setelah menyebrang, aku ingin berkultivasi dengan santai tetapi semua orang memubuat ku bekerja keras, saat aku berkata bahwa aku berkultivasi dengan bekerja keras, orang-orang ngin menghajar ku berkata bahwa aku orang termalas di dunia
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kristanto artsx,...., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
cap 2 pemurnian qi
Note: nama Mc nya di ganti Ary
Atr takutnya di bilang ART asisten ruman tangoy jir wkwkwk, ary cuma kepikiran karna nulis typo art ke ary wkwkwk🤣 saran dong nama yang bagus. Jangan nama cina2 tapi nama indo juga jan kek indo bet juga gk gaul kek basiat lah kevin lah markona lah jerfi lah gitu2 jangan yang pendek ae jan tersinggung ya yg nama nya gw tulis🙏🤣 cumak contoh doang lagian nama gw juga gw tulis noh
Di tengah malam, art terbangun oleh suara lolongan serigala yang keras, lolongan itu tak terlalu dekat namun juga terasa tak jauh.
Awalnya hanya lolongan satu serigala namun setelah itu, beberapa serigala melolong dan bersahut di hutan yang sunyi.
Predator seperti serigala sangat menakutkan di hutan ini, mereka adalah salah satu yang terkuat di hutan ini.
ART merasa gelisah dan tak bisa tidur hingga sinar matahari mulai muncul.
Matahari bersinar namun celah patahan tebing itu masih gelap karena tinggi tebing di kedua sisi sangat tinggi mungkin 150 hingga 200 meter. Patahan itu mengarah utara dan selatan sehingga matahari hanya mencapainya saat tengah hari.
Art sesekali mengintip ke sisi patahan batu sebelah utara dari mulut goa untuk melihat cahaya matahari yang awalnya samar hingga semakin terang
Setelah memastikan matahari sudah terbit, Art menjadi tenang. Iya mulai memikirkan rencana selanjutnya.
Saat ini makanan adalah masalah yang harus di selesaikan, meskipun tubuh nya masih bisa menahan lapar, iya hanya bisa bertahan hari ini, jika sampai besok, pasti akan merasa kelaparan.
Makanan harus segera di dapat. Namun, ada masalah. Art tak punya senjata untuk berburu, kekuatanya juga rendah untuk keluar berburu dengan tangan kosong, belum lagi, kekuatan nya itu bukan milik nya, meskipun dia mengingat semua kultivasi pemilik asli, dia tak akan bisa menggunakan nya sebaik pemilik asli.
Alasan nya adalah dia belum pernah menggunakan nya, itu seperti membaca buku. tau bahwa bisa melakunan sesuatu dengan pernah melakukannya adalah dua hal yang berbeda
Art memutuskan untuk tak terburu-buru dan belajar menggunakan kekuatan nya tetlebih dahulu.
Art mulai duduk bersila dan mulai mengingat proses kultivasi pemilik sebelumnya.
Pada saat seseorang mulai berkultivasi, Alam yang pertama kali harus mereka hadapi adalah pemurnia tubuh, Pemurnian tubuh adalah proses menyerap energi alam pertama untuk memperkuat tubuh hingga saat mencapai batas tertentu, daging dan darah seseorang akan mampu menahan qi untuk mengalir melaluinya.
Pada awal kultivasi, untuk memasuki alam pemurnian tubuh, seseorang perlu menyerap qi untuk memperkuat tubuh.
Namun pada awal kultivasi ini, seseorang tak mampu merasakan qi di udara sehingga perlu menggunakan beberapa cara untuk mengumpulkan nya.
orang kaya biasanya meminum ramuan untuk mendapatkan energi alam untuk pertama kalinya namun, cara ini sangat boros, hanya orang kaya yang melakukan nya.
Orang seperti pemilik tubuh hanya bisa melakukan nya dengan cara yang paling dasar yaitu berolah raga. Berolah raga dengan intensitas tinggi akan membuat darah otot dan tulang berada pada tekanan. kondisi ini membuat tubuh sedikit lebih peka akan energi alam sehingga di bantu dengan konsentrasi yang tinggi, seseorang akan berhasil menyerap sedikit energi alam saat bernafas. namun, bakat seseorang juga sangat menentukan jumlah energi yang bisa di serap.
Pemilik tubuh jelas tidak berbakat, hanya setelah kerja keras, pemilih tubuh akhirnya mencapai pemurnian qi.
