Kehidupan yang di jalani Hana sangat bahagia, apalagi saat kekasihnya menikahinya. Namun kehidupan bahagia itu hanya sebentar saja berpihak padanya. Kehidupannya yang dulu bahagia kini perlahan hilang saat sang suami berselingkuh dengan seorang wanita yang sangat dia percaya. Bahkan mereka pun mencoba untuk membunuhnya. Lalu apa yang akan di lakukan oleh Hana setelah menyadari semua itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aliyah Ramahdani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rangga dan kekasihnya
Perasaan Hana sungguh tak tenang, dia selalu memikirkan sang suami. entah kenapa dia tak bisa membenci pria yang sangat di cintainya itu. meskipun sudah ada bukti perselingkuhan tapi dia tetap ingin percaya pada sang suami
Dia kembali ke rumah hari itu. sudah ada kue ulang tahun di tangannya. dia ingin merayakan ulang tahun suaminya malam ini. karena sepertinya Rangga sendiri lupa dengan ulang tahunnya. begitu tiba, dia merasa rumahnya sangat sepi, seperti tak berpenghuni
Dia meletakkan kue ulang tahun itu di meja dan masuk ke dalam kamar sang ayahnya terlebih dulu. bau parfum yang selalu ayahnya gunakan masih terasa di kamar itu, membuat Hana merindukan sosok ayahnya. dia duduk di ranjang ayahnya, tak terasa airmatanya jatuh
" Ayah, aku sangat merindukanmu" ucapnya terisak
Begitu merasa sudah puas menangisi ayahnya, dia pun kembali mengambil kue itu dan berniat masuk ke kamarnya. namun, suara cekikikan terdengar dari dalam kamar. Hana mempertajam pendengarannya, mungkin dia salah dengar, pikirnya
Suara cekikikan dan desahan menjadi satu membuat Hana naik darah. dia pun segera membuka pintu itu dan sangat terkejut melihat pemandangan yang ada di depannya
Bagaimana tidak, sepasang pria dan wanita kini tengah bercumbu dan berbagi peluh di atas ranjang tempat peristirahatan Hana. mendapati kejutan itu, Hana jelas saja tidak terima
" Kaliaaaaan.....!!!!" Teriak Hana dengan suara cukup besar
" Dasar bajingan kalian...!!!?" ucapnya melempar kue ke arah kedua orang itu
Kedua orang itu sangat terkejut. Rangga segera turun dari ranjang dan menghampiri Hana yang terlihat sangat syok
" Kenapa kau ada di sini?" tanya Rangga
" Kalian, jadi selama ini kamu-"
" Karena sudah tertangkap basah begini sebaiknya kita katakan saja, sayang. aku juga sudah lelah harus terus melakukan hal ini secara bersembunyi" ucap wanita itu ikut melangkah menghampiri mereka
" Baiklah. sebenarnya aku dan Mayang adalah pasangan kekasih" ucap Rangga merangkul mayang
" Sejak kapan kalian melakukan hal kotor ini....!!" Teriak Hana
" Sebelum mengenalmu kami sudah berhubungan. dan mendekatimu juga adalah idenya" jawab Rangga
" Kamu..!!! selama ini aku selalu menganggap mu sebagai adikku. bahkan aku menerimamu di rumah ini meski ayahku tak setuju" ucap Hana terlihat sangat marah
" Itu masalahmu. aku juga tak memaksamu untuk menerimaku, kan?" Jawab mayang santai
" Apa tujuan kalian sebenarnya melakukan ini padaku?" tanya Hana emosi
" Jelas saja karena harta. aku dan ibuku merasa tidak adil karena kamu menikmati hidup penuh dengan kemewahan. sementara aku harus bekerja siang dan malam untuk melunasi utang pria sialan itu. bahkan ibuku harus masuk tahanan karena tak sanggup melunasi utang pria brengsek itu. hingga aku memutuskan mengikuti mu bahkan sampai ke negara Los angeles" ucapnya
" Itu bukan urusanku. ibumu sendiri yang memilih pria itu dan pergi meninggalkanku dan ayahku" ucap hana
" Tapi kau dan ayahmu tak pernah mengingat kami, padahal aku anak ayahmu juga, kan? ibuku juga pernah merawatmu tapi kau dan ayahmu tak mengingat itu" ucap mayang
" Ibu memintaku untuk masuk ke dalam duniamu, agar aku juga bisa merasakan dan mendapatkan sebagian harta yang memang seharusnya jadi milikku sebagai anak tiri keluarga Santoso" ucap Mayang lagi
" Jahat kamu Mayang...!!! jadi ini tujuanmu memintaku untuk menceraikan mas Rangga?"
" Ya...!!! andai saja kamu menceraikannya dari dulu, mungkin ayahmu masih hidup dan sehat hingga sekarang" jawabnya
" Apa maksud kamu?"
