Terbangun tanpa ingatan dan identitas yang tercatat, Ezra mengandalkan sistem aneh untuk beradaptasi dengan kehidupan barunya. Sejak saat itu dia mulai berinteraksi dengan hantu, melakukan penebusan untuk mereka, dan menciptakan berbagai kisah aneh yang abadi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lady Y, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
14 - Organisasi Resmi
Matahari mulai terbenam di barat, cahaya Oranye itu menyelimuti dua sosok di halaman rumah yang telah ditinggalkan, keduanya adalah Ezra dan Yudha.
Yudha menatap kuburan yang tersusun rapi, dia terdiam setelah mendengarkan Ezra menceritakan kebenaran tentang cucu kakek yang hilang selama tujuh tahun ini.
Dia telah menjadi polisi selama lebih dari sepuluh tahun, dari kasus-kasus sesederhana masalah rumah tangga hingga kasus berat seperti pembunuhan, dia telah melihat ataupun mendengar semuanya.
Kasus tabrak lari bukanlah hal yang jarang, pelaku yang tidak mau bertanggung jawab bahkan lebih banyak lagi, namun tetap saja nyawa manusia yang sangat berharga itu lenyap begitu saja tanpa penjelasan berarti.
Apalagi Ezra juga menyebutkan fakta bahwa anak itu belum mati saat dikubur, dia tidak bisa membayangkan betapa putus asa yang dialaminya saat itu.
"Jadi, kamu bisa melihat dan berkomunikasi dengan hantu, bahkan membantu hantu memasuki mimpi?" Namun untuk saat ini fokus Yudha adalah pada Ezra sendiri.
"Ya." Ezra mengakuinya dengan murah hati.
"Jadi, kasus wanita yang menuntut gelar sarjana terakhir kali juga ulahmu?" Tanya Yudha
Hal-hal memalukan itu, meskipun enggan, Ezra tetap mengakuinya.
"Kamu sepertinya tidak terlalu terkejut?" Sesaat kemudian, Ezra bertanya, sudah sejak tadi dia mengamati ekspresi Yudha yang agak terlalu tenang.
"Semakin tinggi posisiku dalam sistem resmi, semakin aku tahu banyak hal-hal yang seharusnya tidak nyata. Sebenarnya kasus sepertimu, meskipun tidak banyak, tapi tidak jarang juga. Bahkan pihak resmi memiliki organisasi terkait yang mencakup orang-orang dengan kemampuan khusus sepertimu." Yudha menjelaskan dengan wawasannya yang luas.
Ezra mengangguk, dia tahu ada orang-orang seperti itu saat ia menginterogasi sistem setelah kasus pasar hantu, sistem telah banyak memberikan informasi terkait. Tapi Ezra agak terkejut, dia tidak menyangka akan ada organisasi resmi, kalau begitu mengapa masih ada banyak hantu berkeliaran?
"Aku bisa membaca ekspresimu saat ini, tahu?" Yudha tersenyum, dia menatap ke arah matahari yang terbenam.
"Organisasi khusus itu selalu mengabaikan hantu-hantu biasa, fokus mereka adalah hantu jahat yang ganas. Aku pernah mendengar beberapa kasus, seperti hantu yang membuat lebih dari 10 mahasiswa melakukan aksi bunuh diri di universitas mereka, atau seperti bus hantu yang selalu berakhir dengan menciptakan kecelakaan lalu lintas, ada banyak kasus lainnya. Jumlah anggota resmi terbatas, tapi hantu jahat selalu tercipta hampir setiap saat, baik kamu ataupun aku tidak dapat membayangkan kesibukan mereka. Hanya dalam kasus khusus, pihak kepolisian kami dapat mengundang mereka untuk bekerja sama."
Jadi begitu.
Ezra memikirkan misi sistem yang tak kunjung dimulai karena sistem meragukan kemampuannya. Jika suatu saat sistem menilainya mampu, dia akan memulai misi menebus hantu jahat, yang pasti akan lebih merepotkan.
"Terima kasih, kebenaran kasus ini, aku akan mencari cara. Sayangnya meskipun kita tahu mayat anak itu dikubur disini, namun bagaimanapun ini adalah kuburan leluhur orang lain, kita tidak bisa menggalinya begitu saja."
"Ngomong-ngomong Ezra, apakah kamu tertarik untuk bergabung dengan organisasi resmi itu? Aku bisa membantumu berkomunikasi dengan mereka."
Yudha menawarkan, meskipun dia masih terlihat mengobrol santai, hanya dirinya sendiri yang tahu otaknya sedang kacau mencari cara untuk menyelesaikan kasus cucu kakek tersebut.
Ezra memikirkannya, bahkan sistem masih meragukannya, Ezra juga cukup sadar diri, kemampuannya belum cukup, jadi dia menggelengkan kepalanya, "Tidak untuk saat ini."
