Qing Lizi, seorang yatim piatu berprofesi sebagai dokter militer genius yang menguasai banyak hal. Selain cantik, ia juga memiliki dedikasi tinggi pada tugasnya.
Gadis berusia 30 tahun yang gemar akan tantangan, memilih bergabung dengan pasukan militer negara setelah mendapat lisensi kedokterannya.
Saking geniusnya, Qing Lizi sudah meraih gelar dokter specialis diusia dua puluh empat tahun.
Kariernya berjalan mulus, bermacam misi telah ia jalani, hidup mapan, banyak teman, digandrungi puluhan pria.
Sayangnya Qing Lizi tak berumur panjang. Ia harus kehilangan nyawa saat bertugas dinegara berkonflik bersama tentara perdamaian.
Namun bukannya pergi kesurga atau neraka, jiwa Qing Lizi malah pindah keabad kuno, menempati tubuh seorang gadis berusia sepuluh tahun.
Suatu hari, Qing Lizi mendapat anugerah sebuah cicin ajaib yang memberinya banyak keutungan.
Bagaimanakah kisah perjalanan Qing Lizi dikehidupan keduanya ini..?
Apa fungsi cincin ajaib yang melingkar dijari manis Qing Lizi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delia Ata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Munculnya empat varian gula
Setelah semua bahan telah diproses, gula-gula pun dikirim kepaviliun Nuwa dan langsung dipasarkan kekhalayak luas.
Wang Jun membeli gula pasir baik yang rendah lemak dan biasa seharga seratus wen per kati, begitu juga dengan varian batu kristal.
Sementara gula merah dua puluh lima wen per keping.
Kembali, Ibukota Nanmu dibuat gempar oleh paviliun Nuwa yang langsung dibanjiri pembeli dari berbagai kalangan.
Pihak istana bahkan memborong empat varian gula dalam jumlah banyak.
Para pengepul, pemilik penginapan, restoran serta bos-bos karavan datang guna menawarkan kerjasama.
Tak butuh waktu lama, tiga ribu kati gula pasir, empat ribu gula batu kristal dan tiga ribu keping gula merah ludes terjual.
1.075.000 wen uang yang dihasilkan tiga keluarga setelah berkutat didapur rumah darurat selama tiga hari.
Yang satu juta dibagi rata pada Qing Jian, Qing Jia, paman Huang dan Jang. Sedangkan yang tujuh puluh lima ribu menjadi hak milik Qing Lizi.
Sudah bisa dipastikan kini Qing Lizi menjadi orang terkaya didesa Zitan, disusul keluarga Huang dan Jang.
Proses pembuatan gula dilakukan tiga hari berturut-turut sampai stok tebu dan umbi bit habis.
Meski didalam alam dimensi jiwa sudah tumbuh melimpah lagi, namun Qing Lizi menunda untuk mengeluarkannya karena renovasi rumah sudah selesai.
Tiga keluarga itu pun pindahan, semua perabotan yang dipesan juga telah dikirim oleh pengerajin.
Semua kerja bakti, mengatur rumah sesuai dengan keinginan.
Rampung dikediaman keluarga Qing, kesemuanya bergeser kerumah keluarga Huang dan yang terakhir tempat tinggal Jang.
Bangunan pabrik kecap dihalaman belakang rumah keluarga Qing juga telah dilengkapi perkakas.
Dua kuda, satu kereta tertutup dan gerobak terbuka telah berada dikandangnya.
Untuk perayaaan syukuran diadakan dirumah keluarga Jang terlebih dulu dengan mengundang kepala desa dan tetangga terdekat.
Hari kedua dikediaman Huang dan yang terakhir keluarga Qing.
Brak Prang
Suara gaduh benda dilempar terdengar keras, menghentikan tawa dan obrolan riang orang-orang.
Semua menoleh keasal suara guna mencari tahu siapa pelakunya.
Disana, Kang Cuyan bersama Jie Xie serta nenek Kang berdiri pongah dengan wajah gelap marah.
Qing Jian kontan berdiri, menatap murka mantan kakak iparnya itu.
Sementara Qing Lizi mendengus benci.
Kalau Qing Jia dan nenek Qing Langsung saling merangkul dengan wajah bingung cemas.
"Apa kau sudah tidak punya sopan santun, datang kerumah orang dengan membuat keributan..?" tuding Qing Jian.
"Justru kata-kata itu seharusnya ditujukan untuk kalian." balas sengit Kang Cuyan.
"Apa maksudmu..?"
"Kalian bersenang-senang setelah merampok dari rumahku, sungguh tidak tahu malu." tuduh Kang Cuyan.
Dahi keluarga Qing mengkeret kasar.