Setelah tubuh cukup kuat hingga tingkat tertentu, tubuh akan mengalami peningkatan, seperti naik ke level yang berbeda. Pada tahap ini, indra seseorang akan semakin peka terhadap qi sehingga iya akan mampu menyerap lebih banyak energi alam namun, tentu saja Peningkatan ini juga bervariasi tergantung bakat seseorang.
selain indar yang semakin peka, kenaikan ini juga menandai bahwa tubuh sudah siap mengalirkan qi. Pada tahap ini, daging dan darah sudah jenuh dan untuk memperkuat tubuh dengan qi tidak lagi bisa di lakukan dengan cara biasa, harus menggunakan beberapa ramuan dan cara khusus untuk memperkuar tubuh lebih lanjut namun, peningkatan lebih lanjut tak lagi memperkuat indra dan hanya murni peningkatan fisik.
Pada tahap ini pula, semua orang akan memasuki ranah pemurnuan qi. Hal ini karena qi yang di serap tubuh tak dagi menyatu dengan daging dan darah namun mengalir bebas melaluinya.
Pada tahap pemurnian qi ini, seseorang perlu terus menyerap energi alam(qi) kedalam tubuh hingga mencapai batas.
Batas yang di maksud adalah saat energi alam di dalam tubuh mencapai tingkat tertentu, tubuh seseorang akan mencapai batas penampungan, seperti mengisi sebuah gelas.
Menyerap lebih banyak qi akan menyebabkan kebocoran atau tumpah seperti terus menuangkan air ke gelas yang penuh sehingga tak ada lagi peningkatan. Pada saat itulah seserorang perlu mulai memurnikan energi alam(qi) nya.
Melakukan pemurnian qi sendiri cukup berbahaya, hal ini karena saat pemurnian qi, seseorang perlu mengarahkan dan mengkonsentrasikan qi dari seluruh tubuh ke perut sedikit di bawah pusat dan memutarnya seperti pusaran dan harus menstabilan nya hingga tingkat tertentu.
Jika seseorang gagal menstabilian pusaran, maka pusaran akan hancur, organ dalam akan terluka dan qi akan bocor keluar, kasus yang parah adalah kematian.
Namun, di samping bahaya itu, Entah pendahulu kultivasi mana yang menemukan cara ini pertama kali namun, saat seseorang melakukan hal ini dan berhasil, pusaran akan stabil dan sebuah inti samar akan muncul, Itulah prototype datian.
Inti inilah yang jika seseorang terus mengulangi pemurnian qi maka inti ini akan berubah dan terbentuklah ruang untuk menampung lebih banyak qi yang di sebut datian.
Pemurnian qi sendiri tak memiliki tingkatan khusus, berapa kali seseorang harus memurnikan qi bergantung pada bakat karena batas tampungan qi dalam tubuh seseorang berbeda dan qi yang di butuhkan untuk membentuk datian juga berbeda, dan tentusaja kualitas datian juga berbeda.
Pemilik tubuh sebelum nya telah memurnikan qi nya 4 kali namun sepertinya masih jauh untuk membentuk datian yang merupakan ranah selanjutnya.
Inilah semua kultifasi yang di miliki pemilik tubuh sebelumnya.
Setelah megingat kembali kenangan pemilik sebelumnya, Ary kemudian mulai berkultivasi.
Awalnya arymencoba menyerap energi alam dan berhasil menyerap sedikit, kemudian dia mulai mencoba mengendalikan qi di seluruh tubuh nya dengan berbagai cara.
Ary juga ingin mencoba menggunakan teknik-teknik yang di pelajari pemilik sebelumnya.
Ada teknik pukulan, teknik gerakan dan teknik pedang, semuanya adalah teknik tingkat pemurnian qi, namun sayang nya, Ary tak punya pedang dan teknik tinju nya juga membutukan sarung tangan besi khusus yang sudah di ambil pembunuh pemilik tubuh,Yang tersisa adalah teknik gerak kaki.
Pada tahap pemurnian qi, kekuatan di ukur bukan dari jumlah qi atau jumlah pemurnian qi, akan tetapi lebih mudah melihat tingkat seseorang berdasarkan kendali qi. semakin baik pengunakan qi menandakan semakin dekat seseorang membentuk datian dan menjadi pendiri fondasi, hal ini karena datian membantu pengendalian qi seseorang.
Awalnya qi yang ada di tubuh di kedandalikan seperti air mengalir namun seiring pemurnian qi, semakin dekat seseorang dengan terbentuknya datian, kendalinya akan semakin baik, dan saat datian sudah terbentuk, seseorang bahkan bisa membuat pedang dari qi.
