Arka kembali ke masa lalu di saat kota kelahiran nya masih aman dan sebelum gerombolan monster menyerang, Arka dengan kisah cinta mengejar perempuan cantik dari anak tuan penguasa kota dan kisah arka mengubah masa lalunya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YuniPus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
14
Bab 14 – Teknik Kultivasi Dewa Langit
Setelah memasukkan kekuatannya ke dalam kristal, beberapa titik terang muncul melayang di dalamnya, namun lebih banyak berwarna hitam.
"Aku merasa lega, kekuatan Jiwa Arya lebih lemah dibanding milikku!" Bagas mengedipkan mata lalu tertawa.
"Darma menatap sinis ke arah Bagas"
Arya tak memperdulikannya, jumlah tak menjadi masalah, saat ini ia hanya memperhatikan ke alam jiwanya.
Jiwa merah, bentuk pecahan dan tak teratur tanpa atribut.
"Tanpa atribut dengan alam jiwa tak beraturan," Arya tertawa. "Seluruh alam jiwa sangat kuat, namun jika harus berpendapat yang paling lemah, pastilah yang tak memiliki atribut. Hal ini dikarenakan tak mempunyai karakter sama sekali dan bentuk alam jiwa yang tak padat. Aslinya, alam jiwaku memang seperti ini namun setelah berlatih teknik kultivasi yang bervariasi menyebabkannya menjadi lebih kacau."
"Tak heran setelah berlatih sekian lama dari Kitab Roh Iblis Temporal, aku masih tak dapat memecahkannya. Jadi ini yang menjadi permasalahannya."
Jiwa tanpa atribut sangat tidak stabil dan paling mungkin untuk diubah.
Arya terlarut dalam lamunannya. Teknik kultivasi yang memungkinkan untuk jiwa tanpa atribut hanya ada tiga: Teknik Kultivasi Dewa Langit, Kultivasi Dewa Perang, dan Kultivasi Dewa Hampa. Di antara ketiga teknik ini, Dewa Langit sangat detail, Dewa Perang terlalu berbahaya, dan Dewa Hampa terlalu rahasia. Menurut potensi di masa depan, teknik Dewa Langit memiliki potensi paling besar, namun juga sulit untuk dilatih.
Berlatih dengan segala teknik kultivasi akan menjadi lebih lambat dengan jiwa tanpa atribut. Namun jika telah memilih Teknik Dewa Langit, akan menjadi sangat kuat dibanding teknik yang lain, karena tiap teknik memiliki kesamaan dengan jiwa tanpa atribut. Setelah seseorang berhasil dengan Teknik Kultivasi Dewa Langit, maka dengan mudah dapat berlatih seluruh teknik dari atribut berbeda, menghasilkan satu kekuatan maha dahsyat dan mampu menciptakan teknik sendiri.
Berlatih teknik kultivasi, alam jiwa hanya dapat terisi satu roh iblis. Jika kau mendapatkan roh iblis terkuat lalu kekuatan sebelumnya harus diganti. Namun dengan Teknik Dewa Langit, satu alam jiwa dapat terisi 7 roh iblis yang berbeda, dengan atribut yang berbeda. Setiap kekuatan bersatu dengan satu roh iblis, kekuatan menjadi berlipat. Menyatukan 7 roh iblis yang kuat menghasilkan kekuatan dan kemampuan bertarung hingga ke level yang tak terbayangkan.
Arya merasa ragu sesaat. Meskipun latihan akan lambat, lebih lambat dibandingkan Darma, Bagas dan ketiga teman lainnya, namun ketika berhasil diselesaikan, kekuatan teknik ini tak dapat diragukan!
Arya mulai dengan mantra, dan gerakan paling dasar. Di masa depan ia akan membutuhkan bantuan dari obat mujarab, namun sekarang ia hanya akan memulai latihan dasar.
Melihat Arya telah berlatih, Darma, Bagas dan lainnya yang berada di ruangan itu memulai latihan mereka dengan teknik masing-masing dan mulai menyerap energi dari langit dan bumi untuk kekuatan jiwa mereka. Semakin sering mereka berlatih, semakin mereka sadari misteri dan detail dari teknik kultivasi itu.
Enam orang dengan enam kristal berputar cepat, bergerak naik dan berkembang.
Darma, Bagas dan ketiga murid lainnya, kekuatan jiwa mereka mulai bergerak naik signifikan.
