NovelToon NovelToon
Nadila Dan Si Kembar

Nadila Dan Si Kembar

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / Lari Saat Hamil / Nikahmuda
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mia Putry

seorang gadis belia yang harus menjalani kehidupan dengan berbagai ujian yang berat

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mia Putry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

chapter 3

Di tempat lain .

Semua orang begitu khawatir dengan Nadila .

Paman , bibi , Mia dan si kembar Alwi dan Aldo, ibu Rahma dan Imam juga tentunya .

Mereka semua mencari keberadaan Nadila  . Mia dan ibunya menangis tersedu sedu . Memikirkan Nadila yang hilang tanpa kabar .

Paman juga begitu menyesal  karena tidak cepat menjemput Nadila . Karena keasyikan ngobrol dengan teman teman. Jadi lupa waktu. Bibi juga terus menyalahkan suaminya karena keteledoran nya Nadila menghilang.

" Kamu dimana nak. Apa yang terjadi padamu. ?" Bibi Nadila bertanya tanya dalam hati.

" Kamu dimana dek . Kenapa menghilang seperti ini. " Imam pun ikut cemas dengan Nadila.

Tak lama ponsi Imam ber dering.

Drrrttt drrrttt drrrttt

Sontak mereka semua menoleh kearah Imam.

" Siapa yang telpon nak ?" Tanya paman Restu.

" Nadila Bi ," jawab Imam.

" Cepat angkat nak , tanyakan dimana dia kenapa menghilang. " Ucap bibi Santi

" Halo dek kamu dimana. Kenapa semalam kamu hilang dem

Kakak khawatir sama kamu dek. " Ucap Imam tanpa memberi kesempatan pada Nadila u tik bicara.

" Hiks hiks hiks hiks. Kak jemput Dila di sini kak di hotel X. Nanti Dila jelaskan disana. " Jawab Ais Nadila sambil menangis

" Oh iya dek tunggu kakak datang " ucap Imam tanpa memberi tahu kepada bibi Santy dan paman Restu. ..

" Iya nak hati hati yah. "

" Ada apa dengan kak Dila Bu,? " Tanya Aldo.

" Ibu kurang tau nak. Semoga Nadila baik baik saja." Doa bibi Santy

" Iya ayok kita tunggu dirumah saja. "

*******

Setelah menempuh perjalanan sekitar tiga puluh menit Imam sampai di tempat yang di tuju.

Drrtttt drrrttt drrrttt

Ponsel Nadila pun berbunyi.

" Ha halo kak. " Jawab Nadila

" Kamu dimana dek. Kakak sekarang ada di lobby "

" Tunggu disitu saja kak. Nadila akan turun sekarang. "

" Oke. "

" Kamu sudah mau pulang ?" Tanya pria misterius itu.

.

" Bukan urusanmu ., Dan jangan menghalangi ku. " Bentak Nadila kasar.

" Baik tapi jangan lupa ambil ini . Ini pantas untuk kamu terima . Dan maaf semua diluar kehendak ku. " Ucapnya sambil menyerahkan sebuah cek. Yang tentunya nilainya sangat fantastis untuk sekelas Nadila.

" Ambil saja uang mu saya tidak butuh. " Ucap Nadila acuh sambil terus memakai pakaian nya.

Akhirnya orang misterius itu menaruh cek itu diam diam dalam paper bag tempat Nadila menyimpan baju bekas sobekan orang itu.

" Maafkan aku. " hanya itu yang diucapkan orang misterius itu.

" Kamu akan saya kutuk. Seumur hidup kamu tidak akan perna memiliki keturunan. Dan kamu tidak akan perna bahagia. Itu sumpahku . " Ucap Nadila berapi-api . Saking marahnya Nadila mengucapkan sumpah serapah untuk nya.

" Jika itu bisa membuatmu bisa memaafkan ku saya terima sumpah mu. " Ucapnya pasrah.

Nadila pun bergegas keluar dari kamar itu .dan segera turun. Nadila berjalan perlahan-lahan karena di area sensitif nya masih terasa ngilu. .

*********

" Kamu kenapa dek. ?" Apa yang terjadi ?" Tanya Imam ketika Nadila sampai di lobby

" ,,,,,,,,,,,"

Nadila diam tidak menjawab pertanyaan Imam.

" Ayo naik paman dan bibi sudah menunggu . Mereka begitu cemas . " Ucap Imam lagi.

Nadila pun naik motor Imam tanpa berucap satu kata pun .

' ada apa dengan nya. Seperti nya terjadi sesuatu yang buruk padanya. ' guman Imam.

********

Akhirnya Nadila dan imam pun sampai dirumah bibi Santy.

" AsalamuAlaikum bi. " Nadila mengucapkan salam ketika sampai di rumah bibinya.

" Alaikum salam nak. Ya Allah apa yang terjadi padamu nak. Maafkan bibi tidak bisa menjaga mu. Ya Allah , Nadila malang sekali nasibmu sayang. Huhuhuhu . " Ucap sang bibi sambil menangis.

Hiks hiks hiks hiks hiks

Hanya suara tangis yang Nadila bisa keluarkan. Bibirnya keluh .

