NovelToon NovelToon
Bule Kepincut Gadis Pohon

Bule Kepincut Gadis Pohon

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / CEO / Mengubah Takdir
Popularitas:24.6k
Nilai: 5
Nama Author: Indira MR

Seminggu menjelang hari bahagianya, dunia Jamila runtuh seketika. Di sebuah gubuk tua di tepi sawah, ia menyaksikan pengkhianatan paling menyakitkan: Arjuna tunangannya, justru bermesraan dengan Salina, sepupu Laila sendiri. Sebagai gadis yatim piatu yang terbiasa hidup prihatin bersama kakaknya, Jamal, serta sang kakek-nenek, Engkong Abdul Malik dan Nyai Umi Yati, Mila memilih tidak tenggelam dalam tangis.
​Jamila mengalihkan rasa sakitnya dengan bekerja lebih keras. Dengan kulit hitam manisnya yang eksotis dan kepribadian yang pantang menyerah, ia mencari nafkah melalui cara yang tak lazim: live streaming di TikTok. Bukan sekadar menyapa penonton, Jamila melakukan aksi nekat memanjat berbagai pohon mulai dari jambu hingga durian sambil bercengkerama dengan para followers nya
​Awalnya hanya kagum pada keberanian Laila, Daren, pemuda tampan dari Eropa perlahan jatuh cinta pada ketulusan Jamila, dan berniat melamarnya, apakah Jamila menerima atau tidak ya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indira MR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28. Naga Dan Elang

Matahari seolah-olah turun beberapa kilometer lebih rendah dari biasanya, memanggang atap seng rumah Engkong Malik hingga mengeluarkan bunyi berderak. Di teras rumah yang ubinnya mulai terasa hangat, duduklah dua orang pemuda

RT ekspresi wajah yang sulit didefinisikan perpaduan antara lega, perih, dan trauma yang mendalam.

​Daren dan Jerry. Dua pria yang biasanya tampil necis dengan kemeja slim-fit di kawasan perkantoran Sudirman, kini harus pasrah duduk dengan kaki terbuka lebar, dibalut sarung yang disangga sedemikian rupa agar tidak menyentuh bagian paling vital dalam hidup mereka.

Mereka baru saja melewati peristiwa bersejarah ,sunat akibat insiden salah suntik dan salah potong yang melibatkan Bang Doel, mantri sunat senior yang penglihatannya mulai buram dimakan usia.

​Rani dan Rana, anak Salina, dua keponakan kembar Jamal, memutari kursi Daren dengan mata bulat penuh selidik. Bagi anak kecil, pemandangan di balik sarung Daren adalah misteri besar yang setara dengan pencarian harta karun.

karung

Engkong, kenapa sarungnya melembung gitu? Ada kucingnya ya di dalem? Boleh liat nggak?" timpal Rani dengan polosnya.

​Engkong Malik yang sedang menyeruput kopi pahit tertawa terkekeh-kekeh hingga kumis putihnya bergetar.

"Bukan kucing, Cu. Itu namanya 'Burung Lagi Dipingit'."

​"Burung dipingit?" Rana mendekat, rasa penasaran mengalahkan rasa takutnya. Ia sudah hampir mengulurkan tangan untuk menyentuh puncak sarung Daren.

​"Eh! Eh! Jangan! Bahaya!" teriak Daren panik. Ia refleks memundurkan badannya sampai kursinya hampir terjungkal. Keringat dingin sebesar biji jagung mulai mengucur di pelipisnya.

"Rana, sayang... jangan deket-deket. Di dalem sini ada naga lagi tidur. Kalau kesenggol, naganya bisa ngamuk dan menyemburkan api!"

​Rani memiringkan kepalanya, mencoba mencerna logika biologi tersebut.

"Naga? Om Jerry juga ada naganya?"

​Jerry, yang tidak mau kalah keren meski sedang menahan senat-senut yang luar biasa, langsung menyahut dengan gaya heroik yang dipaksakan.

"Kalau punya Om Jerry bukan naga, Rani. Tapi Elang Perkasa. Tapi Elangnya lagi luka kena tembak pemburu namanya Bang Doel."

​"Ooh..." kedua bocah itu mengangguk-angguk kompak. Mereka tidak paham, tapi istilah

Naga dan elang terdengar jauh lebih keren daripada kenyataan pahit yang dialami kedua pria malang itu.