Proses itu begitu cepat. Selain itu, teknik kultivasi yang diberikan oleh Arya adalah yang paling kuat di antara teknik yang lainnya, kecepatan berlatih mereka jika dibandingkan dengan teknik kultivasi yang biasa saja sebesar 10 atau bahkan 100 kali lebih cepat.
Arya sedang berlatih teknik Dewa Langit, ia tak terlalu berambisi menguasainya dengan cepat, namun perlahan-lahan. Alam jiwanya tak stabil, terus berubah bentuk. Arya dapat merasakan kekuatan jiwa yang semakin kuat bagai air yang surut dan mengalir.
Tahap pertama untuk berlatih alam jiwa adalah menyatukan hati dan jiwa. Dengan kekuatan yang terus meningkat, alam jiwa akan berkembang terus menerus, lalu akan memancarkan sinar Cyan.
Hanya Arya dan grupnya memutuskan berlatih saat tak ada lagi orang di perpustakaan.
Satu hari, dua hari. Sepanjang waktu, kekuatan Arya meningkat dari 5 ke 30.
Cukup menakjubkan. Jika Kirana mengetahui kecepatan pencapaian Arya sangat cepat, apa yang ada di pikirannya.
Kecepatan Arya jika dibandingkan dengan yang lain begitu lambat. Darma, Bagas dan ketiga lainnya sangat cepat, terutama Darma. Mungkin tak lama lagi ia dapat mencapai level perunggu bintang 1.
Hanya satu yang ada di pikiran mereka, setelah tahap ini, seberapa jauh kekuatan mereka akan meningkat?
Mencapai peringkat perunggu dalam 2 bulan, bagi Arya tak berarti. Arya mungkin dapat meraih bintang 2 atau 3 dalam 2 bulan! Selama tes 2 bulan. Ekspresi apa yang akan Kirana tunjukkan?
Saat ini, dalam kelas calon pendekar.
Selama beberapa hari, Arya dan grupnya tak hadir, tak ada yang tahu kemana mereka pergi.
"Malam ke tiga akan segera datang, Arya takkan lupa kan?" Sekar menatap jauh ke depan membayangkan malam itu. Memikirkan apa yang telah terjadi di hari itu, pipi Sekar memerah. Ia memiliki senyum yang alami, cantik dan menarik, membuat para lelaki di sekelilingnya menjadi gila.
Lestari sangat bingung, Sekar tiba-tiba kerap melamun kosong, membuatnya penasaran dengan apa yang dipikirkannya. Apa yang sebenarnya terjadi hingga membuat Sekar tenggelam dalam pikirannya. "Sekar tidak sedang naksir dengan Arya kan?" Lestari tak mengerti, "Apa yang dapat dibanggakan dari seorang Arya, membuat seorang Sekar jatuh hati padanya?"
Saat Kirana mengajar di kelas, ia melihat ke arah 6 kursi kosong, berkata dalam hati. "Arya mungkin sedang berlatih? Lalu kenapa? Ia berpikir dengan berlatih, ia dapat menaikkan kekuatannya dari 5 ke 100 dalam 2 bulan? Tak mungkin terjadi!"
Jika ia memiliki jiwa hijau atau level di atasnya, mungkin ia memiliki kesempatan itu, namun ia hanya mempunyai jiwa merah! Dalam pemikirannya, Arya pasti kalah! Arya telah berani melawannya di depan umum, itu adalah balasannya!
Kirana memikirkan nasib Arya setelah dikeluarkan nanti!
Kirana mencibir dan melanjutkan materi tanpa lelah "Merah, jingga, kuning, hijau, cyan, biru, dan nila merupakan 7 jiwa berbeda, dengan merah yang berada di level bawah. Dengan sejarah Kota Kemuliaan beratus-ratus tahun, hanya beberapa yang dapat berlatih hingga ke level iblis petarung perak. Kecuali dengan kondisi berbeda, jiwa merah hanya memiliki batas kekuatan hingga 600, akan sulit jika ingin melampauinya!"
Mendengar perkataan Kirana, kerumunan murid biasa melontarkan ekspresi kecewa di wajah mereka. Kekuatan jiwa hanya 600, yang artinya hanya satu yang beruntung, mereka hanya dapat mencapai tingkat perunggu bintang 5.
Murid-murid ini tak dapat berkomentar atas ketidakadilan ini, mengapa mereka hanya memiliki jiwa merah.
"Sejak lahir, beberapa hal hanya diputuskan oleh Dewa, kita harus menerimanya. Beberapa orang beruntung sejak lahir, dan beberapa lagi hanya menjadi orang biasa sejak lahir!" tawa Kirana.
