bukan miliknya lagi.

Suara menjilat semakin jelas, bahkan bisa dirasakan sampai ke dalam tulang. Dia merasakan hembusan napas hangat yang sedikit berbau amis menyentuh lehernya. Perlahan-lahan, dia bisa merasakan bentuk tubuhnya yang sekarang jauh lebih kecil dari biasanya.

"Tubuhku... Kenapa kecil sekali? Ini tampak seperti tubuh seorang remaja..."

Dia mencoba menggerakkan kepalanya dengan sangat pelan, dan akhirnya bisa melihat sosok yang sedang menjilatnya... seekor serigala berwarna gelap dengan mata berwarna kuning menyala seperti bara api.

"Seekor serigala? Bukankah di alam bawah hanya ada makhluk jiwa? Mengapa ada makhluk dengan tubuh fisik di sini?"

Kebingungan semakin menguasainya. Dia mencoba mengumpulkan sedikit energi untuk mengusir serigala itu, tapi tidak ada satu pun aliran energi yang bisa dia rasakan di dalam tubuhnya. Saat ini dia merasa seperti manusia biasa tanpa kultivasi.

Serigala itu tampaknya sudah puas menjilatnya dan mulai mengendus tubuhnya dari kepala sampai ke kaki. Setelah merasa tidak ada ancaman, serigala itu mengangkat kepalanya, membuka mulutnya lebar-lebar yang penuh dengan taring tajam bagaikan belati baja.

"Dia mau memakanku!"

Hatinya berdebar kencang. Dia mencoba dengan sekuat tenaga untuk menggerakkan tubuhnya, tapi hanya bisa menggerakkan jarinya sedikit saja.

Tanpa ampun, serigala itu menggigit bagian betisnya dengan keras.

Krakk!!

Suara retakan yang menusuk telinga terdengar seperti guntur yang pecah di dekat telinga. Rasa sakit yang luar biasa menyambar ke seluruh tubuhnya, tapi bukan dia yang merasakan sakit, melainkan serigala itu.

Taring serigala yang terkenal kuat dan tajam ternyata tidak bisa menyentuh kulitnya sama sekali. Sebaliknya, beberapa taringnya patah dan hancur menjadi serpihan putih bercampur darah di mulutnya.

"Awuwu!!" Serigala itu melolong kesakitan, menjatuhkan tubuhnya dan berguling-guling di tanah sambil mengangkat kaki untuk menutupi mulutnya yang terluka. Matanya yang tadinya penuh dengan hasrat melahap kini berubah menjadi rasa takut yang dalam.

Serigala itu berdiri kembali dengan sangat hati-hati, menjauh sedikit dari tubuh Xue Xiao sambil tetap menatapnya dengan mata yang waspada. Ia mengendus udara beberapa kali, seolah-olah mencoba memastikan apakah yang ada di depannya benar-benar manusia atau makhluk lain yang lebih kuat darinya.

Setelah beberapa saat berpikir, ia masih belum bisa memahami bagaimana tubuh sekecil itu bisa memiliki kekerasan yang luar biasa, bahkan lebih keras dari batu Meteorit yang paling keras di dunia.

Tidak ingin menyerah begitu saja, serigala itu mendekat lagi dengan langkah yang sangat pelan. Kali ini dia berniat menggigit bagian lehernya yang tampak lebih lembut.

Namun ketika mulutnya hampir menyentuh leher Xue Xiao...

"Aku tidak akan mati seperti ini! Tidak bisa mati lagi setelah sudah mengalami kehancuran sekali!"

Dengan semua kekuatan yang ada di dalam dirinya, Xue Xiao mengumpulkan kekuatan terakhir dan...

BANG!

Tubuhnya yang tadinya tidak bisa bergerak tiba-tiba melompat ke atas dengan cepat, mengangkat tinjunya yang kecil namun penuh dengan kekuatan luar biasa. Tinjunya tepat mengenai bagian tengah kepala serigala.

Pop!

Kepala serigala itu pecah seperti semangka yang jatuh dari ketinggian, darah merah pekat dan otak yang masih berdenyut memercik ke segala arah, menghiasi tanah berwarna coklat gelap di sekitarnya.

Xue Xiao jatuh kembali ke tanah, napasnya terengah-engah karena sudah menggunakan semua kekuatan yang ada. Dia duduk dengan susah payah, menyangga tubuhnya dengan tangan yang masih gemetar.

"Huh... Sungguh sial, bahkan setelah kematian pun. Aku tidak diizinkan untuk mati dengan tenang dan di lecehkan oleh seekor anjing liar. Bah! Bah! Sungguh nasib buruk hidup dibawa sampai mati!" ucapnya dengan suara yang masih sedikit serak, tapi sudah bisa terdengar jelas.

Dia mulai memeriksa seluruh bagian tubuhnya dengan teliti, menyentuh wajahnya, lehernya, lengan dan kakinya dengan ekspresi tidak percaya. Tubuhnya sekarang memang sangat kecil, seperti tubuh anak berusia sekitar 13 atau 14 tahun. Kulitnya putih mulus tapi penuh dengan kekerasan yang luar biasa, seperti baja yang telah dilelehkan dan dipadatkan berkali-kali.

