Hidup ku hancur setelah di jual oleh ayahku pada seorang pria tua yang tidak aku kenal. Nama ku Alexsa Camellia usia ku masih cukup belia, 18 tahun. Di mana harusnya aku masih menginjak bangku sekolah dan bermain dengan teman teman sebaya ku. Namun mimpi buruk itu datang saat ibu ku meninggal dan aku harus bertemu dengan orang yang sudah menelantarkan ku sejak kecil, kedatangan nya bukan untuk menolong ku tapi mengingat kan pertukaran diriku dengan sejumlah uang.
Malam itu aku bertemu dengan seorang pria yang menolong ku saat aku berusaha kabur dari kejaran nya, pria itu memukul habis pria tua tidak tahu diri itu dan membawa ku pergi dari sana. Aku merasa aman tapi perasaan ku tetap waspada karena aku tidak mengenal pria itu, bisa saja dia lebih jahat dari ayah ku sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ajani Wuhhgy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Panggil saya ibu
Laras sedang duduk sendiri di taman sembari menatap bunga bunga yang mulai layu.
" Nyonya, saya bawakan jus mangan untuk anda. " Gumam Alexsa menyodorkan segelas jus mangga pada Laras.
" Terima kasih Alexsa. " Laras tersenyum sumringah melihat kedatangan Alexsa.
" Duduk lah nak, aku ingin mengetahui dirimu. "
Alexsa duduk di samping Laras sesuai dengan permintaan wanita itu.
" Ceritakan dirimu kenapa kamu bisa ada di sini dan kenapa Sam seperti.. " Ucap Laras terhenti membuat Alexsa menunggu dengan pasti.
" Seperti apa nyonya?. "
" Entah lah, aku merasa aneh saja saat putra ku yang selesai selektif dan menyebalkan itu bisa langsung membawa seorang gadis muda masuk kedalam rumah nya?. "
Alexsa mulai bercerita pada Laras kenapa dia bisa berada di rumah Sam dan bisa bekerja di sana begitu saja.
Sam dari atas balkon kamarnya diam diam memperhatikan ibu dan gadis itu yang sedang berbincang, Sam tahu jika ibunya merasa aneh saat dirinya dengan muda bisa membawa orang lain apa lagi seorang gadis masuk kedalam rumah nya.
" Aku sendiri bingung, kenapa aku bisa membawa dengan pasti gadis itu masuk kedalam rumah dan kehidupan ku. " Gumam Sam pelan.
Setelah makan siang itu Sam memilih istirahat dan tidak kembali ke kantor lagi, pikiranya sedang tidak baik baik saja . Sam menghabiskan waktu di ruangan kerja nya dan kemudian melanjutkan di kamar hingga mata nya melihat keberadaan Laras dan Alexsa di taman.
" Benarkah, jahat sekali ayahmu itu. " Laras sangat terkejut saat mendengar kan semua kisah kelam Alexsa hingga di mana gadis itu di bawa oleh Sam kerumah.
Alexsa hanya tersenyum getir.
" Entah bagaimana jika aku tidak bertemu dengan tuan Sam nyonya, mungkin aku sudah menikah dengan pria tua itu dan hidup ku semakin runyam. "
" Kamu kuat sayang, sekarang jangan berpikir buruk dan tetap hidup yang lebih baik. Panggil saya dengan sebutan ibu saja atau mami jangan panggil dengan sebutan nyonya saya kurang suka. "
" Tapi, nyonya saya takut jika tuan Sam akan marah dan berfikir jika saya lancang memanggil anda dengan sebutan ibu. "
Laras tertawa pelan.
" Udah gak usah takut, dari dulu ibu pengen banget punya anak perempuan tapi sayang Tuhan tidak mendengar keinginan ibu dan sekarang ibu punya kamu dan kamu punya ibu. " Alexsa memeluk Laras dengan lembut dia begitu merindukan sosok ibu nya yang telah pergi.
" Ibu.. " Gumam Alexsa membuat dada Laras bergetar dan berdesir hebat.
" Seandainya kamu menantu ku Alexsa, aku akan jadi mertua terbaik untuk mu dan akan anggap kamu buka sebagai menantu tapi anak kandung ku sendiri. " Batin Laras mengusap lembut punggung Alexsa.
Sam merasakan kebahagiaan dari pancaran mata dan wajah sang ibu. Dia tahu betul dia begitu menginginkan sosok gadis kecil dari dulu, namun entah lah Tuhan tidak berpihak pada nya dan saat Sam menikah pun dia tidak bisa memeberikan teman baik untuk ibu nya.