"Merampok..? apa kau sudah gila..? siapa yang merampok rumahmu..?" tanya Qing Jian.
"Tentu saja kakakmu itu..?" tunjuk Kang Cuyan pada Qing Jia, lalu beralih ke Qing Lizi.
"Aku merampok apa..?" tanya Qing Jia bingung.
"Jangan pura-pura bodoh..!" hardik nenek Kang.
"Selama kau menjadi menantu dirumaku, sudah banyak makanan lezat yang masuk keperutmu tanpa ada setetes pun kau mengeluarkan keringat. Kau hidup enak dengan menumpang nama keluarga Kang yang berharga, diam-diam mengumpulkan harta dari rumah kami untuk keluarga ini. Tidak tahu diri..!"
Qing Jia ingin membuka mulutnya, namun tersela dengan tawa mengejek Qing Lizi.
"Makanan lezat..? Mengumpulkan harta dari rumahmu..?" kekeh Qing Lizi bertolak pinggang.
Semua orang yang hadir berpesta menatap Qing Lizi campur aduk.
Sementara Kang Cuyan, Jie Xie dan nenek Kang mendelik marah pada gadis remaja itu.
"Memangnya selezat apa nasi kosong atau kentang rebus itu..?"
Qing Lizi menyeringai bengis, maju dua langkah dengan dagu terangkat tinggi.
"Memang sekaya apa keluarga Kang, sampai tidak mampu membelikan menantunya sepotong kain linen kasar..?"
"Bocah kurang ajar, anak durhaka..!" seru Kang Cuyan.
"Anak siapa yang kau maksud..?"
"Lizi...!" geram Kang Cuyan
"Apa kau lupa jika aku ini tidak memiliki seorang ayah..?"
"Tutup mulutmu..! aku ini ayahmu, kenapa kau menjadi sekurang ajar ini..?"
"Ayahku sudah mati dihari dimana dia mengusir aku dan ibuku."
"Sialan...!" raung Kang Cuyan, bersiap itu menerjang Qing Lizi sembari mengangkat tangannya tinggi-tinggi.
Huang Feng melesat gesit, melindungi Qing Lizi dengan punggung kokohnya.
Sementara Qing Jian menyambar tangan Kang Cuyan lalu melempar tubuh pria itu kejalan.
"Arch...!"
"Suamiku...!"
"Cuyan..!"
Jie Xie dan nenek Kang tergopoh-gopoh menghampiri Kang Cuyan, membantu pria berdiri.
"Aku dulu diam saja, pura-pura buta dan tuli dengan semua penderitaan kakak serta keponakanku. Tapi sekarang, jika sekali saja kau menyentuh sehelai rambut mereka. Aku tidak akan ragu untuk mematahkan tanganmu." ancam Qing Jian.
Qing Lizi berdiri disisi sang paman, menatap jijik pada Kang Cuyan, Jie Xie dan nenek Kang.
"Kalian pikir bisa mendapatkan keuntungan dari keluarga Qing..?" Lizi tergelak.
"Apa itu yang dinamakan kaya..?" Lizi mencibir.
"Keluarga pengemis yang mengaku kaya dan berharga, tidak tahu malu." sambung Lizi meludah ketanah.
"Jalang sialan...!" pekik nenek Kang.
Awalnya keluarga Kang tak berniat datang, mereka akan melancarkan rencana yang telah disusun setelah rumah selesai direnovasi.
Tapi mereka keburu kesal, setelah melihat iring-iringan gerobak yang membawa perabotan mahal, lalu melihat dua ekor kuda serta kereta bagus.
Mereka semakin geram dengan tidak diundangnya keluarga Kang dalam syukuran rumah, padahal hampir semua penduduk desa diundang.
Belum lagi kabar soal ladang keluarga Qing yang memperkerjakan buruh tani dengan upah tiga puluh wen sehari, lalu Qing Jian yang mencari lahan diIbukota untuk membuka usaha penginapan. Makinan membuat keluarga Kang kebakaran jenggot.
Oleh sebab itu malam ini mereka datang guna membuat keributan, mempermalukan keluarga Qing.
Tapi mereka lupa jika kelakuan jahat keluarga Kang dimasa lalu pada keluarga Qing sudah diketahui oleh khalayak ramai.
Mau segila apa pun mereka berulah guna memfitnah keluarga Qing, jelas penduduk desa tak akan ada yang percaya.
Terimakasih gaes, berkah selalu dan semakin dilancarkan rezekinya. 🙏🫰
Untuk teman-teman semua selamat berpuasa bagi yang menjalankannya. Semoga keberkahan selalu melimpah bagi kita semua dan semoga amal ibadah kita selama bulan ramadhan ini diterima oleh Allah SWT.