Tittle : EXPIREDENS
Author : Karamellatee Clandestories
VOL. 1 : Keturunan tanah darah Kutukan
Cerita tentang bagaimana para mahasiswa yang membangun akar dari masalah menghubungkan timbal balik antara masa lalu dan masa depan, terciptanya gelombang tanpa ampunan bagi mereka sang pendosa harus diselesaikan oleh kelima mahasiswa ini. Terjebak antar ruang dan waktu merajalela nyawa satu per satu, nyawa adalah taruhan dan mereka adalah detak jantung dari setiap tragedi yang akan memutarbalikkan fakta.
Pada kenyataannya mereka adalah manusia biasa yang menjadi tokoh utama dari setiap kelam nya masa lalu?
Menyusun harmoni yang ada dalam monarki, disaat semua orang memiliki pemahaman komunisme, fanatisme, dan liberalisme. Sungguh, tekad yang membawa mereka dalam angan-angan kematian. Diiringi kisah pilu, dalam nestapa berdiam diri, goyah oleh setiap godaan ingatan terukir, takkan pernah terkikis oleh waktu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Karamellatee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#Bab 01: Asrama Timur Sentosa
...◉◎◈◎◉...
...#1 ; Original Story [@clandestories]...
...#2 ; Photo cr Pinterest...
...#3 ; No Plagiarisme Discrimination...
...•...
...•...
...⪻ ⋅•⋅⊰∙∘☽༓☾∘∙⊱⋅•⋅ ⪼...
"Matilah engkau mati, pada lautan kehidupan yang liar para penindas nyawa manusia! Berpeluh meratap dalam keputusasaan terjerat namun engkau tak menyerah, tak jera dalam hukuman Tuhan. "
"Matilah engkau mati di tengah badai dan angin kencang merangkak sepi dicabik ragu dan benci. Bagaikan takdir yang tidak cukup diulang, tumbal darah dipersembahkan tanpa ampun oleh sang kandidat tercela. "
"Matilah engkau, mati, di akhir perjalanan yang kau tempuh dalam pekatnya malam. Namun, engkau meninggalkan jejak tak tergantikan, menyulam cerita, merangkul nestapa, abadi dalam mengubur tulang belulang sehingga kami tidak akan pernah bisa bersanding dalam derajat yang sama. "
...●◉◎◈◎◉●...
Asrama Timur Sentosa— Sebenarnya tidak bisa dibilang sebagai asrama karena ini merupakan kos-kosan yang berada di daerah Jogjakarta, tetapi pemilik bangunan itu menamai nya Asrama dan khusus untuk para Mahasiswa yang mencari tempat tinggal.
Asrama berisikan lima kamar dan satu gudang lengkap dapur berbagai benda disediakan, belum lagi pas survey ternyata ada kamar mandi masing-masing tiap kamar, disana juga ruang studio khusus, listrik dan air dibayarkan oleh pemilik.
Disetiap kamar sudah dipasangkan pendingin ruangan, lemari besar dan kecil, meja belajar, kasur bahkan ada sendal rumahan tidak lupa peralatan lainnya. Lantai 2 asrama berisikan tiga kamar sedangkan lantai 1 ada dua kamar lalu bagian ruang tamu sudah tersedia sofa tambahan televisi, ada wifi yang sudah terpasang pas nyetel TV nya aja netflix sama aplikasi lain udah dibayarin sama pemilik asrama kurang baik apa coba.
Kalo mau sayur sayuran ada kebun di belakang asrama, halaman depan aja ada pohon mangga sama pohon jeruk— Completed banget nih asrama paket include sama kolam renang juga lapangan basket, dikata kayak nyewa villa padahal sewa nya pertiga bulan cuman 1,2 juta.
Sebulan yang lalu Hamu dapat informasi kalo ada asrama bagus dari prodi Jurnalistik, sedangkan Rakes itu tipe orang yang diajak ayo aja jadi dia ngga bermasalah tentang apartemen pribadi nya sendiri dibiarin gitu aja karena hati nuraninya kepikiran hitung-hitung bantuin UMKM di negara ini.
Waktu awal penghuni asrama bertemu itu bukan hal yang patut ditiru. Hamu yang canggung, Rakes dengan gimmick sksd nya, Zack dari jauh aja muka nya kelihatan mau ngajak ribut, ditambah Kale tidak niat sama sekali untuk mengakrabkan diri, cuman Saka yang normal soalnya dia masih mahasiswa baru di kampus nya ketemu sama yang senior yang diutamakan pasti sopan santun, apalagi dia juga canggung pas mau kenalan sama Rakes yang notabene nya Presiden BEM di kampus nya sekarang.