" Menangis lah nak. Jangan di tahan . Menangis lha.  Ada bibi dan juga pamanmu disini. " Ucap sang bibi sambil memeluk erat Nadila .

" Terimakasih nak Imam sudah mengantarkan Nadila pulang. Tolong jangan ceritakan kepada siapa pun kejadian ini. Nadila pasti sangat malu nantinya. " Ucap sang bibi pada Imam

" Baik bi, nanti kalau Nadila sudah tenang baru saya kesini lagi. " Ucap Imam.

*†*******"

Seharian ini Nadila berkurung di kamarnya. Dia tidak kuat kamar karena merasa malu pada semua keluarga nya.

Dia pun belum bercerita tentang kejadian naas tersebut. Nadila masih belum siap. Paman dan bibi Nadila memberi waktu kepada Nadila . Karena ujian Nadila sudah selesai jadi tidak mengharuskan dia kesekolah.

" Bu, Nadila sudah makan Bu. " Tanya Mia sambil menata makanan diatas meja.

" Belum nak. Nanti bujuk Nadila yah takut nanti Nadila sakit. Kasian dia. " Ucap bibi Santy.

" Iya Bu. Menurut ibu apa Yang terjadi pada Nadila Bu?" Sehingga membuat Nadila seperti itu. . " Tanya Mia .

" Jangan tanyakan itu pada Nadila nak.

Biarkan Nadila tenang dulu. Nanti kita tanyakan pelan pelan yah . " Ucap ibu Santy

" Ini semua salah ayah Bu. Coba kalau ayah tidak asyik ngobrol sama teman ayah. Pasti Nadila sekarang baik baik saja kan. ? Hiks hiks hiks kasian Nadila Bu. " Ucap Mia sambil menangis.

" Semua sudah terjadi nak. Kita menyesal pun percuma , sekarang kita harus support Nadila agar dia kembali semangat. " Ucap paman Restu.

" Iya yah. , Maafkan kami yah sedang menyalahkan ayah." Ucap Mia.

" Tidak apa apa nak. Memang ini salah ayah . Seharusnya ayah yang menjemput Nadila. Tapi sekarang sudah terjadi . Kita doakan Nadila baik baik Saja oke. " Ucap paman Restu.

.

@@@@

Di tempat lain.

Brak brak.

Plak plak plak

Semua orang yang ada disana ketakutan . Mereka semua menundukkan kepalanya. Takut membuat bos mereka semakin marah.

" Siapa yang melakukan itu . Jawab " bentaknya.

" Maafkan kami bos. Kami tidak tau siapa pelakunya. " Jawab anak buahnya.

" Brengsek. Apa kalian tau. Karena kejadian itu . Orang yang tidak bersalah jadi korban.

Bahkan dia mengutukku. Brengsek. Kalian semua. " Teriaknya sambil terus mengamuk

Prang

prang

prang.

Semua benda yang ada di dekat nya tak luput dari amukan nya.

" Selidiki penyebab aku terkena obat laknat itu , temukan orang itu secepatnya . Tangkap dan interogasi siapa yang mendalangi semua ini. " Ucapnya tegas.

" Baik bos. " Ucap anak buahnya serentak.

" Baiklah kalian boleh pergi . Tinggal kan saya sendiri. " Ucapnya sambil mengibaskan tangannya. ' Semoga kamu baik baik saja. . Andaikan kami hamil saya akan bertanggung jawab sepenuhnya. " Guman nya dalam hati

*******

Di tempat Nadila.

" Jadi itu yang terjadi bi. Saya kotor bi. Orang itu mengambilnya dengan paksa , Dila  hancur bi, Dila kotor. Huhuhuhuhuhuhu " Nadila menceritakan semua tanpa ada yang di tutupinya. " Dila malu Sama ayah dan ibu bi. Nadila gagal menjaga kehormatan Dila . " Nadila terus menangis. Bahkan matanya sudah bengkak. .

" Sabar sayang. Nadila tetap bersih. Orang itu yang kotor dan bejad. Nadila jangan salahkan diri sendiri . Oke. Bibi dan pamanmu masih tetap sayang sama Nadila. Apapun yang terjadi. " Ucap sang bibi.

" Tapi bi. Nadila malu. Apa kata orang-orang nanti kalau tau Nadila Korban pelecahan bi. ? Apa yang harus Nadila lakukan bi. Dila takut "

Racau Nadila terus menerus .

" Hei , disini ada bibi. Tenang yah .semua akan baik baik saja. Nadila anak yang baik . Allah hanya Lagi mengujimu. Karena Allah tau, Nadila anak yang kuat. Nadila pasti bisa melewati semua ini. " Ucap bibi panjang lebar.

" Bagaimana kalau nanti Nadila hamil bi. ? Nadila harus apa. Pasti orang orang akan tau bi. " Nadila terus menangis.

Hiks hiks hiks hiks hiks

" Ada bibi , ada paman ada Mia ada adik adik kamu oke. Kami semua pasti mendukung Nadila. " Bibi terus menenangkan Nadila.

"

@@@@@@@@@@@@

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!