​Tiba-tiba, suasana yang sudah panas menjadi makin mencekam. Kipas angin berdiri yang sudah bekerja keras sejak pagi, yang suaranya sudah terdengar seperti mesin helikopter tua (trek-trek-trek), mendadak mengeluarkan asap tipis. Bunyi Pshhh... terdengar lirih, dan baling-balingnya berhenti berputar.

Kipas itu tewas seketika akibat kerja paksa di bawah suhu ekstrem Jakarta.

​"Waduh! Kipasnya tewas!" seru Jamal panik.

​"Aduh, panas banget! Bang Jamal, tolongin!

" Ini darurat ???!" Daren mulai mengerang. Bagi orang yang baru saja dipangkas suhu panas adalah musuh bebuyutan. Keringat yang masuk ke sela-sela jahitan rasanya seperti siramkan air cuka di atas luka terbuka.

​Engkong Malik, sebagai veteran di rumah itu, langsung mengambil kendali.

"Jamal! Ambil baskom isi air es sama handuk kecil! Kita kompres jidatnya biar ggnggak pingsan. Buat burungnya, ambil kipas sate di dapur!"

​Jamal segera berlari ke dapur dengan kecepatan cahaya. Bukannya membawa satu kipas sate, dia kembali dengan dua buah kipas anyaman bambu yang biasa dipakai tukang sate Madura yang ujung-ujungnya sudah menghitam karena jelaga tahunan.

​"Seni lu berdua! Gue mo nggaya turbo!" Jamal duduk bersila di lantai, tepat di depan kaki Daren dan Jerry. Tanpa aba-aba, dia mulai menggerakkan kedua tangannya dengan kecepatan tinggi, mengarahkan angin ke arah kolong sarung mereka.

​Plak! Plak! Plak!

​Karena gerakannya terlalu bersemangat dan ruang gerak yang terbatas, ujung kipas bambu yang tajam itu sesekali mengenai lutut dan paha Daren.

​"Aduh! Bang Jamal! Pelan-pelan! Itu kipas angin atau sabetan rotan pesantren?!" protes Daren sambil meringis.

​"Udah, terima nasib aja! Lu mau adem apa mau perih?" bentak Jamal sambil terus mengibas dengan kecepatan penuh, seolah-olah ia sedang membakar seratus tusuk sate ayam di malam Minggu.

​Sambil menikmati angin kasar dari Jamal, Daren menoleh ke arah Jerry. Hatinya sedikit mencelos.

Di samping Jerry, ada Kayla yang dengan penuh kesabaran mengelap keringat di dahi asistennya itu dengan tisu basah yang wangi. Kayla bahkan sesekali meniup dahi Jerry agar sang asisten merasa lebih tenang.

​Pemandangan ini benar-benar kontras. Jerry diperlakukan seperti pasien VVIP di rumah sakit bintang lima, sedangkan Daren diperlakukan seperti korban tawuran yang dirawat seadanya di oleh relawan yang emosian.

​"Jer... gue pikir-pikir, hidup ini emang adil ya," kata Daren tiba-tiba, suaranya memberat, mencoba mencari kedalaman di tengah rasa sakit.

​"Adil gimana, Bos? Saya yang jadi korban salah suntik, saya yang sakitnya dua kali lipat gara-gara dosis ganda, adil dari mana?" Jerry menjawab dengan nada sewot, meski wajahnya tetap berseri saat diseka oleh Kayla.

​"Adil karena sekarang gue tau makna kedewasaan yang sebenarnya," Daren melirik Jamila yang sedang berjalan keluar membawakan sepiring lagi pisang goreng hangat untuk Engkong Malik.

Jamila tidak mendekatinya, hanya menatapnya dari jauh dengan pandangan yang sulit diartikan antara kasihan dan ingin tertawa.

​"Dulu gue pikir jadi laki-laki itu soal punya mobil mewah, jabatan CEO, atau bisa perintah orang semau gue. Tapi hari ini gue belajar, kedewasaan itu soal keberanian menghadapi ketakutan, tanggung jawab atas keputusan yang kita ambil, dan... kesabaran menahan perih demi sesuatu yang lebih baik di masa depan."

​Daren menatap Jamila lagi. Gadis itu memang tidak mau menyuapinya karena memegang teguh prinsip bukan muhrim, tapi Daren tahu tadi Jamila adalah orang yang paling vokal mengomeli Bang Doel.

​"Meskipun dia nggak mau nyuapin karena prinsip, tapi dia tadi yang paling cerewet ngingetin Bang Doel biar nggak salah potong lagi. Itu bentuk perhatian tingkat tinggi, Jer. Dia menjaga kehormatannya, sekaligus menjaga masa depan gue."