Bisa dibayangkan se creepy apa suasana di satu hunian.
Kelima mahasiswa punya profil status mereka masing-masing, dan hampir sebagian adalah anti sosial tapi rinciannya bakalan dijelasin sekarang.
Bermula dari Rakes ini pada dasar nya dia memang jarang ada di Asrama karena jadwalnya terlalu padat sebagai Presiden Mahasiswa prodi Hukum semester genap, belum lagi dia juga Ketua dari Badan Eksekutif Mahasiswa kebayang sering nya dia ikut demo Mahasiswa buat turunin harga dan BBM padahal dia sendiri ngga pernah ngerasain, ataupun sekedar kontroversi konyol yang dibuat pemerintahan cuman nama nya rasa kemanusiaan pasti selalu ada tapi buat Rakes dia itu memang lagi kerja aja jadi mesti totalitas tanpa batas. Di kampus dia barengan sama Hamu, dia juga baru tau kalo Saka itu maba di kampus dia padahal waktu masa orientasi mahasiswa harus nya si Rakes kenal Saka, tapi pas jadi panitia dia malah tidur di ruang BEM sampai acara selesai makanya dia sama sekali ngga kenal sama seluruh mahasiswa baru.
Setau dia juga anak anak pas masa orientasi itu pada nyariin dia buat minta tanda tangan sebagai tugas, tapi bocah nya malah tidur setelah memperkenalkan diri apa ngga di sumpah serapah satu angkatan?.
Berbeda dengan sahabat yang cuman beda hari tapi lahir di bulan yang sama, Hamu itu harusnya menjadi mahasiswa kupu-kupu tapi ada aja gitu kalo dia mau pulang buat tidur pasti bakalan dateng masalah yang nyuruh dia ngga bisa pulang, konteksnya dia itu menjauh dari masalah tapi masalah terus ngejar dia. Apalagi masalah utama nya itu dia punya temen kayak Rakes yang aktif dimana-mana, dia jadi ikutan keseret paling parah saat Rakes menggebu-gebu komporin keahlian dia yang bisa ngebantu Sekretariat BEM jadi kebawa apes nya dia ikutan jadi mahasiswa aktif.
Karena sumpek temenan sama manusia kelakuan setan, jadi Hamu lebih sering main sama Kale atau Zack misalkan dia lewat dikit aja di ngeliat manusia berbulu monyet itu pasti langsung ditarik buat bantu-bantu jadi babu, batin Hamu tuh cape ketempelan terus.
Sedangkan Kale dia ngga banyak ikut kegiatan kampus tapi selalu aja dibutuhkan contohnya kayak kegiatan UKM selalu nyariin dia buat survey, data, revisi segala macam. Dia juga pernah ketemu Rakes yang lagi demo pas mau nganterin berkas ke kampus nya dan mulut Kale ini lebih sadis daripada Mahasiswa Hukum, jadi Rakes selalu minta Kale buat jadi kompor segala macam minimal aktivis mahasiswa butuh mulut sadis kayak dia. Menurut Kale sendiri ngapain juga dia jadi kompor mewakili kampus yang bukan kampus dia sendiri, misalkan Rakes ngga nawarin dia kompensasi langsung ditolak mentah-mentah itu manusia.
Keseharian Kale tidak lebih dari kerjain tugas dan menyetel musik, dia juga punya blog chanel nya sendiri dengan banyaknya karya disana Kale mendapatkan penghasilan tambahan dan followers nya adalah yang paling banyak dari empat penghuni lainnya.
Lanjut lagi ke Mahasiswa paling sibuk tidak tertolong sampai mampus dengan predikat calon dokter ditiap semester nilai nya selalu diangka 3,8 tanpa ada penurunan sama sekali. Zack bukan orang yang terlalu sibuk sebenernya, tapi dia lahir dari rasa ambisius starts nya anak FK apalagi pas dia tau kalo ada teman satu asrama nya yang punya gudang prestasi dari sekolah dasar apa ngga kepanasan tuh Zack pas denger cerita Kale yang komporin prestasi nya Rakes setelah itu langsung adu seberapa banyak sertifikat yang di dapat.
Tapi sebelum itu, Zack orang nya tipe yang humble dan gesit kalo dia lengah sedikit aja muka nya bisa dikira mau ngajak ribut padahal asli nya perhatian cuman mulut nya aja yang suka ngancem orang, ngga perlu ditebak siapa lagi dari salah satu penghuni yang bikin Zack berkoar-koar terus menerus alias batin nya juga cape ketempelan anak bernama Rakes.