" Asal kamu tau, kami lah yang membuat ayahmu lumpuh dan kami juga yang telah membuat ayahmu mati" ucap Mayang
" Apa?" ucap Hana sangat terkejut
" Ya, saat itu ayahmu mendapati kami seperti ini, lalu dia sangat terkejut dan penyakit jantungnya kambuh" ucap Rangga tertawa
" Jahat kamu mas...!!! aku ingin kita cerai...!!!" teriak Hana
" Hahahaha cerai? kamu ingin kita bercerai? baiklah" ucap Rangga kemudian melangkah ke arah brangkas dan membuka serta mengambil sehelai kertas
" Ini surat cerai kita, aku sudah menandatanganinya, silakan kau berikan tanda tanganmu di kertas itu" ucapnya
Hana mengambil kertas itu dan membacanya dengan seksama. kemudian tanpa pikir panjang dia pun segera memberikan tanda tangannya di atas kertas itu
" Aku sudah menandatanganinya, sekarang keluar kalian dari rumahku...!!!!" ucap Hana kembali berteriak
" Hahahahhaha..... apa kau bilang? rumahmu? sekarang rumah dan perusahaan serta asetmu yang lain menjadi milikku" ucap rangga
" Tidak mungkin"
" Kau lupa? kau sendiri yang menandatangani surat penyerahan seluruh aset dan perusahaan padaku. kau bahkan yang mengatakan jika aku bisa melakukan apa saja yang menurutmu dapat menguntungkan. dan bisnis properti serta otomotif itu sangat menguntungkanku secara pribadi, hahahaha" ucap Rangga lagi dengan suara tawa yang kian besar
" Kenapa kau tega padaku? apa selama ini kau tak pernah mencintaiku?" tanya Hana
" Mencintaimu? sepertinya tidak pernah. lihat saja penampilanmu seperti bukan pewaris saja. kacamatamu itu sangat mengganggu ku" ucap Rangga
Hana melirik pada Mayang yang sedang memegang perhiasannya yang di berikan oleh ayahnya
" Jangan pegang barang-barangku" ucapnya ingin merampas perhiasan itu
" Enak aja, sekarang ini punyaku" ucap Mayang masih mempertahankan perhiasan itu
" Berikan padaku, itu adalah hadiah ulang tahun dari ayahku" ucapnya masih berusaha merampas miliknya
Mayang dan Hana masih saling merampas, hingga Mayang mendorong kuat Hana dan tersungkur di lantai
Bruuukkk....
Hana terjatuh dan kepalanya terbentur cukup kuat di lantai. Mayang sangat terkejut, mereka berdua sangat panik. Rangga segera meraih ponselnya dan berniat menghubungi ambulans, tapi Mayang menghentikannya
" Jangan..!!! bagaimana jika dia tergolong dan selamat? dia pasti akan menuntut kita, dan polisi juga pasti akan mengusut kejadian ini. apa kau ingin tertangkap?" ucap Mayang membuat Rangga menghentikan niatnya
" Lalu bagaimana sekarang?" tanya Rangga
" Sebaiknya kita buang saja di dalam hutan yang jauh dari sini. meskipun dia sadar nantinya, tapi dia gak akan menemukan jalan pulang" usul Mayang
" Baiklah, ini sudah malam, sebaiknya kita pergi secepatnya" ucap Rangga
Mereka mengikat kaki dan tangan Hana, serta menutupi mulutnya dengan lakban agar Hana tak dapat mengeluarkan suaranya
Tepat malam itu, Fira datang dengan taksi. Fira ingin masuk, namun langkahnya terhenti saat melihat kedua orang itu memindahkan tubuh Hana ke dalam bagasi mobil. Fira sedikit heran dan terkejut, dia pun segera bersembunyi
" Hana? apa yang mereka lakukan pada Hana? aku harus mencari tau" gumamnya kembali keluar secara bersembunyi.
Untung saja taksi yang dia tumpangi tadi belum pergi, jadi dia kembali masuk ke dalam taksi, dan meminta supir untuk menunggu sebentar sampai mobil Rangga keluar dari rumah
Begitu mobil Rangga keluar, Fira meminta supir taksi untuk mengikutinya dengan jarak tidak terlalu dekat agar mereka tidak curiga
Fira sedikit heran karena mobil rangga memasuki area pengunungan. Fira takut jika taksinya ikut masuk, Rangga dan Mayang akan curiga
" Pak, sebaiknya turunkan aku di sini" pintanya
" Tapi neng, gimana caranya neng pulang? di sini gak ada taksi malam-malam begini" tanya supir taksi itu
" Begini saja pak, bapak tunggu saya di depan sana. nanti kalo bapak melihat mobil yang di depan itu keluar, bapak kembali menjemput saya di sini" usul Fira
" Baiklah neng" jawab supir taksi itu kembali melajukan taksinya keluar dari area pengunungan