"Begitu." Yudha adalah orang yang cerdas, dia segera memahami bahwa meskipun Ezra tidak bisa bergabung sekarang, ada kemungkinan bahwa dia tetap akan bergabung di masa depan, karena sekarang bukanlah saat yang tepat baginya.
"Oh ya, kasus ini, kenapa tidak kamu mulai dengan mencari truk yang menabrak anak itu dan pemilik rumah ini?" Ezra mengingatkan dengan halus.
Tidak hanya Yudha yang bisa membaca ekspresi wajahnya, dia juga mampu membaca ekspresi wajah Yudha.
Mata Yudha berbinar, dia langsung pamit pada Ezra, memulai penyelidikan terkait truk tersebut.
Ezra menatap hantu anak kecil yang belum pergi, saat jiwanya hampir tenang, anak itu justru memiliki keinginan baru untuk berbincang sekali lagi dengan kakeknya, sekaligus untuk pamit.
Ezra menyanggupi permintaan itu, namun dia meminta untuk menunggu beberapa hari lagi sampai kasusnya selesai, Ezra masih cukup yakin dengan kemampuan polisi, setidaknya polisi yang ia kenal, mereka masih mampu untuk menyelesaikan kasus ini dengan cepat.
Saat hantu menanyakan alasannya, Ezra menjelaskan dengan bahasa termudah agar dapat dipahami oleh seorang anak.
Dengan kondisi kakeknya saat ini, begitu mengetahui cucunya telah mati dan dikuburkan disini, dia akan nekat untuk menggali kuburan leluhur orang lain, meskipun ada alasannya, tetap saja kakek bisa terkena sanksi hukum. Selain itu, siapa yang menjamin kakek tidak akan nekat untuk membalas dendam pada pembunuh?
Jadi, tunggu sampai polisi menemukan pelaku, membiarkan pelaku menggali sendiri mayat anak itu, lalu mendapatkan hukuman sepantasnya.
Dengan cara ini sang kakek mungkin akan menerima dengan lebih tenang.
Ezra untuk sementara meninggalkan desa itu, kembali ke asrama polisi.
Saat ia membuka pintu asrama, sebuah tangan menariknya ke dalam pelukan yang wangi dan lembut.
Pintu di belakangnya ditutup dan dikunci, Ezra melepaskan diri dari pelukan itu, melihat bahwa itu ulah Rhea, atau lebih tepatnya kepribadian Rhea yang lain.
"Hai Ezra!" Sapa Rhea.
Pada hari biasa, Rhea jarang menggunakan make up, penampilan alaminya sendiri sudah begitu menakjubkan. Namun kepribadian Rhea yang lain lebih suka menggunakan make up, terutama bibir merahnya yang terlihat lebih menggoda.
Rhea yang saat ini juga lebih murah senyum, senyum penuh godaan yang mematikan.
Ezra juga tersenyum kaku, hadiah penambahan atribut yang dia dapatkan terakhir kali, meskipun fisiknya menguat lagi, jelas masih beberapa tingkat di bawah Rhea saat ini.
Dan begitu saja dia dipaksa duduk di kursi dengan Rhea yang duduk di pangkuannya.
"Bagaimana kamu bisa masuk ke kamarku?" Ezra menanyakan keraguan ini, sekaligus mencoba mengalihkan perhatian Rhea dari menggodanya.
"Aku yang memberikanmu kunci kamar ini, tentu saja aku bisa memasukinya." Rhea menjelaskan dengan murah hati, tangannya bermain-main dengan jakun Ezra, membuat Ezra mulai panik.
"Rhea, aku penasaran, apakah kita saling kenal sebelumnya?" Ezra menahan tangan nakal itu, kembali mencoba mengalihkan perhatian Rhea.
"Apakah kamu mengingatnya?" Rhea mendongak, mata berwarna amber miliknya sedikit gelap, dan ada pusaran aneh yang menarik Ezra untuk menatap mata itu lebih lama.
Ezra sebenarnya belum mengingat apapun tentang masa lalunya, hanya sesekali Ezra memikirkan Rhea, kebaikan yang hampir tidak masuk akal untuk orang asing, atau kenyataan bahwa kepribadian lain Rhea begitu terobsesi padanya. Rasanya, meskipun dia tampan, hanya sekedar penampilan saja belum cukup untuk mencapai tingkatan seperti itu. Jadi, satu-satunya kemungkinan adalah Rhea mengenal dirinya sejak awal, dan bahkan mungkin mengetahui tentang masa lalunya.
"Kamu belum mengingatnya." Rhea menjawab sendiri.
Lalu dia menambahkan alasannya, "Jika kamu ingat, kamu tidak akan menerima sentuhanku dengan begitu patuh seperti saat ini."
Ezra : "...." Dia tidak patuh, dia hanya tidak punya kekuatan untuk melawan.
Sistem : [....] Pertunjukan yang bagus! Oh, bukan. Sepertinya sistem harus memberi lebih banyak hadiah pada Ezra untuk penebusan selanjutnya, agar Ezra punya kemampuan untuk melindungi dirinya sendiri.