Terakhir Mahasiswa prodi fakultas Fashion Design Business dengan gaya nya yang simpel tapi jangan dilihat dari kasual pakaian nya, lihat dulu dari seluruh brand yang dia pakai secara jeli kalo itu bisa nembus angka fantastis. Mahasiswa baru kayak Saka ini selalu aja jadi korban ide konyol dari Rakes maka dari itu Zack sama Hamu ngejauhin dia dari Rakes, belum lagi Kale yang udah anggap Saka kayak adek nya sendiri.
Tapi sangat amat disayangkan bahwa Saka justru lebih suka main sama Rakes yang pada dasarnya mereka se frekuensi yang bikin beda nya itu Rakes yang hati nurani nya udah dibuang ke bak sampah, dan Saka yang masih teguh pendirian juga solid terhadap empatinya percaya percaya aja kata-kata penuh rayuan kebohongan belaka.
Masih beberapa lagi yang perlu dijelaskan, tapi mengenai kondisi dan konflik batin selalu ada aja yang kena sial dari apa yang mereka lakuin. Harapan yang bagus selalu dipanjatkan dari doa-doa untuk keberlangsungan hidup mereka, dan tentu nya kelima mahasiswa tersebut menjadi rukun satu sama lain.
Selesai?
Mustahil kalo beneran selesai, semua alur cerita dibuat dengan sedemikian rupa sampai pada titik terang dimana kehadiran tak terduga menghantam lara hati para penumpang.
Mereka yang hidup akan terus hidup, dan untuk mereka yang mati akan datang waktu balas dendam yang sudah merasuk ke dalam jiwa para pendosa.
Begitulah kenyataan nya, termasuk komitmen yang dipegang seorang calon dokter sekarang ini di landa kegelisahan.
Zack terbangun dari tidurnya, alarm berbunyi sudah terlewati sepuluh menit yang lalu tetapi sangat jarang bagi seorang Zack sendiri untuk tidak bangun tepat waktu. Tanpa terduga ia juga memijat keningnya, merasakan betapa sakit kepala yang mendadak menyerang.
Sakit, entah ia lupa atau bagaimana yang jelas Zack tidak merasakan apapun tetapi ia tetap bergumam bahwa itu menyakitkan kepala dan indra pendengaran yang kian menusuk di setiap sisi.
"Sakit banget sialan, perasaan gua ngga pernah overdosis obat atau minum sianida. " ucap Zack yang masih berusaha keras meredam kewarasan nya.
Dalam kamar nya dia langsung berdiri untuk turun kearah dapur menghampiri kulkas sekedar mencoba meminum air agar kepala serta tubuh nya mendingin kembali, namun dia perlu beberapa waktu agar sebagian menghilang.
Berisik.
Semua yang di bisikan pada telinga nya terasa berisik.
Rasa sakit dan ribut tercampur menjadi satu, sebelum mencapai puncaknya ada satu tepukan yang berhasil menghapus seluruh bayangan yang merebut kewarasan Zack sendiri.
"Gimana? udah baikan? Baru aja tadi gua selesai sholat subuh terus ngeliat lo kayak orang gila kelimpungan dari arah tangga. "
Menurut pribadi Zack sendiri, manusia bajingan kayak Rakes selalu hadir di segala penjuru mau itu saat dia mengalami gangguan aneh ataupun teman-teman asrama lainnya. Point utama nya adalah kehadiran dia bakalan mengusir semua rasa sakit yang ngga bisa dipikirin lewat logika, bukti nya aja semua suara berisik dan sakit kepala Zack hilang entah kemana.
"Lo manusia?. " pertanyaan tidak berguna keluar dari mulut Zack.
"Mboh, gua malaikat. " jawab Rakes sambil terkekeh dia mengambil botol berisikan teh dingin. "Gereja pagi nanti?. "
Zack mengangguk pelan. "Rak, gua mau tanya. "
"To the point aja. "
"Kok lo tau gua ke dapur? Terus tadi juga gua liat kamar kalian masih pada tutup pintu. "
"Lo lagi sakit kepala gini ngga sadar kali. "
"Hah? Emang iy-"
Perkataan Zack spontan berhenti saat melihat senyuman Rakes dengan mata yang terpaku kearah belakang nya, sontak membuat Zack ikut berbalik badan menemukan Kale yang setengah tidur menuju kearah mereka.
"Jangan senyum kayak gitu, beneran keliatan asli keturunan setan. "
Rakes tertawa mendengar pujian dari mulut Kale.