​"Halah, bilang aja Bos sirik liat saya disuapin Kayla," ledek Jerry dengan senyum kemenangan yang tipis.

​"Dikit sih," aku Daren jujur.

"Tapi nggak apa-apa. Ini pelajaran buat kita berdua. Hidup itu kadang perlu dihilangkan bagian-bagian yang nggak perlu, ego yang kepanjangan, atau sifat buruk supaya kita bisa tumbuh lebih bersih dan sehat. Lu juga, Jer. Dengan kejadian ini, lu jadi tau kan kalau Kayla beneran peduli sama lu?"

​Jerry terdiam. Ia menatap Kayla yang tersenyum tulus padanya. Rasa perih di bawah sarungnya seolah-olah mereda digantikan oleh rasa hangat di dada.

"Iya sih, Ren. Ada benarnya juga. Ternyata cinta itu butuh pengorbanan, meski bentuk pengorbanannya agak... sedikit di luar nalar."

​Daren mengangguk pelan.

"Nah, makanya. Nanti kalau kita udah sembuh, gue kasih lu libur seminggu. Anggap saja cuti pasca-operasi besar. Tapi syaratnya satu..."

​"Apa Bos? Naik gaji?" tanya Jerry penuh harap.

​"Jangan pernah bawa-bawa foto yang diambil Bang Jamal tadi ke kantor. Foto pas kita lagi meringis megangin sarung itu... kalau sampe bocor ke divisi pemasaran atau grup WhatsApp kantor, gue pecat lu jadi saudara se-sunatan! Karisma gue sebagai CEO bisa runtuh dalam semalam!" ancam Daren dengan mata melotot.

​Jerry tertawa kecil mendengar ancaman itu. Bayangan foto sarung menggelembung mereka menjadi wallpaper di lobi kantor memang sangat mengerikan. Namun, tawa itu tidak bertahan lama.

​"Aduh... aduh... jangan bikin ketawa, Ren! Jahitannya berasa mau putus nih! Elangnya mau bangun!" Jerry meringis sambil memegangi sarungnya.

​Di lantai, Jamal masih terus mengipasi mereka dengan semangat 45.

"Udah, nggak usah banyak omong kalian! Mending fokus zikir biar lukanya cepet kering. Nih, terima angin surga dari gue!"

​Plak! Ujung kipas bambu Jamal sekali lagi mengenai lutut Daren.

​"BANG JAMAL!!!"

​Tawa Engkong Malik kembali pecah, bersahutan dengan suara bising jalanan

Bersambung

1
Indira Mr
kasihan Jerry 🤣🤣🤣
Jing_Jing22
wkwkwkwk dia salah sasaran thor, waduh aman nggak tuh🙉
Indira Mr: Jerry malang 🤣🤣
total 1 replies
Jing_Jing22
aw aw aw daren awas hilang semua wkwkwl🙈
Indira Mr: he..he..🤣🤣
total 1 replies
Fathu
👍
evrensya
Pokoknya aku selalu dukung karya ini, semoga sukses masuk rangking top.
evrensya
Hmm.. Mas Bule 🤭
evrensya
Quotes Jamila di siang bolong, inspired by Salina. 🤭
Indira Mr: Ya Allah ..🤣🤣🤣
total 1 replies
evrensya
Seleranya Jerry berada di level max🤣
evrensya
Sudah gue Dugong itu si Salina🤣🤣🤦
Indira Mr: Salina kumat 🤣
total 1 replies
evrensya
Jamila kamu wajib bikin hareem. Biarkan aku jadi dayangmu😁
Indira Mr: daftar 🤣🤣🤣
total 1 replies
Syh.Mutiara
gak enak banget dijodhin, amit amit🤭
Syh.Mutiara
🤢
Syh.Mutiara
dasar cowok
Indira Mr: cowok hidung belang🤣
total 1 replies
Syh.Mutiara
basi
Syh.Mutiara
waduh...
Serena Khanza
masyaallah darren login 👍🏻😇
bener bener kek dpt hidayah atas kemauannya sendiri
Serena Khanza
valid nih pak ustad 🤭
Indira Mr: cosplay 🤣🤣
total 1 replies
Wida_Ast Jcy
hahaha... ada ada aja Thor bikin ngakak
Wida_Ast Jcy
kaesihan juga jerry ya thor🤣🤣🤣
Indira Mr: kasihan Jerry 🤣🤣🤣
total 1 replies
Ebit S
hahaha ya iya lah rugi.. dong.. 🤭🤭🙏🙏💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!