Memiliki pasangan menjadi impian Citra selama ini, tidak menyangka laki-laki yang mengajak nikah selama 10 tahun memiliki niat buruk terhadap Citra. Apa yang akan dilakukan Citra untuk membalas dendam dan sakit hatinya terhadap suami tidak setia dan memanfaatkannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon maya ps, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 14
Tepuk tangan menyambut tamu yang tidak terduga, sakit rasanya melihat Angga akhirnya bawa pulang selingkuhannya ke rumah tanpa memikirkan perasaannya sama sekali, tidak ingin terlihat lemah berusaha menahan sedih dan sesak di dada melihat Angga jalan bersama istri dan anaknya menuju ruang keluarga dimana dirinya lagi bersantai sendirian.
"Wow keren berani bawa mereka kesini hebat sekali kamu." puji Citra santai.
"Maafkan aku sayang, aku tidak ada pilihan lain selain bawa mereka kesini, tidak tega meninggalkan mereka sendirian di rumah, oh iya kamu dari mana saja kenapa baru pulang? " tanya Angga kaget tidak menyangka tiba-tiba istrinya ada di rumah.
"Oh mau tinggal disini, tapi tidak semudah itu loh ada syaratnya." sambung Citra senyum sinis melihat istri keduanya Angga yang terlihat dimanja suaminya memakai perhiasan dan bajunya terlihat mahal.
"Apapun syaratnya saya terima Mba, asal boleh tinggal disini jadi apa suara?" tanya Winda perasaan.
"Jadi pembantu disini, bersihkan semua rumah ini tanpa terkecuali dan tidur di kamar pembantu selama tinggal disini, kalo tidak mau silahkan pergi dari sini begitu juga sama Angga kita bercerai jika kamu keluar dari rumah ini tidak ada harta satu pun yang bisa kamu bawa pergi bersama perempuan itu bagaimana?" tanya Citra sengaja tidak akan membiarkan Winda hidup bahagia selama tinggal bersama, enak saja selama bertahun-tahun sudah berlebihan menikmati hartanya tanpa sepengetahuannya dan juga tega memanfaatkan dirinya selama ini.
"Apa pembantu, yang bener saja sayang masa istri ku juga jadi pembantu di rumah ini dan aku tidak mau kita bercerai sayang aku sungguh mencintai kamu? " tanya Angga kaget mendengar keputusan Citra, bagaimana bisa istri pertamanya tega istrinya direndahkan seperti ini.
"Itu pilihan kalian, kalo perempuan itu tidak mau jadi pembantu disini iya silahkan pergi tapi kita bercerai, semua harta yang kamu miliki saya ambil karena itu semua bukan hak kamu mengerti, mulai hari ini kita pisah kamar karena saya jijik tidur bareng kamu, status kita memang suami istri tapi saya tidak sudi satu kamar lagi sama laki-laki yang santai berbagi cinta seperti kamu! " tegas Citra santai, senyum sinis melihat Winda yang kaget sama keputusannya begitu juga dengan Angga yang tidak menyangka jika dirinya bisa ambil keputusan yang tidak mudah tapi mau bagaimana lagi, keputusan berat ini harus diambil karena tidak ingin di madu terlalu lama.
Geram mendengar keputusan Citra yang seenaknya membuat Angga memutuskan susul Citra yang jalan menuju kamarnya, berusaha bujuk istrinya untuk tidak seenaknya seperti ini, tidak tega merendahkan Winda seperti ini bagaimana bisa wanita yang dicintainya dijadikan pembantu di rumah sendiri dan tidak ingin kehilangan semuanya begitu saja.
Tidak menyangka istri pertama Angga mengetahui rahasia yang selama disembunyikan dengan baik, entah dari siapa Citra tahu hubungannya sama Angga membuat dirinya menyesal ikut ke rumahnya Citra yang akhirnya dikerjain habis-habisan sama Citra seperti ini, tidak menyangka Citra menjadikan dirinya seperti pembantu dan jika Angga pergi akan kehilangan harta yang selama ini dimilikinya.
**
Menahan kesal melihat beberapa Bodyguard nya Citra mengeluarkan semua baju miliknya kedalam koper tanpa disisakan sama sekali.
"Mulai saat ini kamu dan perempuan itu tidur di kamar pembantu, rumah ini akan diawasi sama Bodyguard jika kalian berani tidur di kamar tamu siap-siap besok terima hukuman, bilang sama pembantu baru harus mulai beberes jika tidak besok akan terima hukuman mengerti!" tegas Citra menatap Angga yang berdiri mematung melihat barang-barangnya dimasukan kedalam koper.
"Astaga sayang kenapa bisa tega ini sama aku, maafkan aku yang selama ini jahat sama kamu jujur aku mulai mencintaimu dan kita bisa bahagia bertiga sebagai keluarga yang harmonis mau kan terima kehadiran Winda dan anaknya anggap anaknya Winda seperti anak sendiri kita bisa bahagia bersama." bujuk Angga berusaha meluluhkan hatinya Citra.
"Mimpi kamu, tidak ada perempuan normal yang mau dimadu mengerti, hidup kamu saja semuanya saya yang biayai gaya-gayaan nikah lagi dan seenaknya memanfaatkan saya untuk menguras harta saya, terserah kamu kalo mau tinggal disini iya jadi pembantu tapi kalo tidak terima iya silahkan keluar kehilangan barang-barang mewah dan juga kehilangan pekerjaan susah loh jadi staff biasa jadi terima dengan baik dan jangan banyak tingkah mengerti! " tegas Citra senyum sinis melihat Angga berusaha bujuk dirinya enak saja minta dirinya terima Winda sebagai madunya dengan mudah.
Lima bodyguard langsung bawa koper berisi baju milik Angga keluar dari kamar dan paksa Angga keluar dari kamar, karena Citra tidak ingin terlalu lama melihat Angga didalam kamar.
Rasanya sia-sia sekali melawan kelima orang yang pegang tangannya untuk keluar dari kamar, teganya sungguh kuat menahan tangganya untuk ditarik jalan keluar dari kamar, akhirnya pasrah keluar dari kamar dengan perasaan kesal.
Hancur terima kenyataan seperti ini, harus tinggal bareng sama madunya dan membiarkan Angga tidur bersama madunya, tapi prinsip wanita tidak akan diabaikan begitu saja, merasa jijik jika dirinya harus berbagi kamar sama Winda wanita yang tidak punya hati dan pikiran sama sekali, pilihan merelakan dan melepaskan pilihan terbaik dari pada berbagi yang akhirnya dirinya sendiri yang akan tetap merasa sakit hati selama melihat Angga bermesraan sama Winda apa lagi jika bersama anaknya rasanya hatinya hancur berkeping-keping melihatnya jika terima keinginan Angga.