"Astaghfirullahalazim, ngga boleh suudzon bang. Tapi, okelah gua mau menjadi arwah tidur dulu bangunin gua kalo sarapan udah siap. "
Melenggang pergi meninggalkan dua orang di dapur, dia bahkan hanya melambaikan tangan dan menepuk pundak Zack sehabis itu Rakes menaiki tangga untuk masuk ke dalam kamar.
Zack yang masih memperhatikan bocah yang hanya berbeda dua tahun dari nya itu merasa rumit.
"Jangan dibawa rumit begitu jak, percuma kalo setan nya modelan dia. " tegur Kale untuk menyadarkan Zack dari lamunan nya.
Tetapi sudah ditegur pun Zack masih saja memikirkan beberapa pendapat nya.
"Lebih cocok jadi dukun malah. " ucapan Zack mendapatkan anggukan dari Kale, dan tidak berlama-lama dia ikut pergi masuk ke dalam kamar.
Sepeninggal Zack yang sudah pamit duluan untuk masuk kamar, Kale juga segera memasuki kamar nya yang mendapatkan posisi di lantai bawah berbeda dengan dua orang tersebut yang kamar nya ada di lantai dua jadi harus menaiki tangga terlebih dahulu.
Pintu kamar berwarna cokelat tertutup rapat, informasi biasa walaupun dia anak ekonomi bisnis Kale itu punya kamar yang isinya lebih padet dari kamar anak-anak prodi IT sendiri. Barang-barang dia semua nya serba canggih, jangan lupakan kasur yang sudah dimodifikasi sebagian bisa terangkat seperti membentuk sofa agar nyaman menonton televisi. Terlebih Kale ini masuk FEB cuman karena jalur gabut aja, padahal keahlian nya di IT ngga jauh beda sama Huma. Di meja belajar nya aja terdapat layar besar seperti TV dan bukan cuman satu tetapi empat layar terbagi, lalu dikendalikan satu keyboard transparan dan satu lagi keyboard nyata, disebelah meja khususnya ada dua laptop dan macbook kecil yang menjadi sarana tempat kerjaan nya.
Pernah beberapa kali Kale mengunjungi kamar dari satu per satu anggota Asrama, Satu-satunya kamar yang ngebuat dia berpikir orang gila mana yang nyimpen buku seabrek-abrek tapi dia baru sadar kalo calon dokter ngga bakal aneh kalo kamar nya kayak perpustakaan terbengkalai. Buku berserakan, jas perlengkapan dibiarin sembarangan dulu udah gitu dia pernah nginjek kerangka manusia yang lagi tergeletak dibawah kasur, bener-bener kelakuannya si Zack.
Hamu punya kamar yang realistis kayak tempat penampungan, walaupun meja belajar nya juga dipenuhi berbagai teknologi tapi yang bikin dia heran itu ada satu meja khusus kertas sama file dan itu ditumpuk meninggi, ada kali satu meter keatas tumpukan nya. Pas ditanya kertas apaan, si Hamu jawab nya titipan temen semua, nama nya Kale kalo ngga penasaran kurang afdol aja dia ngecek kertas satu per satu ngga ketebak gimana plot twist nya itu kertas tugas titipan, kurang lebih ada 10 mahasiswa berbeda fakultas berbeda yang minta dititipin.
Lebih kayak Hamu itu jokiin tugas mereka, tapi ternyata pemikiran absurd nya jelas disetujui Hamu berdasarkan kenyataan kerja part time Hamu adalah penjoki tugas paling terpercaya. Dimata Kale aja sekarang Hamu ngga pernah ada kehabisan duit, tapi Hamu bilang kalo dia juga ngga pernah mau sebenernya buat ngerjain tugas kayak gini tapi karena dikomporin Rakes dia akhirnya iya iya aja.
Paling netral sejauh ini kamar nya Saka sama Rakes, kalo Saka dia memang ngga banyak barang paling lemari nya aja bisa ada tiga karena khusus buat fashion nya sendiri. Merujuk kamar Rakes ngga ada yang mencolok, nuansa kamar nya adem banget bikin orang betah yang minus akhlak pemilik nya aja sama sekali bikin orang gampang terhasut omongan setan.
"Gua ngerasa kisah ini bakalan panjang. " ucap Kale sembari menghela napas.
Dia melirik kearah Rosario yang terdapat di meja dekat lampu tidur, mengambil nya dan menggenggam kalung itu lalu ambruk ke atas kasur.
...⪻ ⋅•⋅⊰∙∘☽༓☾∘∙⊱⋅•⋅ ⪼...