"oh tidak. Apa yang sebenarnya terjadi? Siapapun tolong katakan padaku apa yang sebenarnya terjadi!" teriaknya dengan suara yang penuh kebingungan, memukul tanah dengan tinjunya yang membuat tanah itu berlubang dalam beberapa sentimeter.

Dalam keadaan bingung yang luar biasa, ia mencoba mencubit pahanya dengan sangat keras.

"Aduh!"

Rasa sakit yang tajam membuatnya melompat sambil meringis kesakitan, menyadari bahwa semua ini bukan mimpi atau ilusi. Dia benar-benar hidup kembali dengan tubuh yang sama sekali baru.

"Tempat ini... benar-benar bukan alam abadi," gumamnya sambil melihat sekeliling. Hutan yang penuh dengan kabut tebal, pepohonan yang berbeda dengan yang ada di alam abadi, dan udara yang sangat tipis energi spiritualnya membuatnya semakin yakin.

"Bahkan di daerah terpencil sekalipun di alam abadi, energi spiritualnya akan ratusan kali lebih kuat dari tempat ini. Ini sungguh dunia yang aneh," lanjutnya, mencoba duduk dengan posisi yang lebih nyaman.

Dia menyentuh dadanya dengan perlahan, mencari keberadaan Batu Inti Dao yang seharusnya ada di sana. Tapi tidak ada apa-apa, batu itu tidak lagi terasa ada di sana.

"Dimanakah kamu? Apakah kamu yang membuatku hidup kembali di dunia aneh ini?" gumamnya dengan nada penuh rasa syukur tapi juga kekhawatiran.

Meskipun tubuhnya kini sangat kuat, ia sadar bahwa tanpa energi spiritual dan kultivasi, dia akan kesulitan bertahan hidup. Namun, dia tidak ingin berpikir negatif. Yang terpenting adalah dia masih hidup, sesuatu yang tidak dia harapkan setelah ledakan besar di Lembah Ledakan Abadi.

"Ahaha... Tidak peduli tempat aneh macam apa dunia ini. Yang terpenting adalah aku tidak mati! Ahahahaha... "

Suara tawanya yang penuh kegembiraan menyebar luas ke seluruh hutan yang sunyi, membuat burung-burung yang berada di atas pepohonan terbang kesakitan dan binatang buas lainnya berlari menjauh ketakutan.

Setelah sesaat melampiaskan kegembiraannya, Xue Xiao mulai berpikir tentang hal yang lebih penting, bertahan hidup. Dia melihat tubuh serigala yang sudah tak bernyawa di depannya dengan tatapan yang serius.

"Kamu hampir memakanku, jadi pantas saja kamu menjadi makanan ku sekarang," katanya sambil berdiri dengan sangat pelan, masih belum terbiasa dengan tubuh barunya yang kecil.

Dia mulai mengurus tubuh serigala itu dengan cara yang dia pelajari saat masih muda di alam abadi, menguliti kulitnya dengan menggunakan serpihan batu yang dia pecahkan dengan tangan kosong karena batu itu mudah sekali hancur dibandingkan dengan kekuatan tubuhnya, memisahkan daging dari tulangnya, dan mengumpulkan darahnya untuk digunakan sebagai bahan campuran nanti.

Proses ini memakan waktu lebih dari tiga jam karena dia tidak memiliki senjata tajam apapun. Namun, dia tidak keberatan karena ini adalah kesempatan baginya untuk lebih mengenal tubuh barunya dan bagaimana cara menggunakannya dengan baik.

Setelah selesai mengolah daging serigala, dia membuat api unggun kecil dengan menggunakan kayu bakar yang dia pecahkan dengan tangan dan serpihan batu sebagai batu api. Setelah beberapa saat, warna daging panggang itu berubah keemasan dengan suara mendesis minyak Saat daging mulai matang dan mengeluarkan aroma yang menggugah selera, dia duduk di dekat api unggun.

1
Mujib
/Good//Good//Good//Good//Good/
Mujib
/Pray//Pray//Pray//Pray//Pray/
Mujib
/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
Mujib
/Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt/
Mujib
/Sun//Sun//Sun//Sun//Sun/
Mujib
/Heart//Heart//Heart//Heart//Heart/
Mujib
/Drool//Drool//Drool//Drool//Drool/
Mujib
/Angry//Angry//Angry//Angry//Angry/
Mujib
/CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy/
Mujib
/Casual//Casual//Casual//Casual//Casual/
Mujib
/Frown//Frown//Frown//Frown//Frown/
Mujib
/Smile//Smile//Smile//Smile//Smile/
Mujib
🤣🤣🤣🤣🤣
Mujib
/Coffee//Coffee//Coffee//Coffee//Coffee/
Mujib
😅😅😅😅😅
Mujib
👀👀👀👀👀
Mujib
🤔🤔🤔🤔🤔
Mujib
🖕🖕🖕🖕🖕
Mujib
💪💪💪💪💪
Mujib
👍👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!