Lestari dan Sekar mengerutkan dahi saat mendengar kata Kirana. Mereka tak menyukainya sejak awal, dan ia terlalu banyak bicara. Dengan situasi Kota Kemuliaan di bawah penguasaan binatang iblis, ia masih saja membuat permusuhan antara kalangan jelata dan kalangan ningrat.
Mendengar Kirana, murid-murid itu hanya bisa mengepalkan tinju, darah seakan ingin keluar dari kepala mereka. Walaupun mereka kesal, namun sebagian dari mereka hanya menahannya. Tak satu pun berani melawan karena akan membuat mereka dikeluarkan dari institusi.
Mereka takkan melakukan dan tak berani melakukannya, dan karena alasan itu, mereka kagum pada Arya.
Arya tak mengetahui bahwa saat ia membela para murid jelata dari Kirana memberikan mereka semangat batin. Hampir semua siswa berharap kemenangan Arya, menendang iblis Kirana pergi jauh. Aksinya telah memenangkan hati para murid jelata.
Dengan berlalunya waktu, aksi Arya yang memojokkan Keluarga Keraton dan bertaruh dengan Kirana menjadi buah bibir, hampir semua sudut institut membicarakannya.
"Ia berkata bahwa ia akan mencapai 100 dalam waktu 2 bulan! Ia tak tahu diri!"
"Ya, bahkan jiwa cyan yang sangat pandai tak akan mampu menyelesaikannya!"
"Aku harap Arya menang, aku sangat membenci wanita itu."
"Aku juga, walaupun kemungkinan itu sangat kecil," 70% murid di institut berasal dari keluarga jelata. Mereka memberikan dukungan pada Arya karena telah berani membela mereka dari Kirana dan Keluarga Keraton.
Banyak orang tak menyukai Keluarga Keraton, beberapa anak ningrat tak menyetujui tindakan Arya.
Bahkan jika Keluarga Keraton berada di jalur yang salah, keluarga itu adalah salah satu keluarga terpandang di Kota Kemuliaan. Tindakan Arya yang menentang para leluhur, menunjukkan permusuhan pada yang berkuasa! Bahkan mereka melihat Arya sebagai sampah dalam lingkungan keluarga ningrat.
"Beberapa mereka bahkan bersama-sama dengan keluarga jelata, apa yang dapat mereka lakukan?" ejek mereka.
Siang Hari.
Saat sebagian besar murid pergi untuk makan. Perpustakaan menjadi sedikit sepi, Arya dan teman-temannya makan bersama lalu kembali ke perpustakaan untuk berlatih.
"Arya, kekuatanku telah mencapai 84! Dengan kecepatan ini, aku dapat mencapai level itu dalam seminggu!" bisik Darma, suaranya tak dapat menahan rasa senang. Ia tak dapat membayangkan hal ini sebelumnya!
"Lumayan" gumam Arya, ini sesuai dengan perkiraannya.
Bukan hanya Darma, Bagas dan lainnya juga terkejut, kekuatan mereka mengalami banyak peningkatan. Dengan hal ini, mereka dapat meraihnya dalam 2 bulan.
Peningkatan yang sangat cepat dan tak lama lagi berhasil. Seperti sebuah mimpi!
"Kita butuh obat mujarab, dengan itu kekuatan dapat meningkat lebih cepat!" kata Arya
Mendengar kata Arya, Darma dan lainnya sangat terkejut. Yah, belum mengkonsumsinya saja membuat kekuatan mereka bertambah dengan cepatnya, bagaimana jika mengkonsumsinya, seberapa cepat kekuatan mereka akan meningkat?
Namun, di mana mendapatkannya? Obat penambah kekuatan, bukankah seharga puluhan ribu koin!
Walaupun mereka telah mengumpulkan 16 ribu koin dari berburu horned sheep, membeli kristal jiwa telah menghabiskan sebagian uang mereka, sekarang tersisa 10 ribu koin.
"Kalian lanjutkan latihan, aku harus melakukan sesuatu malam ini. Aku harus mencari jalan untuk mengumpulkan uang!" kata Arya tertawa.
Mereka tak tahu rencana Arya, namun sejak Arya telah memiliki rencana itu, mereka tak akan bertanya.
Malam ini, Arya dan Sekar berjanji untuk bertemu! Jika Arya membantu menyembuhkannya, itu bisa menjadi hal yang patut untuk dipertimbangkan.
Darma dan lainnya tak tahu soal pertemuan ini. Jika mereka tahu, mereka pasti akan sedih, Arya lebih mengutamakan seorang gadis dibanding pertemanan mereka!