Teknik gerak kaki yang di pelajari pemilik tubuh sangat sedehana, saat melangkah, qi akan di fokuskan melapisi kaki dan membantu kaki seperti pegas tambahan, kemudian teknik ini juga mencegah kaki dari cedera saar melakukan gerakan extrim.
Ary mencoba menggunakan nya beberapa saat sebelum terbiasa, hal ini karena Ary sudah memiliki ingatan pemilik asli dan tubuh nya sudah sering menggunakan nya, jika tidak, art tak akan mampu menguasai nya dengan mudah.
Ary kemudia mencoba bermain-main dengan qi nya beberapa saat menggunakan nya di seluruh tubuh sebelum berhenti karena qi dalam tubuh nya menipis.
Ary kemudian duduk dan ingin memulihkan qi nya namun saat itu art teringat suatu hal.
Saat di bumi, ary sudah sering membaca novel yang menggambarkan dunia kultivasi namun, ada satu hal yang sering menggangu nya.
Saat seseorang berkultivasi, dia akan menyerap qi sangat lama saat berkultivasi namun saat bertarung dan mereka akan menggunakan qi itu kemudia saat memulihkan nya mereka akan menyerap qi lagi untuk memulikian nya namun pemulihan itu, bagaimana bisa sangat cepat?.
Sekarang sebagian pertanyaan itu akhirnya terjawab. Ternyata, saat berkultivasi, seseorang seperti mengukir dalam tubuh, qi di udara sebenarnya sangat banyak sampai memenuhi semua tempat seperti air di samudra.
Pada saat masih manusia biasa, seseorang tak bisa merasakan nya, kemudian saat pertamakali berkultivasi, seseorang menyerap qi dengan cara tertentu kedalam daging dan darah nya, hal itu seperti mengukir sebuah memori ke daging dan darah, saat bertarung dan menggunakan qi dan darah itu hingga habis kemudian saat pemilihan, daging dan darah sudah mengingat jumlah qi itu sehingga bahkan saat beristitahal biasa qi tanpa harus berkultivasi, daging dan darah bisa memulihkan nya dengan menyerap sedikit demi sedikit dari udara dan memulihkan qi dalam daging dan darah yang awalnya jumlah nya hanya sedikit seperti memulihkan stamina seseorang sehingga lebih cepat.
Sedangkan saat mengkir pertama kali, seseorang harus merasakan sendiri, menyerap sendiri sedikit demi sedikit saat berkultivasi. mungkin, itulah mengapa ada legenda tentang seseorang yang memperoleh pencerahan dan kultivasinya melonjak. Sebenarnya mungkin orang itu memperoleh pemahaman tertentu yang memicu mekanisme prinsip tertentu sehingga iya tak berkultivasi dan mengukir secara perlahan tapi langsung melewatinya.
Saat tahap pemurnian qi, qi yang di gunakan seseorang untuk bertarung bukanlah yang mengalir bebas di dalam tubuh nya, tetapi qi yang berada di dalam daging dan darah dan yang berada di dalam prototype datian. Saat qi dalam datian di gunakan, qi itu juga akan pulih dengan sendirinya, namun bukan menyerap dari qi dan darah atau qi yang mengalir bebas dalam tubuh, melainkan pulih entah bagaimana, hal itu masih menjadi pertanyaan bagi ary saat ini, mungkin, seiring berkultivasi, jawaban nya akan muncul.
Sedangkan qi yang mengalir bebas dalam tubuh, jika di gunakan, iya akan habis dan perlu di isi sedikit demi sedikit dari awal.
Qi ini seperti air dalam botol, jika tumpah maka harus di isi lagi, seperti benda external dalam tubuh, dengan kata lain seorang tahap pemurni qi tak boleh menggunakan nya saat bertarung.
Ary juga selama berlatih menggunakan qi nya, iya tak menggunakan qi yang mengalir bebas ini.
Ary duduk bersila untuk memulihkan diri, bukan karena fokus menyerap energi alam namun, duduk bersila dan menenangkan pikiran membantu merilekskan diri agar tubuh rileks dan memulihkan diri. Seperti semacam istirahat terbaik.
Setengah jam kemudian, kondisi art akhirnya kembali ke puncak nya, sekarang, makanan adalah masalah.
Ary memutuskan untuk keluar mencari makanan.
Note: kalo ada yang gak di suka, kasih saran boy jan di buly wkwkwk