" Apa Sam tidak meminta mu untuk melanjutkan pendidikan?. "
" Tuan Sam memang pernah membicarakan soal itu bu, tapi aku yang tidak minat. Lagian untuk apa perempuan sekolah tinggi tinggi dan sekarang Alexsa sedang fokus menatap masa depan yang jauh lebih baik. "
Laras tersenyum mendengar kegigihan gadis 18 tahun di depan nya itu.
Tidak terasa malam pun tiba hampir pukul 12 malam mata Laras belum juga terpejam.
" Kemana mana Bram, apa dia menemui selingkuhan nya itu?. " Gumam Laras yang masih berdiri di depan jendela kamar nya.
Mata nya sudah benar-benar berat tapi enggan untuk terpejam. Sudah sejak siang tadi suaminya belum juga kembali.
" Mau sampai kapan hubungan ini terus seperti ini mas, aku lelah tapi aku sendiri bingung harus bagaimana pada hubungan kita. Aku tidak ingin anak anak mu membenci ayah nya sendiri, meski aku tahu mereka juga tahu jika kamu memiliki wanita lain dalam hidup mu. "
Di sisi lain Sam masih berbincang dengan Seno tentang kerja sama mereka terhadap grub Lee yang masih belum ada titik temu nya, Sam masih memikirkan apa dia harus menolak atau menerima nya.
" Keputusan ada pada pak Sam, saya hanya mengikuti printah saja pak. Jika bapak ingin saya akan langsung acc jika tidak saya akan batal kan segera. " Ucap Seno sembari menyeruput kopi nya.
" Entah lah saya bingung, Seno.. "
" Hemzz... " Seno meletakkan kopinya menatap Sam yang handak bertanya sesuatu namun ragu.
" Ada apa pak Sam, katakan saja jika ada sesuatu yang ingin anda katakan. "
" Menurut mu bagaimana tentang Alexsa?. " Seno mengkerut kening nya binggung.
" Maksud anda?. "
" Bagaimana menurut mu tentang gadis itu?. "
" Mana saya tahu pak Sam, lagian saya baru bertemu sekali dan itu beberapa jam lalu. Tapi menurut saya sih dia gadis yang polos baik dan tentunya sangat cantik untuk gadis sederhana bukan?. "
Sam menatap Seno dengan tajam, memegang tidak salah apa yang di katakan nya namun ada sesuatu yang membuat Sam tidak rela jika ada pria lain yang memuji Alexsa.
" Bukan kah seperti itu pak Sam, anda bertanya dan saya menjawab apa ada nya tentu nya.. " Seno sedikit takut dengan tatapan tajam Sam padanya meski dia sendiri bingung kenapa Sam menatap nya seperti itu.
Deru suara mobil Seno terdengar oleh pendengaran mereka. Sam langsung berdiri menatap dari balik tirai putih ruangan kerja nya, nampak di sana pria tua yang masih terlatih gagah dan tampan sedang berjalan masuk dengan di sambut oleh istri yaa tentu saja Laras.
" Kenapa anda tidak meminta nyonya berpisah saja dengan nya, lagipula kita semua tahu jika dia berkhianat di belakang nyonya pak?. "
" Mami itu keras kepala, sulit untuk membuat nya melepaskan pria gila itu dan aku sangat penasaran siapa sebenarnya wanita selingkuhan nya itu. Sudah 5 tahun lamanya tapi saya sendiri belum bisa mengetahui nya. "
" Seandainya anda tahu, apa yang akan anda lakukan?. " Ucapan Seno seolah olah sedang memberitahu Sam sesuatu namun pria itu tidak menyadari akan itu semua.
" Aku akan membuat nya hilang dari muka bumi. " Jawaban Sam seketika membuat Seno terdiam dengan pikirannya.
Laras yang tahu suaminya pulang langsung menghampiri pria itu menyambutnya.
" Mas, kamu dari mana aja sih jam segini baru pulang?. " Ucap Laras.
" Bukan kah sudah ku katakan jangan tunnggu aku kembali Laras, berhenti lah terlalu peduli padaku. " Seketika tubuh wanita itu membeku pegangan tangan mulai melemas dan terlepas di udara.
" Mas, aku masih istrimu jadi wajar saja jika aku peduli dan ingin tahu semua nya. Sebenarnya siapa wanita yang membuat mu berpaling dari ku?. " Bram menghentikan kaki nya dan menatap Laras sekilas kemudian kembali pergi menuju kamar nya. Tak terasa air mata Laras mengalir dengan deras nya membasahi pipi.